
Arya kembali ke acara tersebut untuk berpamitan kepada para rekan kerjanya dan kepada anggota keluarganya.
Setelahnya ia kembali ke kamar dan langsung membersihkan diri ikut nimbrung bersama Delia.
******
POV DELIA
Pagi kini telah menyapa, membangunkan setiap insan yg terlelap di alam mimpi. Mentari bersinar menghangatkan seluruh alam ini.
Tak terkecuali dua insan yg sudah terikat oleh janji suci yg di ucapkan sehari yg lalu. Aku terpaksa membuka mata akibat silaunya mentari menebus celah jendela. Sejenakku pandangi keindahan ciptaan tuhan yg berada di hadapanku. Mengelus serta menelusuri wajah yg begitu sempurna. Dengan hidung mancung dagunya yg runcing alis yg lebat tersusun rapi. Sungguh beruntung nya diriku batinnya sembari tersenyum.
"Sudah puas bermain dengan wajah tampanku ini?" suara serak ini mengagetkanku
"Ti-tidak.. hanya saja tadi ada lalat di pipimu" jawabku lalu membalikkan badan. Malu?? yah tentu saja. Selama ini aku tidak pernah sedekat ini dengan seorang pria kecuali dengan alm.bapakku. Ku netral kan rasa gugup ku dan mencoba membalikkan badan ku kembali.
"Kenapa menghadap sana, padahal aku gemes dengan pipimu yg terlihat merona" jawabnya lalu mengelus pipiku.
Untuk kedua kalinya pipiku terasa panas sekali, bukan karena sinar UV pagi ini, tapi karna hangatnya belaian yg ia lakukan kepadaku.
"Mas sudah ah, ini sudah pagi sebaiknya kita mandi lalu mencari makan" jawabku
"Tak perlu, karna makanan pagiku berada tepat di hadapanku" senyumnya dengan penuh makna.
"Bagaimana bisa, semalam aku melewatkan makan malam. Kau dengarkan itu bunyi cacing ku berdemo" langsung beranjak dari tempat tidur
__ADS_1
"Sayang mau kemana? bukankah seorang istri harus melayani suami? apa kau mau menjadi istri yg durhaka" ancamnya dengan senyum kemenangan.
"Mas... ayolah sekali ini aja. Lagian kita kan baru menikah masih ada waktu nanti malam" ucapku langsung menutup mulutku. Aduhhh kenapa dengan mulut ini, jika nanti malam dia memintanya gimana? batinku terus mengerutuki kebodohan mulutku ini.
"Okelah nanti malam aku tunggu dan kau harus tepati janjimu itu" ucapnya menyeringai
Tak ku hiraukan omongannya, ku menyambar handuk dan meletakkan di bahuku lalu menuju kamar mandi. Sangking terburu buru nya, aku melupakan pakaian ganti ku.
Ah sudahlah bodo amat yg penting nyegerin badan dulu batinku terus mengguyur dengan air dingin.
Sekitar 20 menit akhirnya aku menyelesaikan rutinitas di kamar mandi. Lalu dengan berhati hati ku buka sedikit pintu agar dapat melihat dimana suamiku sekarang?
Saat mendapati dirinya tak ada, ku langkahkan kakiku dengan nafas lega. Syukurlah..!! ucapku dengan mengelus dada.
Ku langkah kan kaki ini dengan hati hati, bukan karena takut terpeleset, namun aku takut jika bos mesum itu melihatku. Bukannya apa, karena aku belum terbiasa dengan situasi seperti ini.
"Dimana koper yg aku bawa kemarin? kenapa tiba tiba menghilang" gerutuku sambil bolak balik
"Kenapa belum pakai baju sayang?, apa kau masih menungguku? ucap Arya dari arah pintu yg juga memakai handuk.
"Bukan begitu mas, tapi aku sedang mencari bajuku yg berada di koper kemarin" jawabku membalikkan badan dan menutup mataku. Ku tak sanggup jika harus melihat dada bidangnya dan roti sobeknya. Rasanya ingin sekali ku berlari dan memeluk serta menciumi dada itu. Aahhh dasar pikiranku kotor sekali batinku menggelengkan kepala.
"Apa yg kau pikirkan, bukankah ini waktu yg tepat" ucapnya memegang pinggang ramping ku.
"Ma-maksudnya apa mas, aku tidak mengerti" jawabku ingin sekali berlari dari sini.
__ADS_1
"Jangan terlalu basa basi, kau sudah membangunkan adik manis ku" sambil menempelkan adiknya di belakangku. Kurasakan sesuatu yg menusuk di belakangku , ku membayangkannya sudah merinding. Apa seorang lelaki seperti ini jika sudah bersama wanita. Aahhh... persetan dengan pisang tak ada habisnya.
Ku beranikan diri membuat ancang ancang dan satu dua tiga...... Aku berlari dari hadapannya dan dia juga mengikuti ku terus lalu ku berlari terus hingga memutari ranjang, menaikinya laku turun dan berlari terus.
Hingga akhirnya.... Brugghhhhh..!!!!!
Aku terjatuh akibat menginjak handukku sendiri, begitupun dengan Arya ia langsung menangkap tubuhku yg sudah tidak memakai sehelai benangpun.
Matanya menatapku seperti harimau yg siap menerkam mangsanya. Lalu tersenyum sungging dengan penuh makna. Tanpa aba aba ia langsung menggendong ku ala bridal style dan meletakkan di kasur dengan pelan.
"Sudah ku katakan jangan membantah perkataan suamimu? kena imbasnya bukan?" ucapnya lalu menyaut bibir ranum ku dengan lahap.
Aku yg tak pernah berciuman pun terdiam dengan perlakuannya, ia menggigit bibirku agar aku membukanya. aku pun menurutinya dan ia langsung bermain dengan mainan barunya.
Aku pun merasa kegelian dengan sentuhannya, dan tak mau tinggal diam aku pun ikut membalas setiap yg ia lakukan terhadapku aku pun lakukan terhadapnya. Agar ia juga merasakan sentuhan ku yg belum terbiasa ini.
Permainan panas ini berlangsung selama 2 jam dan Mas Arya kembali memulai aksinya hingga aku yg merasa lelah dan remuk di seluruh badanku.
"Terima kasih sayang sudah menjaga kesucian mu untukku" ucapnya sambil mengecup keningku.
"Itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai wanita mas. Dan terima kasih sudah mau menerima ku dengan segala kekuranganku" balasku dengan lemah.
"Kau istirahatlah, aku akan memesan makanan untukku" ucapnya menyelimutimu lalu membersihkan diri ke kamar mandi.
Maaf ya para reader jika malam pertamanya kurang greget. Dari kemarin aku udah up tapi tidak berhasil, jadi di ulang lagi kata katanya agar tidak terlalu ke vulgar. Sudah dua hari tapi tetap di tolak🙈 Yasudah lah apa adanya ya... 😁
__ADS_1
Jangan lupa tap tombol ❤️ untuk author yg kece aduhai ini ya... Terima kasih 😘