Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 23


__ADS_3

"Sudah sudah lagi pula siapa juga yg mau sama tukang ngekor. Pantas saja tidak punya pasangan lah kerjaannya cuma ngekor bosnya aja"jawab Tania dengan ceplas ceplos


"Eh dasar gadis cilik. Enak aja dikatain tukang ngekor. Itu namanya profesional.",balas asisten Jo yg menyentil jidatnya


"Aauuwww .. Kau bilang aku gadis cilik? ngaca dulu dong berarti situ sudah om om hahahaha" ledek Tania langsung menjauh dari tempat tersebut.


"Hufttt... akhirnya bisa keluar juga dari sana. Enak saja Delia jodohin gue Ama tuh orang. "gerutunya sambil berjalan terus.


Tepat pukul 10 malam, kini acaranya di tutup dengan nyanyian dari band terkenal.


Semua para tamu ikut bernyanyi bersama, sebagian juga sudah pulang duluan dengan alasan masing masing.


"Delia, aku pamit duku yah udah ngantuk nih besok kan harus masuk kerja, kalo di kasih libur sih aku mau disini sampai pagi" ucap Tania menyindir Arya sang bosnya.


"Kalo kamu mau juga gapapa kok di sini sampai pagi, urusan kerja mah gampang, nih bosnya udah denger" balas Delia tertawa kecil.


"Gimana sayang, bolehkah Tania menginap disini?" tanya Delia pada Arya dengan lembut.


"Emmm.. silahkan saja jika ingin menginap, tapi tetep masuk kerja. Aku tak ingin karyawan ku memakan gaji buta" jawab Arya dengan tegas.


"Hah tuh kan. Yasudah lah aku pamit dulu ya. Hati Hati kalo terus dengan es batu , bisa bisa loe juga ketularan" bisik Tania pada Delia sambil tertawa yg di tatap tajam oleh Arya


*******


Pagi hari ini, ibu dan Sinta berpamitan untuk pulang ke kampungnya. Sudah seminggu ini mereka meninggalkan rumah dan kebunnya.


Tepat pukul 8 pagi ibu Sari meninggalkan rumah kediaman keluarga Nugroho dan pulang di antar oleh supir keluarga ini.


"Nak, ibu pulang dulu ya, ibu harus mengurus kebun karena sudah seminggu ini gak ada yg ngurus, kamu di sini baik baik ya, jangan membuat masalah" ucap ibu Sari berpamitan kepada Delia


"Iya Bu, ibu juga hati hati ya,"

__ADS_1


Setelah semuanya berpamitan kini Delia bergegas mandi dan mengikuti kuliah online. Yah, selama dia di rumah, Arya memerintahkan agar kuliah lewat online saja. Dan mau tak mau Delia pun mengiyakan saja.


Ditempat lain kini Arya sudah rapi dengan setelan jas nya. Dan siap untuk berangkat ke kantor.


"Hemm... sebentar lagi akan ada yg membantuku memakaikan dasi, menyiapkan pakaian dan... memberikan ciuman semangat.. Ahhhh sungguh ku tak sabar " gumamnya yg sedang berkaca.


"Sebelum berangkat alangkah baiknya aku ke kamarnya dulu, toh dia juga calon istriku gak papa dong hehehe" gumamnya dalam hati


Dengan langkah cepat ia berjalan menuju kamar Delia. Tanpa mengetuk pintu Arya langsung menerobos masuk ke dalam Delia. Ketika masuk ia celingak-celinguk mencari keberadaan Delia namun tetep nihil.


Ia pun mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, dan ia menyimpulkan bahwa Delia sedang mandi.


5 menit menunggu namun sosok yg ia tunggu tak kunjung keluar juga. Akhirnya ia berjalan dan duduk di sofa yg berada di ujung kamar sembari membaca buku majalah milik Delia.


"Wah.. ternyata gadis kecilku menyukai hal hal romantis juga. Bahkan semua buku koleksinya novel percintaan.


Saat Arya sibuk dengan bukunya ia di kagetkan dengan sosok Delia yg hanya memakai handuk yg membelakanginya. Ia hanya diam dan memperhatikan dari tempatnya. Dengan asyiknya Delia bernyanyi ria berjalan kearah lemari baju mengambil pakaian dan memakainya.


Delia membalikkan badannya menaruh pakaiannya diranjang dan mulai memakainya.Tak sengaja Delia melihat kearah sofa dan terlihat seseorang duduk memperhatikannya dengan mata terbelalak.


"Hahaha... Siapa juga yg lihat, punyamu tuh kecil , lebih baik kau harus makan yg banyak agar berisi" jawab arya dengan enteng


"Dia bilang kecil tapi lihatnya tak berkedip" gerutu Delia menuju ruang ganti.


Setelah selesai Delia menghampiri Arya yg masih menunggunya di sofa.


"Ada hal apa yg mengantarkan tuan ke kamarku ini?" tanya Delia dengan formal


"Hussttt.. panggil sayang, kalau kau sekali lagi panggil tuan maka akan ku makan kau* ucap Arya senyum menyeringai.


"Ihhh dasar tukang ngancem, ya sudah sayangku ada apa sampai sampai harus ke kamarku ?" tanya Delia serius

__ADS_1


"Setiap pagi pasangkan dasi ini dan siapkan juga baju kantorku. Emmm oh iya, jangan lupa cium pipi kanan dan pipi kiri" jawab Arya dengan senyum manjanya.


"Kerjaan macam apa itu? kalo gak satu dan dua oke aku terima, tapi yg terakhir.... emmm dosa loh kalo mencium lawan jenis sebelum halal" balas Delia mengelak


"Jadi kalo sudah halal mau dong ciuman setiap hari" goda Arya mendekati Delia.


"Ah tidak tidak... bukan begitu, maksudku "


"Sudahlah aku berangkat kerja dulu, kau belajar rajin di rumah ya. Ingat jangan nakal" ucap Arya mengecup kening Delia dan mengelua lembut rambutnya.


Arya pun keluar dari kamar Delia dengan senyum mengembang di bibirnya. Di sisi lain Delia berdiri mematung dengan sikap dan perlakukan calon suaminya itu. Ia pun mengelua keningnya dan tersenyum memengang dadanya yg berdetak kencang.


"Selamat pagi tuan, sepertinya hari ini sedang cerah ya tuan" ucap asisten Jo yg melihat wajah tuannya yg sumringah.


"Apa kau sedang menyindirku Jo?" tanya balik Arya.


"Ah tidak tuan, mungkin perasaan mu saja. Kita berangkat sekarang tuan" lanjutnya mengalihkan pembicaraan.


"Bagaimana dengan tikus tikus kemarin Jo? apa kau sudah menyelesaikannya dengan baik?"


"Tenang saja tuan, mereka sudah saya pindahkan keluar negri dengan terpisah. Mereka juga selalu di awasi oleh pengawal kita yg berada di sana" jawab asisten Jo mantap.


"Bagus Jo aku suka kerja kerasmu. Bulan ini aku akan memberimu bonus 50% karena sudah membuatku bahagia dan sudah menjadi orang kepercayaan ku" ucap Arya


"Terima kasih tuan, itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai asisten kepercayaanmu " jawab asisten Jo


Dalam perjalanan ini Arya sibuk dengan pemikirannya. Ia tak menyangka jika gadis yg pernah ia temui di desa akan menjadi dambaan hatinya. Dan saat dikota ini juga ia hampir menabraknya bahkan yg mempertemukannya kembali adalah asisten Jo. Yang memberikan kartu nama agar ia bisa mengganti rugi atas tabrakan itu.


Mobil memasuki gerbang perusahaan dan dengan gagahnya Arya keluar dari mobilnya. Ia berjalan dengan penuh wibawa. Semua karyawan memberikan hormat dan ucapan selamat pagi kepada tuannya dan hanya di angguki oleh asisten Jo yg berada di belakangnya.


Sesampainya ia langsung duduk di kursi kebesarannya dan mengecek semua dokumen yg ia tinggal beberapa hari ini.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai ia memilih istirahat sebentar di ruangan khusus lengkap dengan ranjang dan kamar mandi serta pakaian ganti berjejer di lemarinya.


Karena kelelahan semalam ia langsung memejamkan matanya dan masuk kedalam alam mimpinya.


__ADS_2