
Hari demi hari telah di lalui dengan kesibukan masing masing. Kini waktunya berlibur sekaligus honeymoon untuk pasangan yg sedang di mabuk asmara ini.
"Sayang, mama punya sesuatu untuk kalian berdua" Mama Renata menghampiri keduanya yg sedang menikmati sunset di taman belakang.
"Mama kemarilah..! " Delia beranjak menuntun mama Renata untuk duduk bersama.
"Ada apa ma, kenapa mama terlihat senang sekali" tanya Delia yg bingung dengan mama Renata yg terlihat bahagia.
"Emmm... mama mau tanya, kapan kamu mendapatkan cuti kuliah?" mama Renata duduk di antara keduanya. Ia sangat menyayangi Delia seperti anak perempuan nya sendiri.
"Mungkin lusa sudah cuti ma, memangnya kenapa?" tanyanya dengan penasaran.
"Mama sungguh tidak asyik, sudah tau lagi mesra mesra nya eh datang tak tepat waktunya" sindir Arya yg merasa di abaikan oleh kedua wanita yg duduk di sampingnya.
"Mas... jangan seperti itu." ucap Delia menatap tajam ke arah suaminya. Namun yg di tatap bersikap cuek dan mengerucutkan bibirnya. Yah pasti ia merasa kesal karna waktu berharganya bersama Delia di ganggu oleh mamanya. Bukannya apa, karna ia baru meluangkan waktunya setelah berkutat dengan urusan kantornya.
"Sudahlah, mama kesini karna ada titipan dari papa untuk kalian" mama Renata mengambil sesuatu dalam tasnya yg ia bawa sedari tadi. Keduanya menatap dengan bingung.
"Ini apa ma? apa mama mau berlibur ke Bali?" tanya Delia dengan wajah polosnya. Yang ada di pikiran Delia adalah mama ingin berlibur dan menikmati masa tuanya dengan tenang. Tapi mengapa mama menunjukkan tiketnya ke aku dan mas Arya? pikirnya dengan bingung.
"Bukan sayang, tiket ini khusus untuk kamu dan Arya. Bukankah selama ini kalian belum pernah berlibur. Kalian sibuk dengan urusan masing masing. Jadi mama sudah atur semuanya dan kalian tinggal berangkat saja" menerangkan kepada anak dan menantunya itu.
__ADS_1
"Mama memang the best. Selalu mengetahui apa yg aku butuhkan saat ini. Jadi tidak sia sia waktuku di ganggu olehmu" jawab Arya merasa senang dengan rencana mama nya.
Mama Renata yg mendengar jawaban anaknya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sungguh perubahan yg luar biasa. Anaknya bertingkah seperti anak kecil yg sedang berebut mainannya.
"Kalian istirahatlah ini sudah mulai malam angin malam tidak baik untuk kesehatan kalian. Dan siapkan perlengkapan kalian karena besok jam 07.00 harus berangkat." Meninggalkan kedua manusia yg sedang di mabuk asmara ini.
"Mas baju mana yg akan di bawa?" tanya Delia menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.
"Untuk apa kita membawa baju sayang, kita mau honeymoon dan itu akan lebih baik jika kita tidak membawa baju. Itu akan lebih menyenangkan bukan?" Arya menjawabnya dengan senyum penuh arti.
"Bagaimana bisa mas, kalau mas gak bawa baju nanti mas kedinginan. Menurut informasi yg aku baca, disana cuacanya sejuk jadi mau tidak mau harus membawa pakaian ganti" Delia memberi saran karena ia tidak mau ambil pusing jika sampai sana mas Arya masuk angin.
"Sudahlah, lebih baik aku siapkan baju untukku saja. Bukankah di Bali banyak pemandangan yg indah. Dan aku tidak boleh melewatkan itu semua" gumamya mengambil koper miliknya dan memilih pakaian yg cocok untuk di bawa kesana. Delia berpikir jika honeymoon mereka adalah jalan jalan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Ia tidak berpikir ke arah yg sama dengan pemikiran Arya. Jadi ia sangat bersemangat untuk honeymoon yg menurutnya adalah berlibur atau berwisata.
Setelah menyiapkan semuanya, kini Delia terpaksa mengambil beberapa potong baju milik suaminya dan juga celana pendek selutut untuknya. Ia tak mau jika sampai sana ia hanya berkurung di dalam hotel hanya karena alasan tidak membawa baju. Sungguh alasan yg konyol, lalu untuk apa honeymoon jika selalu berada di dalam kamar. Itu sama saja di rumah dan itu membuang buang waktu dan uang. Pikirnya begitu.
"Ahhhh... akhirnya selesai juga..!" Delia meletakkan dua koper berdampingan itu di pojok kamar lalu ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Berselang 29 menit kemudian, ia keluar menggunakan handuk kimono dan membelitkan handuk satunya di kepala guna mengeringkan rambutnya.
"Dimana mas Arya? Dari tadi tidak muncul muncul? apa ia di telan bumi? Ah tidak tidak.. dasar mulut ngaco. Kalau di telan bumi itu sama saja aku akan menjadi janda muda. Dan aku tidak mau itu" gumamya sendiri membayangkan jika apa yg di ucapkan itu menjadi kenyataan. Apalagi di usianya yg masih terlihat muda. Ia tak mau menyandang status janda muda di usianya yg baru menginjak 20 tahun.
__ADS_1
"Tidak akan ada yg menjadikanmu janda muda nona Delia Nugroho...?" sahut Arya dari arah pintu dan berjalan ke arah Delia.
"Kamu akan selamanya menjadi istriku, dan kita akan hidup bersama sampai akhir hayat kita" lanjutnya memeluk Delia dari arah belakang. Tak cukup di situ, ide usilnya pun seketika muncul. Tangan yg semula berada di pinggang kini sudah menjalar ke arah balik kimono nya. Dengan perlahan namun pasti ia sudah meremas bukit kembar milik istrinya yg kenyal dan padat itu. Di sisi lain, tangan satunya telah berjelajah di kolam kenikmatan milik istrinya.
"Aaahhh... mas sudah hentikan! aku baru selesai mandi dan aku tidak mau mandi dua kali di malam hari" ucap Delia menahan desahannya. Karena setiap sentuhan yg di berikan Arya untuknya memang sangat luar biasanya.
Tak mau berlarut dalam keadaan panas ini, Delia menghentikan aksi suaminya itu dan membalikkan badannya menatap suaminya.
"Mas... hentikan, kita harus beristirahat untuk tenaga besok. Bukankah besok kita harus berangkat pagi?" Delia memasang wajah lembut dan mengelus pipi serta hidung mancung milik suaminya.
"Bagaimana bisa aku menghentikannya jika kau terus saja menggodaku hemm?" Arya langsung mengecup bibir istrinya itu dan memperdalam ciuman panas itu. Semakin lama semakin menjadi dan akhirnya pertarungan panas pun tak bisa di hindari lagi. Keduanya terkapar kelelahan setelah melakukannya berulang kali.
Mau tak mau Delia akhirnya mandi untuk kedua kalinya. Setelah ini keduanya langsung menuju ke bawah untuk makan malam bersama.
*****
Halo para reader.... ❤️❤️❤️
Maafin author ya yg jarang up. Karena pekerjaan author di dunia nyata itu banyak banget. Dari persiapan hari raya sampai sekarang. Author juga harus mengurus baby dan juga menjaga toko. Jadi harap maklum yah.. hehehe 😁
Oh iya, jika ada kesalahan kata, ataupun rangkaian kata yg kurang pas, mohon maaf karena author tidak pandai merangkai kata yg indah. Berikan saran yg membangun untuk author ya Terima kasih 🥰
__ADS_1