Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 30


__ADS_3

"Ah.... anu.., Delia minta maaf kak, Delia hanya menganggap kakak sebagai kakak lelakiku, tidak lebih dari itu. Maaf kan Delia kak" balas Delia melepaskan genggaman tangannya.


Di sudut taman tersebut terlihat dua orang berbaju hitam tersenyum sinis dan mengambil gambar adegan Delia dan Rendy


"Ini awal yg bagus, sebaiknya kita beritahu bos" ucap dua orang tersebut melangkah menjauh dari taman.


"Kalo gitu Delia pulang dulu ya kak, takutnya di tungguin sama orang rumah" ucap Delia memecahkan keheningan .


"Pulanglah, oh iya bolehkah kakak meminta no ponselmu? kakak hanya ingin kita tetep seperti ini walaupun kau tidak mempunyai rasa terhadap kakak" ucap Rendy pada Delia.


" Ini kak, ku harap kakak tidak terlarut dalam kesedihan. Lihat lah di sana, bahkan banyak sekali gadis yg cantik serta seksi bukan? goda Delia menunjuk para gadis yg sedang bersantai.


" Kamu bisa aja, ya sudah pulanglah karena aku harus menyelesaikan pekerjaanku" balas Rendy mengacak rambut Delia.


Mereka pun pulang ke rumah masing masing.


kring..... bunyi telpon hp Arya menandakan sebuah pesan masuk.


"Nomor tidak dikenal, mengirim foto?" gumamnya membuka pesan tersebut.


"Delia.... dengan siapa dia. Apa dia pacarnya? atau mantan pacarnya? Romantis sekali. Beraninya dia menemui seorang lelaki di belakangku?" gumamnya sambil menggeser beberapa foto yg di kirimkan ke ponselnya.


"Jo.. kita pulang sekarang" ucapnya yg sedang melewati ruangan Jo.


"Baik tuan" jawab Jo tanpa bertanya.


Didalam mobil keduanya saling diam, tidak ada percakapan sekalipun hanya deru suara mobil yg menemani perjalanan mereka. Sesekali Jo melirik melalu kaca spion yg ada di depannya.


Ia melihat ekspresi wajah tuannya yg berbeda. Seperti sedang meredamkan amarah. Akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk bertanya, karena situasi dan kondisi yg tidak memungkinkan.


"Ada apa dengannya? apa aku melakukan kesalahan, atau ada masalah kantor yg tidak aku ketahui?" gumam asisten Jo dalam hati


Sesampainya di rumah kini Arya langsung bergegas dan masuk ke dalamnya. Begitu pun dengan Jo, ia langsung mengikutinya dari belakang.


"Bi, dimana Delia? apa dia sudah di rumah" tanya Arya dengan wajah datar.


"Non Delia baru saja pulang tuan, mungkin sekarang berada di kamarnya" ucap BI Jum dengan hati hati.


"Baiklah, bibi lanjutkan pekerjaanmu" lanjut Arya langsung menuju kamar Delia.

__ADS_1


"Kamu langsung ke ruang kerja Jo, selesaikan pekerjaanmu yg tertunda tadi" ucap Arya pada Jo yg masih mengekor di belakangnya.


"Baik tuan"


"Aku pikir setelah pulang cepat aku bisa istirahat eh ternyata sama saja " keluh asisten Jo dalam hati.


Tanpa mengetok pintu, Arya langsung membuka pintu kamar Delia dan mengedarkan pandangannya. Kini pandangannya tertuju pada sosok Delia yg tertidur pulas dengan laptop yg masih menyala. Dan beberapa snack berceceran di bawahnya.


Arya mencoba mendekati dengan pelan, ia takut akan membangunkan Delia. Ia mematikan laptop dan menyimpannya.


Ditatapnya wajah Delia dengan inti, yg tadinya ia ingin memarahinya sekarang ia luluh dengan melihat wajah polosnya waktu tidur.


"Mungkin lain kali aku akan menanyakannya, lebih baik aku keluar dulu" ucap Arya dengan lirih.


Malam harinya, seperti biasa keluarga Nugroho menikmati makan malam nya. Setelah itu mereka habiskan dengan bersendau gurau bersama.


"Sayang tadi mama sama papa udah ke pihak WO, semua beres tinggal kalian mempersiapkan diri saja" ucap mama Renata kepada Delia.


"Iya ma, makasih ya ma pa, kalian baik banget sama Delia. Delia gak tau harus balas kebaikan kalian dengan apa" balas Delia


"Nak, kamu itu sudah mama anggap seperti putri mama sendiri, kamu gak usah sungkan sungkan yah. Jika kamu mau balas kebaikan mama, maka setelah nikah cepat buatkan kami cucu." jawab mama Renata sambil cekikikan.


Seketika wajah Delia merah merona mendengar ucapan calon mertuanya.


Dia begitu semangat jika menggoda Delia, sedangkan Delia hanya menunduk menahan malunya.


"Kalian tenang saja, masalah bulan madu biar papa yg atur kalian tinggal berangkat saja" sahut papa Hendra tak mau kalah.


Dari arah kejauhan nampak asisten Jo baru saja datang lalu menghampiri mereka semua.


"Selamat malam nyonya tuan"


"Malam Jo, kenapa baru datang, sekarang makan lah dulu" jawab mama Renata.


"Terima kasih nyonya, sama kesini karena ada suatu masalah yg harus segera di selesaikan"


"Ada masalah apa Jo, kenapa serius sekali?" lanjut nyonya Renata penasaran.


Asisten Jo kini menceritakan semuanya masalah Marsha serta sang ibu yg punya dendam kepada keluarga Nugroho.

__ADS_1


"Apa benar papa punya masalah dengan Nicolas?" tanya nyonya Renata kepada suaminya.


"Papa rasa tidak ada ma, mungkin mereka dendam karena papa waktu itu menang tender terus dari perusahaannya.


Waktu itu kalo nggak salah papa ngalahin perusahaannya 3x berturut turut sehingga perusahaan nya bangkrut." jawab papa Hendra mengingat kejadian waktu lalu.


"Kenapa dunia bisnis kejam sekali, tidak seperti di dunia novel yg pernah aku baca" gumam Delia yg masih di dengar semua orang.


"Kamu tenang saja sayang, ini semua akan baik baik saja" ucap nyonya Renata menenangkan Delia.


Padahal nyonya Renata juga was was terhadap musuh yg punya dendam. Karena bagaimana pun dendam akan terus dilakukan jika belum tertuntaskan.


"Baiklah papa akan mengerahkan semua pengawal papa, dan akan memperketat penjagaan di mansion ini" ucap papa Hendra dengan tegas.


********


"Ini bos, kami sudah melakukan pekerjaan kita dengan baik" ucap seseorang menyerahkan beberapa lembar foto.


"Bagus, lakukan terus jika perlu kalian ikuti kemanapun mereka pergi. Ini buat kalian, lakukan tugas kalian dengan benar" ucap wanita itu dengan tatapan tajam.


"Baik bos terima kasih kita permisi dulu" balas orang tersebut kepada bosnya.


*******


"Delia, ada yg aku ingin tanyakan kepadamu" ucap Arya to the poin saat berjalan menaiki tangga.


"Mau tanya apa mas serius amat tuh muka" jawab Delia cengengesan.


"Aku serius, ikutlah keruang kerjaku sekarang"


Tanpa menjawab lagi Delia mengekor di belakang Arya ke ruang kerjanya. Ia pun mendudukkan pantatnya di sofa dan menunggu Arya untuk bertanya.


"Jelaskan secara rinci kegiatanmu tadi siang tanpa meninggalkan sedikitpun" ucap Arya pada Delia, ia ingin Delia mengatakannya sendiri. ia berharap Delia tidak menyembunyikan apapun darinya .


"Tadi siang aku dikamar , karena jenuh akhirnya aku ke mini market beli ice cream sama beberapa Snack dan coklat, waktu pulang aku tidak sengaja bertemu dengan......" ia langsung menutup mulutnya. Jika ia jujur ia takut tidak di izinkan keluar lagi, jika ia tidak jujur, maka ia sangat berdosa banget.


"Katakan saja, jika kau berani berbohong maka aku akan mengurungku dikamar hingga hari pernikahan kita" lanjut Arya dengan tatapan tajamnya.


"Ihhhh serem... iya deh aku jujur. Tadi tuh aku ketemu dengan kak Rendy, terus dia ngajakin aku ke taman sebelah mini market buat ngobrol sebentar". ucap Delia dengan patuh

__ADS_1


...*********...


Jangan lupa Like and Komen ya kawan. Berikan saran yg membangun untuk karya author ini. Terima kasih sudah mampir Love u ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2