
POV AUTHOR
Delia kini berada di ruang kelasnya, tak selang beberapa lama dosennya pun datang. Semerbak harum minyak wangi yg di pakai oleh dosennya pun tercium tajam di hidung Delia. Ia berusaha setenang mungkin, mengelus junior agar bisa di ajak kompromi.
Setelah beberapa menit akhirnya, ia bisa mengendalikan dirinya agar tidak muntah. Namun, saat mengerjakan tugas yg di berikan oleh dosennya, ia kembali mencium aroma berbeda lagi dari sebelumnya. Aromanya sangat menyengat. Tak kuasa, akhirnya ia berlari ke kamar mandi.
"Hooeekkk.... Hooeekkk...." Delia berlari sambil memerangi mulutnya agar tidak mengeluarkan isi perutnya.
Semua mata pun tertuju ke arahnya. Dan di buat bingung oleh kejadian tersebut. Ada berpikiran mungkin kena masuk angin atau mungkin lagi tidak enak badan. Yah semua berpikir seperti itu.
Setelah selesai, Delia kembali ke dalam kelasnya dan meminum air putih agar tidak lemes.
"Kamu tidak apa apa" suara berat tersebut mengagetkannya tatkala sedang meminum air putih.
"Ah tidak, aku tidak apa apa" jawab Delia yg terserak kaget dengan kehadiran cowok di belakangnya
"Baiklah, aku kembali dulu" cowok tersebut kembali ke tempat duduknya yg berada di pojok ruangan.
"*Sepertinya aku pernah melihat cowok itu, tapi dimana ya? rasanya tidak asing" gumam Delia menatap punggung cowok tersebut.
"Jika di tatap dari dekat ternyata cantik banget, sungguh ciptaan tuhan tidak pernah gagal" gumam cowok tersebut sambil tersenyum simpul*.
Cowok tersebut adalah lelaki yg pernah ia tabrak beberapa hari yg lalu. Saat bel masuk, ia tergesa gesa hingga menabrak sosok lelaki tersebut. Mungkin ia telah melupakannya, namun tidak untuk lelaki tersebut. Karena ia selalu memperhatikan Delia dari arah jauh.
Delia tak ambil pusing, ia mencoba menyelesaikan tugas dari dosennya, dan memahami materi yg telah di sampaikan. Sedikit lagi tugasnya hampir selesai, namun lagi lagi ia merasa mual. Dengan sekuat tenaga, ia menutup rapat mulutnya agar tidak bersuara. Tak tahan lagi, ia pun berlari ke arah kamar mandi.
"Hoekkkk... Hoekkkk.... " suaranya terdengar di seluruh ruangannya. Semua mata tertuju olehnya. Kini ruangan itupun terdengar suara bisik bisik yg mengatakan Delia perempuan tidak baik.
__ADS_1
"Wah parah ya, baru aja masuk kuliah eh udah hamidun" ucap salah seorang dari mereka yg memang tidak suka dengan Delia.
"Bener banget, cantik sih tapi murahan" sambung yg lainnya.
"Iya iya bener banget, bisa bisa mencoret nama baik kampus nih" lanjut yg lainnya sambil mengangguk ngangguk.
"DIAM...!!!!" bentak dosen tersebut, sebenarnya sang dosen mengetahui jika Delia sudah menikah dua bulan yg lalu. Namun ia tak mau memberi tahukan ke sembarang orang. Sebab acara pernikahan Delia pun hanya orang tertentu yg di undang.
Semua nya terdiam dan kembali ke tempat duduk masing masing.
"Bapak harap kalian jaga omongan kalian, jika tidak maka kalian akan menyesal sendiri" lanjut pak dosen tersebut dengan tegas. Tak ada yg melawan, semuanya terdiam membisu sebagian ada juga yg sibuk melanjutkan tugasnya.
"Ya Allah Delia...!!" teriak Tania saat ia hendak ke kamar mandi. Ia langsung berlari menyusul Delia.
"Kamu kenapa Del, apa kamu sakit? kalau sakit jangan berangkat dulu. Ayo aku bantu duduk" ucap Tania menuntun Delia duduk di kursi depan ruangannya.
"Pakai ini, mungkin kamu kecapean yah. Maaf kan aku ya Del, aku gak bisa jagain kamu" sesal Tania memperhatikan raut wajah Delia yg terlihat lesu.
"Enggak apa apa kok Tania. Kenapa kamu terlihat cerewet sekali sih. Aku tuh gak papa" jelas Delia tersenyum menatap Tania yg panik.
"Sudah lah jangan akting terus, ayo kita pulang sekarang" ajak Tania
"Tidak Tan, sepertinya ini sudah lebih baik. Aku kembali dulu ya." Delia beranjak dari kursi tersebut menuju ruangannya.
"Kalau aku pulang sekarang, pasti besok gak di bolehin berangkat lagi. Lebih baik aku masuk aja" gumamnya
Akhirnya tugas yg ia kerjakan pun selesai. Tidak sia sia hari ini ia berangkat. Selain menghilangkan jenuh, ia dapat menikmati suasana di luar rumah.
__ADS_1
Setelah selesai, ia merapikan bukunya dan bersiap untuk pulang, karena ia merasa pegal dan punggung yg sudah lelah. Saat hendak keluar, ia di hadang oleh segerombolan cewek yg menatapnya dengan sinis.
"Cantik sih tapi kegatelan" sindir salah satu dari mereka yg memang tidak menyukainya.
"Bener, polos tapi kok...." lanjut satunya lagi.
"Sudah lah kalian itu kenapa sih. Coba lah berpikir jernih. Belum tentu kalian itu lebih baik dari Delia " timpal cowok tersebut dengan nada tinggi. Semuanya terdiam menunduk,
"Dan kamu Siska, jangan suka menyimpulkan sesuatu yg belum pasti. Jangan suka menghasut yg lain hanya karena kau tidak suka dengan Delia." lanjutnya lagi dengan tegas.
"Tidak apa apa kok, sudahlah jangan teriak teriak seperti itu. Aku baik baik saja" Delia tak enak gara gara dirinya yg membuat kegaduhan.
"Huhhhh... awas kamu yah. Kali ini kamu menang !!" ucap Siska sang ketua geng tersebut lalu berjalan menjauhi Delia.
"Kamu gak papa kan?" tanya nya dengan menatap wajah Delia.
"Ah tidak, terima kasih. Yasudah aku pulang dulu ya" ucap Delia yg tak mau berlama lama dengan lelaki lain.
"Tunggu....!! Kenalin aku Andra" teriaknya memperkenalkan diri.
"Baiklah, Delia. Sudah tau kan. Aku pulang dulu ya Andra." Delia melambaikan tangannya sambil tersenyum. Ia bersyukur, karena ada orang yg masih membela dirinya meskipun orang yg baru mengenalnya.
********
**Satu dua tiga empat Lima
Jangan lupa kasih like nya
__ADS_1
Hehehehe 😁**