Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 81 Menjemput Delia


__ADS_3

"Apa ini tempatnya Jo kelihatan sepi sekali" Arya ragu dengan lokasi yg di dapatnya.


"Betul tuan, tapi lebih baik kita tunggu di dalam mobil saja. Siapa tau dari dalam ada orang yg keluar masuk. Jadi kita bisa tau siapa di balik dalang ini." Jo seakan tahu jika Delia tidak kabur, melainkan ada yg membawanya kemari.


Hingga hari mulai gelap pun tak ada satupun orang yg keluar ataupun masuk ke dalam rumah tersebut. Sebelumnya, Jo sudah memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah tersebut agar tidak ada orang mencurigainya.


"Sebaiknya aku masuk saja Jo, aku tidak tenang dengan Delia." ungkap Arya yg mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Namun lengannya di tahan oleh Jo karena ia melihat mobil dari kejauhan.


"Tahan tuan, lihatlah mobil itu" tunjuk nya ke arah mobil tersebut. Arya langsung mengalihkan pandangannya ke arah mobil tersebut.


Mobil tersebut berhenti tepat di rumah tersebut. Dan keluarlah sosok yg menyamar menjadi sopir taksi.


Jo memperhatikan orang tersebut serta memperhatikan wajahnya walaupun dari kejauhan. Ia berfikir mengenal wajah tersebut tapi di mana ya gumamnya sambil berfikir sesuatu.


"Tuan, apa mengenal sosok lelaki tersebut" tanya Jo yg juga melihat ekspresi tuannya. Arya menatap Jo sambil mengingat sesuatu.


"Sepertinya dia yg dulu aku pecat karena korupsi uang perusahaan. Apa kau masih mengingatnya Jo?" tanya balik Arya. Ia ingin pendapat dari Jo, atau pandangan dia yg salah.


"Saya rasa begitu tuan, kalau tidak salah namanya Ferry " ungkap Jo mengingat kembali lelaki tersebut. Tanpa berpikir panjang, keduanya mendekati rumah tersebut dan berjalan di sisi rumah.


Keduanya berjalan ke arah belakang berharap ada pintu atau jendela yg bisa mereka gunakan untuk masuk, karena pintu depan ada lelaki tersebut.

__ADS_1


Pelan pelan tapi pasti, Jo memimpin berjalan di depan sambil merapat di dinding rumah. Matanya kembali menatap ke dalam rumah tersebut dan menemukan sosok yg mereka cari.


"Tuan lihatlah ke dalam jendela tersebut." Jo mengalahkan telunjuknya ke jendela. Arya langsung menatapnya dan melihat Delia yg sedang tidur di atas kasur tersebut.


"Delia...." ucap Arya dengan spontan. Suaranya terdengar keras sehingga Ferry yg berada di depan kamar Delia pun mendengarnya.


Pintu kamar tersebut terbuka dan menampakkan sosok Ferry dengan raut wajah yg menyelidik. Matanya mengarah ke seluruh penjuru kamar namun ia tak menemukan apa apa selain Delia yg masih terlelap dalam tidurnya.


Jo dengan cekatan menutup mulut Arya dan menariknya untuk masuk melalui pintu depan. Keduanya berjalan mengendap ngendap agar tidak ketahuan. Sesampainya keduanya langsung mencari dimana letak kamar Delia tersebut.


"Kurang ajar... apa yg di lakukan oleh bajingan itu. Awas saja jika ia sampai melukai Delia maka akan aku penggal kepalanya." gumam Arya dengan mengepalkan kedua tangannya.


Sedangkan Ferry kini tersenyum menatap Delia, ia sudah mengetahui bahwa Arya pasti akan menyusul dimana istrinya berada. Untuk itu ia langsung kemari dan masuk ke dalam kamarnya.


"Cantik.. aku akan bermain main denganmu sebelum pangeran mu menjemput mu. Aku ingin suamimu merasakan sakit hati yg teramat dalam." ucapnya dengan senyum sinis.


Ferry mulai membuka kemejanya dan kini menampakkan dada bidangnya. Setelah itu ia mulai membuka celananya dan meninggalkan celana boxer nya.


Secepat kilat ia menghambur ke tubuh Delia dan langsung memeluknya dengan erat. Delia yg merasa tubuhnya berat pun langsung membuka matanya. Alangkah kagetnya ia mendapati seseorang yg sedang berada di atas tubuhnya dengan bertelanjang dada.


"AAAAAAA...... Siapa kamu... Tolong......!!!!" teriak Delia secara histeris. Delia berusaha menyingkirkan tangan kekar yg sedang memeluknya. Dengan susah payah ia berusaha namun sia sia. Tenaganya tidak sebanding dengan kekuatan lelaki itu.

__ADS_1


"Kamu siapa... kenapa bisa ada di kamarku hah...!!!" bentak Delia dengan amarah. Ia sudah emosi dengan perlakuan tidak senonoh terhadapnya.


"Hahaha... kamu bilang apa ? kamar kamu, hey lihatlah ini kamarku dan ini juga rumahku. Tentu saja kau yg salah. Dan kau sudah tidur di kamarku itu berarti kau juga harus tidur denganku bukankah itu sangat menyenangkan.?" jawabnya dengan tertawa. Berbeda dengan Delia, ia mendelik tak percaya. Matanya kini menatap seluruh ruangan yg ia anggap kamarnya tadi. Dan kini pikirannya pun kembali ingat. Yah.. ia di culik dan di bawa ke rumah ini.


Ia memutar otaknya agar bisa lepas dari lelaki sialan ini. Kakinya langsung menendang kuat milik sang pria tersebut. Seketika Ferry mengasuh kesakitan karena miliknya di tendang dengan kuat.


"Kurang ajar..!!! Dasar wanita jal*ng beraninya kau hah...!!! bentak Ferry dengan sangat kuat sehingga Arya dan Jo yg sedang mencari Delia pun mendengarnya. Dengan langkah cepat Arya berlari menuju kamar tersebut dan mendobraknya.


Braaakkkkk..... suara pintu di dobrak dari luar dan menampakkan sosok Arya dengan wajah bengisnya. Dilihatnya Ferry yg bertelanjang dada dengan tangan yg ingin menampar Delia. Arya yg sudah tidak tahan langsung menyerang Ferry dengan menendang kuat ke arah perutnya.


Brughhhh...... Ferry jatuh tersungkur menerima serangan mendadak. Ia bangun dan menatap Arya dengan tajam. Keduanya saling natap menatap dengan kilatan kemarahan diantara keduanya. Tanpa menunggu lama, perkelahian pun tak bisa di hindarkan.


"Mas sudah berhenti...." teriak Delia yg melihat Arya yg terkena tinjuan Ferry.


"Jo kau bawa Delia keluar biar aku selesaikan dengan bajing*n ini" ucap Arya memerintahkan Jo. Jo mengajak Delia keluar dari kamar tersebut lalu menuju mobil.


"Jo bagaimana dengan mas Arya. Aku takut mas Arya kenapa Napa" Delia menangis sesenggukan di dalam mobil.


"Tenanglah nona jangan khawatir. Sebab tuan bukan lawan sepadan untuk Ferry" jawab Jo menenangkan. Tak bisa di ragukan lagi keahlian Arya dalam beladiri. Makanya Jo tidak membantu tuannya.


*********

__ADS_1


Bagi yg sudah baca cerita author jangan sungkan berikan saran ya hehehe 😁


__ADS_2