Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
pagi yang menyebalkan


__ADS_3

waktu menunjukan pukul 06:00 tetapi pemilik kamar yang berada di samping ruang tamu tak kunjung keluar.


"Riska bangun udah siang nih, kamu gak sekolah. Tuh adik kamu aja udah berangkat dari tadi masak kamu masih molor si". sambil menarik selimut yang menutupi tubuh riska.


"Apaan si bu bentar lagi. 5 menit lagi ya". ucap riska sambil menarik selimut lagi.


"udah gak ada 5 menit lagi cepet pergi mandi kalau kamu gak pergi mandi juga ibu bakal mandiin kamu". Ucap bu santi yang sudah mulai kesal.


Mendengar ucapan ibunya riska pun segera berlari kekamar mandi.


"Udah gede tapi tetep aja sikapnya gak berubah* semoga saja nanti yang jadi suaminya bakal betah sama sikapnya". Gumam bu santi sambil merapikan tempat tidur riska.


Dirasa semuanya sudah siap riska pergi ke dapur untuk berpamitan ke orang tuanya.


#Didapur


"oh iya pak emangnya riko itu udah lulus ya? kok udah mau daftar jadi tni si". tanya bu santi ke pak rudi yang sedang menikmati sarapannya.


"katanya si belum bu baru mau lulus. Anaknya masih kelas 3 sma bentar lagi juga mau lulus. Dari pada nungguin kelamaan lebih baik kan dipercepat." jawab pak rudi.


Melihat riska yang sedang menghampiri orangtuanya mereka pun menyuruh riska untuk sarapan.


"sarapan dulu ris". suruh bu riska sambil mengambil piring.


"enggk bu riska langsung berangkat dulu udah kesiangan. minta uang saku dong bu". sambil tersenyum.


"ini ya udah kamu hati* jangan pulang terlalu sore". tutur bu santi.


"siap bu". balas riska sambil mengormatkan tangan.


"bapak anterin kamu ". ucap pak rudi hendak berdiri

__ADS_1


"nggak ah riska bisa berangkat sendiri pak. yaudah riska udah terlambat. assalamualaikum." ucap riska sambil mengecup punggung tangan pak rudi dan bu santi.


#Disekolah


"Untung aja masih ada waktu 5 menit". gumam riska sambil memakirkan motornya.


Riska pun segera berlari menuju ruang kelasnya.


"Riska dari mana aja si lo". teriak annisa sahabat riska.


"apaan si masih pagi udah teriak* aja". jawab riska sambil duduk dikursinya dengan meletakkan kepala diatas meja.


"lo si udah jam segini juga baru dateng. untung aja lo gk telat. kalau lo telat gue duduk sendirian dong." ucap endah sahabat riska sekaligus teman sebangku riska.


"kan sekarang gue udah disini berarti gue gak telat kan?". jawab riska.


"pokoknya besok lo harus berangkat pagi. kalau lo gak berangkat pagi gue gak kasih contekan pr matematika." Ancam eka yang juga bersahabat dengan riska sekaligus teman sebangku annisa.


"Bukannya bidadari itu cantik ya". ucap annisa.


"yee bidadari itu bukan cantik doang tapi baik juga." jawab riska yang tak mau kalah.


"tapi kan bisanya orang kalau lagi muji seseorang itu kayak gini *lo kan cantik banget kayak bidadari* bukan baik banget." jawab endah.


"ya terserah gue lah kan yang muji gue kok kalian yang gak terima sih" jawab riska dengan nada kesal.


"udah-udah. riska kalau lo besok gak berangkat pagi jangan harap gue kasih contekan inget itu". ucap eka.


"iya iya besok gue berangkat pagi oke". jawab riska yang sudah mulai pasrah.


"ye kalau ada pr aja lo berangkat pagi kalau gak ada pr aja lo berangkat siang banget." sindir endah

__ADS_1


"hehehehhehe". tawa riska.


"udah udah gurunya udah dateng". ucap annisa.


mereka pun memulai pelajaran sampai bel istirahat pun berbunyi.


kkrrriiiinnnnggg


" kekantin yuk." ajak annisa


"enggk ah gue titip aja ya. gue males ke kantin." jawab riska sambil meletakkan kepalanya diatas meja.


"gak ada titip-titipan ayok semuanya kekantin." ucap endah sambil menarik tangan riska.


"ye kalian tega amat si sama gue. gue kan titipnya gak banyak juga." jawab riska sambil berjalan dengan malasnya.


"lo kenapa si dari tadi kayaknya males banget". tanya eka sambil melihat ke arah riska.


" gak papa lagi males aja hehehe." jawab riska.


" ye yaudah lah kalau gk mau cerita. tapi kita siap kok kapan pun dengerin semua cerita lo. iya gk?." ucap endah sambil menggandeng tangan riska.


"iya lah kita bakal tungguin sampai lo siap cerita ke kita". ucap annisa sambil tersenyum.


"betul banget itu". sambung eka.


" kalian apaan si. ini lagi kenapa pakek gandeng* tangan segala emang gue dikira anak kecil yang masih harus digandeng gitu?". ucap riska sambil melepaskan gandengan endah.


"yee gue kan kasihan sama lo gak ada yang gandeng makanya gue gandeng. lo kan jomblo". ucap endah sambil berlari menuju kantin


"Dasar lo emang lo gk jomblo kita kan sama-sama jomblo". teriak riska sambil berlari menyusul endah menuju kantin.

__ADS_1


Mereka berempat pun menikmati makan siang dikantin dengan canda tawa.


__ADS_2