Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 37 Hari Pernikahan


__ADS_3

"Hey, gadis kecil kenapa kau berlari seperti itu hem" teriak Arya mengikuti langkah Delia.


"Ah itu anu,.. aku kebelet mau ke kamar mandi. Sudahlah jangan banyak tanya aku sudah tidak tahan menahannya lagi" berlari sambil memegang bagian depan celananya.


"Gadis kecil tingkah mu sangatlah lucu" gumam Arya lalu berjalan ke arah kamarnya.


......*******......


Hari demi hari kini telah berlalu, Kini hari yg di tunggu tunggu pun tiba. Yah, hari kebahagiaan untuk Arya dan Delia. Semua keluarga telah berkumpul termasuk Tama dan istrinya, sudah berada di sini sejak dua hari yg lalu.


Saat ini, Delia sedang berada di ruang make up nya yg di dampingi okeh ibu dan adiknya, sementara Arya sedang memerintahkan kepada Jo agar memperketat penjagaan yg selalu mengawasi setiap tamu yg datang. Setelah semuanya selesai ia langsung menuju ruang ganti bajunya.


"Wahhhh.. Kamu cantik sekali nak" ucap ibu Sari yg mendampinginya.


"Bahkan ibu lebih cantik dari ku , bukankah kevantikanku menurun darimu?" goda Delia pada ibunya.


"Kamu ini, di saat seperti masih juga bercanda"


"Hehehe biar gak terlalu tegang Bu, sebenarnya dari tadi Delia udah keringat dingin" ucapnya menunjukkan tangannya yg berkeringat


"Ah sudahlah jangan terlalu di pikirkan, tarik nafas dan buang secara perlahan" ucap ibunya menenangkan.


Jam menunjukkan pukul 09.00 pagi, dan acranya akan segera dimulai. Delia sudah selesai dengan make up-nya lalu ia turun kebawah di dampingi oleh ibu dan adiknya.


Saat menuruni tangga, semua mata tertuju olehnya, bagaimana tidak, Delia yg dikenal sebagai gadis kampung kini di sulap bak menjadi Cinderella di negri dongeng.


Bahkan orang yg melihatnya akan pangling dengan wajahnya. Mata yg bulat sempurna bulu mata yg lentik serta hidung mancungnya menambah kesan tersendiri. Tak lupa bibir ranumnya yg sangat di idam idamkan oleh Arya.


Arya yg melihatnya tak kalah kagum. Bahkan ia berdiri tak berkedip dengan mulut yg menganga. Asisten Jo yg melihat tuannya pun hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1



"Tutup mulutmu nak, takutnya masuk angin" goda mama Renata menyadarkannya, dan langsung mendapat tatapan tajam dari Arya.


"Ah mama ganggu orang aja" jawabnya cemberut.


"Hahaha tahanlah dulu nak, sebentar lagi juga jadi milikmu kok" lanjut mama eenata dengan cekikiran.


"Sudahlah ma jangan menggodaku lagi, lihatlah aku sedang grongi" ucap Arya yg terlihat gelisah.


"Tenang saja nak, dulu papa juga sepertimu. Kau mantapkan hatimu, tarik napas yg panjang dan keluarga dengan pelan pelan , satu tarikan dan ucapkan dengan lantang" nasehat papa Hendra kepada Arya.


"Iya pa, nanti Arya coba. Dan mama jangan lagi menggodaku, aku takut nanti malah salah ucap"


"Sudahlah sekarang duduklah disana , pak penghulu sudah datang" ucap mama Renata menyudahi perbincangan mereka.


Arya kini duduk bersebelahan dengan Delia. Ia menatap Delia dengan intens dan di angguki oleh Delia dengan senyuman.


Kini suara SAH terdengar keras hingga tak terasa Delia meneteskan air matanya. Bukan karena sedih, ia hanya terharu dengan pernikahannya. Padahal dulu ia sangat berharap jika ia menikah nanti, bapaknya lah yg menjadi wali nikahnya, namun Tuhan telah berkehendak lain.


"Sayang kamu kenapa nangis, apakah kau menyesal menikah denganku" ucap Arya yg menyadari keadaan Delia.


"Bukan, bukan begitu mas, aku hanya teringat dengan alm. bapak, padahal aku sudah berangan angan dari dulu, jika menikah nantinya, bapak lah yg akan menjadi walinya. Tapi Tuhan lebih sayang ke bapak" balas Delia dengan sendu


"Sudahlah sayang jangan bersedih, nanti orang lihatnya kamu tak bahagia menikah denganku, kamu tenanglah besok kita akan mengunjungi bapak oke" ucap Arya menenangkan Delia.


"Terima kasih mas, kau memang yg terbaik untukku" ucapnya sambil menyalami tangan suaminya itu.


"Sama sama sayang, itu sudah menjadi kewajiban ku" sambil mencium kening Delia.

__ADS_1


Semua yg menyaksikan pun turut terharu dan bahagia. Begitupun dengan kedua orang tua Arya, mereka tak menyangkan jika Arya kecil yg selalu manja, kini telah dewasa dan memounyai tanggung jawab yg sangat besar terhadap istrinya.


Sama halnya dengan ibu Sari , ia terharu dengan anak sulungnya yg selalu rajin pekerja keras dan tidak pantang menyerah kini telah menjadi istri seorang Arya,


"Perbuatanmu kini berbuah manis nak, dulu kau setiap hari membantuku pekerjaan rumah dan juga bekerja kini ibu dan sinta, sekarang kau telah menjadi nona muda yg seluruh kebutuhannya terpenuhi. Semoga sang kuasa selalu melindungi kalian berdua" gumam ibu Sari dalam hatinya.


" Pah, mama nggak nyangka, jika Arya kini sudah dewasa yah. Kini tinggallah kita berdua pah. Tidak ada suara manjanya rengeknya dan tidak ada keributan dengan kakaknya. Hahhh... mama sangat merindukan suasana seperti itu" ucap mama Renata kepada suaminya.


"Iya ma, kita harus ikhlas karena sekarang anak anak telah memiliki pasangannya masing masing, dan mereka punya kehidupan masa depan yg masih panjang. Papa berharap mereka semua tetap rukun saling menyayangi satu sama lain." balas papa Hendra dengan suara lembut.


Acara pun sydah selesai, kini tinggallah anggota keluarga yg masih berada di sana.


"Sayang, kau ganti lah dulu pakaianmu dan beristirahat lah. Karena acara nanti malam sangat melelahkan, jadi tidurlah dan simpan tenagamu untuk nanti malam" ucap Arya dengan tatapan yg tak bisa di artikan.


Delia yg mendengar ucapan itu pun langsung merinding, dan memilih bergegas menuju kamarnya.


"Hahahaha lucu sekali, belum juga di mulai tapi wajahnya sudah pucarlt seperti itu" gumamnya sendiri.


"Adik ku yg manja, kau janganlah menggoda istrimu terus menerus, jika kau tidak di kasih jatah baru tau rasa loe" sahut kakaknya yg sengaja menakut nakuti nya.


"Ah kakak mengagetkanku saja, itu semua tidak mungkin. Tidak ada yg tidak terpesona dengan keindahan tubuhku" ucapnya dengan bangga.


"Ternyata sifat manjamu berubah menjadi kepedean yg sangat tinggi" balas Tama dengan mengejek.


"Tapi itu kenyataan, sudahlah jangan berdebat, aku mau istirahat menumpukkan tenagaku untuk nanti malam hahaha* ucapnya sambil berlalu.


"Dasar bucin, otaknya mesum sekali" sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Sementara itu, semua keluarga yg lain sedang menikmati cemilan serta sendau gurau nya.

__ADS_1


******Halo semuanya... ❤️❤️


Jangan lupa like dan vote ya.. Terima kasih atas dukungannya 🥰🥰


__ADS_2