
"Hey ingat.. awas kalau kau berani meneleponku sekali lagi... Apa kau mau aku pecat Jo?"
"Ah tidak tuan, maafkan saya" mematikan telponnya
"Dasar asisten kurang ajar..! bisa bisanya dia matikan telponnya dulu" gerutu Arya menuju kasur
Sementara itu asisten Jo pun tertawa dengan puas nya karena sudah mengerjai tuannya.
"Hahahaha sekali sekali boleh dong gangguin mereka, enak aja yg enak enak sana , aku yg susah susah kayak gini" Jo menuju tukang rujak yg sedari tadi menunggunya.
Selesai dengan rujaknya ia kembali ke rumah tuannya dan ia segera beristirahat.
Pukul 16.00 wib ia sampai dengan selamat lalu menuju ke dalam untuk menemui tuan dan nona mudanya.
"Bu hati hati dijalan yah, jaga kesehatan di kampung. Karena Delia gak bisa di samping ibu" memeluk ibunya yg hendak pulang kampung.
"Iya nak kamu jangan sedih, lebih baik kamu fokus kuliah dan urus keluarga ya" memeluk dan mengecup pucuk rambut anaknya
"Iya kak, Sinta akan membantu ibu kok. Kak Lia tenang saja ya jangan nangis gitu jelek tau apalagi ada ingus nya hihihi" ucap adiknya menenangkan sekaligus mengejek kakaknya.
"Ishh kau nih merusak suasana banget" mengelap ingusnya
"Sudah sudah, ibu berangkat dulu ya, kamu jaga diri baik baik nurut sama suami" ucapan ibu Sari kepada Delia.
Akhirnya ibu Sari dan Sinta pun berangkat di antar supir.
"Sudah ya sayang, jangan sedih terus kapan kapan kita liburan ke kampung deh ya" bujuk Arya memeluk istrinya.
"Ah ehem.. maaf tuan ini pesanan rujaknya" asisten Jo memberikan pesanan mereka satu jam yg lalu.
"Tadi kau pesan rujak atau sedang bertelur Jo. Lama sekali!" bentak Arya yg masih sebal dengan kelakuan asistennya.
"Maaf tuan, tadi antriannya panjang" ngeles Jo
__ADS_1
"sudah, mana ada beli rujak ngantri kayak ngambil sembako. Sekarang kau boleh istirahat"
"Terima kasih tuan"
"Sayang..... Ini pesenan kamu kan " teriak Arya menemui Delia yg berada di meja dapur.
"Apa itu mas? perasaan aku nggak pesen apa apa deh" sambil memikirkan apa isinya.
"Hadeh... tadi katanya mau rujak mangga. ini sudah datang makanlah. Ingat jangan makan terlalu banyak" meletakkan di atas meja dan mengambilkan piring untuknya.
"Terima kasih, kau mau mas, biar kita makan berdua ya" membuka rujaknya dan menaruhnya dalam piring.
"Ah tidak perlu, lebih baik kau makan saja ya. Aku lihatnya saja sudah menelan ludah"
"Baiklah jika kau tidak mau. Ku makan saja" dengan perasaan senang Delia pun melahap rujak bumbu kacang yg menurutnya menggoda itu. Satu suapan masuk dalam mulutnya dan.....
"Mass Aryaaaa.......!!!!!" teriak Delia yg merasa kepedesan dan membuat wajahnya yg merah padam.
"Ada apa sayang,? kamu kenapa ayo minum dulu" ucapnya menenangkan dan memimpin untuk duduk.
"Kau tadi beli dimana rujaknya. Kenapa rasanya begini" lanjutnya masih menahan amarah.
"Itu tadi yg beli asisten sialan itu. Memangnya rasanya gimana?" tanya nya dengan serius.
"Coba saja sendiri." menguapi Arya dengan satu sendok rujaknya tadi.
"Asisten sialan.....!!!!!" teriak Arya yg merasakan asamnya buah mangga dan perpaduan sambal entah level berapa yg ia beli. Kemudian Arya meminum segelas air dengan satu tegukan lalu menuju kamar asistennya itu.
Braakkkk......!!!!
"Tuan apa ada?" ucap asisten Jo yg kaget dengan kedatangan tuannya tanpa mengetuk pintu.
"Apa maksudmu hah? apa kau sudah bosan hidup? atau kau ingin membunuh istriku dengan rujak setan mu itu hah" teriak Arya menghampiri Jo dengan tajam buasnya.
__ADS_1
"Bukankah itu yg tuan pesan tadi? rujak mangga muda jadi aku belikan saja apa yg tuan ucapkan" jawabnya enteng. Karena Jo sudah menduga jika ia bakal di marahi. Jadi dia harus bersikap pura pura tidak tau.
"Tapi aku bilangnya sambalnya sedikit! sebagai hukuman kau yg habiskan semuanya." meninggalkan Jo yg masing termenung di kamar untuknya.
Nasib seorang jomblo yah gini, apalagi punya tuan yg rese banget gumamnya lalu menuju dapur untuk menghabiskan rujak itu.
******
Malam harinya seperti biasa semuanya berkumpul untuk menikmati makan malamnya. Berkumpul bersama memutari meja oval ini.
"Oh iya Jo kemana ya? bukannya tadi mau menginap di sini yah" tanya papa Hendra yg mencari sosok kepercayaan nya.
"Entah lah. Mungkin juga tidur pah" jawab Arya enteng.
"Lebih baik panggil dulu nak, kasian dia pasti belum makan kan" mama Renata menyuruh Arya untuk memanggil Jo.
"Hem, baiklah ma" ia menuju ke atas di mana kamar Jo berada.
tok tok tok tok...
"Jo buka pintunya, hey jangan mengurung diri seperti anak kecil cepat turun kita makan malam bersama" teriak Arya dari luar kamar.
"Jo cepatlah, buka pintunya. Atau aku dobrak" teriak nya sekali lagi dengan keras.
"Apa sih, gara gara makan rujak aku harus bolak balik ke kamar mandi" ucap Jo membuka pintunya dengan lemas dan muka kucel.
"Bhuahahaha... itu lah karma.! makanya jangan suka jahili bosmu" ledek Arya melihat kondisi asistennya itu.
"Ledek teruss... udah ah aku mau makan. Gara gara perut sakit jadi minta di isi lagi" Jo langsung keluar kamar untuk menuju meja makan.
**Mohon maaf teman teman.. karna kemarin sibuk mau nyambut lebaran jadi gak bisa up setiap hari. Harap maklum ya😁
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🙏🙏**
__ADS_1