Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 45 Perdebatan kecil


__ADS_3

Keesokan harinya, di sibukkan oleh kegiatan masing masing. Arya yg sibuk berangkat kerja, sedangkan Delia mempersiapkan segala kebutuhan suaminya sebelum berangkat. Mama Renata dan Papa Hendra sedang bersiap untuk menjenguk teman mereka yg baru saja mengalamikecelakaan. Ibu Sari dan Sinta memilih membereskan pakaian mereka, karena nanti sore akan kembali ke kampung halamannya.


"Mas, awas aku mau mandi dulu. Rasanya lengket semua" ucap Delia yg berada di pelukan Arya.


"Hemmm.. ini masih pagi sayang. Bagaimana jika kita memulainya lagi"


"Mas... bahkan semalam kau tak memberiku jeda sedikitpun. Apa masih kurang?" tanya nya dengan lesu..


"Bukan belum puas sayang, tapi kau terlalu candu untukku."


"Sudahlah mas, lebih baik aku mandi dulu. Aku juga harus berangkat kuliah" berontak dan melepaskan pelukan dari Arya.


Selang beberapa menit, Delia keluar dengan handuk yg berada di kepalanya. Segera ia mengambil baju ganti sebelum singa lapar menerkamnya.


"Mas cepatlah mandi, baunya acem" ucap Delia sambil menghimpit kan hidungnya.


"Benar kah?" mencium kedua ketiaknya.


"Baiklah, aku mandi dulu ya sayang"


Selepas kepergian Arya, kini gantian Delia mempersiapkan baju kerjanya lengkap dengan dasi dan sepatu.


Semua selesai, ia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer dan menyisirnya. Tak lupa ia memoles sedikit lipstik warna peach dan menyemprotkan minyak favoritnya.


"Tumben wangi, mau kemana yang" tanya Arya yg baru saja keluar dari kamar mandi.


"Berarti selama ini aku gak wangi. Aku mau kecut gitu?" jawab Delia cemberut.


"Eh.. bukan begitu. Biasanya kan tak pake minyak wangi. Eh bukan bukan. Biasanya kan hanya memakainya sedikit" ucap Arya yg tak mau salah ngomong.


"Yah suka suka dong mas, masa ia istri seorang Arya Adi Nugroho baunya apek. Bisa bisa mas yg malu. Aku kan menjaga harga diri mas agar tidak di rendahkan sebab diriku" jawabnya panjang lebar.

__ADS_1


"Iya ya, mas tau kok. Tapi kamu tidak boleh berlebihan ya, takutnya ada yg melirikku dan menculikmu dari kehidupan mas. Pokoknya mas gak mau kehilangan kamu" jawabnya sambil mengganti baju.


"Ih mas.. kalau mau ganti baju ke sana dong. Apa gak malu di lihatin istri nya" Delia membalikkan badan dan menutup matanya.


"Hahahaha... Bukankah kau sudah melihat semuanya hem? untuk apa aku harus malu" jawabnya membalikkan badan Delia.


"Ya.-ya bukan begitu juga kali" jawabnya menunduk.


"Hey lihatlah aku, kenapa kau menunduk, dan tolong pasangkan dasi ini. Dan ingat aku ingin kau selalu memasangnya setiap hari oke!" ucapnya memberikan dasinya pada Delia.


"Baiklah, sekarang mas menundukkan karena aku tak sampai karena mas itu tinggi" gerutunya yg tak sampai akibat ketinggian mereka itu jauh.


" Hehehe sudah, " lalu Delia memasangkan dasi tersebut dengan teliti. Berbeda dengan Arya, ia menatap Delia intens dan tertuju pada bibir ranumnya yg di nakuti lipstik itu.


Tanpa menunggu lama. Cup... Arya melayangkan kecupannya sekilas dan tersenyum tanpa dosa.


"Ishhh mas nih, lihat nih lipstiknya belepotan" ucap Delia berjalan merapikan lipstiknya yg belepotan.


"Iya, mau nikah sama siapa? sama Marsha" sindir Delia yg terlihat cemburu.


Akhir akhir ini Delia sering sekali sensitif terhadap sesuatu, entah perkataan atau pun perbuatan Arya yg selalu mengundangnya marah atau jengkel.


"Ya sama kamu lah sayang, gitu aja kok ngambek. Bener dong kataku, jika nikah itu nikmat seperti ini maka aku akan menikahi mu sejak dulu" Arya mengulangi perkataannya dengan hati hati.


"Kan kita ketemunya 6 bulan yg lalu. Itu pun dengan sikap yg sombong, sok cool" sindir Delia pada suaminya.


"Hahaha maafin aku yg dulu ya sayang, aku bersikap seperti itu karena sudah banyak cewek yg sengaja menabrak aku hanya karena ingin berkenalan denganku" jawabnya menghampiri Delia dan memeluknya.


" Oh jadi kamu ngira aku sengaja nabrak kamu terus ingin kenalan denganmu gitu?" lanjut Delia lagi dengan sinisnya.


"ya-ya bukan gitu sayang. Aduh gimana sih kok salah lagi. Gini ya aku dulu memang ngiranya kamu gitu seperti cewek cewek yg lain. Tapi sekarang kan sudah beda, kamu gak seperti mereka kok" menjelaskan sambil menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


"Baiklah mas, hari ini aku maafin kamu. Sekali lagi kamu mengatakan aku seperti itu, ingat.! mas harus puasa jika tidur denganku" jawab Delia enteng dan keluar dari kamarnya.


"Nasib!! tunggu sayang kita kebawah bersama" teriak Arya mengikuti Delia yg meninggalkan nya.


Keduanya turun ke bawah dengan mesra. Arya memeluk pinggang Delia dan bercanda tawa layaknya tak ada perdebatan kecil.


"Pengantin baru memang yah, kita tungguin dari tadi eh masing sayang sayangan." ucap mama Renata yg menunggu mereka.


"Hehehe biasalah ma, mama kan pernah muda juga." jawab Arya mendudukkan bokongnya di kursi.


"Oh iya nak, mama sama papa mau pergi ke rumah sakit ya. Tadi ada temen mama nelpon katanya kecelakaan dan di bawa kerumah sakit" ucap mama Renata menerangkan.


"Iya ma, Arya juga mau ke kantor sama Delia berangkat kuliah hari ini." jawabnya sambil memakan makanan yg di ambilkan Delia.


"Kalo ibu sama Sinta hari ini mau kemana?" tanya Delia pada ibunya.


"Ibu hanya di rumah nak, mau beresin baju karena nanti sore kan ibu harus pulang" jawab ibu Sari.


"Kenapa buru buru Bu?" tanya Arya.


"Iya Bu, kenapa harus pulang sekarang. Apa ibu gak nyaman atau kenapa" timpal mama Renata


"Ah tidak tidak bukan begitu. Hanya saja di rumah gak ada orang, terus juga kebun gak ada yg ngerawat. Jadi ibu mau pulang sekarang aja sambil ngerawat kebun ibu. Sayang kan jika panen buahnya gagal" ucap ibu Sari menjelaskan.


"Yasudah jika itu maunya, nanti sore ibu diantar sama pak Sobri aja ya Bu" balas mama Renata menyarankan.


Pak Sobri adalah sopir pribadinya.


"Terima kasih Bu, sudah merepotkan ibu dan bapak" ucap ibu Sari kembali.


Mereka mengakhiri obrolannya dan melanjutkan Sarapan paginya dengan tenang.

__ADS_1


Like Like Vote Vote Terima Kasih 🥰


__ADS_2