Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 21


__ADS_3

Kini Delia sudah berada di toko perhiasaan langganan Arya. Saat keduanya memasuki gedung tersebut,banyak sepasang mata yg memperhatikan mereka. Ada yg menyapa Arya dengan genit, ada yg terang terangan meminta nomer ponsel dan ada juga yg meminta foto bersama. Beruntungnya, Arya mengacuhkan semua itu,


Beda halnya dengan Delia, kini wajahnya sudah muram dan bibirnya seperti kerucut yg menciut. Hatinya kini sudah diambang kecemburuan. Arya yg melihatnya pun tersenyum puas. Ia tau jika Delia sangat jengkel dengan para wanita yg genit itu. Yah mau bagaimana lagi resiko orang ganteng wkwkwkwk...


"Selamat pagi tuan nona, ada yg bisa kami bantu" ucap pelayan toko penyambut kedatangan mereka.


"Kami ingin mencari cincin pertunangan yg terbaru disini" ucap Arya pada pelayan


*Baik tuan silahkan tunggu sebentar"


"Ini tuan, kita punya tiga model terbaru yg di desain khusus. Dan berlian ini hanya ada 3 stok di dunia ini.* jawab pelayan menunjukkan cincin.


"Emm.. gimana sayang, kamu mau yg mana?" tanya Arya pada Delia.


"Aku lebih suka yg di nomor dua ini. Desainnya cantik dan juga elegan" ucap Delia menunjuk cincin pilihannya


"Tolong bungkus cincin ini 2 ya" ucap Arya pada pelayan toko


"Baik tuan silahkan tunggu sebentar"


Cincin ini adalah cincin termahal di dunia, harga mencapai hampir 1 triliun. Tapi tak mengapa jika tuan Arya yg membelinya. Kekayaannya tak seberapa di banding cincin itu. Namun ia tidak pernah memamerkan kekayaannya.


"Ini tuan total semuanya" ucap pelayan memberikan struk pembayaran.


"Apa?? apa ini lihat kemahalan" tanya Delia dengan mata melotot melihat angka yg tertera di cetakan kertas.


"Tidak sayang, apapun untukmu dan membuatmu bahagia maka akan aku berikan " ucap Arya sembari mengecup punggung tangan Delia.


Blushhh... ah so sweet nya


Kedua pipi Delia pun berubah menjadi merah tomat akibat perlakuan Arya kepadanya.


Begitupun dengan keadaan sekitarnya,semua orang memandang ke arahnya dengan mata yg melotot ada yg gigit jari dan ada yg menganga. Yah biasalah, kasian masih menjomblo hihihi...


"Sudahlah jangan gombal terus, lihat tuh mereka memandang ke arah kita semua" ucap Delia

__ADS_1


"Biarkan saja, mereka juga begitu jika dengan pasangannya" jawabnya dengan cuek


"Uhh dasar es batu, sebentar romantis sebentar nyebelin" gerutu nya dalam hati.


"Gak usah ngumpat dalam hati, aku tau" ucap Arya menatap Delia


"Ah tidak, mungkin perasaanmu saja" jawabnya dengan gugup


"hebat juga dia yah, bisa merasakan kalo aku mengumpat nya hihihi" gumamnya dalam hati.


Keluar dari gedung itu, keduanya melanjutkan perjalanan ke arah butik langganan mamanya. Butik tersebut pemiliknya adalah sahabat karib dari mamanya.


Dulu teman mama Renata adalah seorang wanita biasa yg kerjanya sebagai penjahit baju. Dengan ketekunan dan keuletannya, dia bisa menyewa toko kecil di pinggir jalan dan memulai membuat baju dengan desainnya sendiri.


Tak sengaja nyonya Renata singgah di teras toko akibat mobilnya mogok. Nyonya Renata menelpon bengkel untuk menggeret mobilnya dan menelepon supir rumah untuk menjemputnya.


Sembari menunggu jemputan, nyonya Renata berjaln memasuki toko tersebut dan melihat baju baju dengan desain yg cantik. Ia memutari toko tersebut untuk mencari siapa pemiliknya. Dan ternyata pemiliknya adalah Tante Dewi, teman kuliah nyonya Renata.


Pertemuannya dengan Dewi, mereka pun bekerja sama. Nyonya Renata memberikan modal untuk membeli toko dan merenovasi nya serta membeli bahan bahan dari kualitas yg bagus agar pembelinya puas dengan hasilnya.


"Selamat siang nak, wahhh ternyata keponakan Tante sudah besar yah tambah ganteng lagi. Dan... siapa kah gadis cantik ini? apakah dia calon istrimu? " ucap Tante Dewi menggandeng tangan Delia.


"Iya Tante, gimana pilihan aku, pintar bukan?" ucap Arya membanggakan diri nya


"Iya iya kamu pintar sekali memilih calon istri. Sudah cantik sopan lagi" jawabnya dengan jujur.


"Oh iya mama sudah sampai kan? tadi aku melihat mobilnya udah ada didepan, terus sekarang dimana mama ?" tanya Arya pada Tante Dewi.


"Mama kamu ada tuh di belakang lagi nyobain baju pesenannya. Yuk masuk dulu kalian duduk sini dulu ya Tante ambilkan contoh gaun yg khusus untuk keponakan Tante". ucap Tante Dewi melangkah meninggalkan mereka berdua.


"Sayang coba kamu keliling sana, siapa tau ada gaun yg kamu sukai" ucap Arya dengan lembut.


"Ah tidak, pasti harganya mahal, aku tidak enak denganmu. Masalah cincin tadi aja aku bingung gimana gantinya nanti" jawab Delia dengan lesu


"Hey apa yg kau katakan,bukankah kau calon istriku? Calon istri seorang Arya tidak boleh seperti itu. Uang ku juga uangmu jadi tidak usah sungkan." ucap Arya menegaskan

__ADS_1


"Jadi kalo uangmu juga uangku, mana bagian uangmu untukku?" jawab Delia dengan senyum kemenangannya.


"Wahhh kamu hebat juga yah gadis kecil, tadi aja gayanya gak enakan sekarang udah di kasih hati eh minta uang juga" ucap Arya menggelitik.i tubuh Delia.


"HAHAHAHAHA... tawa Delia sangat merasakan tubuhnya geli di sentuh oleh Arya. Sudah sudah geli tau, ampun... aku hanya bercanda" jawabnya sambil mengelap sisa air matanya.


"Loh loh, sayang kamu di apain sama anak bandel ini" ucap Tante Dewi yg melihat Delia mengusap air matanya.


"Pas banget nih ada Tante Dewi, jadi aku kerjain sekalian hehehe" serunya dalam hati


"Ini nih Tan, masak aku minta uang buat jajan gak di kasih sih, katanya tadi apapun untukku asal itu membuatku bahagia, lah ini malah gak di kasih" ucap Delia mengadu pada Tante Dewi


"Eh eh bukan gitu Tan, tadinya mau aku kasih tapi dia bilangnya cuma bercanda, iya kan sayang tadi kamu sedang bercanda kan?" tanya Arya memelas


"Nggak tuh, tadi aku tuh serius, kamu nya aja yg nggak peka" balas Delia dengan menahan senyumnya.


"Tuh kan, kamu jadi orang jangan pelit gitu dong sama calon istrinya. Gimana kalo Delia kecantol sama yg baik hati dan gak pelit hayohhh" ucap Tante Dewi menakut nakuti Arya.


Arya pun melihat kearah Delia yg sedang menjulurkan lidahnya dan tak kuasa menahan tawanya dari tadi, Delia pun melepaskan tawanya.


"HAHAHAHAHA.... aduh lucu sekali mukamu itu" ucap Delia melihat ekspresi wajah Arya.


"Memangnya ada apa dengan mukaku? bukankah mukaku terlihat ganteng yg mempesona?" jawabnya menggoda Delia.


"Ihhhh pede banget, tuh ngaca dulu" balas Delia yg sudah di ajak Tante Dewi untuk mencoba gaunnya.


Di ruangan ini Tante Dewi membawakan 3 jenis gaun dengan desain yg berbeda.


Yg pertama dengan warna putih dengan bawah mayung lebar serta di tambah brokat dari atas sampai bawah. Tak lupa dengan taburan mutiara di leher serta pergelangan tangan, menambah kesan mewahnya. Potongan gaun seperti ini cocok untuk acara nikahan, tapi Delia harus mencoba dulu siapa tau Arya menyukainya.


10 menit Delia keluar dari ruangan ini lalu menuju dimana Arya berada. Tepat berada di depan Arya ia meminta pendapat tentang gaun yg di pakainya.


"Gimana sayang, apa aku cocok memakai gaun ini atau berlebihan?" tanya Delia kepada Arya


"Gaun ini sangat bagus, tapi.. aku lebih suka yg simpel dan tidak keberatan seperti ini. Aku kasian denganmu jika harus memakai pakaian yg berat. Cukup aku yg berat di tubuhmu" ucap Arya sembari menggoda Delia.

__ADS_1


"Dasar bos tukang mesum, bisa bisa bicara seperti itu disaat seperti ini" gerutunya menjauh dari Arya.


__ADS_2