
Berita tentang kecelakaan tuan Hendra dan istrinya kini terdengar sampai ke telinga Tama sang anak pertama. Ia pun langsung terbang ke Indonesia untuk menemani kesembuhan kedua orang tuanya.
"Sayang, ayo bereskan semuanya. Kita akan terbang satu jam lagi. Jadi jangan sampai ada yg ketinggalan ya" ucap Tama kepada istrinya.
"Iya Daddy, ini semuanya sudah selesai tinggal siap siap saja." balas Leony yg sedang merapikan kopernya.
"Daddy yg sabar ya, kita berdoa saja, semoga yg kuasa memberikan umur panjang dan kesehatan kepada mama dan papa" peluk Leony dari belakang. Ia seakan tau kesedihan yg di alami oleh suaminya. Apalagi selama ini mereka jauh dari keduanya.
"Terima kasih sayang, sudah menyayangi kedua orang tuaku dengan tulus." Tama berbalik memeluk istrinya.
Satu jam kemudian mereka siap terbang ke Indonesia dengan waktu yg cukup lama. Untuk mengusir rasa bosannya, Tama lebih baik membuka semua laporan dan data perusahaan nya. Sedangkan istri dan anaknya sedang bermain dan bermain bersama.
******
Di satu sisi, Arya dan Delia berlari menuju ruangan IGD untuk melihat kondisi kedua orang tuanya.
"Jo... gimana apa mereka sudah sadar" teriak Arya saat melihat sosok Jo yg sedang duduk di kursi penunggu.
"Maaf tuan telah mengganggu waktu anda. Tuan dan nyonya masih di tangani oleh dokter dan belum ada penjelasan dari mereka." jawab Jo dengan wajah kusutnya. Yah, selama Arya meninggalkan kantor, semua pekerjaan di serahkan kepadanya. Bahkan ia sering lembur dan begadang demi mengerjakan kerjaan kantor.
"Kau pulang lah dulu Jo. Mandi dan berganti lah baju jangan lupa belikan aku dan Delia makanan untuk nanti malam." balas Arya yg melihat Jo dengan keadaan berantakan.
"Baiklah tuan, 1 jam lagi aku akan datang kemari" Jo melangkahkan kaki keluar dari rumah sakit. Dari kejauhan, ia melihat sosok yg sangat ia kenali. Namun untuk apa dia di sini. Gumam Jo memperhatikan gerak geriknya.
Ia pun mengikuti dari kejauhan, saat hendak menyebrang jalan, ia kehilangan jejaknya karena terhalang oleh truk dan mobil yg lainnya.
__ADS_1
"Ah sial.. !! kemana perginya Marsha. Dan untuk apa ia kemari. Sangat mencurigakan" gumamnya lalu kembali ke tempat parkir mobilnya.
Akhirnya Jo pulang ke apartemen nya dan beristirahat sejenak. Waktu satu jam memangnya singkat, namun jika kita gunakan dengan baik pasti akan sangat berharga. Begitu lah yg berada dalam pikiran Jo. Ia akan menggunakan waktu itu untuk beristirahat menenangkan jiwa dan pikirannya yg lelah.
"Sayang, jika kau ngantuk, tidurlah di pundak ku. Disini tempat sandaran selalu ada untukmu" ucap Arya yg melihat wajah lelah istrinya.
"Ah terima kasih mas, sepertinya aku sangat membutuhkannya" jawab Delia dan langsung menyenderkan kepalanya.
"Aku harap kita akan seperti ini terus sampai kita menua ya mas. Aku ingin kita saling mengerti, saling ada di saat suka dan duka" lanjut Delia
"Tentu saja, kita akan seperti ini sampai menua. Tak ada yg bisa memisahkan kita kecuali sang kuasa." Arya mengelus kepala Delia dengan lembut.
Aksi mereka pun berhenti saat mendengar suara pintu ruangan terbuka. Dengan spontan keduanya menoleh dan langsung menghampiri dokter tersebut.
"Pak, gimana dengan kondisi mama dan papa saya. Apa mereka sudah sadar. Bolehkan saya menemuinya" Arya menanyakan deretan pertanyaan kepada dokter itu.
"Ma pa, maafin Arya karena tidak bisa menjaga kalian. Ayolah ma pa bangun, bukankah kalian ingin melihat cucu kalian. Aku berjanji akan memberikan cucu yg banyak buat kalian, asalkan kalian cepat sembuh" Arya membujuk kedua orang tuanya yg belum sadar dengan hadiah cucu. Delia yg mendengar nya pun geleng geleng kepala. Dalam kondisi yg seperti ini ia masih sibuk dengan urusan anak.
Ocehan demi ocehan Arya lontarkan untuk membangunkan keduanya. Terlihat rasa putus asa dari wajahnya, lalu berjalan ke arah sofa. Arya membaringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya sejenak. Delia pun mengikuti langkah suaminya. Ia langsung mengelus rambut suaminya dengan pelan.
"Mas.. istirahat lah. Biarkan aku yg menjaga mama dan papa. Kau terlihat lelah sekali" bujuk Delia dengan lembut.
" Apa kau tidak apa apa." Delia menggelengkan kepalanya. Ia tahu jika suaminya sangat lelah. Lelah jiwa dan pikirannya.
"Baiklah sayangku. Jika ada apa apa bangunkan aku. Jangan sampai keluar kamar tanpa seizin ku" balas Arya mengecup kening Delia.
__ADS_1
"Baiklah bosku. Sekarang tidurlah, aku akan menjaga kalian. Sebagaimana kalian menyayangiku" Delia tersenyum lalu membiarkan Arya menuju alam tidurnya.
Hidup ini seperti roda yg berputar. Terkadang kita berada di atas kadang juga berada di bawah. Tak selamanya kita sehat, tak selamanya juga kita sakit. Ada masanya kita melalui antara sakit dan sehat. Maka gunakan lah kesehatan kita untuk kebaikan. Dan jadikannya rasa sakit sebagai pelengkap hidup. Agar kita bisa mensyukuri nikmat kesehatan yg telah Tuhan berikan kepada kita.
"Mama.. papa.. bangunlah. Kami sangat merindukan kalian. Apa kalian mendengarkan ku?" Delia mulai mengusap punggung telapak tangan mertuanya.
"Lihatlah ma pa. Aku sangat berterima kasih kepada kalian, karena telah melahirkan dan membesarkan putra yg sangat menyayangiku. Aku sangat berhutang Budi kepada kalian. Maka bangunlah, aku ingin berbakti kepada kalian." lanjut Delia duduk di antara keduanya.
"Ayolah ma, mama pasti dengar kan ucapan Delia. Papa juga harus sembuh. Bukankah kalian ingin menikmati masa tua kalian bersama sama. Bukankah kalian ingin cucu dariku?" Delia tersenyum kecut mengucapkan kalimat yg sama dengan suaminya. Karena memang mertuanya sangat menginginkan cucu darinya dan Arya. Karena dengan begitu keduanya mempunyai teman yg bisa di ajak main.
Berbeda dengan cucu pertamanya angel. Karena jarak yg jauh, keduanya sangat jarang bertemu dan bermain bersama. Dan itu membuat keduanya merasa hampa di masa tuanya.
Delia sadar dari lamunannya, saat melihat tangan mertuanya bergerak.
"Mama.. Mama bangun.." ucap Delia spontan dan melihat perlahan membuka matanya.
"Mama.. syukurlah mama sudah sadar. Ah iya aku akan panggilkan dokter dulu" Delia merasa kebingungan, dan langsung melihat tombol yg berada di samping ranjang. Lalu ia membangunkan suaminya.
"Mas, bangunlah. Mama sudah sadar, ayo bangunlah" ucap Delia dengan lembut. Arya yg mendengar mama nya sadarpun seketika hilang rasa kantuknya.
"Benarkah?" tanya nya lalu di angguki oleh Delia.
"Mama.....
******
__ADS_1
Like Like Like Love ❤️❤️❤️