ARZU

ARZU
Chapter 11


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Arzu dan Monik melangsungkan pernikahan disebuah hotel. Mereka terlihat bahagia diatas pelaminan sambil menyalami tamu yang datang. Monik terlihat begitu cantik degan gaun berwarna biru tosca yang pas ditubunya yang ramping, begitu pun dengan Arzu yang memakai pakaian senada dengan Monik.


Setelah acara selesai, Monik merebahkan tubuhnya diatas kasur karena tubuhnya benar-benar sangat lelah. Bagaimana tidak, ia harus berdiri selama berjam-jam untuk menyambut tamu yang begitu ramai. Monik memejamkan matanya karna sudah sangat mengantuk.


Arzu masuk kedalam kamar dan melihat Monik sudah tertidur dengan gaun pengantin yang masih lengkap. Arzu tersenyum dan duduk disebelah Monik. Ia masih tidak percaya jiak Monik saat ini sudah menjadi istri sahnya.


"Monik bangunlah, kamu harus mengganti pakaian dulu," titah Arzu sambil membuka jas yang melekat ditubuhnya.


"Ngantuk." Monik menarik selimut dan menutup tubuhnya. Ia enggan membuka matanya yang terasa berat.


"Baiklah," ucap Arzu yang langsung beranjak menuju kamar mandi.


Arzu terlihat lebih segar karena baru selesai mandi. Arzu kembali menghampiri Monik yang masih tertidur pulas. Tetesan air dari rambut Arzu mengenai wajah Monik, membuat gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali karena merasa terganggu.


"Kakak ngapain disini?" tanya Monik seraya membuka matanya.


"Menurut kamu?" tanya Arzu yang duduk disebelah Monik. Monik mengerjapkan matanya beberapa kali dan melihat gaun yang saat ini ia pakai. Monik menepuk jidatnya karena melupakan jika saat ini dirinya sudah sah menjadi istri Arzu.


"Maaf," ucap Monik bangun dari tidurnya. Ia menatap Arzu begitu lekat. Arzu terlihat sangat tampan saat rambutnya basah seperti itu.


"Ganti pakaian dulu, setelah itu kita tidur." Perintah Arzu. Monik menganggukkan kepalanya dan langsung bangkit dari tempat tidur. Monik melangkahkan kakinya menuju meja rias. Ia membersihkan make up diwajahnya dan membuka hiasan yang ada dirambutnya. Monik masuk ke kamar mandi dan hendak membuka pakaiannya, namun ia sendikit kesulitan saat membuka resleting dibagian belakang.

__ADS_1


"Ya ampun, kenapa tidak bisa dibuka sih?" Monik mengeluh dan terus berusaha membuka resleting bajunya. Namun ia masih tidak bisa melepas pakaiannya. Akhirnya, ia memutuskan untuk meminta Arzu untuk membantunya. Monik keluar dari kamar mandi dan melihat Arzu baru selesai menggunakan pakaian. Arzu mengernyitkan keningnya saat melihat Monik masih mengenakan gaun pengantin. Monik mengerucutkan bibirnya dan membelakangi Arzu. Arzu yang mengerti maksud Monik langsung menghampiri Monik dan menarik resleting gaun Monik dan membukanya perlahan. Arzu menelan air ludahnya saat melihat punggung mulus istrinya. Arzu memeluk perut Monik dan berhasil membuat Monik terperanjat kaget.


"Kak," protes Monik, Arzu tidak menanggapi keluhan Monik. Ia mengecup pundak Monik, Monik yang diperlakukan seperti itu merasa merinding. Arzu membalikan tubuh Monik dan menatap wajah Monik begitu dalam.


"Kak, monik mau mandi," timpal Monik seraya menatap mata biru Arzu. Bukanya menanggapi ucapan Monik, Arzu malah mencium bibir Monik dengan begitu lembut. Sontak Monik pun terkejut. Gadis itu hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan suaminya. Arzu menarik tengkuk Monik untuk memperdalam ciumannya.


"Aaahhh... Kak," desah Monik saat Arzu mulai melepaskan pakaian Monik yang terjatuh dilantai. Arzu merapatkan tubuhnya dengan Monik hingga tidak ada jarak diantar mereka.


"Kak... Monik belum mandi," lanjut Monik sedikit mendorong dada bidang Arzu. Arzu menangkup wajah Monik dan mengunci kedua mata coklat Monik.


"Tidak perlu mandi," bisik Arzu ditelinga Monik. Dengan tiba-tiba Arzu menggendong Monik hingga Monik terpekik kaget. Arzu hanya tersenyum menatap wajah Monik yang memerah. Monik memukul dada Arzu dengan lembut. Lelaki itu selalu berhasil membuat rona diwajahnya.


"Monik suka saat kakak tersenyum," ucap Monik menyentuh bibir Arzu. Arzu menidurkan Monik diatas ranjang. Tangannya terus bergerak untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Monik.


"Aku mencintaimu," ucap Arzu mengecup pucuk kepala Monik. Arzu kembali mendaratkan ciumannya dibibir Monik. Monik menatap mata Arzu yang sudah dipenuhi hasratnya. Monik ingin menolak karena tubuhnya masih sangat pegal, namun ia urungkan niatnya saat melihat keinginan Arzu yang begitu besar. Monik memejamkan matanya dan melingkarkan kedua tangannya dileher Arzu. Arzu menurunkan ciumannya keleher Monik yahh jenjang.


"Akhhh..." pekik Monik saat Arzu membuat tanda kepemilikan dilehernya. Arzu mengecup telinga Monik hingga membuat pemiliknya mendesah geli.


"Apa kamu siap?" bisik Arzu ditelinga Monik. Monik membuka matanya dan menatap Arzu, lalu ia menganggukkan kepalanya tanda setuju. Arzu tersenyum begitu bahagia. Arzu mulai menyentuh wajah Monik yang terlihat tegang, lalu beralih pada bibir manis Monik dan mengecupnya dengan penuh kelembutan. Lalu kecupanya terus turun hingga kebawah.


Kini kamar kedap suara itu dipenuhi oleh suara desahan. Monik meraskan seperti ada beribu kupu-kupu diperutnya. Monik terus memejamkan matanya menikmati sentuhan Arzu pada setiap inci tubuhnya. Keduanya saling menyesuaikan diri karena memang ini adalah kali pertama bagi mereka.

__ADS_1


"Aku akan memulai," bisik Arzu yang dibalas anggukkan oleh Monik. Mereka pun mulai menyatukan diri dengan penuh perasaan.


Monik sedikit berteriak dan meneteskan air matanya karena menahan rasa sakit. Arzu mengecup mata Monik dan memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Maaf." Ucap Arzu saat melihat air mata Monik mengalir dipipi mulusnya. Jemari Arzu membuai lembut pipi Monik.


"Jangan meminta maaf, Kakak tidak salah," ucap Monik mulai berani mengecup bibir Arzu. Tidak ada salahnya jika ia yang memulai lebih dulu, sekarang lelaki tampan itu sudah menjadi miliknya. Hembusan napas keduanya saling beradu, menyatukan segenap rasa di malam pertama mereka.


"Aku mencintaimu sayang." ucap Arzu merasa bahagia karena berhasil menjadikan Monik sebagai istri seutuhnya. Keduanya terlihat kelelahan, keringat mulai membanjiri kening. Sebuah kecupan kecil Arzu berikan pada kekasih halalnya. Malam ini akan menjadi saksi bisu atas persatuan cinta mereka. Detak jantung yang bertabuh merdu bak alunan simponi merdu.


"Istirahat lah 5 menit, setelah itu kita lanjut," ucap Arzu tersenyum nakal dan kembali meninggalkan jejak dileher Monik. Monik tidak dapat berkata-kata dan milih untuk memejamkan matanya. Selang beberapa menit, keduanya kembali bergulat dibalik selimut yang menjadi saksi bisu kedua insan yang sedang memadu kasih.


***


Seorang perempuan meneguk segelas Wine yang kesekian kalinya dengan kasar. Dimatanya terlihat kilatan emosi dan luka yang begitu mendalam.


"Apa kau sedang patah hati? Sama, aku juga sedang patah hati. Orang yang aku cintai lebih memilih orang lain," ujar seorang pria yang duduk disebelah perempuan itu sambil meneguk habis minuman dibotol. Perempuan itu merasakan kepalanya sangat sakit karena terlalu banyak minum.


"Awas, aku mau pulang," sergah perempuan itu hendak pergi, namun tubuhnya limbung dan dengan cepat ditangkap oleh pria itu. Lalu pandangan mereka tak sengaja bertemu.


"Kau sangat cantik, kau hanya milikku." Pria itu langsung menyatukan bibirnya dengan sang perempuan. Perempuan itu melingkarkan kedua tanganya di leher sang pria dan membalas ciuman pria itu. Keduanya terhanyut kedalam hayalan masing-masing.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Arzu, sangat mencintaimu." ucap perempuan itu, sang pria membopong sang wanita menuju sebuah kamar.


"Kau akan menjadi miliku seutuhnya." ucap Pria itu menyeringai. Hingga akhirnya mereka menghabiskan malam bersama.


__ADS_2