ARZU

ARZU
Chapter 45


__ADS_3

Di balik jeruji besi terlihat seorang wanita sedang memeluk kakinya dan menenggelamkan wajahnya di sana. Kepadanya sudah tak bisa dikatakan rapi karena ia terlihat sangat berantakan dengan rambut yang mulai kusut.


"Tahanan no 25, ada yang ingin menemui anda" seru seorang penjaga membuka pintu penjara, wanita itu mengangkat kepalanya menatap sang penjaga dengan tatapan tak bisa di artikan.


"Siapa yang mau menemui saya? orang tua saya tidak akan pernah menginjakan kakinya kesini lagi. Tidak ada yang percaya denganku lagi, mereka semua menuduhku" ujar wanita itu dengan air mata yang berlinang.


"Maaf, tapi anda harus menemuinya. Mari" ucap penjaga membawa wanita itu keluar.


Dengan tatapan kosong wanita itu duduk di kursi tunggu, ia menatap lurus seakan tak ada lagi harapan hidup di matanya. Lalu tak lama seorang pria duduk di hadapan wanita, ia menatap wajah wanita itu penuh iba.


"Dokter Mona, apa kau baik-baik saja?" tanya pria itu yang berhasil membuat wanita itu terkejut, ia tak lain adalah Mona.


"Dokter Rehan? Ada apa anda kesini?" tanya Mona pada pria itu yang ternyata adalah Rehan.


"Saya hanya ingin melihat keadaan anda, tapi sayang sepertinya anda sangat berantakan" ucap Rehan sambil meneliti wajah Mona.


"Kenapa? Apa anda senang melihat saya seperti ini? Pasti lah, bagaimana pun aku adalah penyebab keponakan anda hampir di perkosa" ujar Mona dengan tatapan lurus kedepan, Rehan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"Tapi sayang, saya sedikit tak percaya jika itu anda yang melakukan. Saya ingin bertanya sesuatu, kamu keberatan?" ucap Rehan yang berhasil mendapatkan perhatian Mona.


"Dalam hal apa anda mengatakan hal itu? Bukankah keponakan anda sudah menceritakan semuanya?" tanya Mona menyipitikan matanya.


"Hmmm... Iya memang, tapi saya tidak percaya sepenuhnya. Saya tahu kamu bukanlah wanita yang begitu mudah mencelakai seseorang. Kamu hanya terobsesi pada Arzu, dan kamu marah saat orang lain yang menjadi pilihan dia. Kamu marah, itu pasti. Tapi kamu tidak akan berani mencelakai orang lain bukan?" ujar Rehan yang berhasil membuat Mona terdiam.


"Percuma anda bicara seperti itu, karena semuanya sama sekali tidak ada yang percaya dengan saya" ucap Mona yang mulai meneteskan air matanya.


"Tidak semua, aku mempercayaimu. Hanya saja, aku belum mendapatkan bukti jika kamu tidak bersalah" ucap Rehan yang berhasil membuat Mona terkejut.

__ADS_1


"Kenapa anda begitu percaya jika saya... "


"Karena aku sudah lama menyukaimu" ucap Rehan yang kembali membuat Mona terkejut.


"Ba-bagaimana bisa?" tanya Mona tak percaya.


"Kau gadis yang manis dan begitu ceria, aku menyukai tipe sepertimu. Tapi aku mundur saat tahu kau sudah lama menyukai Arzu, keponakanku. Hah, aku sadar mana mungkin gadis cantik sepertimu menyukai aku yang sudah tua ini" ujar Rehan membuat Mona jadi salah tingkah.


"Kenapa anda tidak mengatakan ini dari dulu?" tanya Mona menatap Rehan lekat, Rehan tersenyum pada Mona.


"Seperti yang aku katakan, kau begitu terobsesi pada Arzu. Jadi akan sangat sulit untuk masuk ke hatimu" ucap Rehan dengan santai.


"Anda pecundang, harusnya anda memperjuangkan saya dan berusaha merebut hati saya" seru Mona, Rehan mengernyit bingung dengan ucapan Mona.


"Apa anda masih ingin memperjuangkan saya? Walaupun dengan keadaan saya seperti ini? Apa anda benar-benar mempercayai saya sepenuhnya?" tanya Mona menatap Rehan penuh selidik. Rehan kembali tersenyum, ia menarik tangan Mona dan menggenggamnya erat.


Aku sangat bodoh, kenapa aku tidak pernah melihat cinta di sekeliling ku. Aku terlalu bodoh karena terlalu mencintai orang yang tak pernah mencintai aku hingga aku buta karenanya. batin Mona


"Maaf, waktu sudah habis" ucap penjaga menghampiri keduanya.


"Besok tolong kembali, ada sesuatu yang ingin saya katakan" ucap Mona yang langsung pergi meninggalkan Rehan yang hanya diam menatap kepergian Mona.


***


"Kak, yang ini bagus tidak?" tanya Elsha pada Monik, Monik meneliti gaun yang ada di tangan Elsha.


"Em tidak, tunggu sebentar" ucap Monik berjalan ke arah belakang Elsha.

__ADS_1


"Nah ini cocok buat kamu" ucap Monik mengambil sebuah gaun berwarna Navy.


"Yakin kak?" tanya Elsha menatap Monik, Monik mengangguk antusias dan mendorong Elsha ke kamar ganti untuk mencoba gaunnya.


"Di coba dulu sana" ucap Monik menutup tirai kamar ganti. Ia tersenyum dan menunggu Elsha sambil melihat gaun-gaun yang cukup Indah.


"Bagaimana?" seru Elsha saat keluar dari kamar ganti, Monik membalikan tubuhnya dan begitu takjub melihat Elsha sangat cocok mengenakan gaun yang ia pilih.



"Nice, kamu sangat cantik. Memangnya acara apa sih di kampus? Kok aku gak tau?" ucap Monik, Elsha yang mendengar itu menghela napas dan menatap Monik tajam.


"Ya ampun kak, kenapa kakak ketinggalan jaman sih. Malam minggu nanti kan ada pesta ulang tahun kampus, kakak sih asik bermesraan dengan kak Arzu jadi ketinggalan kan" ujar Elsha, Monik yang mendengar itu sangat malu.


"Sorry, habis jarang ke kampus" ucap Monik menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kalau gitu kakak pilih juga dong gaunnya" ucap Elsha.


"Tidak usah, banyak banget gaun gak di pake di rumah. Nanti aku pilih salah satu" ucap Monik yang di jawab anggukkan oleh Elsha. Elsha tidak akan memaksa Monik karena ia sangat tahu sifat Monik sangat susah di bujuk. Lalu keduanya kembali mengelilingi mall untuk mencari keperluan Elsha.



REHAN



MONA

__ADS_1


__ADS_2