
Monik terus tersenyum dengan tangan yang seakan tak ingin lepas dari Arzu. Sesekali Monik menunjuk binatang dan mengajak Arzu bicara. Namun mata Monik tak sengaja melihat seorang wanita yang sedang menggendong anak bayi yang begitu lucu dan menggemaskan.
"Ya ampun, lucunya" ucap Monik, Arzu yang mendengar itu mengernyit bingung.
"Apa yang lucu?" tanya Arzu.
"Itu baby yang di gendong ibu itu lucu sekali" ucap Monik menunjuk kearah depan, Arzu pun mengikuti arah yang ditunjuk Monik.
"Kita juga akan punya yang seperti itu, sabar sedikit" ucap Arzu mengelus perut Monik.
"Heem... Semoga mereka kembar seperti papanya, pasti akan sangat lucu" ucap Monik begitu semangat.
"Kembar atau tidak itu tak masalah, yang paling penting kamu dan anak kita sehat selalu" ujar Arzu menatap Monik.
"Terimakasih, kakak sudah selalu sabar menghadapi sikap Monik. Maaf selalu menyusahkan kakak" ucap Monik menundukkan kepalanya.
"I love you" ucap Arzu menarik dagu Monik hingga kini keduanya saling menatap.
"Monik juga cinta kakak" ucap Monik memeluk Arzu.
"Ya sudah, masih mau lanjut?" tanya Arzu yang dijawab anggukan oleh Monik. Lalu keduanya kembali berjalan mengelilingi beberapa kandang bintang langka.
"Sayang kamu tidak lapar?" tanya Arzu menatap Monik yang masih asik melihat bintang.
"Enggak, kakak lapar ya? Kalau kakak lapar kita makan dulu" ucap Monik menatap Arzu.
"Kamu harus makan, dari pagi belum makan" ucap Arzu mencubit hidung Monik.
"Ck, sakit kak. Monik belum lapar, tapi kalau kakak lapar Monik temenin kakak makan" ucap Monik melingkarkan kedua tangannya di pinggang Arzu.
"Kita berdua harus makan, tidak ada penolakan tidak ada kata tidak" ucap Arzu berjalan membawa Monik untuk menacari tempat makan.
"Katanya tidak lapar, tapi lahap banget makannya" ucap Arzu menggeleng saat melihat Monik begitu lahap memakan nasi padang.
"Habis masakannya enak, jadi Monik lapar deh. Boleh nambah?" ucap Monik sambil tersenyum.
"Boleh, kamu memang harus makan banyak" ucap Arzu menyeka nasi yang lengket di bibir Monik.
__ADS_1
"Kak, besok Monik mau makan disini lagi. Enak banget masakannya, Monik suka" ucap Monik dengan mulut yang masih penuh makanan.
"Habiskan dulu makanannya, baru bicara sayang" ucap Arzu, Monik yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum malu.
"Ah kenyang, jadi ngantuk deh. Kita pulang ya kak, Monik ngantuk" ucap Monik setelah menghabiskan dua porsi nasi padang.
"Tidak lanjut lihat binatang?" tanya Arzu menatap Monik.
"Mau pulang" rengek Monik sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya sudah, kita bayar dulu" ucap Arzu yang di jawab anggukkan antusias oleh Monik.
Selang beberapa waktu mereka langsung beranjak untuk pulang. Baru beberapa menit dalam perjalanan Monik sudah tertidur pulas. Arzu yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sikap Monik memang selalu berubah-ubah sejak ia positif hamil.
***
"Assalamualaikum buk" ucap Monik yang langsung masuk kedalam rumah, sedangkan Arzu sedang mengambil barang miliknya dan Monik di mobil. Monik sengaja meminta pada Arzu untuk menginap beberapa hari di rumah ibunya.
"Kak, tumben nginap? Biasanya juga cuma nongol sebentar" ucap Moli sambil duduk di sebelah Yeni.
"Memangnya tidak boleh? Ini kan rumah kakak juga" ucap Monik.
"Apa sih dek, kamu kan tau kakak baru sembuh" ucap Monik menyadarkan tubuhnya di kursi.
"Aku kekamar dulu" ucap Arzu sambil membawa beberapa barang.
"Uh untung aja kak Arzu baik, kalau enggak mana mau dia sama kakak yang super manja" ucap Moli menatap Monik sengit.
"Iri aja lo, udah ah. Kalau ladenin kamu mah gak akan kelar sampe tahun depan. By gw mau manja2an dulu, jangan ngintip" ucap Monik menjulurkan lidahnya pada Moli.
"Ih, lihat buk. Dasar manja" ucap Moli kesal.
"Sudah tidak usah di ladenin, kakak kamu kan memang seperti itu" ucap Yeni bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur yang kemudian di susul oleh Moli.
"Buk, Monik mau makan sayur lodeh. Monik kangen masakan ibu" ucap Monik yang tiba-tiba muncul.
"Katanya mau manja-manja? Kok malah ke dapur" ucap Moli sambil memotong sayuran.
__ADS_1
"Kangen adek kakak yang paling cantik" ucap Monik yang langsung memeluk Moli dengan erat.
"Ih lepasin kak, sesak tahu" ucap Moli, Monik yang mendengar itu malah tertawa.
"Lucu banget sih" ucap Monik mencubit pipi Moli dengan gemas.
"Sakit kak!!" seru Moli sambil mengelus pipinya yang memerah.
"Buk, minggu depan paman Rehan akan menikah. Ibu ikut dengan kami ya pulang ke rumah?" ucap Monik memeluk Yeni.
"Ibu berangkat dari sini saja nak, ibu tidak mau merepotkan kalian" ucap Yeni.
"Tidak ada yang merepotkan, ibu adalah ibu kami. Jadi jangan sungkan buk, rumah kami juga rumah ibu" ucap Arzu yang baru muncul, Monik yang mendengar itu tersenyum.
"Benar buk, pokoknya ibu dan Moli harus ikut dengan Monik" ucap Monik mencium pipi Yeni.
"Baik lah, ibu akan ikut dengan kalian" ucap Yeni yang berhasil membuat Monik bahagia.
"Monik sayang ibu" ucap Monik mengeratkan pelukannya.
***
"Tolong, lapaskan aku" teriak seorang wanita yang kedua tangannya di cekal oleh pria bertubuh besar, dihadapannya juga terlihat seorang pria bertubuh gempal sedang menatapnya lapar.
"DIAM!!!" bentak pria itu mencengkram rahang sang wanita.
"Sakit, lepaskan aku. Kalian semua brengsek" bentak wanita itu.
"Hahaha...apa kau bilang? Apa kau lupa hah? Kau juga sama seperti kami, bahkan kau lebih mengerikan dari seorang iblis. Jangan banyak bergerak, nikmati saja surga dunia yang akan kami berikan padamu. Bukankah kau dulu menjanjikan hal manis padaku, maka sekarang saatnya kau membayar janji itu" ujar sang pria dengan tatapan yang begitu mengerikan.
"Tidak, jangan sentuh aku.. TIDAK.... "
"Terimakasih sayang, kau sudah memberikan kenikmatan yang luar biasa. Aku tidak menyangka kau masih gadis" bisik pria bertubuh gempal itu diteling sang wanita. Wanita itu pun hanya bisa menangis dan merasakan seluruh tubuhnya yang begitu sakit.
"Jangan tidur dulu sayang, kau masih harus melayani anak buahku yang lain. Kau sangat menikmatinya bukan? Aku menyukai gadis cantik dan penurut seperti mu"
"Satu jam lagi aku akan kembali, jika kau belum puas aku akan siap bermain denganmu lagi sayang" pria itu menepuk pipi sang wanita dan langsung beranjak pergi.
__ADS_1
"Aku benci kalian semua" ucap wanita itu begitu pelan, ia terus meringis menahan rasa sakit di tubuhnya. Beberapa pria bertubuh besar masih asik bermain dengan tubuh indah wanita itu dan tidak memperdulikan jika sang wanita begitu keskitan.