
Arzu memijat pelepisnya, ia sangat pusing karena saat ini Monik sedang menangis. Saat ini mobil Arzu sudah terparkir di depan restoran Jepang terkenal di Jakarta.
"Monik gak mau makan di sini, Monik mau ke tempat lain" ucap Monik di sela isakannya.
"Tadi kamu bilang mau makan di sini" ucap Arzu dengan lembut sambil menghapus air mata Monik.
"Gak jadi, Monik mau makan di tempat lain" rengek Monik.
"Ok, kamu mau makan di mana?" tanya Arzu begitu lembut, namun Monik menggeleng karena ia juga bingung. Bingung karena Monik sama sekali tidak banyak tahu tentang restoran enak di Jakarta.
"Kamu membuat aku bingung honey" ucap Arzu kembali memijat keningnya.
"Kakak marah? Marah sama Monik?" seru Monik menatap Arzu, Arzu menghela nafasnya.
"Enggak sayang, tapi... "
"Ya sudah, kalau kakak tidak mau temenin Monik gak jadi masalah. Monik bisa sendiri" ucap Monik yang langsung keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan kasar.
"Sayang.. Oh tuhan, ada apa dengannya?" ucap Arzu begitu frustrasi, Arzu keluar dari mobil untuk menyusul Monik.
"Sayang, mau kemana? Ini sudah malam?" ucap Arzu menarik tangan Monik hingga Monik menghentikan langkahnya.
"Monik mau cari tempat makan sendiri, kakak kan tidak mau temani Monik. Sudah sana kakak pulang saja" ucap Monik dengan ketus.
"Kapan aku mengatakan hal itu?" tanya Arzu menangkup wajah Monik, Monik memasang wajah masamnya.
"Ok, sekarang kamu mau kemana?" tanya Arzu, wajah Monik seketika berubah menjadi ceria. Ia melihat kiri dan kanan, lalu matanya tak sengaja melihat sebuah kafe yang lumayan besar.
"Monik mau minum kopi, boleh ya?" ucap Monik menatap Arzu penuh harap.
"Kopi? Bukannya kamu tidak suka kopi?" tanya Arzu menatap Monik haran.
"Hmmm... Monik juga tidak tahu kak, sekarang Monik mau minum kopi" ucap Monik menyentuh dada Arzu.
"Ya sudah, kita kesana" ucap Arzu yang berhasil membuat Monik bahagia.
"Mas, Latte sama cake star dua" ucap Arzu pada seorang writers pria. Arzu memilih tempat yang paling ujung dimana mereka bisa melihat kendaraan berlalu lalang.
"Baik, mohon tunggu sebentar" ucap waiter itu yang langsung pergi.
"Kak, disini tempatnya enak dan nyaman" ucap Monik, ia menatap sekelilingnya dengan senyuman yang tak putus dari bibirnya.
"Ini Cafe terbaik di Jakarta" ucap Arzu menatap Monik, Monik tersenyum dan ikut menatap Arzu dengan penuh cinta.
"Kakak sangat tampan" ucap Monik mengelus pipi Arzu.
"Hmmm... Baru menyadari?" tanya Arzu yang berhasil mendapatkan cubitan kecil dari Monik.
"Sakit sayang" ucap Arzu memegang tangan Monik yang digunakan untuk mencubit tanganya.
"I Love you" ucap Monik mendekatkan wajahnya dengan Arzu.
"I love you more" ucap Arzu mengelus pipi Monik, lalu keduanya saling tersenyum.
"Selamat malam semuanya, selamat menikamati hidangan kami. Untuk menambah kenyamanan kalian, saya akan menyanyikan sebuah lagu. Semoga kalian menyukainya" ujar seorang gadis cantik yang sudah berdiri diatas panggung. Monik menatap Arzu sekilas lalu ia kembali pokus pada gadis cantik di panggung.
Suara musik mulai memenuhi kafe, Monik sangat menikmati suasana yang membuat hatinya sedikit tenang. Setelah sebuah lagu selesai, Monik mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Ya, untuk mbak cantik di sana. Apa anda ingin menyumbangkan sebuah lagu?" tanya gadis itu dengan semangat.
"Ya, suami saya akan menyanyikan sebuah lagu" ucap Monik dengan semangat, Arzu yang mendengar itu langsung membulatkan matanya.
"Please, mau ya?" rengek Monik.
"No, aku tidak bisa bernyanyi" ucap Arzu menolak keinginan Monik, seketika bendungan dimata Monik terlihat dan hanya tinggal menunggu tumpah. Arzu yang melihat itu langsung berdiri dan berjalan menuju panggung. Air mata Monik seketika menguap begitu saja.
"Maaf mengganggu kalian semua. For you my wife. Aku akan menyanyikan sebuah lagu Just The Way You Are, Bruno Mars" ucap Arzu menatap Monik dengan lekat. Musik kembali menyala, senyuman bahagia terlihat dari wajah Monik.
Her eyes, her eyes
Make the stars look like they’re not shinin’
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying
She’s so beautiful
And I tell her everyday
I know, I know
When I compliment her she won’t believe me
And it’s so, it’s so
Sad to think that she don’t see what I see
But every time she asks me, “Do I look okay?”
I say
When I see your face
There’s not a thing that I would change
‘Cause you’re amazing
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
‘Cause, girl, you’re amazing
Her lips, her lips
I could kiss them all day if she’d let me
Her laugh, her laugh
She hates but I think it’s so sexy
She’s so beautiful
And I tell her everyday
__ADS_1
Oh you know, you know, you know
I’d never ask you to change
If perfect’s what you’re searching for
Then just stay the same
So don’t even bother asking if you look okay
You know I’ll say
When I see your face
There’s not a thing that I would change
‘Cause you’re amazing
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
‘Cause, girl, you’re amazing
The way you are
The way you are
Girl, you’re amazing
When I see your face
There’s not a thing that I would change
‘Cause you’re amazing
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
‘Cause, girl, you’re amazing
Suara tepuk tangan memenuhi Kafe seiring berhentinya musik yang mengiringi Arzu bernyanyi. Monik menghapus air matanya, ia sangat terharu dan tak pernah menyangka jika suara Arzu begitu merdu.
"Thanks" ucap Arzu yang langsung turun dari panggung dan kembali menghampiri Monik.
"Terimakasih" ucap Monik yang langsung memeluk Arzu.
"Maaf, suaraku tidak bagus" ucap Arzu mencium pucuk kepala Monik, Monik melepas pelukkanya dan menatap Arzu lekat.
"Suara kakak sangat merdu, Monik tidak pernah tahu jika kakak pandai bernyanyi" ucap Monik menyentuh rahang Arzu.
"Hanya untukmu" ucap Arzu kembali mengecup kening Monik.
"Hmm, ya sudah, kita makan. Kamu lapar bukan?" tanya Arzu yang di jawab anggukkan oleh Monik. Keduanya kembali duduk dan menyantap hidangan yang sudah mereka pesan. Malam ini Monik benar-benar sangat bahagia, ia selalu berharap kebahagiaan akan selalu bersama mereka hingga akhir hayat.
"Aku bahagia, ternyata kau memang mendapatkan orang yang tepat. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu gadis kecilku" ucap seorang pria yang keberadaannya tak jauh dari tempat duduk Monik dan Arzu.
__ADS_1