
Sudah larut malam Arzu masih belum bisa memejamkan matanya, ia terus memikirkan tentang Elsha. Bagaimana pun semua ini berawal dari Arzu, ia masih tidak habis pikir kenapa harus adiknya yang menjadi korban dari masalah yang seharusnya ia tanggung, bukan adiknya.
Sebuah tangan melingkar di perut Arzu hingga berhasil membuatnya terkejut, ia melihat kesamping dan menatap Monik yang sedang tertidur pulas. Arzu mengubah posisi menghadap Monik, Arzu mengelus pipi Monik dengan lembut karena tidak ingin membangunkan istrinya.
"Terimakasih sudah menjadi penguat dan penyemangat dalam hidupku" ucap Arzu mencium kening Monik, Monik membuka matanya perlahan karena merasa tidurnya terganggu.
"Kakak belum tidur?" tanya Monik dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, Arzu menggeleng pelan sambil tersenyum.
"Ini sudah malam kak, tidurlah. Besok kakak harus kerja" ucap Monik menenggelamkan wajahnya di leher Arzu.
"Masih ingin melihat wajah manis kamu" ucap Arzu yang berhasil membuat Monik terkejut.
"Kakak sedang gombal? ini waktunya tidur kak bukan gombal" ucap Monik mencubit hidung Arzu. Arzu hanya tersenyum dan menyatukan keningnya dengan kening Monik, ia mengecup bibir Monik sekilas.
"Kita tidur" ucap Arzu menarik Monik kedalam pelukannya, Monik memejamkan matanya sambil menghirup wangi tubuh Arzu.
"I love you" ucap Arzu memejamkan matanya.
__ADS_1
"I love you to" ucap Monik mengeratkan pelukannya dan ikut memejamkan matanya.
***
Pagi hari Arzu sudah sudah terlihat rapi dengan snelli di lengan kakananya. Ia tersenyum saat melihat Monik yang sedang sibuk di dapur. Arzu berjalan dengan pelan agar langkahnya tak terdengar oleh Monik, Arzu meletakkan snelli nya di kursi. Ia melingkarkan tanganya di perut Monik dengan tiba-tiba hingga Monik terlonjak kaget.
"Ya ampun kak, Monik kaget tau gak?" ucap Monik kesal, Arzu yang mendengar itu hanya tersenyum. Ia membalik tubuh Monik dengan lembut dan menatap wajah Monik yang terlihat lebih fresh.
"Ada apa?" tanya Monik bingung saat melihat wajah Arzu yang berubah sedih.
"Apa aku terlalu buruk dan jahat?" ucap Arzu menatap Monik begitu dalam, Monik yang mendengar itu mengernyitkan keningnya. Ia menghela napas dan mematikan kompor.
"Tapi... Setelah Monik kenal kakak lebih dalam, Monik tahu jika di balik wajah dan sifat dingin kakak itu terdapat sebuah kehangatan yang bisa membuat semua orang nyaman saat berada didekat kakak, kehangatan yang hanya akan keluar saat bersama keluarga dan orang yang kakak sayang"
"Monik tahu apa yang saat ini kakak pikirkan dan rasakan, buang jauh-jauh pikiran buruk tentang diri kakak sendiri. Mungkin orang lain tidak akan pernah tahu dan mengerti seperti apa diri kakak, makanya mereka berfikir jika kakak itu jahat dan memiliki pikiran buruk pada kakak"
"Jangan pernah menyalahkan diri kakak tentang apa yang terjadi pada Elsha. Ini semua ujian dari yang maha kuasa, mungkin dia ingin mendekatkan lagi hubungan kita yang sedikit renggang. Monik lihat kakak sudah sangat jarang berkumpul bersama keluarga kakak, mungkin dengan kejadian ini kita bisa belajar jika hubungan kekeluargaan yang baik itu akan menjadi kekuatan untuk melawan badai yang kapan saja bisa datang" Arzu terpaku saat mendengar perkataan Monik yang begitu menampar hatinya, Monik memang benar. Selama ini Arzu terlalu sibuk dengan urusan sendiri hingga sangat jarang memberikan waktu untuk berkumpul dengan keluarganya.
__ADS_1
"Terimakasih, aku tidak salah memilih istri yang begitu manis dan baik sepertimu" ucap Arzu memeluk Monik, tanpa Arzu sadari air matanya menetes.
"Jangan pernah menyerah dan mengeluh apa pun yang terjadi" ucap Monik mengelus punggung Arzu, Arzu melerai pelukannya dan menangkup wajah Monik.
"Jangan pernah tinggalkan aku" ucap Arzu menatap Monik begitu lekat.
"Monik tidak berjanji, tapi Monik akan berusaha untuk tetap berada di samping kakak hingga maut yang memisahkan kita" ujar Monik yang mendapat senyuman lebar dari Arzu.
"Monik sangat suka melihat kakak tersenyum, kakak sangat tampan" ucap Monik tersenyum begitu manis.
"Senyuman yang hanya akan aku berikan pada orang yang begitu berharga dalam hidupku" ucap Arzu mengecup pucuk kepala Monik, Monik memejamkan matanya.
"Apa kamu sudah selesai memasak? Aku sangat lapar" ucap Arzu yang berhasil membuat Monik tertawa, Arzu tetaplah Arzu. Terkadang romantis, cuek, perhatian dan semua itu bisa berubah setiap saat.
***
Di sebuah pesawat terlihat seorang wanita cantik sedang bersandar manja di pundak wanita paruh baya, di sebelahnya juga terlihat seorang pria tampan dengan usia yang terpaut jauh dengan wanita cantik itu.
__ADS_1
Wanita cantik itu sama sekali tidak ingin bicara, pandangan begitu kosong seakan tak ada lagi kehidupan disana.
"Tidur lah, perjalanan masih sangat lama" ucap pria itu mengecup pucuk kepala wanita cantik dan wanita paruh baya bergantian.