
BRUUKK
Seorang wanita tak sengaja menabrak pria tampan hingga barang sang pria pun berjatuhan di lantai.
"Maaf, aku gak sengaja" ucap wanita itu mengambil barang sang pria yang berserakan di lantai.
"Lain kali perhatikan jalan" ucap Pria itu dingin sambil mengambil paksa barang miliknya dari tangan sang wanita.
"Jutek banget sih mas, kan saya sudah minta maaf" ucap wanita itu mengerucutkan bibirnya, namun sang pria sama sekali tidak menghiraukannya dan langsung beranjak pergi.
"Ya ampun, itu mah lebih parah dari kak Zu... Ih jangan sampe dapat jodoh kayak gitu, mitamit deh" ujar wanita itu yang tak lain adalah Elsha, Elsha melanjutkan langkahnya menuju supermarket.
Setelah selesai membeli barang yang ia butuhkan Elsha langsung beranjak menuju mobilnya untuk pulang, namun tanpa ia sadari seseorang menghampiri dirinya.
"Huuuummfff" organ itu membekap Elsha dan membawa Elsha kesebuah mobil, Elsha merasa kepalanya sangat pusing karena bau yang menyengat dari benda yang membekapnya. Elsha tak sadarkan diri karena terkena obat bius.
"Halo Bos, wanita ini sudah berada ditanganku" ujar pria yang menculik Elsha.
"Baik lah, akan aku lakukan" sambungnya, ia mematikan sambungan telponya dan menatap Elsha sambil tersenyum.
***
__ADS_1
"Kak, kenapa harus ditutup sih?" tanya Monik yang saat ini matanya tertutup kain hitam, Arzu yang mendengar itu hanya tersenyum. Saat ini Monik dan Arzu sudah berada di Maldives untuk honeymoon sesuai rencana yang sudah Arzu buat.
"Masih jauh ya?" tanya Monik saat merasa tak kunjung sampai ketempat yang sudah Arzu siapkan.
"Sabar, sedikit lagi" ucap Arzu menuntun Monik begitu lembut dan hangat, Monik hanya tersenyum mendengar ucapan Arzu.
"Kita sudah sampai" ucap Arzu membuka penutup mata Monik, Monik mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia sangat terkejut saat melihat dua kursi dibawah payung merah dan meja didepannya menghadap ke hamparan laut berwarna biru.
"Bagaimana, kamu suka?" tanya Arzu, Monik mengangguk antusias.
"Cantik, seperti kamu" ucap Arzu mencium lekuk leher Monik dengan lembut, Monik merasakan darahnya berdesir.
"Terimakasih" ucap Monik mengelus kepala Arzu, ia membalikan tubuhnya menghadap Arzu. Monik tersenyum menatap wajah Arzu yang sangat tampan, ia menyatukan bibirnya dengan bibir Arzu. Arzu menarik pinggang Monik hingga tak ada lagi jarak diantara keduanya, Monik mengalungkan kedua tangannya dileher Arzu.
"I love you" ucap Arzu melepaskan ciumannya, ia mengecup kening Monik begitu lembut.
"I love you to" ucap Monik memeluk Arzu, ia merasakan kehangatan Arzu yang tak akan pernah berubah.
"Aku punya sesuatu, berbalik lah" ucap Arzu, Monik mengernyit bingung dengan ucapan Arzu.
__ADS_1
"Berbalik sayang" ucap Arzu membalikan tubuh Monik, lalu ia mengeluarkan sebuah kalung emas putih bermata biru dan memasangnya dileher jenjang Monik. Monik sangat terkejut, ia menyentuh kalung itu tak percaya.
"Kak, ini terlalu.... "
"Kamu sangat cocok memakainya, jangan pernah melepasnya" ucap Arzu kembali menarik tubuh Monik untuk menghadapnya. Monik tersenyum menatap mata biru Arzu, ia mengangguk pelan menyetujui keinginan Arzu.
"Kita makan, kamu lapar bukan?" tanya Arzu mengelus wajah Monik, Monik melihat hidangan yang sedari tadi sudah disiapkan di atas meja.
"Iya" ucap Monik tersenyum, lalu keduanya langsung duduk untuk menikmati makanan sambil melihat pemandangan yang begitu indah. Setelah selesai makan, Arzu turun untuk berenang.
"Turun?" tanya Arzu yang dijawab gelengan oleh Monik yang kini tengah duduk di tangga untuk melihat Arzu berenang, Arzu menyeringai dan langsung menarik Monik hingga Monik terjatuh.
"Aaaaa..." teriak Monik terkejut, Arzu tertawa ringan melihat ekspresi wajah Monik yang lucu.
"Tidak adil jika kamu hanya melihatku dari atas" ucap Arzu menarik tubuh Monik agar lebih dekat dengannya, Monik yang mendengar itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya kerena kesal dengan ulah suaminya.
"Apa kamu minta dicium?" ucap Arzu menggoda Monik, Monik menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.
Arzu kembali tertawa melihat wajah Monik, ia begitu gemas melihat wajah merona istrinya.
__ADS_1