ARZU

ARZU
Chapter 33


__ADS_3

"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Inna pada pria yang duduk di kursi tunggu, pria itu menoleh menatap Inna yang memasang wajah khawatirnya.


"kejadiannya begitu cepat, seseorang mencoba menculik putri anda. Apa mungkin keluarga kalian punya musuh?" ujar pria itu menatap Inna untuk meminta sebuah jawaban.


"Tidak, kami tidak pernah mempunyai musuh bahkan kami selalu menghindari hal itu" ucap Inna begitu yakin, memang selama ini keluarganya tidak pernah memiliki musuh.


"Baik lah saya sedang menyelidiki hal ini" ucap Pria itu mengangguk kecil, lalu tak lama terlihat pria paruh baya berjalan tergesa menghampiri keduanya, ia adanya Samuel Arlandska Willson. Samuel mengernyit saat melihat keberadaan sang pria.


"Mr. Jackson Leonard Mikhelson?" ucap Samuel menatap pria itu tak percaya begitu pun dengan Jack yang tak menyangka bisa bertemu dengan rekan kerjanya yang sudah lama tak bertemu, Inna yang mendengar itu menatap keduanya bingung.


"Ya, Mr. Samuel ini saya" ucap Pria itu bangkit dari duduknya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Samuel bingung kenapa Jack bisa ada disini. Jack adalah salah satu rekan kerjanya, siapa yang tak kenal dengan nama Jack sang pria tampan pemilik hampir seluruh perbankan di Indonesia. Ia juga pewaris tunggal dari keluarga Mikhelson yang memiliki kekayaan yang melimpah di negaranya, Rusia.


"Elsha hampir di perkosa pa" ucap Inna yang berhasil membuat Samuel terkejut.


"Siapa yang berani melakukan hal itu pada putriku? Dia cari mati" Samuel tersulut emosi karena putri kecilnya sudah dilecehkan.


"sedang diselidiki, setelah putri anda bangun nanti, polisi akan datang kesini kerena saya sudah membuat laporan" ujar Jack menepuk pundak Samuel.


"Saya harus pergi karena masih ada urusan, saya akan hubungi anda jika sudah mendapat petunjuk" sambung Jack, ia saat ini harus terbang ke Belanda untuk mengurus cabang perusahaannya di sana.


"Baik lah, terima kasih sudah membantu putriku" ucap Samuel menyetuh pundak Jack.

__ADS_1


"Sudah kewajiban manusia untuk saling membantu" ujar Jack, lalu ia langsung beranjak pergi meninggalkan Samuel dan Inna.


"Apa dokter sudah keluar?" tanya Samuel yang dijawab gelengan oleh Inna.


***


Monik menatap makanan yang ada di hadapannya tidak semangat, pandangannya beralih pada seorang pasangan yang sedang bercanda ria dengan balita yang begitu menggemaskan.


"Sayang, makan jangan melamun" ucap Arzu menarik dagu Monik agar menatap dirinya, Arzu tahu kemana arah pandangan Monik. Ia tidak ingin melihat Monik bersedih lagi, ia tidak sanggup harus melihat air mata Monik yang begitu berharga baginya.


"Makan, jangan berpikir yang bukan-bukan" ucap Arzu sangat lembut, Monik yang mendengar itu tersenyum dan menggeleng pelan.


"Setelah ini kita akan berkeliling" ucap Arzu yang berhasil membuat Monik berbinar, Monik memang sangat bosan terus berada di kamar.


"Kak kita kesana" ucap Monik begitu semangat sambil menarik tangan Arzu menuju dua buah ayunan yang terhubung langsung dengan laut.



"Kak duduk disini" ucap Monik menunjuk ayunan yang masih kosong disebelahnya. Arzu berjalan dan menuruti keinginan Monik, Monik tersenyum bahagia.


"Ah senangnya bisa menikmati indahnya ciptaan Allah bersama organ yang kita cintai" ucap Monik menatap laut biru, Arzu yang mendengar itu tersenyum karena hatinya menghangat saat mendengar ucapan terakhir Monik.


"Monik pengen banget bawa ibu dan Moli kesini, tapi itu entah kapan. Kakak tahu? Monik selalu bermimpi bisa membawa ibu dan Moli keliling dunia. Hahaha...lucu bukan mimpi Monik? Mimpi yang tak mungkin akan terjadi karena semua itu begitu sulit untuk di capai. Hmmmm tapi tidak apa-apa karena salah satu mimpi Monik sudah tercapai" Arzu mengernyit bingung mendengar ucapan terakhir Monik. Monik tersenyum melihat Arzu, ia tahu jika Arzu tidak mengerti dengan ucapannya.

__ADS_1


Monik bangun dari duduknya dan menghampiri Arzu, ia duduk dipangkuan Arzu sambil bergelayut manja. Monik menatap mata biru Arzu begitu dalam.


"Mimpi bisa mendapatkan suami yang baik, mencintai Monik apa adanya dan... " Monik menggantung ucapanya dan tersenyum menatap Arzu yang penasaran untuk mendengar lanjutan dari ucapan Monik.


"dan...?" ucap Arzu mengulang ucapan Monik, Monik yang mendengar itu tertawa renyah.


"Monik" ucap Arzu yang kesal karena Monik menertawakan dirinya. Monik memeluk Arzu dengan lembut dan berbisik ditelinga Arzu.


"dan punya suami tampan yang begitu agresif dan sangat hot" Arzu membulatkan matanya saat mendengar bisikan Monik yang menggelikan, Monik tertawa lepas setelah mengucapkan kata-kata vulgarnya.


"Benarkah?" ucap Arzu yang langsung menggendong Monik ala britdal style, Monik memekik karena terkejut.


"Kyaaaa... Turunkan Monik kak, mau di bawa kemana?" teriak Monik meronta agar Arzu menurunkan dirinya, namun tenaga Monik tidak ada artinya bagi Arzu.


"Aku akan memperlihatkan bagaimana suami kamu yang begitu hot" ucap Arzu menatap lurus kedepan, Monik sangat menyesal sudah mengatakan hal itu pada Arzu.


"Hahaha...hot cream kali ya?" tawa Monik pecah karena sudah berhasil mengerjai suaminya, Arzu sangat kesal dengan ucapan Monik.


"aaaa....kenapa ke laut? Huaaaaaaa monik gak mau basah kak" teriak Monik begitu panik dan...


Byuuurr


Arzu melempar tubuh Monik kedalam air, ia begitu senang bisa membalas Monik yang sudah mengerjainya.

__ADS_1


"Ihhh ngeselin, Monik harus mandi lagi kak" rengek Monik mengerucutkan bibirnya, Arzu menaikkan kedua bahunya dan langsung melenggang pergi meninggalkan Monik yang masih sangat kesal.


"ih nyebelin deh punya suami, aku sumpahin kakak gak akan bisa ninggalin aku selamanya" teriak Monik begitu kesal.


__ADS_2