Azeeyra

Azeeyra
Kedatangan perusuh.


__ADS_3

Malam minggu romantis yang dinantikan reynard sepertinya terancam gagal. Karena sore harinya tiga curut dan dua laki-laki penganggu lainya datang membuat rusuh ke apartement nya.


"Kangen adek cantik ku. Gimana kabar mu dek? bocah ini nggak main kasar kan sama kamu? " Tanya daniel sambil memeluk zee. Mata reynard yang melotot tidak dipedulikan kan nya. Bahkan daniel dengan sengaja mencium pipi zee beberapa kali.


"Jangan cium-cium istri gue kak daniel. Cium kak aira sana, ngapain sih kalian kesini. " Protes reynard sambil berkacak pingang.


Yap, sewaktu acara pesta pernikahan zee dan reynard, daniel memberitahu keluarganya tentang hubungan nya bersama aira. Kedua keluarg mereka tentu saja merasa senang, meskipun pernah terjadi konflik dengan kakek nya dulu tapi daren dan ayahnya aira tidak ambil pusing karena semua keputusan ada ditangan mereka.


"Istri lo itu adek gue, sirik aja sih, kalau aira mah udah pasti dicium walau nggak kamu suruh sekalipun. " Jawab daniel yang mendapat cubitan dipinggang nya oleh zee.


"Kak aira nggak kesini? " Tanya zee. Satu tangan nya mengelus rambut hitam daniel.


"Nanti juga datang kok, bareng sama dua teman kamu itu dek, katanya sih mau beli apa dulu itu nggak tau juga kakak. " Jawab daniel sembari merebahkan kepalanya dipaha zee.


Reynard melirik sinis kearah daniel. Tapi pria dewasa itu malah mencibir padanya. Selalu saja disaat dia ingin berduaan dengan istrinya ada saja yang datang menganggu.


"Tenang dong bocah jangan marah lo, habis makan malam kita pergi kok. "Ucap daniel pada reynard.


Cih! Reynard mendengus kesal. Dia sudah hafal tabiat kakak ipar nya itu. Jika dia dan abi sudah datang, maka mereka tidak akan pergi sebelum zee yang mengamuk.


Tidak lama kemudian aira dan siska serta karen juga datang membawa banyak camilan dan minuman soda.


"Eh, aduh , aduh, pengantin baru aura nya emang beda ya, cling. . . cling. . Bersinar kayak lampu kamar mandi satpam rumah gue. "Celetuk karen yang memang sejak zee menikah baru bertemu lagi karena kesibukan nya mengurus pendaftaran kuliah kedokteran nya.


"Siaalan lo. "Umpat zee. Namun tidak dipungkiri hatinya merasa senang karena bisa berkumpul lagi dengan para sahabatnya.


"Sayang, sini, kamu capek nggak? kok pakai bawa makanan segala sih, disini kan banyak cemilan. "Ujar daniel dengan wajah tak tau malu.


"Kok banyak banget camilan nya kak, kalian mau begadang apa gimana sih? "Tanya zee melihat empat kantong kresek cemilan dan minuman kaleng.


Tidak. . . Wajah reynard sudah tak bersahabat lagi, jangan sampai mereka berniat begadang dirumahnya. Jika iya, maka dia dan zee tidak akan bisa tidur berdua lagi.


"Tentu saja, malam ini kita mau nginep disini, begadang sambil nonton drakor. "Jawab siska. Tuh kan yang dikhawatir kan reynard terjadi juga.

__ADS_1


"Yes. . . " Pekik saka dan denis bersamaan. "Kita juga mau nginap disini. " Lanjut saka cengengesan.


"Emang nya lo suka nonton drakor juga? " Tanya siska sinis.


"Enggak sih, emang drakor apaan? Film semi jepang apa semi china? "Tanya saka lagi dengan alis turun naik mengoda siska.


Plak. . .


" Otak mesum lo, anjiir, gue jadi was-was deh satu ruangan sama lo, berasa nggak aman gue. "Ujar siska dengan wajah takut.


" Nggak aman apa sih, tinggal pakai kon**m aja dijamin aman. Ya ngga rey? "Kata saka dengan wajah mesum nya. Membuat semua orang yang ada diruangan itu menatap jijik kearahnya.


"Saka. . . " Tegur reynard membuat saka langsung kicep. Ia merasa omongan saka kali ini udah kelewatan. Apalagi ada zee dan kakak nya aira disini.


"Mampus lo, ditegur dikit doang langsung takut, jadi orang jangan mesum-mesum amat dong. " Ledek denis yang sudah tertawa bersama seno.


"Siaalan lo, gue nggak takut ya, cuma menghargai tuan rumah dng gue mah. " Elak saka yang tidak ingin mengakui bahwa dirinya sebenarnya memang takut pada reynard.


"Ciee. . . si paling menghargai ni ye. . " Denis terus mengejek saka. Membuat laki-laki itu bungkam tidak mau meladeni lagi.


"Ya elah rey, sekali-kali doang. Mumpung belum sibuk kuliah, setelah ini belum tentu kita bisa ngumpul kayak gini kan. "Ucap seno yang bersiap-siap mengidupkan tv.


" Udah, bener apa kaylta seno, mumpung belum sibuk kuliah. "Ucap zee membenarkan perkataan seno.


Reynard mengangguk pasrah. Nggak ada gunanya juga dia mengeluh. Awalnya mereka nonton nya santai aja sambil ngemil, tapi tidak lama kemudian terdengar teriakan dari siska karen dan aira.


Setiap ada adegan kiss dicerita itu mereka akan berteriak seperti kesetanan dengan wajah malu-malu. Istrinya pun tak ketinggalan, gadis itu terus aja senyum-senyum seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Ada saja yang membuat darah reynard mendidih. Entah itu mereka membuang sampah snack sembarangan. Saling pukul sambil tertawa. Hingga memukul-mukul karpet lantai. Jika tidak mengingat istrinya yang tampak bahagia reynard pasti sudah menghancurkan tv itu dengan tongkat base ball yang ada disudut kamar nya.


"Baby. . . Tidur yuk! " Rengek reynard yang sudah tidak tahan lagi melihat kehebohan perusuh itu.


"Mereka kenapa nonton nya gitu sih udah kayak sutradara aja. " Keluh reynard sambil membenam kan kepalanya diperut rata zee.

__ADS_1


Ia sudah tidak sanggup lagi mendengar celotehan para sahabatnya itu. Entah kenapa mereka terus mengoceh dan marah-marah sendiri padahal itu cuma drama tapi seakan mereka yang ada di sana.


"Ya ampun, kok bodoh banget sih jadi cewek mau-mau aja dijadiin selingan. " Ujar siska kesal.


"Aduuh, kejar dong bangkee, jadi cowok lembek amat nggak ada effort nya sama sekali. " Karen ikut mengomentari.


"Itu karena si cewek terus jual mahal, laki mah jangan di uji mulu, lama-lama kesel juga jadinya, kita kalau udah suka nggak perlu di uji kali. " Saka menimpali.


Reynard melongok melihatnya. Ajaib sekali mereka. Artis itu yang dapat duit mereka dapat kesalnya doang. Bener-benar hebat yang nulis naskah nya, bisa bikin orang yang nonton terbawa suasana.


Zee tersenyum dan mengelus rambut reynard. "Itu karena nonton nya rame-rame. Kalau nonton sendiri nggak bakal seheboh ini kok. Kamu yang sabar ya. " Ucap zee.


"Iya, maaf ya baby. "


Daniel menoleh menatap kearah reynard. "Bisa nggak kalian berdua mesra-mesraan nya dikamar aja, mentang-mentang udah nikah. Jadi nggak tau tempat. "Protes daniel yang bersandar dipangkuan aira.


Zee dan reynard ternganga mendengar perkataan daniel. Kok ada ya orang se-nggak tau diri ini. " Kalau ngomong tu ngaca dong kak, gue sama zee mending suami istri kalian berdua apa? Udah kayak perangko aja nempel mulu. "Sinis reynard.


Mulut zee semakin ternganga mendengar jawaban suaminya. Apa dia lupa ingatan ya, kayak yang dia nggak nempel aja sewaktu pacaran sama zee.


Bener kata orang, maling teriak maling.


" Kalian ini emang cocok ya jadi saudaraan. Sifat dan sikapnya sama. Sama-sama nggak tau diri. "Ujar aira hingga membuat zee tertawa.


Ucapan aira membuat reynard dan daniel melotot. Bisa-bisanya gadis ini mengatakan hal itu. "Kak aira, awas aja nanti, aku sebarin aib kakak. " Ancam reynard.


"Rey, kok gitu sih, dia kakak perempuan kami loh. " Tegur zee.


"Kak aira nyebelin sayang, masa aku dibilang nggak tau diri. " Adu reynard dengan nada manja.


"Ya kan, emang gitu kenyataan nya. "Jawab zee sambil terkekeh. Mendengar itu reynard malah semakin merajuk. Dia berdiri dari tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar zee semakin terkekeh melihat sikap kekanakan suaminya. Jangan salah, reynard seperti itu hanya ketika bersama zee saja ya. Didepan orang lain dia akan menjadi cowok dingin dan kaku.


Zee membiarkan reynard masuk kamar tanpa berniat menyusulnya. Kemudian ia kembali fokus menonton bersama yang lain.

__ADS_1


****


__ADS_2