Azeeyra

Azeeyra
PANGGIL AKU MESUM


__ADS_3

Ranum nya celoteh burung gereja, serta riangnya tarian camar, mengusik tidur seorang gadis, ia membuka matanya tanpa beban, menyambut sinar mentari pagi yang terasa damai.


Zee bangkit dari tidurnya membuka jendela balkon membiarkan hembusan angin menyapanya. Ia memejamkan mata sejenak menikmati angin yang membelai wajahnya dengan manja.


Diluar kamar leo berdiri dengan gelisah dia sudah menunggu disana hampir dua jam, ingin mengetuk pintu namun ia tidak berani, takut mengganggu istirahat nona mudanya.


Zee menarik diri dari keindahan mentari, ia beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri, sepuluh menit ia keluar dengan wajah yang segar.


Zee memakai atasan tanpa lengan berwarna cream polos, rok hitam sepanjang betis dengan belahan sampai setengah paha, sepatu boots hitam dan kaus hitam panjang sedikit dibawah lutut. Bibirnya berwarna orange kemerahan, rambutnya dibiar kan tergerai.


Selesai mematut diri zee bersiap keluar kamar. Zee membuka pintu, leo sudah menunggu hingga lelah.


"Pagi leo. " Sapa zee dengan senyum manis.


Leo menunduk kan matanya. "Selamat pagi juga nona muda. " Balas leo dengan wajah datar.


Zee berjalan pelan menuruni anak tangga. "Sudah sarapan? "


"Sudah nona. "


Zee hanya berdehem kecil, kemudian melanjutkan langkahnya.


***


"Nona tidak sarapan? " Tanya leo ketika sudah berada dalam mobil.


Zee menatap keluar jendela, ekspresinya terlihat dingin dan datar. Kemudian berkata. "Nanti."


Leo tidak bicara lagi, dia mulai fokus menyetir mobil. Selama perjalanan entah sudah berapa kali zee menghela nafas, sesekali leo melirik nona mudanya melalui kaca spion, ingin bertanya, namun dia bingung bagaimana memulainya.


Tak berselang lama mobil yang dikendarai leo tiba di mansion reynard, leo membuka kaca mobil belakang sehingga satpam dapat melihat wajah zee.


Segera mereka membuka pintu gerbang setelah mengingat siapa gadis didalam mobil.


Mobil mewah itu meluncur tanpa hambatan dan berhenti didepan pintu utama mansion.


Zee meremas roknya kuat, tiba-tiba perasaan gugup menyapanya, jantungnya berdebar dengan cepat. Sekali lagi zee menghembuskan nafas panjang. Leo sudah membuka kan pintu mobil namun zee tak kunjung keluar.


Merasa sudah siap, zee keluar dari mobil dengan perasaan campur aduk. Otaknya tidak bisa memikirkan apa pun saat ini, benar-benar kacau.


Melihat wajah gugup nona mudanya, leo dengan berani berucap. "Apa saya perlu menemani nona kedalam? "


Dengan cepat zee menggeleng kan kepala. "Tidak, sampai disini saja. "


Seorang laki-laki berpakaian serba hitam membuka kan pintu, zee masuk kedalam mansion itu. Tampak seorang maid yang sedang bersih-bersih, ia bergegas menghampiri zee yang berdiri di depan pintu.


"Nona muda. " Panggil maid yang memang sudah mengenal azeeyra.


"Hmm... Dimana semua orang? " Tanya zee yang melihat mansion tampak sunyi.


"Anu... I-i itu nona. " Maid itu bicara dengan gugup, ia bingung, apa boleh dikatakan atau tidak.


"Ada apa? " Tanya zee tidak sabar.


"Nyonya ada di atas dikamar tuan muda. " Balas maid dengan kepala menunduk.


Tanpa bertanya lagi zee bergegas pergi kekamar reynard. Kamar reynard ada di lantai tiga. Zee menggunakan lift untuk naik kesana, begitu pintu lift terbuka dari jauh terlihat mommy sesil berdiri didepan pintu kamar reynard.


Beberapa pelayan juga ikut berdiri disana dengan sebuah troli makanan ikut mendampingi mereka.


"Mommy."panggil zee pelan.


Sesil yang tadi menunduk mengangkat kepalanya matanya membulat melihat gadis cantik yang berdiri didepannya.


Sesil menghampiri zee dan memeluk gadis itu, ia menangis terisak, dipelukan zee.

__ADS_1


" Kenapa mommy nangis? Dimana rey? "


Sesil melepaskan pelukan nya, ia mengusap air matanya. "Sejak kejadian itu rey selalu mengurung diri dikamar, terakhir dia keluar pulang dengan wajah penuh lebam. Dia tidak mengizinkan siapa pun mengobatinya. Hiks... Hiks... "


Zee terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang baru saja di dengar. Kenapa reynard sampai seperti itu?. Apa dia sedih memikirkan zee?.


"Boleh aku masuk mom? Mommy punya kunci cadangan kan? "


Sesil mengangguk cepat, dan menyerah kan kunci cadangan kamar reynard. kalau mereka punya kunci cadangan kenapa tidak masuk saja? Tentu karena reynard mengancam mereka. Jadi mereka tidak mau bertindak gegabah.


Zee mengambil kunci dan membuka pintu. Pertama kali masuk ruangan itu gelap karena lampu dimatikan, karena tidak terlihat apa-apa zee mencari kontak lampu, entah benda apa yang ada didepannya zee tidak dapat melihat dengan jelas.


Setelah lampu dihidupkan zee terkejut bukan main mendapati kamar yang sangat berantakan, hancur lebih tepatnya. Terlihat reynard tidur meringkuk dikasur yang sudah tergeletak dilantai.


Zee mendekati reynard dan duduk ditepi kasur. Ia mengelus rambut reynard dengan lembut, setetes embun turun dari sudut matanya.


Sungguh zee tidak menyangka reynard yang dipanggil monster jalanan, pemimpin geng dragon sekarang sedang terpuruk dalam kamar sendirian, wajahnya sedikit lebam, darah disudut bibirnya sudah mengering, jari-jari tangan nya penuh luka.


Reynard menggeliat saat merasakan sentuhan hangat dikepalanya, namun ia kembali tertidur, mungkin merasa nyaman karena zee terus mengelus kepalanya.


Zee ikut berbaring disamping kekasihnya. Dipeluknya tubuh reynard, zee merasa sedikit berbeda saat memeluk reynard, apa laki-laki ini menjadi kurus sekarang? lihat, baru beberapa hari saja rambutnya sudah panjang.


Zee menghembuskan nafas panjang, hatinya seketika hancur melihat keadaan reynard seperti sekarang. Zee tidak suka situasi ini.


Tidur reynard terusik saat zee menyentuh bibirnya yang terluka. Secara perlahan ia membuka mata dan mengerjap beberapa kali, matanya terpaku saat melihat senyum manis seorang gadis yang tengah memeluknya.


"Hai, selamat pagi sayang! " Sapa zee dengan lembut. "Reynard masih bergeming. Namun tangannya terangkat menyentuh wajah zee, ia membelai lembut pipi mulus zee. Namun sedetik kemudian ia menarik tangannya kembali, seakan tidak percaya gadis yang ada didepannya ini nyata, kembali reynard menyentuhnya. Kali ini zee menggenggam tangan reynard yang ada di pipinya.


" Aku kangen... "Ucap zee pelan, setetes air mata jatuh disudut matanya, hidungnya memerah sampai mengeluarkan air.


Jantung reynard berdebar keras, ia langsung menarik zee kedalam pelukan nya, dan menangis terisak, zee membalas pelukan reynard tak kalah erat. Mereka akhirnya menangis sambil berpelukan.


" Kangen kamu. "Bisik zee dalam dekapan reynard.


Reynard hanya mengangguk dan mencium kepala zee berulang kali.


Tangis zee kembali pecah, nah ini... Panggilan ini sangat ia rindukan. Benar-benar rindu. Reynard mengeratkan pelukannya saat merasakan tubuh zee bergetar.


"Iam sorry baby...Please, can I spend the whole day with you?" Suara reynard terdengar memohon.


Zee mengangguk dengan cepat. Ia mengubah posisinya jadi duduk, reynard mengikuti nya.


"Mandi dulu, setelah itu sarapan, aku datang pagi-pagi kesini belum sempat makan. " Ujar zee dengan suara manja.


Reynard tersenyum dan mencubit hidung zee pelan. Satu kecupan mendarat dikening zee.


"Tunggu aku disini kamu jangan kemana-mana. "Reynard berdiri dari duduknya dan beranjak kekamar mandi.


Sepuluh menit reynard keluar dengan wajah segar dan berpakaian rapi. Zee menatap laki-laki itu tak berkedip, meski sedikit kurus, tapi tidak mengurangi ketampanan nya. Reynard menutup mata zee dengan sebelah tangan kirinya, kemudian mencuri satu kecupan manis dibibirnya.


Zee memukul tangan reynard. Dan berkata. "Dasar mesum. "


Reynard terkekeh, melihat zee jengkel. Ditatapnya wajah gadis itu dengan mata berkaca-kaca. "Ini benar-benar kamu bee. " Suara reynard tercekat seolah akan menangis lagi.


Tadinya reynard masih mengira dirinya berhalusinasi, dan setelah ia mandi maka bayangan itu juga akan menghilang, namun saat mendengar zee mengatainya mesum, ia baru yakin bahwa ini adalah nyata.


"Bee aku.. "


"Ssttt, jangan katakan apapun. Sekarang obati luka kamu, aku juga lapar dan ingin makan. " Zee kembali merengek dengan manja.


Reynard tersenyum lebar, tanpa aba-aba ia mengangkat zee ala koala, zee melingkarkan kakinya di pinggang reynard dan mengalungkan tangan dileher nya.


"Rey... " Zee merengek menujuk belahan rok nya yang tersingkap sampai pahanya.


"Nggak apa-apa, kan aku yang lihat. "Ucap reynard dengan memainkan kedua alisnya.

__ADS_1


Zee mendengus kesal. " Cowok mesum. "Sungut zee dengan bibir cemberut.


Reynard malah tersenyum senang. " Aku suka panggilan itu. Panggil aku seperti itu lagi. "


Zee mengerutkan dahi. "Dasar aneh, cuma kamu yang senang di panggil mesum. "


Reynard semakin terkekeh mendengarnya, kemudian membawa zee keluar kamar, masih dengan mengendong zee reynard berjalan dengan santai.


"Siap kan makan nya, lalu bersihkan kamar. " Perintah reynard sifat sok berkuasa nya sudah kembali.


"luka kamu belum di obati. " ujar zee yang sudah duduk dimeja makan.


"hanya luka kecil, tidak masalah. " reynard tersenyum lebar melihat zee cemberut.


***


Reynard membawa zee kembali kekamarnya setelah selesai sarapan.


Reynard duduk disofa kamar setelah mengunci pintu, kemudian menepuk pahanya, meminta agar zee duduk dipangkuannya.


Zee mendekati reynard dan duduk berhadapan dengan laki-laki itu. Reynard menarik pinggang ramping zee lalu melingkarkan tangannya disana.


Reynard menatap zee dengan intens, zee menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dengan cepat pula reynard menarik tangan zee.


"Kenapa di tutupi? "


"Malu, kamu jangan liatin aku kayak gitu. "Ucap Zee manja, sambil mengusap pipinya yang terasa panas.


" Apanya yang malu, pacar aku cantik gini kok. " Reynard menyandarkan kepalanya di bahu zee dengan senyum puas.


"Bee.. Ingat janji kamu? " Tanya reynard dengan mata terpejam.


"Janji yang mana? "zee balik tanya.


"Kamu nggak bakal ninggalin aku selagi mommy dan daddy mendukung kita, aku benar-benar minta maaf atas sikap kakek sama kamu. " Reynard mengepalkan tinjunya. Seandainya orang tua itu bukan kakeknya, reynard pasti sudah memukuli nya sampai pria tua itu tidak bisa membuka mata lagi.


Seperti yang semua orang tau, reynard adalah pria yang kejam, tidak peduli pria atau wanita, jika dia di usik maka reynard akan membalasnya. Namun orang tua ini? Bagaimana reynard harus membalasnya?


Keheningan tiba-tiba saja melanda, zee teringat ucapan papanya semalam, ia tidak tahu bagaimana harus memberitahu pada reynard.


"Kenapa diam? " Rey membuka mata dan mendongak menatap ke arah zee.


Pertanyaan reynard membuat zee menggigit bibir bawahnya.


Reynard menyentuh bibir zee dengan ibu jarinya. "Jangan digigit. "Reynard mengangkat kepalanya dan menatap lekat wajah zee. " Kenapa? "


"Papa bukan strict parents, cuma....Papa minta waktu buat menenang kan hatinya sebentar. Dan... Dan untuk sementara waktu kita tidak bertemu dulu. "Zee memandangi wajah reynard yang tampak berkaca-kaca.


Reynard mengangguk kan kepala, ia mengusap rambut zee dengan pelan. " Aku mengerti, itu artinya papa kamu sayang banget sama kamu, orang tua mana yang tidak marah anak nya diperlakukan seperti itu. Kamu tenang aja, aku akan berusaha mengambil hati papa kamu lagi, kamu sangat berharga buat aku, jadi sudah sepantasnya kamu aku perjuangin. "


Zee terdiam sejenak. "Apa kita bisa tetap bersama. "


Reynard menghela nafas. "Kamu sendiri yang bilang kalau papa kamu bukan strict, terus apa lagi yang kamu takuti, aku hanya perlu membuktikan keseriusan ku pada keluarga kamu. "


"Aku sayang kamu. " Suara zee tercekat, karena air mata yang sudah menganak di pelupuk matanya, sekali saja ia berkedip maka air itu akan lolos dipipinya.


"Ssttt... Jangan nangis baby, aku tau kamu sayang sama aku, dan aku cukup senang karena akhirnya kamu mengakuinya. Kamu sabar dan tunggu aku ya? "


"I-i iya... " Jawab zee semakin sesegukan.


"Udah dong sayang, aku nggak suka ya lihat kamu nangis kayak gini. " Reynard membawa zee dalam pelukannya menepuk pelan punggung gadis itu agar lebih tenang.


"Mau tidur? " Tanya reynard ketika zee sudah berhenti menangis.


Zee hanya mengangguk seraya menghapus air matanya.

__ADS_1


***


__ADS_2