Azeeyra

Azeeyra
Selamat kan istri saya dok


__ADS_3

Bruk. . .


suara pintu di buka dengan keras mengalihkan perhatian bara yang sedang duduk ditepi ranjang dimana zee sedang terbaring tak sadarkan diri.


"Baby. . . " Reynard langsung menghampiri zee. Bara menyingkir dan memberikan ruang untuk reynard. Dalam hatinya bertanya-tanya siapa laki-laki ini.


"Kamu siapa? Ada hubungan apa dengan murid saya? " Tanya bara akhirnya. Dia merasa kesal melihat sikap reynard yang sepertinya akrab dengan muridnya itu.


Reynard menoleh matanya memerah. "Apa yang terjadi dengan istriku? Kenapa dia bisa pingsan? " Tanya reynard dengan rahang mengeras.


Bara terkejut mendengar ucapan reynard. Istri? Apa mereka suami istri? Sebelum bara menjawab. Pintu kembali terbuka. Empat laki-laki dan satu perempuan masuk tergesa-gesa.


"Belum sadar? " Tanya abi yang berdiri disamping ranjang.


Reynard menggeleng menatap nanar wajah pucat istrinya. "Sudah berapa lama dia pingsan? " Tanya abi pada bara.


"Hampir lima belas menit. " Jawab bara. "Tidak tau kenapa dia langsung menjawab begitu abi bertanya. Aura orang-orang ini membuat bara merasa sesak.


"Rey, mending bawa zee kerumah sakit aja, lima belas menit terlalu lama untuk pingsan biasa. " Usul siska yang disetujui yang lainnya.


Reynard mengangkat zee dan membawanya keluar kampus. Saka dan denis berlari lebih dulu menyiapkan mobil.


Denis mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Dikursi belakang siska mencoba memijit kaki zee agar gadis itu lebih relaks. Reynard mengusap kepala zee sambil terus memanggil istrinya.


Abi sendiri duduk dikursi depan dengan wajah pucat, dia tidak tau harus melakukan apa, dia teringat lagi saat-saat zee kecelakaan dan terjatuh dari tebing waktu itu. Sepertinya abi merasa trauma melihat adiknya dalam kondisi tak sadarkan diri begini.


Dokter memeriksa zee. Keningnya berkerut. Kemudian mengajukan beberapa pertanyaan. "Apa pasien sudah menikah? "


"Sudah dok, saya suaminya? Ada apa dengan istri saya? " Tanya reynard dengan wajah cemas.


"Bulan ini apa istri anda sudah datang bulan? " Tanya dokter lagi.


"Belum, masih dua minggu lagi. Apa penyakitnya parah? Apa aku perlu membawa dokter dari luar negri? Tolong selamatkan istri saya dokter. " Ucap reynard semakin gusar. Kepanikan tercetak jelas diwajahnya.


Dokter tersenyum. Bersamaan dengan itu zee tersadar. Dia memegagi perutnya yang masih terasa keram. "Sayang! kamu kenapa? Mana yang sakit? Kenapa sampai pingsan? " Tanya reynard tak sabar.


Zee mengedarkan pandangan dan menyadari dia sedang berada dirumah sakit. Dia tidak menjawab pertanyaan reynard. Kepalanya pusing dan rasanya mual sekali.

__ADS_1


Suara deheman menyadarkan reynard. Dia baru ingat dokter masih berada disini. "Bisa saya lanjutkan pembicaraan tadi tuan? "Tanya dokter dengan senyum tipis.


Reynard tidak langsung menjawab dia menoleh kerah zee. " Apa penyakitnya parah? Katakan pelan-pelan jangan membuatnya terkejut. "Pinta reynard sambil mengusap pungung tangan istrinya. Laki-laki yang biasa nya tenang itu sekarang terlihat kacau, dia bicara tidak seperti biasanya. Kata-katanya tidak mencermin kan seorang anak jenius sama sekali.


Dokter wanita itu tersenyum. Dia menyadari kalau pasangan muda ini baru menikah. "Baiklah, pertama-tama istri anda tidak sakit parah. Kedua, selamat karena sebentar lagi anda akan menjadi orang tua. Kehamilan istri anda memasuki usia dua minggu. "


Reynard menoleh kearah dokter wanita itu. Bibirnya bergetar ingin mengatakan sesuatu namun tidak ada suara yang dia keluarkan. Dia merasa syok dengan apa yang baru saja dia dengar. Hamil? Menjadi orang tua?


"Yang ketiga, istri anda sepertinya kelelahan dan juga banyak pikiran. Sehingga membuat perutnya kram. Jadi saya saran kan untuk tidak terlalu banyak bergerak dan juga jangan banyak pikiran. Jika ibu hamil terlalu stres itu akan menghambat perkembangan janin. "Dokter itu melanjutkan perkataan nya. Sambil menulis kan resep obat.


Reynard terdiam, dia memandangi wajah pucat istrinya. Apa yang membuat zee banyak pikiran? Apa dia ada masalah? Kenapa istrinya tidak mengatakan apapun padanya.


"Ini resep obat untuk satu minggu, jika ada yang perlu ditanyakan lagi silahkan hubungi saya. " Kata dokter sebelum keluar.


Reynard mengangguk. "Terimakasih dokter. "


Setelah dokter keluar lima laki-laki dan satu perempuan masuk dengan wajah khawatir. "Gimana? Apa kata dokter? " Tanya siska yang sudah duduk disisi ranjang.


"Hamil." Jawab reynard singkat.


Plak. . .


denis memukul kepala saka. "Lo udah kuliah anjiir, masih bego aja. Masa rey yang hamil. Keluar dari mana tu bayik. " Ucap denis, gemas sekali melihat tingkah konyol saka.


Saka hanya terkekeh. Dia memang sengaja untuk mencairkan suasana saja. "Ya kali aja keluar dari lubang pantat kan. "


Plak. . .


kali ini siska yang memukul kepala saka. "Jijik sumpah. Mending lo diem deh. "


Saka meringis. "Lama-lama bodoh beneran nih gue, kayaknya dalam setahun ini nggak kehitung lagi berapa kali kalian memukul kepala gue. "Ucap saka cemberut.


Sontak saja ucapan saka memancing gelak tawa semua orang termasuk zee. Gadis itu sudah tertawa. Dan merasa lebih baik. Reynard mengusap kepala zee ia juga merasa senang karena istrinya kembali ceria lagi.


Abi mendekat dan menghampiri zee. Siska menggeser tubuhnya memberikan ruang untuk laki-laki itu bersama adiknya. Abi meraih tangan zee dan menciumnya berkali-kali. " Selamat ya dek, udah jadi mommy. Harus lebih dewasa setelah ini, nggak boleh manja lagi. "Bisik abi pelan. Ia mengusap sayang kepala zee. Zee meneteskan air mata haru. Sebenarnya dia tidak mau menangis tapi tiba-tiba saja air matanya keluar tanpa bisa dicegah.


Reynard tak merasa kesal melihat perlakuan abi pada istrinya, hari ini dia bahagia, lagipula jika dia marah pasti zee balik memarahinya.

__ADS_1


" Makasih abang, selamat juga sudah jadi om. "Ucap zee dengan suara serak. Abi mengusap sudut matanya. Tidak dipungkiri perasaannya merasa hangat saat zee mengatakan dia akan 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘰𝘮.


" Aduh, lo gimana sih, malah bikin bumil sedih, bumil nggak boleh nangis ya, harus seneng terus. "Ucap siska memarahi abi.


Abi tersenyum. Ia mencium puncak kepala zee. Sesaat dia merasa waktu begitu cepat berlalu, baru saja dia memiliki adik perempuan, tak lama lagi dia juga akan memiliki keponakan. Rasanya sedikit tidak sabar.


Denis datang setelah menebus obat yang disuruh reynard tadi. Ia menyerahkan plastik obat. " Kita pulang, kamu kuat jalan? apa aku gendong aja? "Tanya reynard.


" Gendong. "Jawab zee manja.


Reynard terkekeh. Ia menunduk dan mencium kening zee. " Terimakasih sayang. "Ucap reynard sambil mengusap perut zee lembut.


Dia tidak tau bagaimana harus mengungkapkan perasaan bahagia nya. Dia akan menjadi seorang ayah. Dan terlebih lagi anak itu akan lahir dari rahim gadis yang dia cintai.


Zee mengusap pipi reynard dan tersenyum tipis. " Ini anak kita. Kamu dan aku akan jadi orang tua. Kamu senang tidak? "


"Apa ada kata yang lebih baik dari bahagia? Sangat. . . sangat. . . Luar biasa bahagia sekali. " Reynard mengecup telapak tangan zee. "


Suara deheman yang keras menyadarkan mereka. Wajah para sahabat mereka sudah memerah melihat aksi romantis pasangan suami istri itu. "Mami, aku mau nikah. " Pekik saka berlalu keluar kamar dengan wajah merah.


Mereka yang ada diruangan itu langsung tertawa melihat saka yang lari dengan wajah malu-malu.


***


Kehamilan zee sudah diketahui oleh seluruh keluarga, daniel memaksa zee untuk tinggal bersamanya agar bisa terus memantau kondisi putrinya. Meski sempat beradu sitegang dengan sesil yang juga ingin merawat zee selama hamil, namun daren dan daniel tetap bersikukuh agar zee tinggal bersama mereka. Daniel bahkan sudah mengemas baju-baju zee dan membawanya kemansion.


Akhirnya zee ikut tinggal dengan daren, reynard juga setuju, karena dia juga tidak bisa menjaga zee sendiri. Dia harus kuliah dan bekerja pastinya akan sibuk dan tidak sempat mengurus istrinya.


Selain itu sesil juga menginap dirumah daren. Dia ingin ikut menjaga dan merawat menantu kesayangan nya itu.


Pagi-pagi sekali sesil dan risa sudah bangun dia membuatkan susu dan memasak sarapan untuk zee. Bi jum juga tidak kalah antusias, dia membuat banyak cemilan sehat untuk nona mudanya.


Leo apalagi, laki-laki itu sampai membeli kursi pijat untuk zee agar saat nona mudanya lelah bisa langsung dapat pijatan dan tidak mengeluh sakit ini itu. Semua kebutuhan zee sudah disiapkan dirumah. Sehingga zee tidak perlu lagi keluar rumah.


Justru hal itu membuat zee merasa risih, dia seperti putri rapunzel yang dikurung di paviliun. Ia merasa perlakuan mereka terlalu berlebihan. Masa kekamar mandi saja harus menggunakan kursi roda. Dia ini sedang hamil bukan nya lumpuh. Namun tidak satu pun kelurganya yang memedulikan keluhan zee.


***

__ADS_1


__ADS_2