
Malam hari diruangan vip yang cukup besar, terdengar suara tangis bayi yang menjerit-jerit membuat dua oma baru itu menjadi panik. Pasalnya sore tadi baby boy sudah dipindahkan keruangan perawatan biasa karena kondisi sikecil itu sudah sangat baik. Dokter juga mengatakan dalam dua hari ini baby nya sudah boleh dibawa pulang. Akan tetapi malam hari ini anak itu menangis seperti kesakitan selain itu badan nya juga panas karena demam.
"Gimana cucu kami dok? " Tanya sesil cemas, wanita itu dari tadi sudah gemataran karena baby boy tidak berhenti menangis sampai perutnya menegang wajah nya pun berubah biru.
Tak jauh berbeda dengan sesil risa juga merasa khawatir bahkan kini wanita yang ingin dipanggil oma isa itu sudah menangis sesegukan. Banyak pikiran buruk terlintas dibenak wanita yang tampak lebih kurus itu. Memang sejak kedua angknya dirawat dirumah sakit risa mengalami penurunan berat badan.
"Panas nya tinggi sekali nyonya. " Ucap dokter wanita itu sambil memperlihat pengukur suhu ditangannya.
Risa dan sesil menutup mulutnya, terkejut melihat angka yang tertera dibenda kecil berwarna putih itu. 38° derajat lebih pantas saja kulitnya memerah begitu, bibirnya juga sangat kering dan tidak berhenti menangis karena kepanasan.
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian orang yamg berada didalam kamar itu. Daren, erik dan daniel masuk dengan tergesa-gesa.
"Ada apa dengan cucu kami dokter? Kenapa dia menangis seperti ini. " Daren langsung memberondong dengn pertanyaan begitu masuk dan melihat cucunya berada dalam gendongan istrinya.
"Baby boy nya demam tinggi pak, saya sudah memberikan obat antibiotik takutnya sikecil terkena infeksi. " Ucap dokter menjelaskan.
"Lalu bagaimana ini dok, dia menangis terus. " Tanya erik yang tampak khawatir juga melihat cucu pertamanya itu terus menangis.
"Begini saja kita bawa baby nya ketempat bundanya biarkan dia menyusui dari ibunya, selain itu biasanya anak-anak kalau demam pasti ingin didekap oleh orang tuannya. " Saran dokter yang disetujui para oma opa itu. Dokterjuga membuka kain bedongan baby boy menyiskan baju dan celana tipis agar hawa panas diari tubuhnya tidak terkurung dalam kain itu.
"Ada apa mom? Kenapa dia menangis? " Tanya reynard, laki-laki itu baru keluar kamar mandi begitu membuka pintu semua orang sudah berkumpul dikamar rawat zee terlebih bayi kecilnya juga menangis dipelukan mama risa.
"Demam, panas nya tinggi banget, dokter bilang biar dia minum asi mommy nya. " Kata sesil memberitahu putranya yang tampak lelah karena harus bilak balik kampus dan rumah sakit.
Dokter menelungkup kan baby boy diperut zee, begitu ia merasakan benda lunak yang dicarinya seperti ikan yang menerima umpan mulut kecilnya itu langsung menyambar dengan rakus.
Orang-orang bernafas lega karena bayi itu tidak lagi menangis. Dokter meninggalkan ruangan, sebelum pergi ia mengatakan jika bayinya sudah terlelap dibawa lagi keruangannya sebab suhu ruang dikamar zee tidak cocok untuk sikecil.
__ADS_1
"Sayang, bangun dong sayang, lihat anak kita demam, tubuhnya panas banget, aku nggak bisa ngurus sendiri, kami butuh kamu. " Ucap reynard dengan mata berkaca-kaca. Tangan kirinya memegang istrinya yang kanan dipegang jari mungil mengemaskan baby boy yang tengan asik dengan menghisap asi mom nya.
"Dek, bangun nak, papa rasanya mau mati sekarang, kamu dan abang mu tidak sadarkan diri berhari-hati, sekarang bayimu jiga demam, sayang, kakek haris juga dirawat sekarang, beliau sakit mendengar kabar yang menimpamu. "Ucap daren yang terisak. " Papa nggak kuat dek, tolong bangun sayang. "Ucap daren memohon, risa mengusap punggung suaminya memberi kekutan sementara dia sendiri menangis dalam diam.
" Dek, kakak mau ngasih kabar bahagia buat kamu, kakak udah melamar aira, kamu sebentar lagi punya kakak ipar, bangun dong sayang katanya kamu mau punya kakak perempuan, kakak udah kabulin. Bangun dek, kamu nggak mau lihat kakak menikah? "Daniel menangis seluruh tubuhnya begetar karena berusaha menahannya, erik yang ada dibelakang daniel menepuk pundak laki-laki itu beberapa kali, pria berwajah sangar itupun sudah berkaca-kaca.
Tangan zee bergerak beberapa kali, matanya bergerak-gerak setetes dua tetes air matanya mengalir dari sudut matanya.
" Panggil dokter. "Seru daren begitu melihat pergerakan putrinya. Karena panik dan terlalu bersemangat daniel bergerak seperti spiderman ia melesat cepat keluar kamar sedangkan dikepala ranjang zee ada tombol darurat yang jika dipencet dokter akan datang kesana.
Pergerakan zee yang tadinya pelan semakin jelas, sekarang bibirnya pun ikut bergerak, baby boy diatas tubuhnya masih terus menghisap asinya meskipun matanya sudah terpejam.
"Sayang, bangun nak, lihat abang mu masih terbaring disana, abang lagi nunghu adek buat bangun dia, bunda yang banguni dia nggak mau. bunda sedih lihat kalian seperti ini, kenapa kalian berdua jahat sama bunda. " Ucap risa yang mencoba memprovokasi zee lagi. Air mata zee semakin deras meluncur, tangannya bergerak berkai-kali, matanya juga terus berkedip-kedip semua orang yang ada disana melihat betapa kerasnya perjuangan zee untuk bangun.
"Berikan ruang, dokter sudah datang. " Ucap daniel ngos-ngosan, kulit wajah daniel memerah karena berlari.
Dokter masuk dengan beberapa dokter lain bersamanya. "Bagus, perkembangan nya cukup baik, ayo bunda, buka matanya, biarpun berat bunda harus terus me cobanya. " Ucap dokter ketika melihat mata zee bergerak.
"Mm, eugh. . . mpahh. .hh."terdengar suara erangan dari mulut zee, semua orang orang menangis bahagia melihatnya.
" Apa yang nyonya katakan, saya tidak mengerti, coba bicara lagi. "Tanya dokter wanita itu yang ikut terharu menyaksikan perjuangan pasien nya.
" Mba... Ba banh, b-aaanng hiks. . hiks.. "Zee menangis terisak kali ini matanya sudah terbuka, ia berkedip-kedip karena air mta yang menumpuk.
" Sayang, kamu bangun, kamu sudah kembali. "Reynard mendekati istrinya, sementara baby boy sudah dibawa perawa keluar ruangan sebab sudah terlalu lama berada disana.
Zee menoleh menatap reynard berurai air mata. " Abang, hubby abang di-di mana a abang, uhuk. . .uhuk. . "Zee terisak sampai terbatuk-batuk. Perawat langsung memberikan air minum tetapi belum boleh banyak-bayak asal tenggorokannya tidak kering saja.
__ADS_1
" Jangan banyak bicara dulu ya nyonya, sebaiknya istirahat dulu. "Ujar dokter menasehati.
Reynard mendelik menatap dokter dengan tajam. " Istri saya hampir dua minggu lebih tak sadarkan diri, dia baru saja membuka mata, tapi anda menyuruhnya istirahat lagi? "Tanya reynard dengan mata nyalang. Laki-laki itu hanya takut jika istrinya kembali tidur nanti tidak bangun lagi. Sesil berusaha menenangkan reynard.
" Hubby... "Panggil zee lemah.
Reynard menoleh menatap lembut pada istrinya.
" Apa sayang? Kamu mau apa, hmm? "
"A-aabang, abang mana? " Zee kembali menangis. "Aku mau abang. " Ucap zee.
Daniel membuka tirai pembatas antara ranjang zee dengan abi.
Sreeet. . .
zee langsung menoleh mendapati abi terbaring lemah dengan banyak selang yang menempel ditubuhnya. Zee semakin terisak ia mencoba untuk duduk namun dokter melarangnya reynard pun tidak setuju karena tubuh zee masih lemah.
"Abang kenapa seperti itu? " Zee memandangi kondisi abi yang dipenuhi banyak alat didada, hidung dan mulutnya. Kepalnya ada perban, tidurnya juga miring sebab luka tembak dan tusukan ada dipungung nya.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan zee semuanya bungkam karena tidak mau membuat wanita itu banyak pikiran. Namun mereka salah justru dengan diam nya mereka membuktikan keadaan laki-laki itu pasti tidak dalam kondisi yang baik.
Zee jatuh pingsan, dokter dan semua orang yang ada diruangan itu terkejut dibuatnya, dokter lansung memeriksa keadaan zee.
"Nyonya terlalu syok, apalagi kondisi nya masih lemah itulah yang membuatnya pingsan, biarkan dia istirahat dulu, jika nanti sudah sadar jangan ajak bicara terlalu banyak, nanti saya akan memeriksa nya lagi . "
Setelah dokter pergi reynard mendekati istrinya, ia membelai pipi zee dengan lembut.
__ADS_1
"Maaf kan aku baby, ini salah ku yang lalai menjaga mu. " Sesal reynard andai waktu itu ia tidak mengizinkan zee pergi keluar, andai dia ikut mendampingi istrinya saat itu, hal ini pasti tidak akan terjadi, istri dan sahabatnya menjadi korban karena dirinya.
***