Azeeyra

Azeeyra
Cacat?


__ADS_3

Seorang laki-laki terbangun dari tidurnya, ia membuka mata dan mengedarkan pandangan keseluruh ruangan. Dia menggerak kan tubuhnya, seketika rasa sakit langsung menjalar keseluruh punggungnya. Ingatan terakhir sebelum ia tak sadarkan diri langsung memenuhi otaknya. Keringat dingin membanjiri keningnya hingga leher.


Kenapa reynard ada dirumah sakit? Bukankah ia ada digunung? Dan saat itu ia melihat kekasihnya jatuh ketebing dan tersangkut dipohon! Memikirkan hal itu jantung reynard semakin berdebar. Dimana? Dimana zee? Apa dia baik-baik saja? Kenapa hanya dirinya disini?


"Baby. . . kamu dimana? "Panggil reynard dengan suara lemah. Nafasnya semakin memburu saat tidak menemukan siapapun diruangan itu.


Perlahan reynard membalik kan tubuhnya, ia mengeraskan rahangnya ketika merasakan sakit dipunggungnya.


Ceklek. . .


"Kamu sudah sadar sayang? Jangan bangun dulu, luka mu masih basah! "Suara wanita yang baru datang dari luar menghentikan pergerakan reynard.


Wanita itu mendekati ranjang reynard. Ia mengelus puncak kepala putranya dengan sayang. Ia memencet tombol darurat dikepala ranjang. " Mommy panggil dokter, apa kamu haus? "Tanya sesil dengan senyum senang.


"Dimana zee? Apa dia baik-baik saja? " Tanya reynard serak dan ada getaran ketakutan disetiap kata yang dia ucapkan.


Senyum dibibir sesil luntur, sungguh tidak bisa kah putranya ini memikirkan dirinya sendiri? Tidak tau kah dia bahwa mommy nya sangat menghawatirkan dirinya.


Tatapan reynard terfokus menatap wajah sesil. Nafas reynard kembali tercekat. Apa terjadi sesuatu dengan kekasihnya? Kenapa mommy sesil terlihat sedih?


"Mommy. . . " Reynard memanggil dengan suara seraknya. "Katakan kalau dia baik-baik saja! " Mata reynard memerah.


"Tenang lah sayang, sebaiknya kamu istirahat dulu, tunggu dokter datang memeriksa mu. "


Sesil tampak cemas ketika melihat wajah pucat reynard. "Dimana dia mommy? Kenapa mommy menghindari pertanyaan ku! "


Sesil menunduk, senyum tipis terukir dibibir nya. "Zee baik-baik saja! Dia ada dikamar sebelah. "Wanita itu diam-diam menyeka air mata disudut matanya. Ada rasa cemburu terbesit di pikirannya, namun ia mencoba untuk tetap tenang.


'𝘋𝘪𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘢 𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯. 'Gumam reynard dalam hati.

__ADS_1


****


Dikamar lain namun dirumah sakit yang sama.


"Pa. . . Papa. "


Suara seorang gadis memecahkan lamunan sang ayah. Dimas alexander menoleh kearah ranjang. Dan berdiri tepat disamping ranjang putrinya.


"Apa sekarang kau sudah puas? Tingkah mu yang seperti orang tidak waras itu sudah menghancurkan hidupku. "


Mendengar ucapan sang papa keyla tidak tau, dia harus menangis atau tertawa. Dia sangat ingat dengan kejadian beberapa jam yang lalu. Dia mendorong gadis yang dibenci tapi naas nya dia malah ikut terjatuh bersama gadis itu. Dan dia baru saja sadar tapi langsung dimarahi oleh papanya.


"Pa, kenapa kaki ku tidak bisa bergerak? " Wajah keyla seketika panik saat tidak bisa menggerak kan kakinya. "Wajah ku kenapa pa? " Ia menyentuh wajahnya, terdapat perban disana.


Dimas merasa kesal mendengar pertanyaan keyla, namun dia tetap menjawab. "Kau lumpuh, wajahmu cacat. Kau sekarang cacat keyla! "


Jantung keyla nyaris copot mendengar jawaban papanya. Dia cacat? Kakinya lumpuh? "Tidak, tidak, tidak. Aku tidak mau lumpuh, aku tidak mau lumpuh, huuuhuu. . . papa tolong key pa! Key nggak mau cacat. "


"Ini semua kesalahan mu, kau sendiri yang mencelakai dirimu sendiri. Jika terjadi sesuatu dengan perusahaan ku karena ulah mu ini! Jangan harap aku akan mengakui orang cacat seperti mu sebagai putriku. "Cecar dimas dengan suara tinggi.


Keyla semakin terisak, dia selalu menuruti keinginan papa nya selama ini, dia terus belajar dengan keras agar di akui dan disayang papanya. Tapi sekarang, disaat dia terpuruk seperti ini papanya malah lebih memikirkan perusahaan dari pada dirinya.


"Pa, ayo berobat luar negri, key nggak mau cacat pa, key akan lebih berguna setelah ini, key janji pa. " Keyla memohon dengan terisak. Dia lebih baik mati dari pada harus lumpuh.


Ini semua gara-gara zee, gadis sialan itu yang menyebabkan dia sampai cacat, jika dia tidak menarik tangan keyla, dia tidak akan terjatuh ketebing itu. Tidak, tidak, seandainya gadis itu tidak muncul dalam hidupnya pasti saat ini dia masih hidup bahagia. Ini semua gara-gara gadis pembawa sial itu dia lah yang sudah menghancurkan hidup keyla.


Dimas menunduk menatap putrinya sebelum berkata. "Keluar negri? " Keyla mengangguk dengan cepat. "Hahaha, bahkan aku tidak yakin kau bisa keluar dari rumah sakit ini dengan aman. "


Mendengar ucapan papanya keyla terdiam. Apa dia sudah melakukan kesalahan? Tidak, dia tidak salah, gadis itu yang salah dia yang sudah menghancurkan hidup nya. Keyla menepis semua pikiran buruknya dan tetap bersikeras menyalahkan orang lain.

__ADS_1


"Aku akan bicara dengan tuan daren dia pasti mengerti siapa yang pantas disalahkan. "Ujar keyla masih dengan suara terisak.


Sebuah senyum menyeramkan terpatri dibibir dimas, ia menyeringai ke arah keyla. "Kau pikir siapa dirimu, aku bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa bertemu dan bicara dengan nya, sedang kau, dengan mudahnya mengatakan akan bicara dengan nya, otak mu sudah gila. "


Dimas meninggalkan ruangan keyla dengan perasaan jengkel. Dia bisa gila kalau lama-lama bicara dengan putrinya itu.


"Jika aku bersikap seperti orang menyedihkan yang teraniaya oleh putrinya, pasti tuan daren akan merasa kasihan padaku. Kapan perlu aku mengodanya, aku cantik dan pintar bermain diranjang, aku tidak akan membiarkan anak pembawa sial itu lebih bahagia dari ku. "Keyla bergumam. Ia menghapus kasar jejak air matanya. Seringai jahat terbit di bibir pucatnya.


Begitu membuka pintu dimas dikejutkan oleh kehadiran dua lelaki berpakaian hitam sedang berdiri di pintu kamar keyla.


Belum sempat membuka suara dering ponsel dimas mengalihkan perhatiannya.


"𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘤𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯. 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘦𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘦𝘳𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘮 𝘯𝘺𝘢, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘯𝘪𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘵𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘰𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘦𝘴𝘵𝘰𝘳𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘶𝘢𝘯. "Suara di ujung telepon terdengar cemas dan khawatir.


Dimas tidak mengeluarkan suara sepatah kata pun, dia terduduk lemas, ponsel ditangan nya terlepas. Tatapan matanya kosong menatap lantai.


" 𝘏𝘢𝘭𝘭𝘰. . . "


"𝘏𝘢𝘭𝘭𝘰 𝘵𝘶𝘢𝘯, 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘺𝘢? 𝘛𝘶𝘢𝘯. " Suara itu terus memanggil dimas, namun sang pemilik nama tidak memedulikannya. Pria itu larut dengan pikiran nya sendiri.


Hingga sebuah suara berat membuyarkan lamunan nya. "Selamat siang tuan dimas. "


Dimas mendongak dengan wajah frustasi ditatapnya dua laki-laki berseragam yang ada didepannya.


"Selamat siang pak! Ada yang bisa saya bantu? "


"Kami membawa surat penangkapan pak dimas alexander atas kasus korupsi dan penggelapan dana perusahaan. " Polisi itu memperlihat kan surat tugasnya pada dimas. "Untuk pertanyaan dan pembelaan silahkan katakan dikantor polisi.


Kedua tangan dimas diborgol, pria itu tidak mampu berkata-kata, ia linglung wajahnya memutih seperti kehilangan darah, ini terlalu mendadak, dia bahkan belum bisa mencerna sebenarnya apa yang terjadi?

__ADS_1


Tiba-tiba dimas terkekeh dengan air mata berlinang. " Hancur, hancur semuanya hancur karena anak sialaan itu, putri tidak berguna itu sudah menghancurkan kerja keras ku. "Dimas tertawa seperti orang gila. Tidak ada pemberontakan dia mengikuti polisi dengan patuh, karena dia sadar meski dia memberontak juga tidak ada gunanya.


*****


__ADS_2