Azeeyra

Azeeyra
AKU ANTAR SAMPAI KAMAR


__ADS_3

Leo melirik ke arah nona mudanya yang sudah duduk ditepi trotoar jalan dengan kaki selonjoran, Reynard yang melihat kemana arah mata leo menjadi geram.


"Jaga mata lo " reynard berteriak pada leo yang masih melihat kearah zee, rahangnya mengeras ketika leo mengabaikan ucapannya.


Sett...


Reynard melayangkan satu pukulan pada leo, namun pria itu dengan tangkas menangkisnya. Reynard merasa kesal karena leo terus menghindar, seakan -akan mempermainkannya. Kenapa orang ini tidak membalas sama sekali, apa dia meremehkan reynard karena ia masih anak sekolahan?


Sett...


Lagi-lagi leo menangkis pukulan reynard dengan wajah datarnya, reynard mengerutkan dahi dan menyadari pria yang ada didepan nya ini bukan orang biasa. Reynard tersenyum dengan seringai iblis miliknya. Auranya berubah mengerikan.


Bugh...


Satu bogeman mentah akhirnya mendarat diperut leo, ia memegangi perutnya yang terasa kebas karena pukulan reynard. Tanpa membuang banyak waktu leo membalas serangan reynard membabi buta tanpa jeda.


Zee mulai panik melihat leo memberikan pukulan bertubi-tubi, satu... Dua... Tiga..., yap tiga pukulan mendarat dengan mulus diwajah tampan reynard. Tentu saja reynard tidak tinggal diam, ia pun membalas pukulan leo tak kalah bringasnya.


Bugh... Bugh.. Set..


Leo terpukul mundur beberapa langkah, manik hitam legam reynard semakin menggelap, aura membunuh terpancar begitu kuat dimatanya.


Wajah zee mulai pucat, perutnya terasa mual ketika bau amis darah menguar di udara. Kepalanya terasa pening dan...


Bruk....


Pertarungan sengit itu terputus ketika zee jatuh pingsan ditepi jalan. Secepat kilat reynard dan leo menghampiri zee yang sudah tergeletak di aspal.


"Bee.... Sayang kamu kenapa? " Reynard menepuk-nepuk pipi zee, raut khawatir terpancar diwajahnya, ia meletak kan kepala zee diatas pahanya.


"Nona muda... " Leo memanggil majikannya yang terlihat pucat.


"Breng***, siap kan mobil lo. " Umpat reynard kesal, melihat wajah pucat zee, membuat reynard mengingat kembali kecelakaan yang menimpa kekasihnya. Sungguh reynard tidak ingin hal buruk terjadi lagi.


Sebelum leo membuka pintu mobil zee sudah tersadar dari pingsannya, ia meringgis melihat wajah kedua pria yang sama-sama babak belur.


Harusnya zee tidak membiarkan mereka berkelahi, namun zee ingin tau sehebat apa sih leo, sampai dia seorang yang dipilih daniel untuk menjadi pengawalnya. Dan zee juga penasaran dengan kehebatan reynard dalam bertarung yang katanya akan berubah menjadi monster, dan ya... Zee tidak ingin melihat aksi ini lagi. Ia benar-benar sangat menyesali rasa penasaran nya itu.


"Leo... Kamu tau dia siapa? " Zee melihat kearah leo yang berdiri didepannya dengan kepala menunduk.


"Maafkan saya nona muda. "Leo menoleh sebentar lalu kembali menunduk kan matanya.


Reynard melihat zee dengan dahi berkerut." Nona muda? ".zee memandangi wajah tampan reynard yang membiru, sudut bibirnya juga terlihat robek. Zee mengutuki tindakan bodohnya tadi.


" Bee...siapa dia? "Reynard menarik pelan kedua lengan zee untuk membantunya agar duduk dengan nyaman.


" Dia leo pengawal pribadiku. Dipilih langsung oleh kak daniel, dan aku tidak bisa menolak, juga kamu tidak boleh melarang. "Jelas zee dengan tegas, ia yakin reynard pasti akan protes ini itu.


Zee melirik reynard."Ya sudah, kamu masih mau nganterin aku atau aku pulang sama leo aja. Luka kamu juga harus di obati."


Reynard mengangkat tubuh zee ala koala, kedua kaki zee secara otomatis melingkar di pinggang reynard."Aku antar sampai kamar. "Bisik reynard pelan di telinga zee.


Zee memukul lengan reynard, ia merasa malu mendengar kalimat yang terdengar mesum itu. Reynard menangkap tangan kecil itu dan menciumnya sambil melirik leo.


Reynard melemparkan kunci motornya kearah pria itu, dengan sigap leo menangkap nya, reynard akui tingkat kepekaan leo terhadap sekitar sangat bagus, dia juga cepat tanggap melihat pergerakan lawan. Yah... Dia memang cocok jadi bodyguard.


Leo mengangkat wajahnya menatap kearah reynard yang tersenyum mengejek ke arahnya. Kemudian mengalihkan pandangan pada nona mudanya. " Kami bawa mobil. " Tanpa menunggu balasan leo reynard berjalan kearah mobil dan mendudukan zee dibangku samping kemudi.


Reynard menghidup kan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan sedang. Motor sport hitam milik reynard yang dikendarai leo dengan setia mengikuti nona mudanya dari belakang.


***


"Mau kerumah sakit dulu nggak. Obati luka kamu? "


"Nggak, aku mau kamu yang obatin. "Reynard memegang sebelah tangan zee sambil fokus menyetir.


Zee menoleh ke arah reynard yang masih fokus menatap jalan raya. " Ya udah, tapi aku nggak pernah ngerawat orang sakit loh. "


Reynard mencium punggung tangan zee dan tersenyum. "Bagus dong, berarti aku pasien pertama kamu.

__ADS_1


Reynard menghentikan mobilnya tepat dilampu merah. Ia menarik lengan zee pelan.


Cup...


Zee tertegun sejenak, bibir lembut reynard baru saja menyapa bibirnya, wajah zee bersemu merah karena malu.


Reynard terkekeh. " Malu. "


"Enggak." Bohong zee, ia membuang muka keluar jendela.


Reynard mengelus puncak kepala zee dengan sayang. "Udah sering kenapa masih malu, hmm. "


"Kamu kenapa sih suka banget nyosor nggak tau tempat. "


Reynard menyeringai. "Berarti kalau dikamar boleh dong. " kata reynard sambil memain kan kedua alisnya.


Zee melipat kedua tangannya didepan dada dengan bibir monyong. "Dasar mesum. "


Reynard terbahak. "Mesumnya kan sama kamu doang. "


***


Sampai di rumah zee, reynard turun dari mobil dan membukakan pintu untuk kekasihnya.


Reynard mengandeng zee masuk kedalam rumah.


"Duduk dulu, aku ambil kotak obat. " Reynard duduk diruang tamu, ia menyandarkan punggungnya disofa. Zee berjalan kedapur mencari kotak obat. Kemudian kembali keruang tamu.


Daniel yang baru pulang melirik kearah zee dan reynard, ia menghampiri dua remaja itu.


"Ekhem.... Kenapa? " Daniel bertanya pada adiknya saat melihat wajah reynard babak belur.


"Leo.. "


"Terus? "


"Kakak tidak salah pilih bodyguard. "


Daniel terkekeh melihat wajah kesal reynard. Tangan daniel menepuk bahu kekasih adiknya itu. "Tingkatkan kemampuan mu bro." Reynard melirik ke arah daniel. "Lo kalah dengan seorang bodyguard, gimana gue bisa mempercayakan adik gue sama Lo. " Daniel tersenyum tipis seolah mengejek reynard. Tanpa rasa bersalah daniel meninggalkan kedua remaja itu dan masuk kekamarnya.


Reynard cemberut. "Cih."


"Hadap kesini. " Zee duduk disebelahnya, memegang kapas yang sudah di basahi alkohol untuk membersihkan luka laki-laki itu. Reynard masih diam dengan wajah menunduk.


"Nggak mau? "Zee bersiap akan berdiri.


Reynard menahan lengan zee dan menariknya kuat sehingga gadis itu jatuh ke dalam pelukannya. Reynard memeluk zee dengan erat dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher gadis itu.


Zee menghela nafas pelan, reynard pasti merasa harga dirinya terluka karena pertarungan tadi, dari gosip yang ia dengar, rey tidak pernah terluka sekalipun saat berkelahi dengan siapapun.


Zee mengelus rambut reynard pelan. "Mau ke kamar? " Reynard mengangguk dalam dekapan nya.


Zee turun dari pelukan reynard berjalan menaiki tangga dengan mengandeng tangan remaja itu. Zee mengulum bibir menahan tawa melihat wajah dan telinga reynard yang memerah.


Reynard mendengus kesal. "Kamu masih bisa tertawa. "


"Pffttt, hahaha.... "Tawa zee akhirnya tidak bisa ditahan, meski tidak terima, namun reynard ikut tersenyum melihat tawa kekasihnya itu.


Zee mengelus perutnya yang terasa sedikit keram karena tertawa.


Begitu sampai dikamar zee, reynard langsung merebahkan tubuhnya diranjang. Zee duduk disamping kepala remaja itu. Dengan cekatan zee membersihkan lukanya dan mengoles kan obat agar tidak bengkak.


Zee tersenyum melihat reynard sudah tertidur, sebuah kecupan singkat mendarat dibibir reynard.


Andai saja reynard tau zee berinisiatif mencium bibirnya sudah pasti dia akan bersorak kegirangan seperti orang gila.


***


Setelah membersihkan diri dan mengganti baju, kemudian zee keluar kamar hendak mencari kedua orang tuanya.

__ADS_1


Ceklek...


Leo berdiri didepan kamar zee, gadis itu menghela nafas. "Leo, aku kan sudah bilang, saat dirumah kamu tidak perlu berdiri dipintu kamar ku. "


"Baik nona. "


"Bagaimana dengan yang aku perintahkan. " Zee berjalan menuruni anak tangga.


"Anak buah saya masih menyelidiki nya nona. "


"Hemm... Luka kamu sudah diobati."


"Sudah nona. "


Zee berjalan keruang tamu, disana ada daniel sedang duduk santai sambil bermain ponsel.


"Kak." Zee duduk disamping daniel. Daniel menoleh sebentar lalu kembali fokus pada ponselnya.


"Kemana bocah itu. "


"Bocah? "


"Pacar mu. "Ketus daniel, dia sangat berat mengakui remaja itu sebagai kekasih adiknya. Karena dia terus saja menempel pada zee.


" Tidur. "Jawab zee santai seraya meneguk jus jeruk di atas meja.


" Dikamar mu? "Daniel mengubah posisinya jadi duduk, menatap intens ke arah adiknya.


" Hanya tidur jangan berpikir macam-macam. " Jelas zee yang mengerti kemana arah tujuan bicara daniel.


Daniel menghela nafas berat, lalu kembali tidur dengan posisi kepala di paha adiknya.


Zee menoleh ke arah leo." Leo kamu bisa pergi melakukan pekerjaan mu yang lain. "


Leo membungkuk kan kepalanya sebentar. "Baik nona. "


Setelah leo keluar zee menatap ke arah daniel yang masih sibuk sendiri dengan ponselnya. "Kakak, papa sama bunda belum pulang? "


"Kenapa? "


"Hemm, orang tua reynard mau berkunjung kerumah kita. " Zee menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Apa... "Sontak saja daniel langsung duduk, menatap nyalang ke arah zee.


"Jangan melihat ku seperti itu! Mereka hanya ingin berkunjung saja tidak lebih. "


Daniel menatap zee sendu, ada rasa sakit yang menusuk relung hati nya, membayangkan adik nya akan menikah membuatnya sedikit melow, matanya merah berkaca-kaca.


"Dek, kamu tau kan, hubungan kita baru saja membaik, kamu tidak berniat meninggalkan kami kan? " Lirihnya yang terdengar seperti akan menangis.


Hati zee terenyuh mendengar ungkapan daniel. "Tidak bisa kah kamu tinggal bersama kami selamanya, kakak bisa menghidupi kamu sampai tua. "Lanjut daniel yang tidak dapat menahan tangisnya lagi.


Zee menarik tubuh kekar daniel kedalam pelukan nya. Menepuk-nepuk punggung daniel pelan. Zee ikut meneteskan air mata, dia tidak menyangka daniel akan berfikir hal semacam itu.


" Ada apa ini? "Abi datang dari luar sambil menenteng jaket bomber hitam ditangan nya. Remaja itu mendekati daniel dan zee.


Zee mengurai pelukannya dari daniel, kemudian menghapus air mata di pipi pria tampan itu.


Zee menggeser duduknya agar abi bisa duduk disampingnya sehingga posisinya sekarang zee duduk ditengah dua lelaki kesayangannya itu.


" Kakak menangis. "Tanya abi dengan nada mengejek. Daniel memalingkan wajahnya saat abi meliriknya.


" Orang tua rey mau datang berkunjung. "Zee menatap abi yang melihat kearahnya.


Abi mengerutkan kening memandang zee dengan wajah minta penjelasan. "Hanya ingin berkenalan dengan orang tua kita. " Zee menggenggam tangan abi ketika melihat raut khawatir diwajah abang nya itu.


Sejujurnya abi sudah tau bahwa reynard akan tunangan dengan adiknya, sahabatnya itu sudah memberitahunya sewaktu zee dirawat dirumah sakit, namun abi tidak menyangka akan secepat ini.


Hening...

__ADS_1


Zee memejamkan mata saat merasakan abi meremas tangannya. "Tolong jangan seperti ini, sikap kalian seolah aku akan pergi jauh. " Zee memijit pelipisnya, dia membayang kan respon daren nanti.


__ADS_2