
"Dek, kamu sudah memikirkan mau kuliah dimana? "Tanya daren tiba-tiba.
keluarganya sedang berada diruang keluarga kecuali daniel.
Daren dan abi mendongak menatap kearah zee. " Aku mau kuliah jurusan fashion design. "Ucap zee seraya memainkan ponselnya.
Daren mengangguk. " Bagus, Jadi mau kuliah dimana? "daren kembali bertanya.
Pertanyaan daren, jelas saja membuat abi dan risa cukup was-was, kalau tiba-tiba gadis itu ingin kuliah keluar negri. Wajah daren tampak pucat oleh pertanyaan nya sendiri.
"Lihat nanti pas kelulusan. Belum kepikiran. " Sahut zee santai. Tiga orang itu tampak tidak puas dengan jawaban zee yang tidak jelas.
"Kampus disini banyak yang bagus kok. " Celetuk abi.
Zee mengangguk tanpa melihat abi. "Benar, tapi diluar negri banyak juga yang bagus. " zee menyahuti dengan terlalu santai membuat abi dan daren semakin pias.
Mereka bukan nya tidak mendukung cita-cita zee, hanya saja banyak kekhawatiran jika zee memilih kuliah diluar negri, pertama, zee sama sekali tidak pernah tinggal diluar negri, tidak pernah keluar negri meski hanya liburan, bahkan gadis itu tidak memiliki paspor.
Kedua, zee tidak bisa bela diri, kejahatan diluar negri sama ngeri nya dengan indonesia. Ya walapun jika zee keluar negri leo sudah pasti akan mengikuti nona mudanya tapi tetap saja mereka khawatir. Dan ketiga, alasan yang sebenarnya adalah mereka yang tidak ingin berjauhan dengan gadis itu.
"Lalu abang bagaimana? Sudah menemukan kampus yang bagus? "Tanya daren lagi namun kali ini pada abi.
" Sudah pa, kampus di indo nggak kalah dari luar negri kok. "Ujar abi.
"Kamu ambil jurusan bisnis kan? "Tanya daren lagi.
" Iya pa. "
"Hmm, bagus lah kalau begitu, pikirkan baik-baik kemana kalian akan kuliah, jangan sampai menyesal. Jangan hanya karena papa kalian malah mengabaikan keinginan kalian sendiri. "Ujar daren kepada kedua anaknya.
" Iya pa. "Jawab zee dan abi bersamaan.
Daren berharap kedua anaknya bisa lulus dengan nilai terbaik dan kuliah dikampus yang bagus. Agar bisa mewarisi perusahaan nya dan lebih memajukan usaha yang dia rintis sejak muda dulu.
" Ya sudah kalian pergi lah istirahat, karena besok kalian sudah mulai ujian. "Titah daren. Yang juga beranjak dari duduk nya bersama risa.
****
Zee dan abi berjalan santai dikoridor sekolah, ditangan kiri nya abi sedang menenteng tas milik adiknya.
Bel sekolah berbunyi, segera kedua beradik itu berjalan masuk kelas, disana semua murid sudah duduk dengan rapi bersiap menyambut ujian pertama.
"Gue seperti sedang jatuh cinta, berdebar-debar. "Celetuk saka. Wajah nya tampak tegang.
"Sans aja keles, kayak buronan dikejar polisi aja. "Ledek denis.
__ADS_1
Saka menoleh dan berdecak kesal. " Emang ada buronan setampan gue? "
"Emang yang jelek udah pasti buronan? Penjahat nggak mandang fisik juga ege. " Sahut denis kesal.
"Kamu kenapa? "Tanya zee pada reynard yang sedari zee datang tadi laki-laki itu terus saja tersenyum.
Reynard tidak menjawab, senyum menawan masih tidak pudar dibibirnya. Kemudian memiringkan kepalanya menghadap zee dengan satu tangan menopang kepalanya.
" Udah siap ? "Tanya reynard singkat.
" Sudah, sangat siap malah. "Jawab zee.
Dalam pikiran zee sudah pasti pertanyaan reynard itu tentang menghadapi ujian. Zee melirik reynard yang tersenyum penuh arti ke arahnya.
" Rey, kamu kenapa sih, bikin aku salting aja deh. "Celetuk zee mulai merengek manja pada reynard.
"Nggak ada sayang, aku cuma bahagia aja. " Sahut reynard masih dengan senyum pepsodent.
Zee menatap reynard penuh selidik. "Bahagia kenapa? Kamu punya pacar baru? " Tanya zee langsung menjatuhkan tuduhan pahit.
"Pacar baru apa baby? Sama kamu aja udah bahagia banget, buat apa cari yang lain. "Ungkap reynard mencubit pipi chubby zee dengan lembut.
Adegan romantis kedua orang itu tidak lepas dari mata siswa siswi yang terus melirik kearah mereka.
" Yah, lumayan lah, asupan vitamin sebelum mulai ujian. " saka menyindir pasangan sejoli itu, Seraya meregangkan kedua tangan keatas.
Sementara zee dan reynard. Laki-laki itu sekarang sedang menyelipkan anak rambut zee kebelakang telinga gadis itu. "Mana mungkin aku cari yang lain, saat aku sudah memiliki gadis hebat disini. Jangan berfikiran yang tidak-tidak baby, aku bangga bisa menjadi bagian dari cerita hidup kamu. "Kata reynard lembut.
Blush. . .
zee mengulum bibir menahan senyum, ia mengipasi wajahnya dengan tangan, rasanya saat ini zee seperti udang rebus.
" Hareudang. . . hareudang euy. Panas, panas. "Sorak saka melihat wajah zee yang memerah.
Reynard tersenyum senang melihat wajah malu zee. " Kenapa malu? "Tanya reynard.
"Sumpah, kamu bikin otak aku berantakan rey, aku salting tau. " Ucap zee seraya menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Reynard terdiam mencoba mencerna ucapan kekasihnya. Sebelum akhirnya reynard tertawa kecil.
"Udah dong rey, ini mau ujian loh, takutnya otak aku nggak bisa mikir yang bener, malah jadi kemana-mana. " Ucap zee menghentikan reynard agar tidak menggodanya lagi.
Sebelum reynard membalas ucapan zee, seorang wanita yang masih muda masuk kedalam kelas membawa setumpuk amplop coklat.
"Siang semua. " Sapa guru wanita itu.
__ADS_1
"Siang juga buk. "
Guru itu tersenyum kemudian membuka salah satu amplop dan mengeluarkan isinya.
"Kalian siap untuk ujian? "Tanya guru tersebut pada semua murid.
" Siap bu. "
Mendengar jawaban kompak semua murid, guru itu langsung membagikan kertas ujian kesetiap murid.
"Konsentrasi sayang, jangan sampai kamu nulis nama aku disana. "Bisik reynard.
Zee terkekeh kecil, untung saja dia pintar ilmu mengendalikan diri kalau tidak sudah pasti ambyar mendengar bisika maut reynard tadi.
Hampir satu jam semua muerid sudah menyelesaikan soal ujian. Dan mulai meninggalkan kelas Dengan wujud seperti mayat hidup, suasana diruang ujian membuat merek tercekik.
Guru wanita yang terlihat polos dan lembut itu justru malah sangat ganas dan ketat, dia tanpa lelah terus memutari setiap meja murid dengan mata penuh selidik.
Saka dan denis yang baru keluar kelas menghela nafas lega.
"Berasa baru keluar dari ruangan gelap gue. " Celetuk saka yang kali ini diangguki oleh denis.
Zee, karen dan siska terkekeh meihat wajah saka dan denis yang berkeringat. "Lebay banget sih, cuma ujian padahal, udah kayak lagi disidang calon mertua aja. " Celetuk siska.
Saka tersenyum tipis kearah siska. "Kenapa? Lo udah nggak sabar mau ketemu calon mertua, ? Atau nggak sabar mau gue nikahin. " Kata saka tersenyum jahil.
"Hiih.ogah gue nikah ama lo, nggak kebayang anak gue kayak apa punya bapak somplak kaya lo. "Cibir siska ngeri.
Zee dan karen terbahak. Untuk sesaat mereka merasa terhibur.
" Bikin dulu dong, baru tahu gimana hasil dari perpaduan saka dan siska. "Ujar saka dengan memain kan kedua alis mengoda siska.
Bugh. . .
" Bangsaat. "
Saka mengumpat saat kepalanya dipukul oleh siska.
Zee yang merasa pertunjukan nya sudah tidak menarik lagi, langsung mengajak reynard pergi.
Yang lainnya pun ikut pergi meninggalkan saka dan siska yang saling melempar umpatan.
Sementara siska dan saka yang baru menyadari kalau sekarang hanya tinggal mereka berdua saja, langsung pulang dengan wajah sama-sama emosi.
𝗕𝘁𝘄 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗼𝘁𝗵𝗼𝗿 𝘂𝗽 𝘆𝗮, 𝗺𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝗼𝗻𝗴, 𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂 𝗿𝗮𝗺𝗲𝗶𝗻 𝘆𝗮, 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗿𝘂 𝗸𝗼𝗸!
__ADS_1
𝗝𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮: 𝗺𝗲𝘁𝗮 𝗳𝗼𝗿 𝘀𝗶𝗮𝗵. 𝗖𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗴𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗮𝘀𝗮𝗹 𝗶𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗸𝗲 𝗷𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗸𝘂𝗻𝗼. 𝗔𝗸𝘂 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗽𝗶𝗹𝗹 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝘆𝗮, 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗰𝘂𝘀𝘀 𝗸𝗲 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮. 🥰
*****