
Zee menggigit bibirnya saat merasakan hembusan nafas reynard menggelitik lehernya.
"Jantung kamu kenapa baby? " Tanya reynard sengaja mengoda zee.
"Diam lah. nggak usah sok polos. " Zee menghardik reynard agar tidak mengodanya. Ia takut menjadi gadis murahan, karena saat ini otak gila nya sedang membayangkan yang iya, iya.
Yah, zee pun tidak munafik, sebagai perempuan normal, terkadang dia juga ingin disentuh, apalagi dia sudah pernah berciuman, ya walau hanya sebatas sentuhan-sentuhan kecil saja. terkadang dia merindukan hal-hal seperti itu jika sedang bersama reynard.
Dia tau ini salah, tapi entah kenapa, akal dan logika nya tidak sejalan. Seperti sekarang ini, tubuhnya sudah berada dibawah kungkungan reynard.
"Aku ingin menikahi mu saat ini juga baby, karena aku takut tidak bisa menahan diri. Tangan ku yang kurang ajar ini ingin menyentuh semua yang ada dalam dirimu. "Ujar reynard matanya berkabut menahan gairah.
Zee menggeleng. " Tolong jangan sekarang rey, aku juga ingin tapi aku mohon, jangan lakukan itu. "Tangan zee membelai pipi reynard dengan lembut. " Terimakasih karena kamu sudah menjaga ku sampai saat ini. "
Reynard menyentuh tangan zee yang ada dipipinya. "Jangan berterimakasih, aku menjaganya karena aku mencintai kamu dengan tulus. Lagi pula, itu juga milik ku, aku menahan diri karena demi kebaikan aku dan kita berdua. "
Zee menatap mata reynard, ada ketulusan terpancar dari sorot mata laki-laki itu. Lalu ia tersenyum manis dan berkata. "Aku juga mencintai mu rey. "
Seketika mata reynard berkaca-kaca. "Akhirnya, aku sudah lama sekali menunggu kalimat itu keluar dari mulut mu baby. "
"Maaf. . . " Ucap zee lirih. Ia merasa bersalah karena selama ini tidak pernah mengatakan kalimat cinta itu pada reynard.
"No, bukan salah kamu. Aku yang tidak sabar untuk mendengarnya. Selesai acara prom night nanti, aku akan membawa daddy dan mommy kerumah kamu, kita akan menikah sebelum masuk kampus. Kamu pasti setuju kan baby? " Ucap reynard dengan nafas yang mulai tak beraturan.
Awalnya reynard hanya ingin bertunangan dulu, setelah beberapa bulan atau setahun kuliah baru dia akan menikahi zee. Tapi setelah mendengar kalimat cinta yang begitu ajaib ditelinga reynard, ia memutuskan langsung menikah saja tanpa perlu bertunangan. Jiwa posesif dan keinginan memiliki zee terasa semakin kuat.
Zee mengangguk dengan wajah malu-malu. "Tentu. Aku mau. "
Reynard tersenyum puas ia mendekat kan wajahnya hingga dahi dan hidung mereka menempel. Perlahan reynard menempelkan bibir mereka.
Sentuhan reynard sungguh memabukan, dan sialnya tubuh zee selalu tidak sejalan dengan ucapannya. Hingga ciuman panas yang menggairahkan kembali terjadi.
****
Malam hari di mansion zee.
"Kasih tau kakak, kamu mau apa? besok sekolah kamu ada acara camping kan? mau kakak sediakan makanan? "Daniel terus mengikuti zee.
Yah, zee baru saja diantar renynard pulang setelah makan malam bersama keluarganya tadi. Begitu sampai dirumah daniel langsung menyerbunya dan terus meminta maaf.
" Nggak usah, semua sudah disediakan pihak sekolah kok, jadi kakak nggak usah repot-repot. "Ucap zee dengan tegas.
__ADS_1
Zee tidak serius marahnya, dia cuma ingin menggerjai daniel saja, justru sebaliknya dia bersyukur karena daniel memiliki pacar, dia juga merasa kasihan karena diusia daniel yang sudah hampir kepala tiga tapi masih sendiri. Apalagi wanita itu aira, dia sudah mengenalnya, dan menurut zee aira cocok menjadi istri daniel.
"Tega banget sama kakak dek. " Keluh daniel dengan wajah memelas minta dikasihani.
Zee masuk kedalam kamar dan menguncinya, dia tidak memedulikan panggilan daniel.
Ting. . .
Suara pesan masuk dari aplikasi hijau diponselnya, zee segera naik ke atas ranjang, ia membuka pesan setelah berbaring nyaman dikasur.
' 𝘢𝘬𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘴𝘪𝘰𝘯 𝘣𝘢𝘣𝘺. "
Reynard mengirimkan foto saat dirinya berbaring di ranjang. Wajah zee memerah melihat dada dan perut kotak-kotak reynard. Karena difoto itu reynard tidak memakai baju.
' 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘩, 𝘣𝘪𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘤𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬. '
'𝘈𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵. '
Zee tersenyum senang membaca pesan reynard, zee menyadari makin hari laki-laki itu makin pintar mengombali nya, tidak tau dari mana dia belajar hal itu.
Reynard mengirimkan stiker love. '𝘖𝘬𝘦, 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘮𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬, 𝘯𝘪𝘤𝘦 𝘥𝘳𝘦𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘣𝘺. '
Setelah membaca pesan itu zee menyimpan ponselnya dinakas tanpa membalas terlebih dahulu.
****
Pagi hari zee sudah bangun, ia memakai celana jeans panjang sebetis dan hoodie coklat. Rambutnya dicepol asal terlihat sedikit berantakan namun malah membuat tampilan nya semakin cantik dan tampak menggemaskan.
Leo langsung mengambil alih koper zee ketika gadis itu keluar kamar.
Zee dan abi berangkat bersama ke sekolah.
"Bun, aku sama abang berangkat dulu ya. " Zee dan abi pamit pada risa, sementara daren dan daniel sudah berangkat kerja.
"Iya, abang jaga adek nya, jangan asik sendiri nanti. " Risa memperingati abi dengan tegas. "Adek udah nggak ada yang ketinggalan kan? Pembalut? Pakaian dalam obat-obatan udah lengkap? "
"Ya ampun bunda, kok enteng banget ngomongin underwear didepan abang, aku malu loh bun. " Zee melirik abi yang tampak acuh seolah tidak terpengaruh dengan omongan dua orang wanita itu.
"Udah ngapain malu sih, sama abang sendiri. Tapi benar ya , nggak ada lagi yang kelupaan? " Tanya risa dengan khawatir.
" Nggak ada, kan semuanya bunda yang mengemasi barang yang aku bawa. "Sahut zee sambil melihat jam tangan miliknya.
__ADS_1
"Dadah bun. " Sebelum risa mengomel lagi, zee langsung mencium pipi wanita itu dan buru-buru menarik tangan abi keluar rumah.
Leo langsung membuka pintu mobil, saat melihat nona mudanya mendekat. "Ayo leo, jangan sampai telat. "
"Telat apa sih dek, yang punya bus keluarga kita loh, siapa yang berani ninggalin kamu. " Ujar abi yang heran melihat tingkah zee. Yang menurut abi sangat aneh, karena tidak biasanya adiknya itu sampai terburu-buru dan bersemangat seperti ini.
"Iya juga ya bang, kok aku lupa sih. " Ucap zee tersenyum bodoh.
Abi mendengus. "Makanya jangan pacaran mulu yang dipikirkan, sekolah yang bener. " Sindir abi lalu membuang muka keluar jendela. Menghindari tatapan menghunus dari zee.
Leo menghentikan mobil tepat disamping bus yang akan mereka naiki ketempat camping nanti.
Semua teman-teman zee sudah berkumpul disana. Ada empat mobil bus yang akan berangkat hari ini.
"Bee. . . " Reynard datang menghampiri zee dan mengambil alih tas punggung gadis itu.
Zee tersenyum manis. Ia ingin menolak saat reynard mengambil tas nya, tapi karena tidak enak menolak laki-laki itu didepan temannya, akhirnya zee membiarkan saja. "Hai, kamu udah dari tadi. "
"Nggak juga, baru lima menit kok. "Jawab reynard menarik tangan zee naik kedalam bus.
Leo mengikuti zee menggunakan mobilnya sendiri. Sebenarnya zee sudah meminta leo untuk tidak ikut, namun leo yang keras kepala tentu tidak akan setuju jika itu menyangkut keselamatan nona mudanya.
"Kamu duduk sama aku. " Ujar reynard. Itu bukan pertanyaan ya, tapi pernyataan. Lagi pula memang zee niatnya begitu, karna siska sudah pasti duduk dengan karen. Jadi dia sama siapa lagi kalau bukan dengan reynard.
Zee memilih duduk dekat jendela, ia takut mabuk karena ini pertama kalinya dia naik bus.
Sepanjang perjalanan, suasana bus tidak pernah sepi, karena sopir nya memutar musik yang populer di aplikasi tok tok. Yang paling heboh sudah pasti tiga curut, ditambah siska yang terus di pancing oleh saka.
Saka menarik tangan siska agar ikut menari bersama teman-teman nya yang lain. Meskipun sedikit kesal namun siska juga tampak menikmati suasana yang heboh itu.
Suara nyanyian dan tepuk tangan menggema didalam bus. Sesekali zee ikut bernyanyi jika mendengar lagu yang dia tahu liriknya.
Zee menatap semua teman-teman nya, ada perasaan lain yang menggetarkan hatinya. Sejak dia pindah ke kelas ipa A, hari-hari disekolahnya terasa lebih baik, tidak ada lagi yang membullynya, tidak ada yang mengambil buku pr nya, juga tidak ada yang melimpahkan kegiatan piket padanya seorang.
Meski tidak terlalu akrab dengan mereka semua, tapi untuk sesaat zee merasa mereka adalah teman-temannya.
Melihat tawa bahagia mereka saat ini, hati zee merasa sedih karena ini adalah hari perpisahan mereka sebelum hari kelulusan.
Reynard menutup sedikit jendela yang terbuka terlalu lebar. Ia memasangkan selimut hingga leher zee, lalu meletak kan kepaa zee dibahunya. "Tidurlah, jangan pikirkan apa pun yang akan membuat mu sedih. " Reynard menepuk pelan kepala zee. Gadis itu tersenyum simpul, memang reynard lah yang paling mengerti isi hatinya.
Zee yang orangnya gampang tidur, begitu angin berhembus ditambah tepukkan ringan dikepalanya, zee tak dapat lagi menahan kantuknya hingga mata gadis itu terpejam.
__ADS_1
****