Azeeyra

Azeeyra
Panggilan sayang


__ADS_3

Zee terbangun dari tidurnya ia memandangi wajah tampan suaminya. Lalu mengedarkan pandangan keseluruh ruangan.


Bukan kah dia semalam sedang nonton drakor bersama teman-teman nya, sejak kapan ia pindah kekamar.


Ah, sudah pasti suaminya yang memindahkan nya kedalam kamar. Zee mengambil ikat rambut di atas nakas kemudian mengikat asal rambutnya.


Setelah itu ia berjalan keluar kamar. Diruang tamu tampak siska dan karen tidur diatas sofa, sementara abi dan tiga curut tidur dilantai beralaskan karpet. Zee geleng-geleng kepala melihat cara tidur mereka yang terlihat bertolak belakang jika saat mereka bangun. Tidak ada elegan-elegan nya sama sekali.


Reynard menggeliat dan terbangun dari tidurnya, ia menoleh kesamping tidak mendapati istrinya. Reynard bangkit dari tidur dan masuk kamar mandi.


Setelab mandi dan berpakaian reynard keluar dari kamar, diruang tamu dia melihat para sahabatnya masih tidur nyenyak. Ia berjalan mencari istrinya, terlihat zee sedang sibuk memasak di dapur.


Ia langsung memeluk pingang zee dari belakang. "Selamat pagi baby. "Ucap reynard sambil mencium pipi istrinya.


"Pagi, kok udah bangun, bukan nya kamu kekampus nanti siang ya? "Zee menoleh kebelakang dan membelai pipi reynard.


" Aku ada sedikit kerjaan sama seno. Nanti aku langsung kekampus sayang, jadi nggak balik ke apart lagi. "Jawab reynard memberitahu zee.


"Ya udah, nanti aku ke kampus pakai motor ya. "


Reynard spontan menoleh kearah zee dengan mata tajam. "Nggak boleh. "


Mulut zee mengerucut. "Aku janji bakal hati-hati, ya ngapain belajar naik kalau nggak dibolehin bawa motor. Percuma dong. "


Setelah menikah dengan reynard, zee meminta di ajarin naik motor oleh suaminya, dengan senang hati reyanrd mengajarkan zee. Dia bahkan sudah memberikan sebuah motor sport untuk istrinya. Tentu saja motor itu di ambil dari showroom milik nya.


"Kamu boleh bawa motor kalau bareng sama aku atau abi. "


"Ya udah, minta abang yang temenin aku, pokok nya hari ini aku mau naik motor titik. "


"Abi nggak bisa sayang, semalam dia bilang hari ini mau pergi sama papa ketemu klien. "


"Klien apa sih? Ini hari minggu loh! Aku naik taksi ajalah, malas sama kamu. "Kata zee akhirnya. Ia cemberut padahal sudah terbayang gimana serunya membawa motor kekampus.


" Ya udah naik taksi aja, lebih aman. Nanti kalau sampai kampus kabarin aku ya. "


"Liat nanti kalau nggak sibuk. " Jawab zee singkat. Hatinya masih kesal karena larangan reynard tadi. Ia tau reynard melakukan itu untuk keselamatan nya, tapi zee bukan gadis bodoh yang nggak tau apa-apa, lagi pula dia sendiri kok yang ngajarin, masa nggak percaya sama kemampuan sendiri.


"Pokonya nanti kabarin aku, kalau nggak nanti aku nyusulin kamu kekampus dan mencium kamu didepan semua orang. "Ancaman keluar dari mulut reynard membuat zee semakin kesal.


"Terserah kamu aja. Kamu mau mempermalukan aku didepan teman jurusan ku, tidak masalah kok. " Jawab zee dengan perasaan campur aduk. Dia sendiri merasa heran sebenarnya mereka ini sedang meributkan apa sih?

__ADS_1


Reynard menghela nafas, tidak tau harus mengatakan apa lagi, akhirnya dia meninggalkan zee didapur dan membangun kan seno.


Sedangkan zee melanjutkan membuat sarapan paginya. Nasi goreng seafood kesukaan nya, dia minta di ajari oleh bi jum. Beberapa kali mencobanya zee sudah mulai menguasai resep yang satu ini.


Selesai sarapan bersama reynard dan seno. Kedua laki-laki itu langsung pergi meninggalkan apartemen. Zee pun bersiap-siap untuk berangkat kekampus.


Selesai berpakaian zee keluar kamar melirik keruang tamu disana dua sahabatnya dan abi bersama dua curut masih tertidur. Zee membiarkan mereka. Lalu turun kebawah karena taksi pesanan nya sudah menunggu.


Pukul 08.45


Zee sudah tiba di kampus. Kampus blossom merupakan kampus ternama dijakarta, kampus mewah dengan fasilitas yang lengkap. Yang paling jadi favorite mahasiswa disini adalah kantin nya, dikampus ini sistemnya prasmanan. Makanan ambil sendiri. Tidak perlu bayar pakai uang, karena pihak kampus menyediakan kartu konsumsi. Hanya yang memiliki kartu yang boleh masuk kantin, jadi semua mahasiswa merasa aman dan nyaman.


Baru saj memasuki koridor kampus ia dikejutkan oleh sebuah suara nyaring. Zee menatap gadis disampingnya dia ingat gadis ini adalah orang yang mengatai nya bisu saat ospek tiga hari yang lalu.


Kalau tidak salah ingat namanya viona?


Viona melirik penampilan zee dari atas sampai bawah. "Wah, cantik banget dandanan lo. "


Walaupun ini masih pagi namu sudah banyak mahasiswa yang datang kekampus. Semua orang melihat kearah mereka karena suara viona yang sangat keras. Sejak Sma zee tidak pernah suka menjadi pusat perhatian. Meskipun begitu tetap saja dia menjadi gadis populer disekolahnya apalagi dia berpacara dengan reynard seorang most wanted di sma dulu.


Sekarang di kampus ini zee tidak peduli lagi, entah dia akan populer atau tidak, fakta bahwa dia sudah menikah dan menjadi seorang istri membuatnya tidak bergairah lagi untuk sebuah kata 𝘱𝘰𝘱𝘢𝘭𝘒𝘳π˜ͺ𝘡𝘒𝘴. Baginya itu tidak penting. Sekarang yang jadi fokusnya kuliah dan kerja.


Zee ingin setelah ini dia menjadi seorang desainer yang memiliki merek sendiri. Dia juga sudah membicarajan hal ini dengan reynard. Beruntung suaminya selalu mendukung keinginan nya.


Zee memutar bola matanya. Jujur saja zee merasa tidak nyaman dengan sikap viona. Tadinya zee pikir mungkin dia bisa berteman dengan gadis ini, tapi setelah melihat sikap tidak sopan nya ini zee malah ilfil dan kurang respect.


"Gue duluan. " Jawab zee. Wajah viona memerah karena malu, sebab banyak mata yang sedang memperhatikan mereka.


Viona berjalan menyusl zee dengan perasaan dongkol. "Siaa!!! Bisa-bisanya gue dicueki . "Viona mempercepat langkahnya. Dia tidak menyangka sikap zee masih sama seperti saat pertama kali ospek. Dia pikir sudah mulai dekat dengan zee karena selama ospek hanya dia lah yang mau bicara dengan gadis itu. Tidak menyangka ternyata masih dingin dan malah terlihat semakin arogan.


Begitu masuk kedalam kelas semua orang menatap kearahnya. Jelas sekali wajah-wajah penuh ke-iri dengki an itu tapi ia abaikan. Selagi mereka tidak mengganggunya jadi biarkan saja.


Jam istirahat sudah berbunyi. Kelasnya juga sudah berakhir. Begitu dosen meninggalkan ruangan nya. Zee pun juga bersiap untuk keluar.


Didepan pintu kelas suaminya telah berdiri menunggu dengan tangan berlipat didada. Banyak mahasisiwi yang memperhatikan laki-laki itu. Namun tak dia pedulikan.


Zee melangkahkan kakinya mendekati reynard. Dengan santai dia menarik tangan reynard. Dia mengabaikan wajah kesal suaminya. Dia tentu saja apa yang membuat suaminya cemberut.


"Jangan marah, aku bukan nya nggak mau ngabarin kamu, tapi pas nyampe kampus dosen sudah ada dikelas jadi aku ngga sempat lagi pegang ponsel. "Ujar zee. Ia berbohong. Mana mungkin tidak sempat dosen saja baru datang setelah setengah jam ia duduk dikelasnya. Zee hanya sedang malas saja, apalagi dia masih kesal dengan perdebatan tadi pagi.


Reynard menghela nafas. Kemudian menautkan jarinya pada jari zee. " Ayo makan siang dulu. Habis ini aku akan sibuk lagi, sayang, aku setelah ini tidak ada kuliah lagi. Daddy meminta ku pergi ke kantor. Kamu nggak apa-apa kan? "Tanya reynard khawatir. Sejak masuk kuliah dia jadi lebih sibuk, waktu berdua bersama zee jadi berkurang. Dia merasa bersalah karena sudah mengabaikan istrinya.

__ADS_1


" Nggak apa-apa kok! Kamu kan kerja buat aku, nanti suruh leo jemput aku aja. "Jawab zee, dia sedikit meremas tangan reynard memberitahu laki-laki itu kalau dia baik-baik saja.


Zee dan reynard tiba dikantin dan langsung mengambil dua mangkok bakso dan dua gelas teh es. Tidak luoa mengambil sepiring buah yang sudah dikupas dan dipotong-potong bersih. Mengambil tempat duduk dipojok dan makan dengan tenang.


Baru makan dua suap. Ponsel disaku reynard berdering. Laki-laki itu mengangkatnya melihat kening reynard yang berkerut zee tau pasti telah terjadi sesuatu.


"Ada aoa? " Tanya zee setelah reynard selesai menelpon.


"Aku harus pergi sekarang, ada masalah dikantor daddy. " Ucap reynard. Dia menatap rumit kearah istrinya. Perasaan bersalah kembali muncul dihatinya.


Zee tersenyum dan menepuk punggung tangan suaminya. Dia mengerti apa yang dipikirkan reynard. Zee merasa beruntung memiliki suami seperti reynard yang selalu memikirkan kenyamanan nya.


"Ya udah pergi sana. Aku nggak apa-apa. " Ucap zee tersenyum.


Reynard tidak menjawab, dia masih menatap istrinya dengan tatapan sendu. "Hubby. . . Aku tunggu dirumah ya. " Ujar zee lagi.


Hubby??? Yap, panggilan itu baru terfikir semalam olehnya. Setelah menonton drakor bersama siska dan karen semalam. Dia mendapat panggilan itu karena ada salah satu adegan seorang istri yang memanggil suaminya dengan 𝘩𝘢𝘣𝘣𝘺. Ya walau pun mencontek tapi zee pikir itu tidak masalah.


Terbukti, wajah reynard tersipu dan memerah karena malu.


Bibir reynard berkedut menahan senyum. Panggilan hubby itu sukses membuat jantung nya berdebar. Alih-alih pergi kekantor rasany reynard ingin mengendong zee dan membawanya pulang ke apartemen.


Namun tidak mungkin ia lakukan, bisa-bisa singa betina nya ini mengamuk. "Kamu panggil aku apa tadi? Disini berisik jadi aku kurang jelas aoa yang kamu bilang. " Ucap reynard dengan senyum masih tersunging dibibirnya.


Zee memutar bola matanya malas. Kalau nggak denger ngapain juga dia senyum-senyum gitu.


"Hubby. . . " Akhirnya zee tetap mengulanhi lagi. "Aku tunggu dirumah, kerja yang rajin y hubby. " Ucao zee wajah nya memanas menjalar sampai telinga. Sungguh ini pertama kalinya zee melakukan hal selebay ini. Dia merasa sangat malu mendengar perkataan yang baru keluar dari mulutnya itu.


Cup. . .


sebuah kecupan mendarat dibibirnya.


Bibir????


Benar reynard mengecup dibibir zee. Wajah malu-malu zee berubah menjadi suram. Ia mengedarkan pandangan keseliling. Semua mata menatap kearah mereka. Bahkan ada yang ternganga sampai air minum yang ada dimulutnya menetes pun dia tak sadar.


Malu! Zee sungguh sangat malu.


"Aku pergi ya sayang. Tunggu aku dirumah. " Ucap reynard tanpa bersalah. Zee melirik sinis kearah reynard.


"Pergi sana. " Usir zee dengan muka galak.

__ADS_1


Reynard berlari keluar kantin dengan suara tawa yang keras. Ia sangat suka mengoda istrinya. Apalagi sampai mengeluarkan tanduk begitu. Rasanya kecemasan tadi langsung hilang begitu melihat wajah marah istrinya.


***


__ADS_2