Azeeyra

Azeeyra
BERGANTI NAMA BELAKANG


__ADS_3

Berbeda dari keadaan kamar zee yang sunyi senyap, di taman samping rumah semua orang dalam pesta, tengah sibuk, berbincang membicarakan bisnis dan pekerjaan. Hingga tidak menyadari ada nya insiden kecil yang terjadi dikamar bintang utama pesta malam itu.


Di atas panggung ditengah pesta.


"Terimakasih, untuk semua rekan dan saudara-saudara yang sudah hadir di pesta mendadak ini. Juga maaf karena sudah menunggu terlalu lama. "Suara berat daren menggema di seluruh ruangan, yang menampung kurang lebih lima puluh orang itu.


Daren hanya mengundang keluarga nya dan keluarga dari mendiang istrinya, sebagian lagi kolega bisnis nya dan juga daniel. Ada beberapa orang wartawan yang sengaja di undang untuk mengambil video eksklusif supaya ditayangkan di tv.


Didepan mereka semua daren berdiri di panggung memberikan kata sambutan, daren yang tidak pandai berbasa basi, hanya mengatakan hal yang dia anggap perlu saja.


Layar proyektor dibelakang daren menampilkan foto tiga orang, satu orang pria dewasa dan satu orang wanita dewasa yang sedang hamil, di depan pria dewasa itu ada seorang anak laki-laki berusia delapan tahun.


"Seperti yang kalian lihat, dibelakang saya ini adalah, foto bersama mendiang istri pertama saya, kalian juga melihat difoto ini, istri saya sedang hamil, dan anak itu sekarang sudah lahir dan tumbuh dengan cantik. "


Daren memandangi seluruh orang yang ada di sana.


"Malam ini saya ingin memperkenalkan kepada semua orang, diseluruh indonesia bahwa saya memiliki seorang putri yang cantik. "


"Maaf tuan daren boleh saya mengajukan pertanyaan. " Salah satu wartawan mengangkat tangan.


Daren melirik wartawan itu dengan wajah datar. "Nanti, akan ada sesi khusus untuk kalian wawancara. "


Wartawan itu pun mengangguk, dan mengucapkan terimakasih.


Daren memukul kepala mic dengan jari telunjuk nya beberpa kali, sehingga suara bisik-bisik dari para tamu terhenti.


Seketika atensi semua orang terfokus padanya.


"Seperti nya kalian sudah tidak sabar, kalau begitu saya perkenalkan putri kandung saya, AZEEYRA BRILIANT AKSARA. "


Taks...


Taks...


Taks...


Seorang gadis cantik berjalan dengan anggun, suara sepatu beradu dengan lantai mengeluarkan intonasi yang membuat orang terhipnotis.


Sorot lampu menyinari setiap langkah kaki jenjang gadis itu, gaun merah tanpa lengan membalut tubuh ramping nya, lekuk tubuh zee yang seksi menambah kesan anggun dan dewasa.


Azeeyra, gadis itu berjalan dengan dagu terangkat, sorot mata nya tajam pandangan lurus kedepan, tidak terlihat gugup atau canggung, pembawaan nya yang tenang membuat semua orang berdecak kagum menatap ke arah nya.


Luar biasa.


Pujian dan kekeguman tidak hentinya mereka lontarkan, senyum kepuasaan terbibit dibibir daren, bahkan leo yang berada disudut gelap juga ikut memuji kecantikan nona mudanya itu.


Daren mengulurkan tangan, dengan senang hati zee menyambutnya.


"Kamu sangat cantik sayang. " Bisik daren ditelinga setelah mencium tangan putrinya.

__ADS_1


Wajah zee masih datar, tidak ada senyuman sama sekali, ia menarik jas daren agar sedikit menunduk kearahnya.


Dengan pelan zee berbisik. "Aku kebelet pipis pa. "


Sontak saja tawa daren langsung pecah, daren sempat begitu menggagumi ketenangan putrinya tadi, wajah datar dan dingin zee memancarkan jiwa kepemimpinan yang kuat, namun di luar ekspektasi, ternyata putri cantiknya itu sedang menahan buang air kecil.


Daren menyeka sudut matanya yang berair dengan ibu jarinya. Para tamu yang sudah mengenal daren tampak melongok melihat daren tertawa lepas tanpa beban itu.


Ini pertama kalinya mereka melihat. Bahkan saking tak percaya nya mereka sampai mencubit pipi orang sebelahnya, kalau orang yang dicubit marah, maka sudah dipastikan bahwa dia tidak bermimpi.


Lebay?


Namun itulah kenyataan nya, didunia pengusaha daniel terkenal dengan kekejamannya, datar dan mendominasi, selalu berwajah serius dan tidak pernah bercanda apalagi sekedar melempar guyonan.


Makanya mereka jadi speechless tadi.


"Pa aku bisa bocor loh, kalau papa masih ketawa. "Celetuk zee yang semakin membuat daren terbahak.


Zee mendelik kan matanya dengan kesal. Ia melirik ke arah daniel, dengan tatapan meminta tolong.


Daniel tersenyum manis melihat wajah cemberut zee yang tampak menggemaskan dimatanya.


Dengan wajah datar daniel menghampiri ayah dan anak itu.


Deheman daniel membuat kesadaran daren ditarik paksa kembali pada kenyataan. Kedua mata mereka bertemu, sedetik kemudian ekspresi daren berubah sebagaimana mestinya.


Bahkan orang-orang disana menghela nafas lega, bagi mereka daren yang tertawa tadi jauh lebih menakutkan dibanding daren yang dingin.


Hati mereka semakin tenang begitu mendengar suara berat daren.


"Ekhem, seperti yang kalian lihat, gadis cantik disamping saya ini adalah putri saya. Azeeyra briliant aksara. Saya hanya ingin mengatakan ini satu kali saja. Mengusik putri saya sama artinya dengan mati. "


Daren berucap dengan rahang mengeras, seketika bisik-bisik kembali terdengar, kalimat daren yang terakhir membuat mereka menarik benang merah dan menyambungnya satu persatu, satu kesimpulan yang mereka dapat, dengan ketidak hadiraan keluarga jordhan, maka dengan terang-terangan keluarga aksara menebar bendera permusuhan dengan keluarga jordhan.


***


Daren masih berdiri diam, membiarkan orang-orang, membuatke simpulan sendiri, terlepas dari benar tidak nya, asal itu tidak keluar dari mulut daren sendiri, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Sudah selesai? " Tanya daren, matanya menatap semua tamu. "Sebelum melanjutkan acara makan-makan, saya masih ada satu hal lagi yang ingin disampai kan. " Sambung daren masih dengan wajah dinginnya.


Para tamu kembali berbisik, menerka dan menduga-duga ada berita apalagi kiranya yang ingin disampaikan daren.


"Selain dua orang yang disamping saya ini, sebenarnya saya masih memiliki satu putra lagi. " Daren menatap ke arah abi yang berada tak jauh dari mereka berdiri.


Degh. . .


Jantung abi seketika berdebar, tidak mungkin dia kan? Disini banyak orang sekarang juga ada wartawan, papa daren tidak, tidak, dia hanya anak tiri.


Abi terus bermonolog sendiri, hingga tiba-tiba namanya dipanggil, dan senyum hangat dari tiga orang berbeda usia itu seolah menghipnotisnya, tanpa disadarinua kaki abi berjalan ke arah panggung dan berdiri disamping daniel.

__ADS_1


Abi terkesiap saat daniel merangkul bahunya, ia menoleh kekiri dan kekanan, sejak kapan dia sudah ada diatas panggung? Dan ini...! Abi merasa telapak tangan nya dingin saat tatapan penuh tanda tanya tersirat dari mata para tamu.


Setelah memastikan semua pandangan para tamu fokus pada mereka daren melanjutkan ucapannya.


"Setelah istri pertama saya meninggal, saya sudah menikah lagi, dan ini adalah putra kami. " Daren tidak mengatakan abi anak tirinya, namun semua orang tahu faktanya, menilik dari wajah abi yang tidak ada kemiripan dengan daren dan kedua anak nya, mereka bisa menyimpulkan sendiri. Namun karena daren sendiri tidak mengatakan, mereka juga tidak berani bertanya.


Daren memanggil risa ke atas panggung.


Daren menatap abi dan risa bergantian. "Bunda apa boleh, abi memakai nama belakang papa? "


Risa tertegun sejenak, matanya mulai berkabut, rasa haru dan sakit bercampur jadi satu, sakit saat mengingat bahkan ayah kandungnya sendiri tidak sudi abi memakai nama belakang nya, dan terharu, karena pria yang berstatus suaminya ini malah ingin menyematkan nama keluarganya pada putranya.


Tidak mendapat jawaban dari risa, daren kembali bertanya. "Bunda hanya perlu jawab, iya atau tidak. "


Risa menoleh ke arah abi yang sudah terisak, risa mengangguk dengan air mata berlinang. "Iya, boleh mas, terimakasih. "


Zee mendekati abi dan risa memeluk kedua orang itu penuh kehangatan. Tanpa mereka sadari diantara kerumunan tamu undangan, seorang pria paruh bayah menatap risa dan abi dengan tangan terkepal kuat.


Setelah malam ini zee sudah resmi memakai nama belakang aksara. Begitu juga dengan abi, laki-laki itu juga berganti nama belakang. ABI BRIANO AKSARA.


***


Prang. . .


Disebuah mansion mewah, seorang pria tua melempar sebuah gelas ke arah televisi.


"Dia mengundang pengusaha lain, tapitidak mengundang ku, harusnya dia mengundang ku dan mengumumkan kesalahpahaman diantara kami sudah selesai. " Ucap pria tua yang tak lain adalah agam jordhan.


Dia merasa sangat kesal dan tidak terima atas sikap daren yang terang-terangan menyebar luaskan permusuhan antara keluarga mereka.


"Ayah sudah lah, tidak usah terlalu di fikirkan, kekuasaan kita juga tidak kalah dari laki-laki itu. " Wanita itu berusaha menenangkan ayah mertuanya.


Taks. . .


"Argh.... " Wanita itu menjerit kesakitan tatkla agam memukulkan tongkat kayunya tepat dikepala menantunya itu.


"Wanita sia**n, ini gara-gara otak licik kau yang tidak berguna itu, jika kau tidak menghasutku, mana mungkin aku bersikap tidak bermoral seperti ini. " Agam menatap tajam ke arah ambar, wanita yang menghasut agam supaya menemui azeeyra waktu itu. Dia juga yang membisikkan pada agam soal zee yang menjadi simpanan daniel.


"Hentikan ayah, jika sudah begini, ayah baru menyalahkan orang lain. Ini kesalahan ayah sendiri, ayah yang bersikeras menetang hubungan mereka. " Bima putra kedua agam, suami dari ambar, ia membantu istrinya berdiri.


"Lihat hasil perbuatan ayah ibu ku istri ayah sendiri tidak tahan dengan sikap ayah. " Sambungnya lagi, setelah mengatakan itu ia pergi membawa ambar keluar mansion meninggalkan agam terduduk diam.


Benar, sejak agam menentang hubungan reynard dan zee, hari dimana erik datang dan memutus hubungan keluarga, hari itu juga istrinya memilih pergi keluar negri ketempat anak perempuannya.


Sekarang tersisa agam sendiri di mansion mewah itu, david dan bima yang selama ini tinggal dengannya pun memilih pergi.


Agam terdiam, sorot matanya kosong.


Pria tua itu, sudah kehilangan segalanya, akibat sifat serakah dan kesombongan nya sendiri.

__ADS_1


***


__ADS_2