Azeeyra

Azeeyra
Don't worry baby


__ADS_3

Reynard langsung terduduk dari tidurnya setelah memutus sambungan telepon dari daddy erik. Saka dan denis yang sedang asik menonton film por** tersentak kaget karena aksi reynard yang tiba-tiba. Sementara abi laki-laki itu sudah tertidur pulas di samping reynard.


"Kenapa bos? " Denis melihat wajah reynard yang bengong, karena memang tadi dia tertidur disofa.


Setelah kesadaran nya terkumpul, reynard bangkit dari duduknya, sembari menyambar jaket dan kunci motor.


"Kemana? Nggak jadi nginap? " Sahut Saka menambahkan saat melihat reynard bersiap pergi.


"Daddy suruh balik. " Jawab reynard singkat, kemudian meninggalkan ketiga sahabatnya.


Reynard mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, karena waktu sudah tengah malam, jalanan sangat sepi, jadi reynard bisa sampai rumah dengan cepat.


Tak berselang lama motor reynard tiba digerbang rumah, satpam dengan cepat membukakan pintu. Reynard turun dari motor tanpa mematikan mesin nya terlebih dulu. Ia melihat zee berdiri diteras, reynard berjalan dengan sedikit berlari dengan jantung berpacu.


Grep. . .


"Baby. . . Are you oke!!! " Reynard langsung memeluk tubuh mungil zee yang terasa dingin.


Reynard menarik nafas nya dalam dan menghembuskan dengan kasar. Rey mendongak menatap wajah kekasihnya yang tampak pucat, rambut acak-acakan, tubuhnya terasa dingin karena zee hanya memakai piyama pendek dan tipis. Dan yang paling membuat reynard marah saat ini zee datang tanpa alas kaki.


Reynard mengepalkan tangan menahan amarah, bukan, bukan, reynard tidak marah pada kekasihnya, ia marah pada orang-orang yang sudah membuat zee sampai terpuruk seperti ini.


Tanpa bicara lagi reynard mengangkat tubuh zee dalam gendongan nya, zee melingkarkan kakinya dipinggang reynard. Kepalanya yang sudah sakit sejak tadi ia sandarkan diceruk leher laki-laki itu.


Reynard membawa zee kekamarnya. Ia merasakan lehernya basah, zee menangis. Bisa reynard bayangkan betapa hancurnya zee saat ini. Meski dia terlihat seperti gadis yang kuat, namun sebenarnya ia adalah perempuan yang rapuh.


Rey duduk ditepi ranjang, zee masih duduk nyaman dalam pelukannya. Ia mengelus punggung zee lembut dan sesekali dia membelai rambut panjang kekasihnya.


Reynard mengecup kepala zee. Dan berkata pelan. "Don't worry baby, iam here. "


Zee terisak kecil dipangkuan kekasihnya. bulir bening terus mengalir disudut matanya. Reynard menepuk-nepuk punggung zee memberikan ketenangan.


"Ada apa bee? Ada yang sakit? "


Zee mengangguk pelan dalam dekapan reynard.


" Mana yang sakit sayang? "Tanya reynard lembut. "


"Disini." Zee menunjuk dadanya, dengan tangis, semakin lama semakin keras. Zee terisak dan meraung sehingga membuat reynard semakin geram dan marah. Ia mencoba menenangkan hatinya, saat ini reynard ingin menghantam dan memukul sampai mati orang-orang yang sudah membuat kekasihnya sampai seperti ini.


Sungguh tidak tega, reynard merasa kesal melihat zee seperti ini, namun reynard membiarkan zee menangis agar meluapkan emosinya.


"Bee, lihat aku!! " Reynard mengangkat kepala zee agar menatap matanya.


Reynard mengusap air mata zee dengan lembut dan memberikan sebuah kecupan di kening, dan disudut matanya.


"Jangan pikirkan apa pun saat ini, kamu butuh aku? Aku ada disini untukmu, baby, aku nggak tau bagaimana menghibur orang tapi.."reynard menarik satu tarikan nafas panjang dan mengebuskan secara pelan, Kemudian melanjutkan ucapannya. "Kamu nggak perlu merasa bersalah atas apa yang tidak kamu lakukan, mama kamu pasti akan mengomeli kamu, kalau dia melihat putri cantiknya menangis sampai seperti ini. "


"Mama mengomel? " Tanya zee dengan suara parau.


Zee membayangkan bagaimana mama riana mengomelinya, ia ingin merasakan rasanya diomeli, senyum tipis terbit dibibir pucatnya.


Reynard mengangguk kepala nya pelan, ia mencubit hidung zee dengan gemas.


"Sayang, dengarkan aku. " Reynard bicara dengan suara pelan nan lembut, ia menangkup wajah zee dengan kedua tangannya. "Yang mama kamu ingin kan, kamu hidup dengan baik, dan selalu bahagia. Jangan sia-siakan kehidupan yang dia diberikan dengan kamu yang terus merasa bersalah. "


Zee menatap mata reynard, ada kemarahan yang terpancar disorot mata elangnya.


"Ini adalah yang terakhir kali baby, aku tidak ingin melihat hal seperti ini lagi. Atau aku akan menghabisi orang-orang yang membuat mu seperti ini, aku tidak peduli bahkan jika itu papamu. " Reynard mendesis dingin.


"Rey. . . "Panggil zee lirih.


" Hmm, kenapa? "Jawab reynard, tanpa sadar ia bicara dengan suara dingin.


"Kamu membuat ku takut. "Zee berkata dengan pelan. Setelahnya ia kembali membenamkan kepalanya didada bidang reynard.


Degh.


Jantung reynard berdetak cepat. Ia tersadar dengan ucapannya tadi, Takut? Zee tidak boleh takut padanya. Mana boleh gadis itu takut padanya bisa gawat.


"Maaf, maaf bee, aku terbawa emosi tadi. "Reynard berujar pelan. Ia mengecup puncak kepala zee berkali-kali.


" Capek? "Tanya reynard lembut.

__ADS_1


"Hmm, kepala ku rasanya mau pecah. "Keluh zee sambil memijit pelipisnya.


" Baik lah, ayo istirahat sekarang sudah hampir pukul lima. "Reynard mengangkat tubuh zee dan membaringkan nya dikasur.


" Tutup mata mu. "Titah reynard.


Dengan patuh zee memejamkan matanya, tiba-tiba sebuah tangan kekar mendarat dan memijit kepalanya. Bibir zee melengkung menahan senyum, ada perasaan nyaman menghampiri saat tangan itu menyentuh kepalanya.


"Enak.? "Tanya reynard.


Zee berdehem menikmati pijitan lembut reynard.


" Tidurlah. Aku akan menjaga mu. "


Lagi-lagi zee hanya berdehem.


Beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus, menunjuk kan bahwa zee sudah terlelap.


Reynard tersenyum, ia menarik selimut hingga menutupi dada zee, kemudian mengecup bibir nya sekilas. Eyra-ku, kamu harus bahagia, dan aku akan memastikan untuk itu.


Ya reynard sudah memutuskan memanggil zee dengan eyra, panggilan berbeda dari yang lain.


Setelah memastikan zee tertidur nyenyak, ia duduk ditepi ranjang sembari mengeluarkan ponselnya disaku celana.


Reynard menghubungi daren, untuk memberi kabar bahwa zee ada dirumahnya saat ini, jangan sampai mereka kalang kabut dan menganggap zee kabur.


Keadaan mansion daren saat ini.


Jam menunjukan pukul 4 pagi.


Leo terbangun dari tidurnya, ia ingin mengecek keadaan nona mudanya.


Pintu kamar tidak dikunci. Loe terkejut saat memeriksa ke seluruh kamar namun tidak mendapati keberadaan nona mudanya.


"Nona muda. "Teriak leo, ia langsung melompati tangga dan berlari keluar rumah. Pengawal yang ada diluar rumah tak kalah kaget melihat kehadiran leo yang tampak panik.


" Dimana nona muda? "Tanya leo dengan mata tajam.


" Jawab dimana nona muda. "Bentak leo dengan keras. Seluruh pengawal yang tadi masih beristirahat langsung terbangun mendengar suara keras leo. Mereka berlari menghampiri leo.


Bugh.


Satu pukulan keras mendarat diperut pengawal yang ditanya leo tadi. " Kau bisu, ha? "Leo menghardik hingga pengawal itu menggigil ketakutan.


Dua pengawal penjaga gerbang menghampiri leo. Dengan wajah pucat ia berbicara. " Lapor tuan. "Laki-laki itu berdiri tegap mata nya lurus menatap mata tajam leo. "Nona muda pergi membawa mobil, sejak dua jam yang lalu tuan. "


Mata leo melotot mendengar ucapan bawahannya itu.


Bugh. . . bugh. . .


Dua bogeman mentah untuk dua pengawal itu. Mereka menerima tanpa berani mengeluarkan suara.


"Dua jam yang lalu? Dan kalian tidak melaporkan nya pada ku? " Leo mengeratkan rahangnya.


Daren yang memang sudah terbangun langsung menghampiri leo karena mendengar keributan dari luar.


"Kenapa ini leo? "Tanya daren dengan suara dingin.


Leo dan para pengawal yang lain langsung menunduk kan kepala.


" Tuan besar, nona muda pergi keluar membawa mobil tuan. "Ucap leo datar.


" Apa.. Kemana? Bagaimana bisa kau kecolongan leo? "Daren tampak panik, ia menatap marah pada leo.


" Saya akan segera menemukan nona muda tuan. Saya permisi. "Ucap leo bersiap meninggalkan daren, namun sebelum leo pergi, bunyi ponsel daren menghentikan langkah leo.


[ " HaLo...!!! "].terdengar suara seorang laki-laki diujung telepon, sedetik kemudian daren menghela nafas lega.


[" Baik, terimakasih, titip anak saya, dan maaf sudah merepot kan mu. "] Papa daren memutuskan sambungan telepon, kemudian menatap leo yang masih berwajah panik.


" Dia pergi kerumah reynard, biar kan saja dia disana dulu. Setidaknya dia aman disana. "Ucap daren memberitahu leo.


Leo mengangguk lega. Ya lega karena nona mudanya baik-baik saja.

__ADS_1


" Leo, sistem penjagaan mansion ini, apa seburuk itu? Kalau Kau tidak bisa mengurus bawahan mu dengan baik, maka serahkan tugas ini pada gerald atau pada jhon. Pria berwajah seram dan bertubuh besar bernama jhon itu adalah pengawal pribadi daren.


"Saya akan mendisiplinkan mereka tuan. " Ucap leo tegas.


Semua pengawal meneguk ludahnya, mereka sangat tau arti dari ' mendisiplinkan ' yang dimaksud leo.


Setelah daren kembali kedalam mansion, leo melirik bawahannya satu-satu. Mereka semua menunduk tidak ada yang berani menganggkat kepala.


"Kalian semua, ikut aku. "Titah leo dengan aura tekanan yang begitu kuat, sehingga membuat mereka mengeluarkan keringat sebesar biji jagung.


"Ba-baik tuan. " Jawab mereka serempak dengan gugup.


Sungguh menakutkan kejam dan tak berperasaan. Itulah yang ada dalam pikiran pengawal itu saat ini. Namun mereka juga tidak bisa membela diri karena memang itu salah mereka sendiri. Tidak seharusnya mereka membiarkan nona mudanya pergi, terlebih lagi pergi sendiri. Dan fatalnya, mereka tidak melaporkan kejadian itu.


* * *


Kembali ke kamar reynard.


Setelah memberi kabar pada daren, reynard ikut berbaring di sebelah zee, ia menelusup dibalik selimut, dan melingkarkan tangan kekarnya diperut rata zee.


gadis itu menggeliat saat merasakan berat di perut nya. Namun ia tidak terbangun, justru zee semakin merapatkan tubuhnya pada reynard. Keduanya tertidur sambil berpelukan satu sama lain.


Disisi lain daniel menggeram kesal, karena baru saja ia memejamkan mata, ponselnya sudah berdering.


Daniel menoleh ke meja nakas dimana ponselnya berbunyi. Ia mengambil dan menggeser tombol hijau.


"Hmm."


"Tuan, ada seorang gadis dari keuarga jordhan yang ingin menginap, kami sudah mengatakan kalau tidak bisa tuan, tapi nona ini memaksa dan membuat keributan tuan. "Ucap resepsionis diujung telepon.


" Siapa namanya? "


"Aira tuan. " Jawab wanita di ujung telepon.


Daniel langsung membuka matanya saat mendengar nama aira. Tanpa mengatakan apa pun lagi daniel memutus telepon sepihak.


"Ouh,, shiit, gadis menyebalkan. " Ucap daniel kesal, ia menyibak selimut dan buru-buru keluar kamar.


Seluruh keluarga bernama belakang jordhan memang sudah diblack list dari hotel dan restaurant daniel, itu salah satu cara nya menunjuk kan kekuasaan nya pada orang-orang yang berani mengusik keluarganya.


Tapi sekarang wanita itu, aira? ingin sekali daniel menyeretnya keluar mengusir dan memakinya tapi. . . !!!


Daniel mengeraskan rahangnya, rasanya ia ingin memukul seseorang sekarang.


"Kenapa kamu harus memiliki nama jordhan ai. "Lirih daniel.


Daniel sampai dilobi hotel menggunakan lift khusus, daniel melihat aira sedang berjongkok dibalik meja resepsionis, seperti anak hilang.


Daniel memejamkan mata sejenak ia mendongak menetralkan hatinya agar amarahnya tidak meledak.


" Apa yang kau lakukan disini. "Ucap daniel dengan dingin.


Aira mengangkat kepalanya, ia terkejut dengan kedatangan daniel, aira tidak tau kalau daniel sekarang ada dihotel. Mata laki-laki itu tampak tajam dan dingin.


"Kenapa disini? " Tanya daniel lagi, kali ini suaranya lebih pelan, karena penampilan gadis itu tampak kacau sekarang.


"Daniel!! Biarkan aku menginap semalam disini. "


Aira bangkit dan berdiri, ia mendekati daniel dan menatap matanya. "Kasihani lah aku daniel. "


Daniel menghela nafas pelan. "Aku antar kamu pulang. "


"Tidak mau, aku mau menginap disini. "Ucap aira bersikeras.


Daniel menyugar rambutnya kasar. Ia benar-benar ingin menyeret gadis ini sekarang.


"Kau punya rumah, kenapa harus menginap dihotel, ha. . "Tanya daniel dengan bersedekap dada.


" Memangnya hanya orang yang tidak punya rumah yang boleh menginap? "Tanya aira ngotot.


Daniel menghela nafas panjang. Kenapa harus dia yang ada diposisi ini. "Ikut aku. "Daniel menarik tangan aira sedikit kasar, tidak ada penolakan aira mengikuti langkah kaki daniel dengan patuh.


****

__ADS_1


__ADS_2