Azeeyra

Azeeyra
Dua gadis gila


__ADS_3

"Gue harus senang apa sedih sih punya suami kayak gitu. " Sungut zee setelah reynard pergi.


Saat zee akan melanjutkan makannya. Terdengar kursi ditarik disebelahnya. Viona duduk dengan wajah dihiasi senyum. Dia langsung menyambar es teh zee dan meminumnya hingga habis.


Zee menghela nafas. Sepertinya gadis tak tau diri ini harus dia beri pelajaran. Dia paling benci saat makan diganggu.


"Pacar lo tadi mana? Eh kenalin dong sama teman-teman cowok lo. Mereka ganteng-ganteng banget ya. " Ujar viona sok akrab. Dengan santai dia mengaduk-aduk es dalam gelas yang sudah kosong, seolah itu adalah minuman nya sendiri.


Zee memasang wajah datar andalannya. Baru saja dia akan berbicara. Datang lagi seseorang yang sangat dia hindari.


"Hai azeeyra. " Sapa maxim yang langsung duduk didepan nya.


Viona menyenggol bahu zee sambil mengedipkan mata mengoda nya. Kemudian dia berbisik. "Lo populer banget tau di angkatan kita, banyak cowok-cowok yang mau kenalan sama lo. " Kata viona dengan suara pelan.


Maxim berdehem dan mengalihkan perhatian dua gadis didepannya. "Gue boleh duduk disini kan? " Tanya maxim pada zee.


"Duduk aja kak. Lagian kursinya kosong kan zee juga nggak keberatan kok. " Jawab viona. Dia tersenyum manis. Jelas sekali senyum nya itu dibuat-buat.


Zee bangkit dari duduknya. Ia pergi dengan santai keluar kantin. Ia abaikan panggilan dari viona. Ia malas meladeni orang gila. Tetapi viona yang diacuhkan zee untuk kedua kalinya hari ini merasa jengkel.


Viona mengejar zee dan menarik tangan gadis itu. "Kamu kenapa pergi sih, itu kak maxim nanyain kamu loh! "


Huft. . . zee menghela nafas untuk kesekian kalinya. Padahal viona sendiri sudah tau kalau dirinya punya pacar tapi masih aja dia meminta zee meladeni kak maxim. Zee tidak mengerti jalan pikiran gadis ini.


"Gue nggak ada urusan sama kak maxim, kalau lo suka, lo aja yang nemenin dia. " Ucap zee ia menghempas kasar tangan viona yang memegang legan nya.


"Huh! Makanya nggak usah sok akrab, kalau mau numpang tenar liat-liat orang juga kali. "Sahut salah satu mahasiswa.


"Emang dia siapa sih, dari penampilan nya kayaknya anak orang kaya ya. "


"Kalau lo liat berita heboh setahun lalu, pasti lo nggak asing sama yang namanya Azeeyra briliant aksara kan? "


"Wow, jadi dia nona muda keluarga aksara. Pantes aja tu anak ngebet banget deketin dia, anak orang kaya. "


"Iya tu, huuu. . . "Sorak yang lain.


Viona meremas kedua tangan nya, dadanya naik turun menahan emosi. Dia tidak pernah dipermalukan seperti ini. Padahal dia tidak tau kalau zee itu anak orang kaya apalagi dari keluarga aksara dia benar-benar hanya ingin berteman saja.

__ADS_1


***


Zee baru akan memasuki kelasnya. Hingga seseorang mencekal lengannya. "Lo siapa berani-beraninya deketin tunangan gue? "Seorang cewek menatap sinis kearahnya. "Lo nggak usah sok cantik bisa nggak? Anak baru udah kegatelan aja lo! "


Apalagi ini! Cowok mana yang zee deketin hari ini. Baru hari pertama zee sudah merasa muak berada dikampus ini.


"Lo siapa? Tunangan lo siapa? " Tanya zee tenang. Ingin nya zee langsung menjambak rambut cewek gila ini tapi masih ditahan-tahan.


"Gue aruna, maxim adalah tunangan gue. "


Zee menatap aruna. "Kapan gue deketin tunangan lo? Mata lo nggak buta kan untuk sekedar melihat siapa yang datang duluan. "


Aruna melipat tangan nya didada menatap tajam zee. "Lo kan bisa ngehindar. "


Zee terkekeh. "Oh, ternyata lo buta beneran ya. "


Teman aruna yang berdiri disampingnya berbisik ketelinga aruna namun masih dapat zee dengar. "Lo kan liat sendiri tadi oas maxim datang dia langsung oergi, udah lah run, kita pergi aja ya. " Bujuk anak bernama kinan itu.


"Siaalan! Kok lo belain dia sih, temen lo siapa? Dia apa gue? "


"Tapi aruna. . . "


Aruna menatap tajam kinan. " Semua gara-gara lo cewek udik. "


"Gue cuma nggak mau lo ada masalah aja run. "Tatapan ketakutan kinan membuat aruna semakin pongah. Tiba-tiba dia menarik tangan kinan dengan keras meninggalkan kelas zee.


Zee membereskan tas dan buku-bukunya, hari ini dia merasa lelah sekali. Setelah di pikir-pikir kampus sama Sma tidak ada bedanya. Dimana-mana banyak cewek gila gara-gara cowok. Sejak ospek sampai sekarang dia belum mendapat teman satu pum, tapi nggak masalah zee lebih suka sendiri. Siska dan karen saja sudah cukup baginya.


Zee memutuskan pulang karena tidak ada lagi matkul hari ini.


"Besty. . . "Teriakan siska menghentikan langkah zee.


Zee terkekeh melihat penampilan siska yang acak-acakan. " Puas lo ketawain gue, teman lucknat lo emang. " Ujar siska mengatur nafas. "padahal gue ada kelas pagi, bisa-bisanya lo nggak bangunin gue. " Sambungnya setelah agak tenang.


Zee kembali terkekeh. "Siapa suruh tidur kayak kebo. "


"Pulang pake apa? " Tanya siska yang celingak-celingum tidak tau apa yang dia cari.

__ADS_1


"Leo." Jawab zee singkat.


Tak lama sebuah mobil mewah berhenti didepan mereka zee dan siska langsung masuk kedalam mobil. Gerak-gerik kedua orang itu tidak lepas dari perhatian orang-orang yang melewati mereka.


Sepanjang jalan mereka terus mengobrol, zee juga menceritakan kejadian yang dia alami dikampus.


"Gila, ada ya orang nggak tau malu kayak gitu! " Teriak siska heboh setelah zee menceritakan tentang viona.


"Ada, barusan gue cerita sama lo. " Jawab zee.


Zee juga menceritakan kedatangan aruna yang mengatakan sebagai tunangan maxim. Siska semakin heboh, dia menepuk dadanya. Dan mengatakan kalau besok dia akan menghajar aruna jika dia berani menganggu zee lagi.


Zee menyetujuinya. Karena dia merasa sangat terganggu dengan dua orang itu.


Zee tiba di apartemen nya setelah mengantar siska. Dia menganti baju beberes rumah dan mulai menyiapkan makan malam untuk nya dan reynard. Meskipun belum mahir memasak namun zee ingin belajar menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Walaupun reynard tidak keberatan kalau mereka harus membeli makanan dari luar. Tapi zee ingin dia sendiri yang memasak reynard pun tidak melarang lagi asal istrinya bahagia dia pun akan bahagia.


***


Sebuah tamparan mengenai pipi reynard. Dia terdiam mencoba menahan amarahnya nya di depan kakek nya.


"Bisa-bisanya kamu nuduh kakek yang mencelakai perusahaan kecil daddy mu itu. Kau pikir kakek tidak punya kerjaan lain. " Agam menghardik reynard. Dia terlihat sangt marah karena cucunya menuduh dirinya ingin mengakuisisi perusaahan daddy nya.


"Perusaahan kecil begitu, saya tidak tertarik sama sekali. " Tambah nya lagi dengan wajah angkuh.


"Kakek, aku tidak akan menuduh kalau tidak ada bukti, sebenarnya apa tujuan kakek melakukan hal ini? Kakek ingin menyingkir kan daddy? Tapi kenapa? "Tanya reynard dengan suara tinggi.


"Kau berani membentak ku anak siaalan. "


"Kakek yang membuat aku seperti ini, kemana wibawa kakek yang selama ini aku banggakan? Kakek, sikap tegas dan keras kepala ku ini ada lah didikan dari kakek, aku benar-benar kecewa sama kakek. "


"Kau. . "


Reynard mengabaikan kakeknya lalu keluar dari mansion agam. Reynard memacu motor sport nya dan kembali kekantor milik daddy nya. Sejujurnya reynard tidak menyangka kakek yang dia hormati bisa melakukan hal sepicik ini. Agam membeli hampir 40 persen saham diperusahaan yang dipimpin erik jika dia memiliki lebih banyak saham diperusahaan itu sudah dipastikan dia erik akan tersingkir dari kursinya pemimpin nya. Dan agam yang akan mengendalikan perusahaan itu.


Tiba-tiba ia merindukan istrinya, ia ingin segera pulang dan memeluk zee, mencari ketenangan disana. Namun pekerjaan dikantor sudah menumpuk menunggu dibereskan. Jika dia menunda lagi maka apa yang dia takutkan benar-benar akan terjadi.


Meskipun dia tidak akan jatuh miskin jika harus kehilangan perusahaan itu, tapi itu adalah hasil jerih oayah daddy nya semasa muda dan dia tidak akan membiarkan perusahaan itu diambil oleh siapapun. Tidak akan.

__ADS_1


****


__ADS_2