
Zee membuka mata dan melirik kekiri ada reynard yang terus menatap ke arahnya, tak jauh dibelakang zee leo berdiri dalam mode siaga. Mata zee mencari dua sahabatnya, yang ternyata sedang bermain ombak bersama empat remaja tampan yang kadang bikin mereka kesal karena kelakuan absurd nya itu.
Kemudian ia meraih tangan reynard dan menggenggamnya, dengan maksud mengajak laki-laki itu bergabung sama teman-teman mereka.
"Aku malas main air. " Ujar reynard yang paham tujuan zee menarik tangannya.
Zee menyipitkan matanya, ia menatap wajah cemberut reynard dengan kening berkerut. "Katakan, apa yang membuat kamu seperti ini? " Tanya zee yang mulai kesal dengan tingkah kekanakan reynard.
"Kenapa saat aku terbangun wajah orang yang aku peluk berubah jadi kodok bukan kamu? " Tanya nya dengan nada kesal. Seketika zee terdiam, tidak heran kenapa dia berwajah masam sedari tadi, ternyata mood nya sudah hancur bahkan sebelum keluar kamar.
"Abang semalam datang saat kamu tidur, terus nyuruh aku pindah ke kamarnya. Jangan marah dong, kita kan mau liburan, masa kamu cemberut terus dari tadi. " Zee membujuk rey dengan senyum manisnya. Reynard yang tidak tahan marahan dengan zee pun membalas senyuman gadis itu dengan rangkulan mesra di pinggangnya.
Meski sedikit terpaksa tapi ya sudah lah, zee membiarkan reynard dari pada ngambek lagi, akhirnya mereka ikut bergabung dengan teman-teman yang lain bermain ombak.
Siska menyodorkan ponselnya pada karen dan meminta gadis itu memotret dirinya bersama leo.
"Now." Seru siska pelan. Ketika jaraknya dengan leo tinggal beberapa langkah lagi. Dengan cekatan karen mengambil gambar siska dan leo, dengan berbagai pose, tentu saja yang bergaya hanya siska, sementara leo berdiri seperti patung hidup tanpa ekspresi.
Tidak terasa senja telah kembali ke peraduan dan kegelapan mengambil alih singgasana. Lelah bermain air, pakaian yang sudah basah dan penuh pasir, mereka memutuskan kembali kehotel setelah membersihkan diri dengan air bersih agar tidak kotor saat masuk kehotel.
Selesai mandi mereka kembali turun kebawah untuk makan malam. Berbagai menu tersedia baik makanan lokal mau pun internasional. Karena hotel milik daniel adalah hotel bintang lima dan salah satu hotel terbaik di bali, makanya banyak para turis yang menginap disana.
Mereka menikmati makan malam dengan nikmat karena memang makanan nya sangat enak dan lezat. Sambil asik bercanda dan tertawa makan malam itu selesai dengan cepat.
***
"Ayo sekarang kita istirahat karena besok baru liburan yang sebenarnya. " Ucap denis.
"Masih sore gini masa langsung istirahat, emang nya lo baabi yang habis makan langsung tidur. " Celetuk saka dalam mode super julidnya.
Denis mendelik. "Gue bilang nya istirahat ya bukan tidur. "
"Sama aja ogeb, istirahat itu kan tidur, tidur ya istirahat apa bedanya bahlul. " Balas saka yang tidak pernah mau kalah dalam perdebatan apa pun.
"Ya beda lah, istirahat itu bisa aja cuma nonton, atau ngobrol gitu, kalau tidur kan mata lo merem dan nggak sadarkan diri. " Jelas saka yang mulai geram. Dia sampai menjambak rambutnya sendiri saking kesalnya.
"Yang nggak sadarkan diri itu orang pingsan keles. " Balas saka lagi.
"Terserah, Lo atur aja sesuka hati, capek ngomong sama orang yang tingkat kewarasaan nya kurang dari 0,08 persen. " Ujar denis. Kemudian merangkul bahu seno melangkah pergi.
__ADS_1
Sementara yang lain nya hanya menghela nafas panjang. Hari-hari mereka memang penuh dengan keributan tak bermutu para curut yang kadang bikin ketawa kadang bikin kesal.
"Mau jalan-jalan sebentar. " Bisik reynard ditelinga zee.
Zee mengangguk, dan mengikuti reynard yang menarik tangannya. Leo yang siap untuk mengikuti nona mudanya langsung di interupsi oleh reynard.
"Gue bisa melindunginya. " Ujar reynard singkat dan penuh penegasan. Namun bukan leo namanya yang akan mendengar perintah orang lain, karena bagi leo majikannya hanya zee dan keuarganya.
Leo melihat zee yang mengangguk kearahnya, dengan berat hati leo memgurungkan niatnya, dan tetap berdiri ditempatnya.
Setelah zee dan reynard pergi tinggal lah, saka dan abi juga siska serta karen.
"Sstt. . ." siska mendesis mengode karen agar mendekat padanya. "Gue mau mengoda leo, jadi lo balik kekamar duluan aja, atau lo juga rayu abi sana, mumpung ada kesempatan. " Bisik siska tepat ditelinga karen.
"Ekhem." Karen berdehem pelan, kemudian memberikan dua jempol untuk siska.
Siska dengan penuh percaya diri berjalan mendekati leo yang masih berdiri mematung ditempat nya tadi.
"Ekhem, om apa kabar? "Tanya zee basa basi.
Leo hanya melirik sekilas, kemudian kembali bersikap acuh tak acuh.
Namun reaksi leo hanya datar dan menatap sinis kearah siska.
Siska mendesaah dalam hati. Punya dosa apa dia sampai tertarik sama pria dingin ini.
Sekuat tenaga siska menekan gengsinya demi mendekati leo, tak apa dicuekin sekarang, lama-lama nanti juga bucin. "Kalau om yang pergi sendiri, pasti nanti zee bakal marah, kalau perginya sama aku dijamin zee nggak bakal marah percaya deh. "Bujuk siska lagi.
Leo diam tidak menanggapi, siska memiringkan kepalanya menatap leo, kemudian ia menggaruk kepalanya, siska bingung, ini leo benar-benar tidak bisa ditebak karena wajahnya tidak menunjukan ekspresi apapun.
Siska yang sudah merasa jengkel berniat pergi dan membalik kan badan, namun suara dan tarikan tangan leo mengejutkan kan nya.
Sett. . .
"Tunggu."teriak leo sedikit keras, tangannya refleks menarik tangan siska hingga wajah gadis itu membentur dadanya.
" Aduh. . . Pelan-pelan dong om, kenapa harus ditarik sih, atau om sengaja ya pengen deket-dekat sama aku. "Ujar siska tersenyum genit. Logika siska sudah kembali dan keinginan nya untuk merayu leo semakin kuat. Moto siska saat ini adalah pantang menyerah sampai titik darah pengabisan. Jadi siska tidak akan berhenti mengoda leo sampai pria itu menikah nanti.
" Maaf saya tidak sengaja. "Elak leo. Wajahnya memerah, seolah sedang malu, siska merasa gemas melihat wajah salah tingkah leo, ingin sekali dia menggigit telinga leo yang merah itu.
__ADS_1
Siska berdehem pelan kemudian berkata. " Emm, jadi kenapa om menahan aku disini? "Tanya siska. Otak mesum nya kembali beraksi. Ia menatap leo yang masih diam. Teringat betapa kerasnya dada leo tadi, andai siska bisa melihat isi dibalik baju itu dan menyentuh perut kotak-kotak leo. Sudah pasti siska akan melompat kesenangan.
Leo pun berdehem dan menghindari tatapan siska dengan wajah dibuat sedatar mungkin. " Ayo pergi. "Ucap leo pada akhirnya.
Mata siska langsung melotot tak percaya dengan apa yang dia dengar. Dengan tergesa-gesa siska mengangguk sebelum pria itu berubah pikiran.
" Ya udah ayok. "Ajak siska yang mulai berjalan dia mencoba mensejajarkan langkahnya dengan leo.
Leo berhenti dan membiarkan siska berjalan didepannya. Sepertinya jiwa pelindung leo sudah kembali.
Siska kembali menyamakan langkahnya. " Om kan bukan bodyguard aku, kenapa jalannya harus dibelakang, kalau kita jalan berdua harus beriringan ya om. "Ujar siska yang paham dengan lirikan leo.
Pada akhirnya leo mengalah dengan tingkah keras kepala siska. Mereka berdua berjalan bersisihan dan mulai mencari kemana arah zee dan reynard pergi.
***
" Baby. "Panggil reynard. Seraya mengusap lembut rambut zee.
Saat ini mereka duduk ditepi kolam renang dalam hotel. Zee mengoyang-goyang kan kakinya yang berada dalam air.
" Emm, kenapa? "Tanya zee yang bersandar dibahu reynard.
"Kamu seneng nggak? Udah nggak sedih lagi? Suntuknya udah hilang? "Reynard memberondong zee dengan banyak pertanyaan.
" Seneng, senang banget malah. Udah nggak sedih lagi kok, dan suntuk juga udah agak mendingan sih. "Jawab zee dengan jujur.
" bagus kalau gitu, aku takut kamu masih sedih, dan mikirin hal-hal yang bikin kamu cemas. "Ujar reynard dengan nafas lega.
"Kamu kali yang nggak seneng, kan dari pagi cemberut mulu tu bibir. "Lanjut zee terkekeh. Membuat reynard mencubit hidung zee gemas.
"Itu karena aku kesal pas bangun tidur pengennya lihat bidadari cantik eh malah berubah jadi malaikat maut. "Ujar reynard yang kembali kesal saat mengingat lagi momen memalukan tadi pagi.
Dimana waktu reynard mengeliat ia menarik orang disebelahnya agar menempel padanya, kemudian rey memeluk dan mencium aroma dileher orang itu, abi orang yang tidur disebelah reynard merasakan ada yang mengendus lehernya, sontak saja membuka mata dan mendapati bibir reynard menciumi tulang selangkanya.
Abi langsung memukul kepala reynard beberapa kali, seketika abi terbayang kalau seandainya adiknya lah yang ada disini sekarang, pasti reynard juga melakukan hal serupa atau mungkin lebih.
Reynard yang mencium aroma berbeda dari kekasihnya dan ingin membuka mata malah mendapat pukulan keras dikepalanya, langsung saja mata reynard terbuka lebar, detik berikutnya reynard langsung mengumpat mengabsen seluruh penghuni kebun binatang tanpa ada satu pun yang tertinggal.
Zee menegak kan kepalanya dan berkata. " Ish, enak aja abang aku tampan gitu kok dibilang malaikat maut sih. "Protes zee tak terima saat abi dipanggil malaikat maut.
__ADS_1
***