Azeeyra

Azeeyra
Hari bahagia


__ADS_3

Daniel dan keluarganya sudah tiba di gereja tempat pemberkatan zee dan reynard waktu itu, jika dulu dia hadir sebagai kakak dari pengantin, hari ini dia datang sebagai pengantin itu sendiri, dia sangat gugup, jangan tanya bagimana perasaan nya jantungnya sudah melompat heboh sedari dia turun dari mobil tadi.


Ditengah berkumpulnya dua keluarga daniel didampingi oleh abi dan reynard. Sementara aira berada di ruangan tunggu pengantin bersama mama nya dan zee juga ada disana menemani wanita yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya itu .


Selesai melakukan pemberkatan dan pengucapan janji pernikahan tiba lah saat nya acara penyematan cincin. Rianti adik peremouan daren maju keatas panggung dengan seorang wanita yang membantunya membawa baki berisi kotak kecil berwarna merah. Rianti adik membuka kotak itu mengambil sebuah cincin berukuran kecil dan memberikan kepada daniel. Laki-laki itu memasangkan cincin kejari manis aira, lalu bergantian aira juga memasang cincin kejari daniel.


Reynard mengusap pundak istrinya yang dari tadi menangis. "Mereka akan menikah, bukan mau pergi perang, kenapa menangis sampai seperti ini. "


Dia harus segera menghentikan tangis zee, mata dan hidung wanita itu sudah memerah, ingus nya sampai keluar, acara pemberkatan sudah selesai sejak tadi namun dia masih belum berhenti menangis.


Zee menganggkat wajahnya lalu memandang reynard dengan bibir memgerucut. "Dia bukan tentara kenapa harus ikut perang, kamu nggak akan mengerti kesedihan ku"


Reynard mengangguk, jika dia terus membantah perkataan istrinya maka perdebatan itu tidak akan selesai bahkan sampai seluruh tamu bubar. Tangis nya juga tidak akan berhenti jika masih membahas masalah ini.


Reynard menarik nafas dalam lalu bertanya dengan suara rendah. "Mau pulang aja nggak? Acaranya juga sudah mau selesai. Kasihan juga xavi dia pasti juga ngantuk. "


Zee menggelengkan kepala. "Tamu saja belum pulang, masa kita tuan rumah udah pergi duluan sih. Kamu nggak betah disini? Kalau gitu kamu pulang duluan aja. "


Reynard tersenyum kaku, dia baru sadar bicara dengan perempuan itu harus dipikir dulu, jangan bicara sembarangan yang berujung kita sendiri yang kena. "Baik lah, kalau gitu... "


"Apa!! Kamu beneran mau pulang? Ini pesta ipar kamu sendiri loh, masa kamu...ish. " Zee meninggalkan reynard yang kebingungan sendiri.


Bukan kah dia sendiri tadi yang menyuruh reynard pulang. Sekarang apa salah nya? Kenapa istrinya itu sampai kesal padanya? Reynard menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Leo yang berdiri di belakang mereka sejak tadi mengulum bibir menahan senyum, entah siapa yang salah, nona mudanya yang manja dan suka kode-kodean, atau tuan mudanya yang dingin dan tidak peka.

__ADS_1


Pria berseragam hitam itu hanya bisa menunduk sambil menahan senyum. Ketika ia mengangkat kepalanya lagi matanya menangkap pemandangan yang sungguh indah untuk dipandangi. Siska berdiri disana menggunakan dress selutut berwarna putih rambutnya yang di curly membuat tampilan nya lebih dewasa. Ia sempat terpana sebelum siska menangkap basah dirinya mencuri-curi pandang padanya.


Tak jauh berbeda dengan zee daniel pun juga menitikan air mata, diumur yang sudah menginjak kepala tiga ia bisa menikahi gadis yang sudah ia taksir sejak dibangku Sma dulu. Rasanya ini adalah hari paling membahagiakan baginya, mengingat bagaimana dulu ia menyingkirkan laki-laki yang mendekati aira, yang berujung gadis itu memarahinya hingga tak mau lagi berteman dengannya. Mereka baru putus kontak setelah lulus kuliah dan bertemu kembali ketika aira bertamu kerumahnya karena ia mengenal zee yang berpacaran dengan reynard.


Sejak aira mulai membuka hati untuknya, sejak saat itu daniel merasa sudah memiliki semua hal terbaik didunia.


Selain itu yang membuat daniel menangis adalah hubungannya dengan adik perempuannya sudah sangat baik begitu juga dengan haris kakeknya yang sudah berbaikan dengan zee.


Sementara itu dave daddy nya aira juga ikut menangis, dihari bahagia putrinya itu sang ayah agam tidak mau menghadiri acara pemberkatan itu. Ia melihat putrinya menangis sesegukan entah karena ia bahagia atau sedih karena ketidakhadiran sang kakek.


Euforia kebahagian pernikahan daniel dan aira semakin terasa ketika teman-teman Sma mereka datang dan membuat kehebohan sehingga pesta itu semakin ramai.


"Buka mulutmu, ini enak sekali. " Zee menyodorkan sepotong cheescake kemulut reynard.


Reynard dengan patuh membuka mulut, rasa manis langsung menyebar kedalam mulutnya. Dia harus meluangkan waktu untuk gym setelah ini.


"Hubby, percaya sama aku ini sangat enak. " Reynard membuka mulutnya dengn susah payah, rasanya ada batu dikedua bibirnya rasanya berat sekali untuk membuka mulut.


Zee mengerutkan keningnya. "Kenapa wajah mu seperti orang menahan buang air, hubby, kamu tidak apa-apa kan? "


Reynard menelan cake itu dengan bantuan segelas air putih. "Ia aku nggak apa-apa. "


Zee mengangguk kemudian kembali asik dengan berbagai menu camilan yang tersedia. Dia sampai lupa jika sudah memiliki seorang putra, sedangkan saat ini xavi sudah tertidur lelap dipangkuan sesil. Wanita itu tentu saja merasa senang, karena dia tidak lagi kesepian sudah ada cucu yang yang dia sayangi, xavi anak yang ceria dan suka senyum berbeda dari kedua orang tuanya yang dingin kaku.


***

__ADS_1


Sorak tepuk tangan dan gelak tawa menggema di disebuah ballroom hotel mewah milik daniel. Tidak menunggu malam tiba, acara resepsi langsung dilaksana setelah acara pemberkatan selesai.


Resepsi yang mengusung tema bolywood itu disambut antusias beberapa tamu yang memang menyukai india. Tidak terkecuali dengan zee dan teman-teman nya.


Suasana bahagia semakin terasa ketika para orang tua juga ikut memakai pakaian ala-ala india, mereka semua bergembira bersama.


Daniel dan aira tampak sangat luar biasa bahagia, terbukti dari senyum yang tak pudar dari bibir mereka. Senyum mereka seperti virus korona menyebar cepat sehingga orang yang berada dekat mereka ikut tetawa bahagia.


"Kakak, semoga kau bahagia dan sehat selalu. " Zee menitikan airmata dengan senyum mengembang dibibirnya.


Pesta terus berlanjut hingga sore hari. Hingga jam makan malam tiba mereka makan bersama lalu kembali beristirahat karena sudah lelah seharian di acara pesta.


Semua nya berjalan lancar tapi ada satu hal yang mengganggu pikiran zee ketidakhadiran agam menjadi perbincangam orang-orang dipesta tadi apa pria tua itu masih beum menerima apa yang terjari dimasa lalu?


"Kenapa kakek agam tidak datang? " Tanya zee ketika suaminya tengah mengganti bajunya.


Sembari mengancingkan piyama yang dipakai reynard menjawab. "Malu."


Dia lalu melanjutkan. "Dia malu karena sudah mengucapkan banyak kata-kata yang menyakiti kelurganya, dia tidak punya muka untuk berhadapan dengan keluarga mu, terlebih aku dan daddy. "


Zee mengangguk mengerti, ia hanya merasa iba saja, disaat yang lain bahagia sedangkan dia sendiria seperti orang asing.


"Sudah jangan dipikirkan lagi. " Reynard berbaring diranjang ia menarik selimut dan merapikannya. Zee tidur berbantal lengan kekar suaminya.


Reynard mengecup puncak kepala zee berkali-kali. Dan mengucapkan banyak terimakasih, karena sudah menjadi istri yang baik untuknya dan ibu yang hebat untuk putra mereka .

__ADS_1


***


__ADS_2