
"Capek banget ya? "Tanya reynard saat melihat zee berbaring dikasur masih menggunakan 𝘣𝘢𝘵𝘩𝘳𝘰𝘣𝘦.
Zee hanya berdehem, seolah tidak ada tenaga untuk menjawab. Padahal tadi saat bergoyang dia tidak merasa capek atau lelah, tapi sekarang entah kenapa rasanya lelah banget. Kakinya juga pegal sekali.
"Mau aku pijit kakinya. " Tawar reynard. Yang melihat zee menepuk pelan betis rampingnya, zee hanya mengangguk.
Reynard duduk ditepi ranjang didekat zee dan mulai memijit kaki zee dengan pelan.
Lalu zee pun mulai memejamkan mata dan menikmati pijitan tangan kekar reynard.
Selama memijit kaki zee, sesekali reynard memeriksa ponselnya untuk mengecek pekerjaan yang dia tinggalkan.
Zee sudah tertidur pulas, keenakan mungkin karena reynard yang memijitnya. Rey tersenyum senang melihat wajah kekasihnya kemudian berbisik pelan.
"Selamat tidur eyra-ku. " Ucap reynard kemudian mengecup kening zee, dan merapikan selimut.
****
Saat ini zee dan reynard juga teman-teman nya sedang menikmati makan malam. Mereka makan dengan sangat lahap, karena tadi mereka melewati makan siang karena terlalu asik main dipantai.
"Pelan-pelan seno, kayak nggak makan seminggu aja Lo. "Tegur saka yang mulai julid.
Seno yang memang hobi makan, dan kebetulan dia juga sangat lapar jadi tidak memedulikan ocehan saka.
"Habis makan jangan langsung tidur guys, malam ini kita pergi keliling cari oleh-oleh, atau kemana gitu. "Ujar siska. Besok mereka sudah harus kembali pulang.
Zee tampak sedikit berfikir kemudian menoleh ke arah siska. " Nggak usah deh, lagian oleh-oleh buat siapa sih. "
"Buat teman-teman sekolah lah, juga buat orang rumah, gimana sih lo. "Sahut siska. Yang mulai beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Zee mendekati siska dan karen kemudian merangkul bahu mereka. lalu berkata. " Oke, kalau gitu kita mau kemana dulu, jalan-jalan apa cari oleh-oleh? "
"Jalan-jalan sambil cari oleh-oleh. " Jawab siska dan karen kompak.
Mereka akhirnya bersiap untuk pergi dengan menggunakan satu mobil. Mereka memilih tempat yang tidak terlalu jauh dari hotel.
Saat asik berjalan menyusuri jalanan zee dan teman-temannya dikejutkan dengan kehadiran daniel dan aira, mereka baru saja keluar dari salah satu toko yang menjual pernak pernik. Yang membuat mereka terkejut adalah tangan keduanya yang saling menggenggam.
Zee dan reynard langsung melotot melihat nya, sementara abi menahan tawa melihat daniel yang panik dan langsung melepas tangan aira dengan sedikit kasar.
"Oh, sepertinya ada sesuatu yang kita lewat kan. " Seru zee menaik turun kan alisnya. Ia menatap wajah aira yang terlihat masam, mungkin kaget karena tiba-tiba daniel melepaskan tautan tangan mereka.
"Eh, kalian disini, ngapain malam-malam diluar. Nanti masuk angin loh. " kata daniel asal. Ia merangkul bahu zee agar mendekat padanya. Daniel tersenyum lebar, terlihat sekali bibirnya itu melengkung dengan terpaksa.
"Benar juga ya kak, kalau kita yang masuk angin siapa yang ngerokin, lain cerita kalau kakak yang masuk angin. " Sahut saka yang berani menyindir daniel. Walaupun anak itu sedikit was-was.
Daniel mendelik kan matanya, seketika wajahnya berubah dingin karena merasa tersindir oleh ucapan teman adiknya itu.
"Anu, eh-itu dek, kakak, kakak ada kerjaan disini. " Jawab aira terbata-bata. Dia merutuki dirinya sendiri, kenapa tiba-tiba jadi gagap begini, seolah dia tertangkap basah sedang selingkuh.
"Aku kaget loh kak, kalian berdua bisa barengan gitu, bukannya kata kakak, kak daniel itu cowok yang menyebalkan ya? "Timpal siska sambil melirik wajah merah daniel yang seperti menahan sesuatu, entah pria itu sedang marah, atau menahan beraak.
" Aduh ini bocah, mulut kamu tuh yang nyebelin. Udah balik hotel sana, bahaya malam-malam gini di luar, kalau ada preman gimana? "Ucap daniel. Tangan nya menyentil kening siska cukup keras, sehingga gadis itu meringgis mengusap dahinya.
Anak laki-laki remaja yang ada disana mendelik kan matanya mendengar ucapan daniel, sepertinya daniel lupa atau pura-pura lupa, atau memang sengaja mengusir mereka agar tidak menganggu kencannya dengan aira. Mereka ini bukan remaja biasa, sepuluh orang preman bisa mereka jatuhkan secara bersamaan. Apalagi disudut sana ada leo yang seperti harimau lapar yang selalu bersiaga jadi tidak ada apapun yang mereka takutkan.
Daniel dan aira berusaha bersikap tenang. Jantung mereka berdetak tak karuan karena bertemu adik-adik mereka . Keduanya belum siap untuk memberitahukan hubungan mereka saat ini. Namun apa yang mau dikata, mereka semua bukan bocah kecil yang bisa dikibulin, apalagi tadi mereka juga melihat daniel dan aira pegangan tangan. Lihat saja adik perempuan nya dari tadi menatap nya dengan sorot minta penjelasan.
Daniel dengan sigap menarik tangan aira hendak kabur dari tempat itu, kalau tidak, sudah pasti mereka akan dicecar dengan banyak pertanyaan dan ini itunya.
__ADS_1
"Eh, eh, eh, mau kemana kak, wah kabur, gila, gila, itu tadi beneran kak daniel kan? Itu beneran kakak lo zee? " Celetuk saka tak percaya melihat daniel kabur bersama aira dengan kecepatan yang luar biasa. Pasalnya yang mereka lihat selama ini daniel adalah sosok pria yang dingin dan acuh tak acuh, tapi apa ini?baru saja dia melihat tingkah konyol daniel didepan matanya sendiri.
"Udah nggak usah lo pikirin, kapasitas otak lo nggak bakal nyampe kesana. " Sahut denis tersenyum puas melihat wajah bodoh saka.
"Siaalan Lo, lo pikir gue bego, gue anak Ipa A kalau lo lupa. " Ucap saka mengingatkan denis kalau dirinya berada dikelas unggul disekolah.
Boleh lah saka sedikit berbangga diri, selain wajah tampan dan anak orang kaya dia juga punya otak yang sedikit pintar, ya walau pun kadang-kadang otak nya itu tidak berfungsi disaat-saat tertentu.
Sayangnya, zee dan teman-temannya sudah lumayan lelah dan tidak berminat menyaksikan perdebatan non-faedah antara saka dan denis, akhirnya mereka memutuskan meninggalkan keduanya ditepi jalan dan membiarkan mereka berdebat sepuas hati.
***
Ke esokan harinya, zee dan teman-temannya sedang bersiap untuk meninggalkan kota bali. Sejak sarapan tadi zee terus mencari keberadaan daniel dan aira, namun kedua orang itu menghilang seolah sengaja bersembunyi sejak semalam.
Kemana mereka pergi? Hari ini dia dan teman-temannya akan kembali pulang, tidak mungkin kan daniel tidak menemuinya dulu, atau jangan-jangan mereka langsung kembali semalam.
"Bang, kak daniel kemana ya? Kok nggak ada dikamarnya? "Tanya zee pada abi yang baru selesai mengemas barangnya.
"Katanya ada kerjaan mendadak dek, jadi kak daniel nggak bisa nganterin kita kebandara, tapi tenang aja, kak daniel udah siapin mobil buat kita kok. "Jawab abi santai.
" Dasar, kerjaan mulu yang dipikirkan, awas aja nanti dirumah, aku cuekin sampai nangis bombay. "Zee mengomel sepanjang jalan koridor hotel, leo yang menunggu diluar segera mengambil alih koper yang dibawa zee.
" Yang lain mana? "Tanya zee pada leo.
" Mereka sudah menunggu di mobil nona muda. "Jawab leo.
" Ayo cepatan bang, aku pengen rebahan di pesawat, pegal banget deh nih kaki dari semalam. "Ajak zee seraya menarik tangan abi agar berjalan lebih cepat.
" Pelan-pelan dong dek, pesawatnya nggak bakal kabur kok. "Ujar abi yang takut adiknya jatuh karena tergesa-gesa.
__ADS_1
Namun zee yang keras kepala tidak mendengarkan ucapan abi, ia terus menarik tangan abi sampai kemobil dimana teman-teman mereka sudah menunggu.
***