Azeeyra

Azeeyra
Ospek


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak hari pernikahan zee, kini tiba lah saat nya mereka melanjutkan pendidikan dibangku kuliah.


Hari ini hari pertama zee dan teman-teman nya mengikuti ospek. Yang akan berlangsung selama beberapa hari kedepan.


Brum. . . . Brum. . Brum. .


beberapa pasang mata menoleh kearah sekelompok motor sport yang baru datang. Ada lima motor mewah yang kini sudah terparkir rapi. Pemandangan tak biasa itu jelas menjadi bahan bisik-bisik penasaran sebagian mahasiswi dan mahasiswa kampus.


"Siapa mereka? Maba? Gila, baru ospek aja udah menarik perhatian. "


"Dari tampilan luarnya kayak keren banget ya. "


Bisik-bisik mulai terdengar dari sudut-sudut kampus. Ada yang secara terang-terangan mendekat keparkiran ada pula yang menunggu dikoridor.


Ketika lima cowok tampan itu membuka helm nya kehebohan langsung terdengar dari mahasiswa yang tadi berada diparkiran. Mereka terkejut mendapati wajah-wajah tampan tanpa noda itu.


"Anjiir, untung banget gue masuk kuliah tahun ini. "Seorang perempuan bersorak senang.


"Gue nggak mimpi kan? Ini nyata dan luar biasa sekali, kok bisa ya mereka barengan. " Seru salah satu perempuan.


Meninggalkan bisik-bisik tetangga itu, satu wanita yang masih duduk disalah satu motor sport itu berdecak kesal. "Sudah gue duga, kemana pun kalian pergi selalu jadi pusat perhatian, menyebalkan. "


"Nggak apa-apa zee, dan yang terpenting di antara lima cowok tampan ini ada satu bidadari cantik yang akan menambah kehebohan. "Bisik saka pelan.


" Ho'o, dan pastinya banyak cewek-cewek yang iri melihat lo dikelilingi cowok setampan kita. "Timpal denis.


Zee terkekeh mendengar celetukan dua curut yang selalu menghibur zee setahun belakangan ini. " Gimana kalau mereka tau kalau salah satu dari kalian udah punya istri. "Ucap zee semakin terkekeh.


Reynard menoleh kebelakang. " Turun sayang. "Kata reynard, ia ingin turun dari motor namun masih tertahan karena zee masih betah duduk di atas motor.


Zee langsung turun dari motor, gadis yang sudah tidak lagi gadis itu masih memakai helm nya. Reynard yang sudah turun dari motor langsung membantu zee membuka helm. Suara yang tadi mulai mereda kembali heboh, tapi kali ini lebih banyak suara laki-laki. Sementara yang perempuan terbengong dengan diam.


"Wah, bukan cuma cowok tampan aja tapi juga ada cewek cantik, gila kenapa dunia setidak adil ini tuhan. " Pekik salah seorang perempuan yang terdengar protes pada tuhannya.


Saka dan denis langsung tertawa. "Apa gue bilang, udah pasti mereka iri sih.


Reynard yang sudah malas dengan kehebohan itu langsung menarik tangan zee dan menggengam nya. " Ayo masuk nanti telat. "


Aksi yang dilakukan reynard sontak membuat beberapa mahasiswi kecewa karena cowok yang sudah mereka tandai ternyata sudah ada pawangnya.


Plok. . . plok. . . plok. . .


"Semua nya tolong minta perhatian nya sebentar. "Suara seorang laki-laki yang berdiri didepan lapangan menarik atensi seluruh maba yang masih bisik-bisik.


" Sebelum nya saya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Blossom university. Seperti tahun-tahun biasanya untuk pertemuan pertama ini kita melakukan pekenalan yang kita sebut Ospek. "

__ADS_1


"Oke, saya sebagai pembina jurusan fhasion desain, perkenalkan nama saya maximilian honson. Kalian bisa panggil saya 'kak maxim' mengerti. "


"MENGERTI KAAAAK. "


"Dan yang ada disamping kiri saya juga kakak-kakak yang akan menjadi pembimbing kalian selama tiga hati kedepan, untuk perkenalan bisa kalian lanjutkan nanti. "


"Untuk kegiatan acara ospek kita yang pertama yaitu, pengenalan kampus, penjelasan mengenai etika dan tata tertib kampus, presentasi program beasiswa dan bantuan pendidikan lain. . . . "


"Ssstt. . . Hai, siapa nama lo? "Bisik seorang gadis yang berbaris disamping zee.


Zee yang memang tidak mudah akrab dengan orang baru hanya diam tidak menanggapi sahutan tiba-tiba gadis itu.


" Kenalin aku viona. Tau nggak yang cowok tadi itu ketua BEM loh, dia itu terkenal dan sangat populer dikampus ini. "Bisiknya pelan pada zee. Dia terus berceloteh meski zee tidak menanggapi omongannya.


Sesaat zee merasa terhibur mendengar celotehan gadis bernama viona itu karena sedari tadi zee sudah mulai bosan. Dijurusan ini memang hanya zee sendiri sementara lima cowok tampan itu jurusan bisnis. Dua sahabatnya siska jurusan modeling, sedangkan karen tidak satu kampus dengan mereka karena gadis itu sekolah kedokteran.


Reynard sedang berdiri dibarisan jurusan bisnis bersama abi dan tiga curut. Saat ini mereka sedang melakukan kegiatan dilapangan. Yang membuat mereka berlima terkejut adalah kehadiran Dj yang ternyata adalah salah satu anggota BEM dikampus itu. Sedari tadi mata tajam reynard terus mencari keberadaan istrinya.


"Ada yang kamu tidak mengerti dengan apa yang kakak sampaikan tadi? "Tanya maxim kepada zee.


Zee mengangkat kepala nya dan menatap bingung kearah laki-laki yang sedari tadi sudah bolak-balik kearahnya, menanyakan hal-hal yang zee anggap tidak penting.


"Ya ampun kak maxim, dari tadi kok zee mulu yang ditanyain, aku yang segede gini nggak kelihatan ya kak? "Tanya viona pura-pura cemberut.


"Kalau otak lu ketinggalan ngapain lo kekampus anjirr. " Timpal anak lain yang semakin membuat heboh.


Maxim berdehem dan tersenyum tipis. Ia kembali menatap kearah zee yang sedari tadi hanya diam, gadis itu tampak cuek dan tidak terpengaruh dengan keributan itu. "Kalau ada yang tidak kamu mengerti tanya sama kakak ya. " Ucap maxim dengan suara lembut.


Alis zee terangkat mendengar suara maxim yang terdengar menggelitik ditelinga zee. "Emm.. . "


Setelah maxim pergi zee menghela nafas lelah. Dia merasa lelah dan bosan.


"Kayaknya kak maxim suka deh sama lo. Yang dilihat cuma lo doang yang lain nya angin, transparan nggak kelihatan. "Bisik viona pada zee.


Zee terkekeh mendengar ucapan viona. "Eh, bisa ketawa ya, gue pikir lo bisu. " Ucap viona dengan wajah kaget.


Tawa zee langsung lenyap mendengar perkataan viona. Mood nya benar-benar hilang, bisu? Bisu katanya? astaga, ya tuhan. Zee menghela nafas lalu berdiri dari duduknya.


Viona juga ikut berdiri. "Eh, eh, jangan marah dong, abisnya dari tadi gue ajak ngomong lo diam aja. Jadi gue pikir lo bisu. Maaf ya. " Viona mengaruk kepalanya dia merasa bersalah karena sudah bersikap tidak sopan.


Zee tidak menghiraukan ucapan viona ia terus berjalan kearah reynard yang juga sedang berjalan kearahnya.


Sudah dua jam acara pengenalan kampus itu, sekarang mereka sedang beristirahat. Cuaca yang panas membuat zee berkeringat. Kening gadis itu basah sampai punggung baju nya tampak lembab.


***

__ADS_1


"Eh, udah dateng. Kangen. " Siska langsung memeluk zee ala teletubbies.


"Ya elah, baru beberapa hari nggak ketemu udah kangen aja. Gue nggak dipeluk nih. " Sindir saka.


Saat ini mereka sedang berada dikantin kampus, mumpung sedang istirahat mereka memanfaatkan waktu itu untuk makan.


Siska mendelik mendengar ucapan saka. Ia kembali menatap zee mengabaikan ocehan saka yang tidak berubah sejak Sma.


Siska menarik tangan zee agar duduk disampingnya. "Gimana cerita dong, seru nggak anak jurusan lo. "


Zee merebahkan kan kepalanya keatas meja dengan malas dia menjawab. "Sama sekali nggak seru, membosankan. " Seru zee dengan bibir cemberut.


Reynard yang duduk didepan zee mengelus sayang rambut istrinya. Ia tersenyum kecil melihat tingkah zee yang tampak menggemaskan dimatanya.


"Kamu mau makan baby? " Tanya reynard.


Zee mengangkat sedikit kepalanya dengan bibir manyun ia berkata. "Bakso ada nggak? Pengen makan yang pedes deh. "


"Pengen makan pedes? Asem juga?lo ngerasa mual nggak? Pusing? Mata berkunang-kunang? " Tanya saka antusias.


Plak. . . .


Satu pukulan mendarat dikepala saka, siska merasa kesal dengan pertanyaan ambigu saka. "Lo nanya apaan sih ege! Lo kira sakit kronis? Pake mata berkunang-kunang segala, kayak kurang darah aja. "


Saka meringis pukulan siska tidak main-main membuat nya merasa keliyengan.


"Bukan sakit kronis sayang, maksud gue. . . "


Plak. . . plak. . .


"Awh. . . awh. . . sakit sayang, belum nikah udah kdrt aja. " Sungut saka sambil mengusap kepalanya.


"Sayang, sayang kepala lo peyang. Nggak sudi gue lo panggil sayang. "Timpal siska dengan wajah galak.


"Udah sih, jangan ribut nambah pusing gue aja deh. " Tegur zee dengan suara lemah.


"Kamu kenapa sayang? Capek? Mau pulang aja nggak! " Tanya reynard yang agak khawatir mendengar suara zee.


Zee menggeleng pelan, baru mau angkat suara namun tiba-tiba seseorang datang menghentikan gerakan nya.


"Hai, boleh gabung disini nggak? " Tanya seorang laki-laki, matanya menatap kagum kearah zee.


Semua orang yang duduk dimeja itu mendongak melihat laki-laki yang berdiri disamping zee.


****

__ADS_1


__ADS_2