Azeeyra

Azeeyra
Kerajaan bisnis sendiri


__ADS_3

"Bang... " Lirih risa menghampiri. Putranya. Ia memeluk abi, dia takut benar-benar takut, sejak semalam abi sadar dia belum ada kesempatan untuk berbicara dengan anak laki-lakinya itu.


"Jangan nangis lagi ya bun, abang udah nggak apa-apa, abang baik-baik aja. "Sang putra mencoba menenangkan. Kalau ditanya dia sedih atau tidak tentu saja abi juga sedih sekaligus takut. Dia takut tidak bisa bertemu dengan wanita yang telah melahirkan nya itu lagi, dia juga sedih karena sudah merepotkan banyak orang untuk mengurus nya, dia sedih melihat keadaan bundanya yang sekarang tampak lebih kurus dari sebelum dia tak sadarkan diri.


Risa mengusap air matanya, begitu pun dengan abi, dia menahan sesak didadanya, berusaha tetap tegar dihadapan risa. "Bunda seneng banget karena abang sudah kembali, abang janji ya jangan membahayakan diri lagi, bunda takut, sangat takut, bunda nggak mau kehilangan abang. "Ucap risa menahan sakit teramat dalam melihat kondisi abi.


Abi mengangguk, namun dalam hati ia meminta maaf dan berkata. "Andai dimasa depan ada hari seperti waktu itu lagi, dia tidak akan ragu untuk melakukan hal yang sama. Tetapi ia berharap, hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. "


Setelah lebih tenang risa duduk dikursi samping ranjang abi. "Abang mau makan? "


Abi menggeleng pelan. "Abang kenyang, adek maksa banget tadi, bubur semangkuk penuh disuruh abisin, rasanya abang jadi muntah ngeliat nya. " Tunjuk abi pada bubur yang disodorkan risa. Bubur itu jatah dari rumah sakit, sementara tadi zee bawa sendiri dari rumah yang memang sudah disiapkan bi jum.


Risa terkekeh seraya meletakan kembali bubur itu di atas nakas. "Ya udah istirahat sana, sebentar lagi kakak kamu datang, bunda mau pulang sebentar, takut adek repot jagain xavi sendirian. "


Risa membantu abi menurun kan bantal agar berbaring lebih nyaman. Laki-laki itu memejamkan mata


**


Kondisi kesehatan abi semakin membaik, dokter sudah melepas semua alat yang ada ditubuh abi, dokter juga mengatakan dua hari lagi abi sudah boleh pulang. Hanya saja belum boleh melakukan pekerjaan yang terlalu berat.


Daniel dan aira saat ini tengah sibuk mengurus pernikahan mereka yang tinggal satu minggu lagi, mulai dari cincin sampai kebaya semua nya daniel yang urus dia ingin memilih sendiri keperluan untuk aira, risa dan sesil ikut membantu mencari katering dan menyiapkan undangan juga, aira tidak ia biarkan mengurus apapun cukup duduk diam dan tinggal beres, karena daniel tidak mau calon istrinya itu nanti kelelahan saat hari H nya tiba.


Tadinya daniel ingin melangsungkan pernikahan dibali, karena aira juga memiliki wedding dream disana. Akan tetapi karena kondisi abi yang belum terlalu pulih dan masih gampang lelah, ditambah keponakannya yang masih kecil akhirnya mereka putuskan dijakarta saja.


Diganti dengan liburan keluar negeri daren sudah menyiapkan tiket pulang pergi ke negeri sakura, sementara erik dan sesil menyiapkan hotel dan kendaraan disana, dan banyak lagi hadiah dari saudara dan sepupu mereka yang lain.


Zee mengantar reynard sampai kemobil, baby xavi tampak anteng dalam gendongan daddynya.

__ADS_1


"Sudah, sana berangkat. " Zee mengambil alih xavi dari tangan suaminya.


"Hmm, kabarin aku kalau ada apa-apa, " Reynard mencium pipi xavi dan mengecup singkat bibir zee.


Pipi zee bersemu merah, "jangan cari penyakit hubby, nanti nuduh aku mancing-mancing kamu. "Zee langsung memberikan peringatan.


Diantar anak istri seperti ini rasanya bahagia sekali ia sudah seringkali membayangkan nya dulu. Tetapi sekarang langkahnya terasa berat meninggalkan mereka. "Daddy kerja dulu ya sayang. "


Diperusahaan jordhan semua anak-anak agam berkumpul diruang utama. Reynard tentu merasa heran kenapa dia dan daddy nya diundang dalam pertemuan ini sedangkan mereka sudah dibuang dari keluarganya.


Kehadiran ayah anak itu menjadi banyk tanda tanya, sebab sudah lama sekali mereka tidak datang kekantor utama sejak perselisihan dengan daren waktu itu.


"Kalian sudah datang? " Agam duduk dikursi kebesaran nya. Disisi kiri kanan kursi sudah di isi oleh anak-anak yang lain, masih tersisa dua kursi kosong untuk mereka berdua.


"Iya."erik dan reynard duduk dikursi dan menatap semua orang dengan bingung.


"Puluhan tahun aku bekerja keras membesarkan perusahaan dan nama jordhan, meskipun beberapa tahun terakhir ini perusahaan kita mengalami penurunan secara drastis dan itu disebabkan oleh kebodohan ku sendiri. Tetapi tidak apa-apa, kita masih bisa bangkit kembali dan aku akan menyerahkan perusahaan ini kepada kalian, aku sudah tua tidak segesit dulu lagi. "Agam menjeda ucapannya, ia menatap anak dan cucunya satu persatu. Keriput diwajah tua agam semakin terlihat, rambutnya sudah semakin memutih. Dia ingin beristirahat dan menikmati masa tuanya, dengan bermain dengan anak cucunya.


Reynard bingung, sebenarnya apa maksud kakek nya mengajak nya kesini, jika ingin mengalihkan kepemimpinan ada om dave anak sulung kakek yaitu papanya aira. Atau tante sandra kakak perempuan daddynya.


"Ayah tidak ingin kalian merasa tidak adil dengan keputusan ayah, jadi ayah sudah membagi saham sama banyak jadi kalian tidak akan merasa ayah pilih kasih, kalian bisa tunjuk siapa yang akan menggantikan posisi ayah. Kemampuan kalia... "


Reynard langsung bangkit dari duduknya, ia membungkuk kan badan sebagai tanda hormat.


"Maaf kakek sepertinya aku dan daddy tidak ada kepentingan disini. Banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan jadi kami permisi dulu. "Reynard hendak berjalan keluar ruangan namun perkataan agam menghentikan langkahnya.


" Kau dan daddy mu bagian dari jordhan, tentu saja ada kepentingan, bagian daddy mu akan menjadi milik mu juga, jadi duduk lah dulu jangan buru-buru. "Ujar agam santai, seolah lupa dengn apa yang sudah dia lakukan pada anak cucunya.

__ADS_1


Reynard dan erik saling pandang untuk beberapa saat. Kemudian reynaed mengangguk kan kepala


" Terimakasih ayah, tetapi aku tidak bisa menerimanya, bagian ku berikan saja kepada saudara yang lain, perusahaan yang aku miliki sudah cukup untuk menghidupi anak istriku, lagi pula reynard juga sedang merintis usaha nya sendiri. Jadi sekali lagi saya berterimakasih tapi maaf saya tidak akan menerimanya. "Erik bukan orang yang tak berambisi, dia hanya tidak ingin terlibat dengan keluarganya lagi, jika buruk dikata ada kerugian yang terjadi diperusahaan nya kelak, dia tidak akan disalahkan apalagi sampai dijadikan kambing hitam, hidup dan tumbuh besar bersama erik tentu mengenal baik bagaimana sifat saudaranya.


Tak ingin berlama-lama reynard langsung mengajak daddy nya pergi meningglkan kantor agam, mengurus usahanya sendiri saja sudah menyita banyak waktu, mana sempat memikirkan perusahaan orang lain, ini saja sudah banyak di urus oleh seno sebagai tangan kanan nya, reynard tidak mau membuang waktu untuk keluarga daddy nya yang licik itu, kalau pun ingin berjaya dia akan membanvun kerajaan bisnis nya sendiri.


Erik kembali keperusahaan nya, sedang kan reynard memeriksa restoran dan showroom motornya terlebih dahulu. Sebenarnya hari ini ada acara pembukaan restorant baru nya di bogor, namun reynard tidak datang menghadirinya, tentu saja seno yang mewakilinya, meski pun pria itu terus mengeluh karena terus dibuat sibuk beberapa bulan ini sejak zee dan abi kecelakaan semua pekerjaan banyak dilimpahkan padanya, meski begitu ia tetap melakukan kan nya apalagi reynard sudah membelikan tiket liburan ke raja ampat selama satu minggu, berjaga-jaga agar seno tetap waras sebelum pekerjaan berat yang akan dia berian nanti sepulang pria itu liburan.


[Sen, gimana acaranya? ]"Tanya reynard sambil menatap layar laptop didepannya, satu tangan menahan posel ditelinganya.


[Semua berjalan lancar tidak ada kendala apapun, untuk hari pertama pembukaan reaksi orang-orang cukup bagus. ]


[Ya sudah kalau sudah selesai cepat kembali, ada pesta ulang tahun pak handoko kau datang mengantikan ak... ]"Kalimat reynard terpotong ketika seno mengumpatinya.


[Heh! Aku ini juga butuh istirahat ya, jangan kau jadikan aku tameng terus, kau bisa datang kesana bersama istrimu, setelah pekerjaan disini selesai aku mau tidur dan tidak ada rencana untuk bangun. ]


Tuuut... Tuttt...


Seno langsung mematikan ponselnya, diam-diam reynard mengumpati seno dalam hatinya. Beginilah kalau menjadikan sahabat sebagai asisten, dia akan bersikao seenaknya saja.


Reynard paling tidak suka menghadiri acar-acara pesta begini, apalagi para bapak-bapak itu selalu memperkenalkan anak perempuannya dan itu membuat reynard merasa risih. Biasanya seno yang datang menggantikannya tetapi pria itu hari ini menolaknya dan itu membuat ia pusing, sebab baru sebulan lalu ia dan pak handoko bekerja sama, rasanya aneh sekali kalau sampai dia tidak datang.


Mengingat perkataan seno tadi, apa zee akan mau ikit dengannya, istrinya itu juga sama denganya tidak suka keramaian.


"Aku coba saja dulu, mungkin dengan sedikit provokasi istri cantik ku itu mau ikut dagang kepesta. " Gumam reynard menahan tawa dengan rencana liciknya.


***

__ADS_1


__ADS_2