Azeeyra

Azeeyra
JADI SIMPANAN KAMU


__ADS_3

Brum... Brum... Brum..


Sekelompok motor sport hitam memasuki halaman rumah zee, terlihat empat remaja laki-laki dengan seragam Sma Aksara duduk bertengger diatas motor.


Zee yang sedang duduk dikursi roda diteras rumah tampak berwajah masam, dari tadi gadis itu terus merajuk pada abi yang sudah siap berangkat sekolah.


Abi ingin mengelus kepala zee, namun gadis itu menghindar dengan cepat. Laki-laki itu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan zee.


Abi menatap zee dengan lembut. "adek masih dalam masa pemulihan, kalau sudah bisa jalan dengan baik juga udah bisa sekolah lagi. " kata abi dengan nada menghibur.


Zee masih cemberut, dia kesal harus ditinggal sendiri dirumah, daren dan daniel sudah kembali kerja, meskipun ada risa dirumah, tapi gadis itu masih merasa kesepian.


Abi mengelus rambut zee pelan."abang berangkat ya! " kata abi tersenyum.


"iya, nanti langsung pulang. " kata zee sedikit manja.


Abi tersenyum manis melihat zee kembali manja padanya, laki-laki itu mengulurkan tangan mencubit hidung zee pelan. Kemudian ingin mengecup dahi gadis itu.


"ekhem.... " deheman reynard menghentikan tindakan abi, dia mendongak ke arah reynard yang menatapnya begitu dingin dan datar.


Reynard mendekati zee, ingin sekali dia menendang pantat abi agar laki-laki itu menjauh dari kekasihnya, tapi melihat sorot mata zee yang menatap tajam ke arahnya, niat itu akhirnya hanya di simpan dalam hati.


Reynard tersenyum dan berkata. "gimana keadaan kamu bee...? "


" seperti yang kamu lihat, masih duduk dikursi roda. "kata zee terdengar agak ketus.


reynard menghela nafas sedih, dia tau hormon zee naik turun beberapa waktu ini, ditambah ruang geraknya yang terbatas, gadis yang biasanya aktif sekarang harus duduk diam, tentu reynard paham.


" nanti sehabis pulang sekolah aku kesini lagi, kamu nitip apa nanti aku belikan. " tanya reynard pelan terkesan hati-hati.


"aku mau makan nasi bungkus rumah makan waktu aku pergi sama abang, yang ada usus isi itu. " zee menoleh ke arah abi, laki-laki itu mengangguk sambil memberikan dua jempolnya.


"ya udah nanti aku beliin sesuai pesanan kamu. " kata reynard sambil mencium pelan dahi zee. Reynard melanjutkan. "kalau mau apa apa harus panggil bunda risa, oke baby! "


"hemm." dehem zee singkat.


Setelah berpamitan dengan zee, kelima remaja itu melajukan motornya dengan cepat menuju sekolah.


...****************...


Triing...


Sebuah lift berhenti dan terbuka, seorang wanita keluar dan melangkah dengan anggun sambil menenteng sebuah paper bag ditangannya. Dengan hati berbunga-bunga wanita itu terus melangkah kedepan sebuah ruangan.


"mas daren ada didalam kan. "tanya diana angkuh.


" tuan ada didalam."jawab pobi datar.


"cih, bicara lah yang sopan atau kau akan dipecat nanti. " kata diana sambil membuka pintu ruangan daren. Pobi hanya diam menatap datar ke arah diana yang sudah masuk keruangan bosnya.


"masss.... " panggil diana manja, dengan senyum manisnya.


Daren menatap tajam kearah diana yang datang tiba-tiba.


"lain kali ketuk dulu sebelum masuk. " ujar daren kesal.


Dengan kurang ajarnya diana langsung duduk diatas meja daren, dan menatap pria itu dengan senyum mengoda.

__ADS_1


Daren mengerutkan dahi, menatap diana jengah, dia bukannya tidak tahu kalau diana mencoba mengodanya, dulu dia masih menghargai wanita ini sebagai keluarga mendiang istrinya. Sekarang tidak lagi.


"hentikan semua ini diana, atau kau akan menyesalinya. "kata daren dengan tatapan ganas dimatanya.


Diana mengabaikan tatapan maut daren, dengan lancang tangan nya menyentuh dada daren.


" mas, aku tidak masalah kalau jadi simpanan kamu. "kata diana lembut dan sedikit manja.


Daren memicingkan matanya menatap diana tak percaya, dia menggelengkan kepala pelan.


" apa yang membuat mu sampai segila ini? "daren menghempas tangan diana dengan kasar. Pria itu bangkit dari duduk nya, dia berdiri bersidekap dada menatap nyalang ke arah diana.


" aku memang gila mas, sangat gila, semuanya karena kamu, seandainya kamu tidak mengabaikan aku, dan menikahi kak riana, kita pasti sudah bahagia sekarang, dan kak riana masih hidup dengan baik. "kata diana berteriak histeris.


Daren menatap diana dengan aneh dan masih diam. Fokusnya bukan penyebab diana gila tapi nama riana yang ikut dibawa.


" apa maksudmu dengan riana masih akan hidup. " tanya daren penuh selidik, dia menatap curiga pada diana.


Diana tercekat, dia diam tidak menjawab dengan kepala tertunduk.


daren mulai tidak sabar melihat diana yang tidak mengubrisnya. " diana jangan menguji kesabaran ku." ucap daren kesal dengan suara keras.


"kalau kak riana tidak menikah dengan mas daren dan melahirkan anak itu, bukankah dia akan masih hidup dengan baik sekarang. " ucap diana lirih, setelah lama diam.


Daren menatap diana dengan tatapan yang rumit. "kau menyembunyikan sesuatu. " tanya daren masih curiga.


"aku tidak punya rahasia apa pun. " sanggah diana dengan wajah pucat.


Diana turun dari meja, dia meletakan paperbag yang dibawanya ke atas meja. Matanya terus gelisah tidak mau menatap ke arah daren. Hal itu tidak luput dari mata elang daren.


"tidak perlu dipikirkan, aku tidak ingin berhubungan apa pun dengan mu, bahkan jika aku menjadi duda saat ini, juga tidak akan menerima mu. " kata daren tegas, ada sedikit kekejaman di kalimat akhirnya, namun daren tidak ingin memberikan celah bagi wanita manapun untuk merusak rumah tangganya walau hanya sedikit.


Diana tertegun menatap daren tak percaya, dia merasa sakit, saat mendengar kalimat itu. Mengingat bagaimana kesabarannya selama bertahun-tahun, dia tidak akan menyerah dengan mudah.


diana mengambil tas tangannya seraya berkata. "pikirkan dulu baru putuskan. " ujarnya seolah tidak ingin dibantah.


Setelah mengatakan itu diana pergi meninggalkan daren, dan menutup pintu sedikit keras. daren memanggil sekretarisnya.


"lain kali jika wanita itu datang lagi, langsung usir saja. Aku tidak ingin dia masuk keperusahaan ku. " kata daren memijit pelipisnya seraya mengotak atik ponselnya.


Tuutt... Tuut..


["hallo mas! Mas baik-baik saja? "]


Daren memejamkan mata mencari ketenangan dari suara lembut istrinya.


[" mas... "]


[" mas tidak apa-apa, masak yang enak mas akan makan malam dirumah. "]


daren memutuskan sambungan telponnya, saat merasa sudah sedikit tenang.


.


.


.

__ADS_1


" papa kenapa ya, kok perasaan bunda gak nyaman gini. " kata risa seraya membantu zee naik ke atas ranjang.


"emangnya papa tadi ngomong apa bun.? Tanya zee yang sudah berbaring di ranjangnya.


" papa nyuruh bunda masak enak buat makan malam, biasanya ngak pernah bilang dulu, papa juga ikut makan malam kan sama kita."


"ya udah bun, mungkin papa lagi senang aja, ngak usah terlalu khawatir. " kata zee menenangkan agar risa tidak terlalu banyak berfikir.


risa mengangguk dan berdiri dari duduknya. "ya udah bunda kebawah dulu, sebentar lagi ada maid baru yang datang, menggantikan bi jum. "


"loh... Emang bi jum gak balik lagi bun? " tanya zee dengan wajah bingung.


"bunda juga gak tau, bi jum gak bisa dihubungi. "ujar risa sembari berjalan keluar kamar.


Zee terdiam dengan pikiran nya sendiri. Dia merasa ada yang aneh dengan bi jum yang tiba-tiba tidak bisa dihubungi.


Zee menghela nafas pelan dan berkata. " aku cari tau nanti saja, sekarang aku mau tidur dulu. "kata zee yang sudah menguap sejak tadi.


...****************...


Bel pulang berbunyi, reynard dan ke empat inti dragon berjalan dengan santai menuju parkiran. Hari ini reynard dan teman-temannya akan pergi ke rumah zee, sebelum itu dia harus membelikan pesanan gadis itu dulu.


"rey... " mendengar nama reynard di panggil mereka semua menoleh kearah sumber suara yang ada disamping mereka.


Ada keyla yang berdiri dengan tas dipunggungnya, gadis itu tersenyum manis ke arah reynard. Laki-laki yang dipanggil keyla hanya diam tidak peduli.


"aku pulang bareng kamu ya rey. " kata keyla percaya diri. Jika orang yang tidak tau mendengarnya. pasti mengganggap mereka berdua memiliki hubungan dekat.


"gak bisa, tidak searah. " jawab reynard tegas. Kemudian memakai helmnya.


"aku mau kerumah kakek, nanti kamu antar aku kesana aja. " kata keyla sok akrab.


Abi menatap keyla dan reynard dengan malas. Kemudian memakai helm dan mulai menjalan kan motornya.


"kamu pergi sendiri saja, aku mau kerumah zee dulu. "setelah mengatakan itu reynard kemudian beranjak pergi mengejar motor abi yang sudah pergi jauh.


Keyla menatap reynard yang sudah pergi dengan motornya. " tidak apa-apa, pada akhirnya, kamu tetap akan jadi milik ku. "ucap keyla menyeringai jahat.


Reynard dan yang lainnya sudah sampai dirumah zee. Saat akan masuk kedalam abi menahan tangan reynard dan menatap nya tidak suka.


" kenapa? "tanya reynard melihat abi bingung.


"sebenarnya perasaan lo gimana sama keyla? " tanya abi dengan suara tenang.


Reynard mengerutkan kening menatap aneh ke arah abi. "apa maksud lo nanya gitu? Lo meragukan gue? "


"lo bisa nolak keyla dengan tegas tanpa memberikan harapan meski sekecil apa pun, dengan tadi lo bilang gak mau antar dia karena tidak searah dan alasan ngak pulang kerumah, artinya lo udah ngasih dia cela buat dia deketin lo. "


Reynard membeku sesaat sebelum menjawab. "sorry bro... Tapi lo tenang aja, setelah zee sembuh, gue akan tunangan dengan adik lo bukan dengan keyla. lo sendiri tau gue bukan orang yang mudah jatuh cinta. " kata reynard santai.


Abi tidak mengatakan apa-apa lagi selain mengangguk dan berjalan masuk kedalam rumah. Namun jika reynard menyakiti adiknya tentu saja dia tidak akan tinggal diam.


reynard dan abi masuk ke dapur ingin menyiapkan makanan yang dibeli tadi. Saat abi akan duduk di kursi mini bar, abi melihat seorang wanita yang sedikit lebih muda dari risa, mata wanita itu melihat keseliling rumah dengan tatapan rakus.


tanpa wanita itu sadari abi berjalan mendekat ke arah nya.


"ekhem... " deheman abi membuat wanita itu terlonjak kaget. "anda siapa? Mau apa disini? " suara bariton abi membuat wanita itu tertegun di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2