Azeeyra

Azeeyra
Bertemu


__ADS_3

   Daniel dan aira baru saja mendarat di bandara. Dengan perasaan berbunga-bunga daniel mengantar aira pulang kerumahnya.


   Mobil daniel sampai dihalaman rumah mewah aira.


   "Mau mampir sebentar? " Tawar aira pada daniel. Sebenarnya cuma sekedar basa basi. Aira juga belum siap mengenalkan daniel sebagai pacar oada orang tuanya.


   "Nggak dulu ya, aku masih ada kerjaan yang harus diselesaikan. " Tolak daniel dengan lembut agar aira tidak tersinggung. Bukan hanya alasan, daniel benar-benar ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.


   "Kau. . . Apa yang kau lakukan dirumah anak ku? " Teriak agam tiba-tiba, pak tua itu baru saja keluar dari dalam rumah bersama ayah aira. Ia menatap tidak suka pada daniel.


  Daniel cuek saja, dia merasa tidak ada keperluan dengan tua bangka itu, jadi tidak perlu membuang energi menjawab pertanyaan yang tidak penting.


   Aira terkesiap, dia kaget melihat kakeknya yang marah, ditambah sikap cuek dan tidak sopan daniel, membuat kakeknya semakin marah. Namun aira juga tidak bisa meminta daniel supaya bersikap baik pada kakek agam.


   "Beraninya kau mendekati cucu ku, setelah apa yang kau lakukan kepada keluarga ku. " Kata agam dengan nada menantang.


   Ayah aira langsung memegangi tangan agam karena pria itu hendak memukul daniel dengan tongkatnya.


   "Ayah, apa yang ayah lakukan. " Tegur ayah aira.


   Dia tidak mau agam bermasalah lagi dengan daniel. Sudah cukup dengan kerugian yang mereka alami kemaren. Jika daniel sampai marah bisa saja laki-laki itu membuat mereka bangkrut, karena kekayaan mereka sekarang sudah dibawah keluarga daniel, sekarang keluarga aksara adalah yang terkaya nomer satu di indonesia.


    "Aku pergi dulu. " Pamit daniel pada aira. Daniel juga tidak menyapa ayah aira yang sedari tadi melihat kearahnya.


   Aira mengangguk dan melambaikan tangan saat daniel masuk mobil.


 "Tidak sopan. " Hardik agam saat melihat daniel melengos pergi. "aira, kamu ikut kakek, kau harus menjelaskan apa yang terjadi, tanpa ada yang terlewat sedikitpun. "Titah agam tegas .


   Aira menghembuskan nafas kasar, benar-benar hari yang melelahkan. Ia mengikuti langkah kakeknya masuk kedalam rumah.


****


   Brum. . . . Brum. . .


Brum. . .


   Lima motor sport mewah terparkir di halaman luas rumah makan yang mereka datangi.


   Kelima orang itu turun dari motor bersama dengan tiga gadis yang mereka boncengi. Tak jauh dari motor mereka seorang laki-laki yang baru datang membuka helmnya dengan wajah dingin nan tampan. Kelima laki-laki itu terkejut . " Dj. . . "Teriak saka, denis dan seno.


   Reynard yang sedang merapikan rambut zee terhenti saat mendengar nama yang diteriaki tiga curut itu.


   Reynard menoleh bersamaan dengan laki-laki yang dipanggil dj itu juga melihat kearahnya.


   "Anjiir, kapan pulang Lo? " Tanya saka yang mendekati laki-laki tampan itu.


   "Satu minggu yang lalu. " Jawab laki-laki bernama lengkap david julian. David yang lebih akrab dipanggil 𝘥𝘫 oleh teman-teman nya.


  "Sudah satu minggu? Kelewatan lo ya. Masa sudah selama itu lo nggak nemuin kita sih. " Protes saka seraya merangkul bahu dj.


  "Tinggal mundur aja kalau kelewatan. "Sahut dj masih dengan wajah dinginnya.


   Mendengar jawaban dj, denis dan seno langsung tertawa. Meski dj berwajah dingin, tapi dia suka bercanda yang membuat teman-teman nya tertawa, hanya teman nya ya, karena dj sendiri akan berwajah datar dan dingin.


   Reynard yang sudah lapar mengandeng tangan zee masuk kedalam rumah makan. Pergerakan reynard dan zee tidak luput dari mata tajam dj.


   "Kalian masih sering kesini? " Tanya dj yang juga masuk bersama saka dan denis.

__ADS_1


   "Masih lah, udah langganan kita ini mah, bahkan pacar si bos aja kecanduan makan disini. " Celoteh saka.


   Dj menyeringai mendengar penjelasan saka, tempat makan ini, dia yang menemukan nya, lalu barulah mengajak kelima laki-laki remaja itu makan disini, yang akhirnya menjadi tempat langganan mereka.


   "Lo balik ke indo, apa kembali menetap disini? " Tanya seno.


  Laki-laki bermanik hitam itu mengalihkan tatapan nya kearah seno. "Maybe. . . " Sahut dj singkat.


   Seno hanya mengangguk. "Kalau Lo netap disini, bisa gabung lagi di geng kita, nanti juga bisa ke kampus bareng. " Sahut denis yang dari tadi diam.


   "Eh, sibos dimana nih. " Saka celingak-celinguk mencari keberadaan reynard dan yang lainnya.


   "Itu mereka. " Tunjuk denis ke meja paling sudut tempat yang adem pas banget untuk spot foto karena dibawahnya ada danau.


   "Ya udah kesana yuk. " Saka menarik tangan dj agar ikut bersamanya.


   Sesampai dimeja tempat reynard dan zee juga teman-temannya. Saka dan dj ikut bergabung bersama mereka.


   "Ekhem, apa nggak masalah kalau gue gabung disini. " Tanya dj melirik kearah reynard yang asik memainkan jari-jari zee.


   "Astaga, Lo ngomong apa sih, sejak kapan lo jadi orang nggak enakan gini, kayak sama siapa aja. "Kata saka menatap tak percaya kearah dj.


   Mata dj tidak lepas melihat dua sejoli yang sedang bermesraan di depannya.


   Tiga laki-laki disamping dj menoleh kearah pandangan mata laki-laki itu. "Jangan melihatnya lebih dari tiga detik, atau mata Lo dicongkel sama si bos. "Bisik saka ditelinga dj.


  Kening dj berkerut mendengar bisikan saka, dia tidak menyangka kalau reynard bakal seposesif itu.


   " Udah nggak usah dipikirin. "Kata saka seraya meletak kan piring didepan dj. Mereka tidak perlu pesan lagi karena makan di sini sistem nya hidangan jadi semua makanan dihidang kan diatas meja, jadi kita bisa ambil yang kita mau.


   "Aku mau makan ikan bakar. " Ucap zee pelan pada reynard.


   Reynard meletak kan daging ikan, yang sudah ia pisahkan dari tulangnya.


   Zee mengangguk. "Emm, aku sangat lapar. "


  Reynard mengumpulkan rambut zee dan mengikatnya. Reynard memang memiliki beberapa ikat rambut zee dalam saku celana. Sementara zee makan dengan lahap.


   "Dia sebucin itu? "Dj bertanya dengan raut penasaran. Dia sedari tadi terus memperhatikan kemesraan dua orang didepannya.


   Saka dan denis yang duduk berdampingan dengannya, ikut melirik reynard dan zee, tampak reynard yang sedang memisahkan daging ikan dari tulangnya dan memberikan daging yang sudah bersih kepiring zee.


   " Ya, sangat bucin parah. "Ucap saka mengangguk mengiyakan.


   "Kalau aku punya cewek kayak zee, juga pasti bucin sih. "


  Sudut bibir dj terangkat. "Begitu ya, menarik juga. "


  Sementara zee , siska dan karen sangat menikmati makan siang mereka dengan hati puas.


   "Ikan bakarnya enak, asam pedas juga manis. "Ucap zee sambil mengunyah kepala ikan gurame.


   " Udang saus padang nya, juga tak kalah enak. "Siska yang ada di sebelah zee ikut menimpali.


   Zee mengangguk kan kepala setuju. " Benar, aku juga suka itu, semua makanan disini sangat enak. "


Setelah makan siang selesai, reynard mengantar zee pulang kemansionnya.

__ADS_1


   Sebelum nya saat masih diparkiran tempat makan.


  Dj menatap kearah reynard dengan tatapan yang sulit diartikan.


  Reynard yang merasakan ada yang menatap nya langsung menoleh. Dj tersenyum kearah nya dan mengangguk pelan.


   "Gue antar zee pulang, baru temui gue ditempat biasa. "Ucap reynard tenang.


   Dj tersenyum dan berkata. " Selesaikan urusan mu, aku bisa menunggu. "


   Meski zee penasaran apa yang tengah dua orang itu bicarakan namun zee tidak bertanya, dia akan menunggu reynard sendiri untuk bercerita.


   Setelah mengantar zee pulang dengan selamat, reynard bergegas melajukan motornya ke sebuah danau pinggir kota.


   Sampai disana, dj laki-laki yang tadi ikut makan siang bersamanya sudah duduk dibangku tepi danau.


   Reynard menghampiri dj, dan berdiri didepan laki-laki itu dengan tangan berlipat didada.


   "Kamu sudah datang? "Tanya dj bersemangat.


   " Kenapa kembali? "Bukan nya menjawab pertanyaan dj, justru reynard balik bertanya.


   Dj mengerutkan kening. " Kenapa kembali? "


   Reynard melanjutkan. "Lo udah janji bakal berobat sampai sembuh, ini baru jalan empat tahun, bukan kah masih ada satu tahun setengah lagi? "


   Laki-laki tampan itu menatap reynard sendu. "Apa aku tidak boleh pulang kerumah sendiri? "


   "Boleh, asal lo bener-bener sembuh. " Jawab reynard dengan tegas.


   Dj terkekeh mendengar ucapan reynard. "Apa karena gadis cantik itu? Hmm. "


  Dj adalah teman pertama reynard sebelum bertemu abi dan tiga curut. Dan danau ini adalah tempat pertama kali mereka bertemu.


   Pada saat itu reynard yang masih smp sedang dikejar musuhnya dan berlari sampai kesini, dan pada saat itu dj sedang duduk bersantai ditepi danau, melihat ada yang dikeroyok tampa pikir panjang dj membantu reynard dan membuat musuh nya kabur.


  Sejak saat itu mereka menjadi teman baik dan mulai membentuk sebuah geng yang bernama Dragon .


   Wajah reynard berubah gelal mendengar ucapan dj. "Jangan mengganggunya. "


   "Kenapa? Sepertinya kamu begitu sayang sama dia. " Kata dj dengan senyum sinis.


   Tidak langsung menjawab, reynard mengalihkan pandangan ke arah danau. "Jangan menguji ku ian. "


   Seketika mata dj berkaca-kaca mendengar reynard memanggil nama yang sudah lama tidak dia dengar.


   "Kamu orang yang paling mengenal aku, aku suka tantangan. " Dj menyeringai melihat wajah dingin reynard.


   "Dia adalah batas kesabaran ku, jadi jangan mengusik nya, karena aku tidak akan berbelas kasih. " Ucap reynard penuh penekanan.


   Kemudian reynard meninggalkan dj yang menatap sendu punggung lebarnya.


   Dj terkekeh dengan mata berair. "Kamu bahkan tidak menanyakan kabar ku. "


   Dj pun ikut meninggalkan danau dengan motor sport miliknya.


    𝗕𝘁𝘄 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗼𝘁𝗵𝗼𝗿 𝘂𝗽 𝘆𝗮, 𝗺𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝗼𝗻𝗴, 𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂 𝗿𝗮𝗺𝗲𝗶𝗻 𝘆𝗮, 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗿𝘂 𝗸𝗼𝗸!

__ADS_1


  𝗝𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮: 𝗺𝗲𝘁𝗮 𝗳𝗼𝗿 𝘀𝗶𝗮𝗵. 𝗖𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗴𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗮𝘀𝗮𝗹 𝗶𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗸𝗲 𝗷𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗸𝘂𝗻𝗼. 𝗔𝗸𝘂 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗽𝗶𝗹𝗹 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝘆𝗮, 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗰𝘂𝘀𝘀 𝗸𝗲 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮. 🥰


*****


__ADS_2