
Abi mengikatkan jaketnya dipinggang zee, kemudian ia membungkuk, adiknya itu masih menangis bahkan sampai terisak.
"Ayo naik, abang gendong turun sampai kemobil. " Bujuk abi yang merasa bersalah sudah membuat zee menangis.
Dengan patuh zee naik ke punggung abi. Zee menyandarkan kepalanya dibahu abi dengan air mata terus mengalir di pipinya.
"Abang minta maaf, jangan nangis lagi. " Pinta abi yang tidak tahan mendengar suara isakan zee.
Leo yang melihat zee dalam gendongan abi dengan sigap membuka pintu mobil.
Abi terkejut melihat karen dan siska yang berada dalam mobil adiknya, segera ia memasang wajah datar untuk menghilangkan keterkejutannya, setelah memasukan zee kedalam mobil abi ingin pergi mengambil motornya.
"Abang masuk, pulang naik mobil. " Perintah zee tegas.
"Abang bawa motor dek. "
Zee menatap abi yang juga menatap kearahnya, dari sorot mata gadis itu abi tau ia tidak ingin dibantah. Abi menghela nafas pelan kemudian membuka pintu mobil dan duduk disamping leo.
Leo mulai melajukan mobilnya meninggalkan markas dragon.
"Kamu ngak apa-apa? " Tanya siska yang kaget ketika melihat zee menangis.
Zee menggeleng pelan tanpa berniat menjawab, melihat wajah zee yang kurang baik, siska tidak berani bertanya lagi, meski saat ini banyak sekali yang ingin dia tanyakan.
"Leo antar siska dan karen dulu. "
"Baik nona. "Leo membelokan kemudi menuju alamat yang disebutkan siska dan karen.
***
Sedangkan dimarkas dragon. Seorang pemuda mengeliat dalam tidurnya, menguap beberapa kali karena masih mengantuk.
" Hoamz... "Reynard menguap sembari bangun dari tidurnya, ia duduk ditepi ranjang sambil mengucek matanya beberapa kali.
Reynard meraih ponselnya diatas nakas, ia berdecak begitu melihat waktu diponselnya. Pukul 14:30 ini tidur terlamanya setelah beberapa tahun ini.
Dulu mereka sering minum sampai larut malam dan bangun sore hari, namun semenjak berpacaran dengan zee, ia tidak pernah minum lagi, baru semalam mereka mencobanya itu pun karena sudah dipaksa teman-temannya.
Reynard masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Lima belas menit reynard keluar kamar dengan pakaian rapi, dilantai bawah tampak anak-anak dragon sedang membersihkan ruangan yang berantakan dari sisa pesta semalam.
Salah satu anak buah reynard berjalan mendekatinya.
"Bos, apa pacar bos sudah pulang? " Tanya laki-laki yang bertemu dengan zee tadi.
Reynard menaikkan satu alisnya, menatap juan laki-laki yang ada didepannya dengan tatapan minta penjelasan.
"Tadi ada tiga orang gadis berseragam Sma datang kesini, salah satunya gadis yang bersama bos waktu malam balapan itu. " Jelas juan yang takut salah bicara.
"Oh sh**." Reynard mengumpat, sambil meremas rambutnya, kenapa zee datang kesini di saat ia dalam keadaan kacau begini.
Reynard mengambil ponsel nya dan meletak kan ditelinga. Nadanya tersambung tapi tidak diangkat. Reynard memasuk kan kembali ponselnya kedalam saku celana.
***
Setelah tadi mengantar siska dan karen, leo langsung membawa nona mudanya kembali kerumah.
Abi mendapat ultimatum dari risa dan zee bergantian, ia hanya diam dengan kepala tertunduk, meskipun kupingnya terasa sangat panas namun apa boleh buat, yang mengomelinya adalah dua wanita kesayangannya.
"Awas aja kalau abang ulangi lagi, aku suruh leo nanti bakar markas abang. " Ancam zee serius.
"Masa kamu tega dek, banyak anak-anak dragon yang tinggal disana. " Ujar abi memelas.
"Ya makanya jangan ulangi lagi. " Kata zee nyolot.
"Iya."
"Jangan iya-iya aja bang. " Kali ini bunda risa yang bicara dengan tangan berkacak pinggang.
"Serius bun, ini yang terakhir kok. " Ucap abi dengan wajah serius. "Ini abang udah boleh mandi belum, gerah banget bun, dek. " Lanjut abi dengan kening berkerut.
"Ya udah sana, mandi sampai bersih, mulutnya juga, cuci sampai bau alkoholnya hilang. " Ujar zee yang berdiri dari duduknya.
Abi melakukan hormat dengan posisi siap. "Siap laksanakan komandan. "
Zee mengambil sendalnya ingin memukul abi, laki-laki itu lari terbirit-birit. Bunda risa sudah tertawa melihat kelakuan putranya itu.
"Sayang gimana perutnya masih sakit? " Tanya risa yang tahu zee sakit perut datang bulan.
__ADS_1
"Masih bun, ya udah aku mau istirahat dulu ya bun. " Kata zee, keningnya berkeringat menahan sakit.
"Iya, nanti bunda bikinin sup hangat buat kamu ya. " Risa mengelus rambut zee pelan sebelum gadis itu beranjak pergi.
***
Abi berjalan gontai menuruni anak tangga, terlihat diruang tamu daniel sedang tiduran sambil bermain ponsel.
"Kak." Sapa abi yang sudah duduk di sofa.
"Hmm." Daniel berdehem tanpa menoleh.
Abi mengeluarkan ponselnya dan mulai bermain game, saat asyik bermain hidung abi dan daniel mencium aroma yang sangat menggiurkan, abi dan daniel saling pandang kemudian berdiri. Dengan kompak kedua laki-laki itu berjalan kedapur.
Risa sedang asyik mengaduk sup udang campur sayur seperti brokoli, wortel dan kembang kol. Abi mendekat menghampiri risa.
"Enak banget bun. " Celetuk abi menghirup aroma sup di atas panci kompor.
"Kamu antar buat adek ke atas, perutnya masih sakit itu, " Titah risa.
"Adek kenapa bun? " Tanya daniel yang sudah duduk di meja mini bar.
"Sakit perut datang bulan, minum sup hangat bisa meredakan rasa sakitnya. " Jelas risa sembari mengisi tiga mangkuk kecil dengan sup. Kemudian meletak kan dimeja.
"Habiskan sup kalian, lalu yang ini buat adek, nanti di antar sekalian sama obatnya. " Risa menyodorkan obat pereda nyeri pada daniel. Kedua laki-laki itu mengangguk dan segera memakan sup nya.
Tok... Tok... Tok...
Daniel mengetuk pintu kamar zee, beberapa detik tidak ada yang menyahut, daniel membuka pintu, terlihat adiknya tidur meringkuk sambil memegang perutnya. Daniel dan abi langsung masuk kedalam kamar.
Daniel mendekati zee dan duduk ditepi ranjang. "Dek, kamu kenapa?
Perut kamu sakit. " Tanya abi yang jongkok didepan zee.
Gadis itu tidak menjawab, ia hanya mengangguk kan kepala dengan mata yang masih terpejam.
"Kakak bantu duduk ya, makan sup dulu biar perutnya lebih enakan. " Daniel mengangkat tubuh zee, kemudian ia duduk dibelakang zee dan menyandarkan kepala gadis itu didadanya. Zee masih memejamkan mata, dia tidak memberontak atas apa yang dilakukan daniel.
"Buka mulutnya, abang suapin. " Abi menyuapi sup ke mulut zee begitu gadis itu membuka mulut nya. Sementara daniel mengusap pelan perut datar adiknya agar tidak terlalu sakit.
Dalam hati zee bersorak senang mendapat perlakuan istimewah dari dua saudaranya itu, ia bukannya tidak bisa duduk, apalagi sekedar membuka mata, perutnya bukannya tidak sakit, memang sakit, tapi masih bisa ia atasi.
Setelah supnya habis, abi memberikan zee minum, lalu juga memberinya obat anti nyeri. Dengan lembut abi membersihkan mulut zee dengan tisu. Zee tersenyum tipis sangat tipis sehingga dua orang itu tidak menyadarinya.
Daniel masih setia mengelus perutnya, jujur saja perut zee memang terasa nyaman. Dengan hati-hati daniel kembali membaringkan zee diranjang.
Lihat betapa bucinnya mereka, emangnya mereka pikir zee itu sakit keras apa ya, hei, dia hanya datang bulan bukan stroke apa lagi lumpuh, tapi tidak apa zee malah merasa senang diperlakukan seperti itu.
"Sekarang kamu tidur, tau-tau pas bangun sakit perutnya udah hilang. " Ujar daniel dengan nada menghibur. Daniel ikut berbaring disisi kiri zee, ia tidur menghadap ke kanan, dengan satu tangan menopang kepalanya dan satu tangan lagi mengusap perut zee.
Abi yang baru kembali setelah mengantar mangkuk sup kedapur memicingkan mata melihat daniel seperti menina bobok kan zee, tanpa pikir panjang abi ikut berbaring disisi sebelah kanan zee, ia mengangkat kepala gadis itu dan meletak kan dilengannya.
Zee yang belum tidur, tertawa didalam hati, sayang sekali dikamarnya tidak ada cctv, kalau tidak tentu ia bisa melihat video dua orang lelaki tampan menina bobo kan dirinya seperti bayi.
Setelah sepuluh menit acara timang menimang, tidak terlihat lagi pergerakan dari tiga orang itu, entah siapa yang pertama kali tertidur. Yang jelas mereka bertiga sudah menyelam dialam mimpi.
****
Dimarkas dragon reynard masih mondar mandir, dari tadi chat nya tidak di balas oleh kekasihnya. Ia mengotak atik ponselnya kemudian meletak kan ditelinga. Nadanya sudah tersambung, namun masih belum di angkat.
Triiing. . . Triing. . .
Abi terbangun saat suara ponsel bergetar di bawah bantalnya. Dengan mata masih tertutup Abi meraba-raba mencari keberadaan ponsel itu.
Setelah menemukannya tanpa melihat siapa penelpon abi langsung mengangkatnya.
["hmm... "]
[" mana zee, kenapa kau yang angkat? "]
Terdengar suara ketus seseorang di ujung telepon. Abi mengerjap beberapa kali, kemudian membuka matanya, ia melihat ponsel ditangannya dan terkekeh.
Abi mendekatkan kembali ponsel ke telinganya.
[" halo... "]
[" dimana zee? "]
__ADS_1
Abi tersenyum miring mendengar suara kesal reynard.
[" tidur. "]
[" apa... Tidur??, terus kenapa kau ada dikamarnya, apa yang kau lakukan disana? "]
Abi makin tergelak mendengar teriakan rey, laki-laki itu memang mudah terpancing kalau sudah menyangkut kekasihnya.
Abi tidak menjawab reynard, ia memutuskan sambungan telepon dan kembali tidur.
Diseberang telepon reynard mengumpati abi yang memutuskan sambungan teleponnya. ia kembali menekan ponselnya.
Tring. . . Tring. . .
abi yang baru saja akan kembali tidur berdecak kesal karena ponsel zee kembali berbunyi.
Abi menekan tombol dan mendekatkan ketelinganya.
["ck,ck apa lagi sih, ganggu aja. "]
" ["jauhkan telpon nya! "]
Abi menjauhkan ponselnya hingga terdengar umpatan di ujung tepon.
[" bangs**, ngapain kau tidur disana, hei menjauh dari kekasih ku. "]
abi membuka matanya dan melihat ponsel, ia pikir tadi telepon biasa ternyata panggilan video, abi tersenyum licik, otak jahilnya kembali menyapa.
Abi mendusel-dusel kan kepalanya diceruk leher zee, gadis itu mengeliat, abi mengelus kepala zee agar tertidur kembali.
[" abi bangs**, kau mau mati ya. "]
Daniel yang tidur disebelah zee terusik mendengar umpatan kasar itu. Daniel membuka mata dan melihat ke arah tangan abi, dua lelaki itu saling tatap kemudian tersenyum.
Daniel mencium pipi zee, kemudian melingkarkan tangan diperut adiknya. Jangan tanya bagaimana reaksi reynard, laki-laki itu mengumpat dengan mengabsen nama seluruh penghuni kebun binatang.
Abi dan daniel mengulum bibir menahan tawa, rasanya bahagia sekali melihat reynard kesal. Daniel kembali mencium pipi dan kening zee, lalu mengelus kepalanya lembut, beberapa kali zee menggeliat, abi mengusap pelan punggung zee agar gadis itu kembali tidur.
prang. . .
"bangs**." reynard melempar ponselnya, ekspresinya berubah dingin.
Ponsel reynard retak tak berbentuk, salah, bukan retak lagi tapi hancur. Buktinya layar ponsel itu sudah tidak ada lagi, seperti habis ke lindas mobil, terbayangkan betapa kerasnya reynard melempar ponsel itu.
Dengan nafas memburu reynard meraih jaket dan kunci motornya, lalu berjalan keluar markas.
***
Tok. . . Tok. . . Tok. . .
"buka pintu nya. " reynard mengetuk pintu kamar zee dengan keras, ia sangat marah hingga dadanya naik turun.
Ketukan yang tadi masih pelan berubah jadi gedoran.
Abi dan daniel terdiam mendengar suara reynard diluar kamar.
"wah gila, baru juga telpon nya dimatikan, udah nyampe sini aja tuh bocah. "abi terkekeh mendengar ucapan daniel, dia sudah menduganya sih, reynard orang yang tidak suka ditantang.
"gimana kak? " abi bertanya pada daniel, keributan yang dibuat reynard takutnya mengejutkan orang rumah.
Daniel pura-pura menguap. "gimana apanya, aku ngantuk. "
Daniel kembli memejamkan mata, abi geleng-geleng kepala sambil terkekeh kecil.
Tidak mendapat tanggapan dari dalam kamar, reynard semakin geram dibuatnya. "kalau kalian tidak buka, aku dobrak pintunya. "
Abi dan daniel memejamkan mata pura-pura pingsan, jadi mereka tidak mendengar apa pun, benarkan?.
Bagh. . .
Bagh. . .
Braak. . .
Pintu terbuka dengan sangat keras, zee yang tertidur nyenyak terperanjat, bahkan langsung terduduk saking kagetnya.
Zee menatap linglung ke arah reynard. Ia mengusap dadanya dan menghela nafas panjang.
__ADS_1
"apa pintu itu melakukan sebuah kesalahan? " tanya zee dengan tatapan ganas dimatanya.