
"Maaf lo bisa tanya sama yang lain, yang duduk disini bukan cuma gue. "Sahut zee. Setelahnya ia kembali menelungkupkan kepalanya diatas meja.
Mendengar ucapan zee maxim laki-laki yang menjadi pembimbing ospek dijurusan zee langsung menoleh kearah lima laki-laki yang sedari tadi menatap kasihan padanya.
" Hai. . . kalian teman nya zee ya? Boleh gabung disini? "Maxim menyapa dengan santai.
Reynard yang duduk didepan zee tidak menghiraukan sapaan maxim, tangan nya asik memainkan rambut panjang zee dengan jarinya. Maxim melirik reynard yang sekarang sedang menatap tajam kearahnya.
"Mending lo duduk ditempat lain aja bang, karena disini sudah penuh nggak ada tempat buat lo. "Saka bersuara sambil melirik abi, memberi kode agar segera menyuruh laki-laki itu pergi sebelum reynard mengamuk.
Maxim terdiam dia melihat sekeliling memang tidak ada lagi tempat untuknya bisa duduk. Setelahnya ia menatap kearah zee lagi. "zeeyra, aku boleh minta nomer ponsel kamu nggak? "Tanya maxim seakan menghiraukan keberadaan laki-laki yang ada disana termasuk reynard.
Zee mendongak dan menatap wajah reynard yang sudah mengeras menahan marah. Kemudian beralih menatap maxim yang menyodorkan ponsel kearahnya. Setelahnya zee menarik nafas dalam dan mengambil ponsel itu lalu mengotak atik sebentar sebelum memberikan kembali pada maxim. Tujuan nya agar maxim segera pergi dari sana sebelum suaminya mengamuk.
Maxim tersenyum dan berkata. "Thank's, jangan telat berkumpul kembali dilapangan sebelum pulang ya. " Ucap maxim dengan suara lembut. Kemudian dia pergi dengan senyum yang tak pudar di bibirnya.
Ketika zee akan kembali merebahkan kepalanya namun terhenti karena mata tajam reynard terus mengikuti pergerakan nya.
Siska mencolek bahu zee. "Lo beneran kasih dia nomer lo? " Tanya siska seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.
Zee menggeleng. "Gue kasih nomer leo. " Jawab zee santai kemudian menoleh lagi pada reynard. Wajah gelap reynard berangsur membaik. Tangan nya membelai rambut zee lagi.
"Haha. . . haha. " Kalimat zee itu berhasil membuat saka dan denis tertawa. Mereka sudah bisa melihat bagaimana ekspresi leo saat mendapat pesan atau panggilan dari maxim.
"Ya udah balik kelapangan yuk, jam istirahat udah kelar nih. " Ajak siska. Ia menarik tangan zee.
Zee dan siska berjalan bergandengan keluar kantin di ikuti lima laki-laki dibelakang mereka.
"Eh, ada cogan nggak dijurusan lo, kenalin dong. " Ujar siska dengan antusias.
Zee mengerutkan keningnya menatap siska dengan tanda tanya. "Lo udah nyerah naklukin om leo lo itu? " Tanya zee dengan rasa penasaran.
Seketika wajah siska berubah sendu. "Ditolak berkali-kali gitu gue masih ada harapan apa? gue udah banting harga diri semurah-murahnya tapi masih aja nggak dilirik. "
Reynard terus memperhatikan sang istri yang tengah berbisik-bisik dengan siska. "Baby. . . " Panggil reynard lembut.
Zee menoleh kebelakang menatap reynard yang baru saja memanggilnya. "Iya, ada apa rey? "
"Ya elah, udah nikah masih pangil ray rey ray rey aja. Pakai panggilan sayang dong baru mantap. " Saka menyahuti ucapan zee.
Bukan nya tidak terfikir oleh zee hanya saja, gadis itu masih malu, dan juga sudah terbiasa dengan panggilan nama. Zee juga masih cari-cari panggilan apa yang cocok untuk reynard.
__ADS_1
Tidak menghiraukan ocehan saka reynard kembali bersuara. "Kamu masih mau ikut ospek? "Tanya reynard yang tampaknya tidak ingin zee mengikuti acara ospek lagi.
Zee terkekeh mendengar pertanyaan reynard. Sedikit banyak nya zee paham kenapa reynard bertanya seperti itu. "Iya, kamu tenang aja ya, nggak usah khawatir. Aman kok. "Balas zee.
Reynard menarik nafas dalam mendengar jawaban zee. "Kalau capek langsung istirahat aja, kalau ada yang gangguin kamu teriak aja panggil aku. Aku akan menghajarnya sampai dia tidak bisa buka mata lagi. "Tegas reynard dengan rahang yang mulai mengeras.
" Iya. "Balas zee sambil mengulum bibir menahan senyum.
***
Beberapa menit setelah acara ospek selesai. Zee dan siska saat ini sedang ada diparkiran bersama reynard dan empat laki-laki lainya.
Saat asik bercanda dan mengoda siska, dua orang laki-laki datang dan mendekati mereka.
"Kalian udah mau balik? " Tanya dj yang sekarang berdiri didepan reynard. Namun laki-laki itu tidak menjawab. Justru mata nya menatap tajam laki-laki bersama dj.
"Ya iya lah, mau ngapain lagi disini. Emang nya lo punya cewek cakep yang mau dikenalin ke kita? Kalau ada gue mah sampe malam juga bertahan disini. " Sahut saka. Sementara laki-laki yang lain memutar bola matanya mendengar omongan saka.
Obrolan mereka terhenti mendengar suara lembut laki-laki disamping dj. "Mau pulang bareng nggak? " Tanya nya pada zee. Gadis itu nampak kaget karena dia sedang asik berbisik dengan siska.
"Kakak nanya sama siapa nih, aku apa zee? " Tanya siska. Sambil memainkan ponselnya.
𝘜𝘩𝘶𝘬. . . 𝘶𝘩𝘶𝘬. . .
Ajakan maxim sukses membuat lima laki-laki tampan disana tersedak. Apa mereka tidak salah denger? Laki-laki ini mau mengantar zee pulang?
"Max. . . " Tegur dj menatap ketua BEM itu dengan tajam.
"Aku serius ra, jadi gimana? Kamu mau pulang bareng aku? " Tanya maxim lagi dia mengabaikan semua orang disana karena fokusnya hanya pada zee.
"Hahah. . . Haha. . . lo ngajak bini orang langsung depan suaminya, keren. " Saka mengacungkan jempolnya pada maxim.
Zee merasa pusing sekarang. Apalagi saat ini reynard sudah tampak sangat marah, ia takut dihari pertama masuk kuliah sudah membuat keributan. Tapi laki-laki yang ada didepannya ini juga tidak tau kalau zee dan reynard ada hubungan.
"Sorry kak, kalau tujuanya kakak mau mendekati aku sebaiknya kakak berhenti sekarang! " Pinta zee dengan wajah serius.
"Kenapa? Aku memang tertarik sama kamu dan mau mendekati kamu! Tolong jangan larang aku, 𝘱𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦! " Ujar maxim sedikit memohon.
Rahang reynard semakin mengeras mendengar perkataan seorang laki-laki yang terang-terangan mau mengejar istrinya didepan matanya sendiri.
"Nggak bisa, gue udah punya 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪, jadi berhenti sekarang. "Jawab zee dengan tegas. Ia harus menghentikan maxim sekarang juga sebelum semuanya terlanjur jauh dan membuat reynard marah apalagi sampai mengamuk.
__ADS_1
Maxim tertawa kecil mendengar penolakan zee yang menurutnya terlalu di buat-buat, gadis itu baru lulus sma, dan ini ospek pertama nya. Lalu gadis itu mengatakan dia sudah bersuami, memangnya siapa yang akan percaya?
"Kenapa menghindari aku sampai segitunya? Sampai membuat alasan tak masuk akal begini, kamu nggak bisa larang aku buat menyukai kamu zeeyra! " Maxim tetap kekeh. Dan tidak percaya dengan alasan zee.
"Lah, dikasih tau malah nggak percaya. Lo mau mati bang? "Ujar saka terkekeh.
" Max, mending lo cari cewek lain, jangan gadis itu. "Dj kembali menegur maxim. "
Maxim menoleh menatap kearah dj. "Kenapa? Gue suka dia, lo tau kan kalau gue udah suka pasti gue dapetin apapun caranya. "
"Heh, bukan main lagaknya, lo beneran mau. . . "
Bugh. . . Brak. . .
Suara pukulan yang begitu keras memekakkan telinga. Semua mahasiswi yang tadi berkumpul diparkiran langsung membubarkan diri dan memberikan tempat untuk orang yang sedang berkelahi. Sesosok tubuh melayang membentur beberapa motor yang terparkir sehingga motor-motor itu roboh. Semua mata menoleh kearah reynard laki-laki yang sedari tadi diam seperti patung itu mengeraskan rahangnya, dia sudah cukup bersabar sejak tadi. Namun kai ini dia tidak mau diam lagi, aura membunuh terpancar kuat dalam dirinya.
Dj membantu maxim berdiri dan membopong tubuh laki-laki itu. Maxim meringis merasakan tulang nya remuk, dia menatap tajam kearah reynard, namun orang yang dia tatap lebih menakutkan dari yang dibayangkan.
"Udah gue bilang cari yang lain aja, ngeyel sih lo. "
"Dia siapa? " Tanya maxim sambil memegangi perutnya yang terasa mual akibat pukulan keras reynard.
"Reynard jordhan, dia kekasih gadis itu. " Ucap dj yang memang belum tau kalau mereka berdua sudah menikah, karena waktu pesta pernikahan nya reynard tidak mengundang dj.
Maxim terdiam beberpa saat matanya beralih memandang zee yang tampak acuh seolah telah biasa melihat pemandangan ini. Dia sedikit kecewa setelah tau kalau zee ternyata sudah memiliki pacar, tapi maxim bukan orang yang mudah menyerah, baginya selagi ada kesempatan dia akan mengerahkan sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Melihat kemana arah mata maxim, reynard yang sudah dioenuhi api amarah akan kembali melayangkan pukulan nya, namun tangan zee langsung menahan lengan reynard.
"Udah rey,kita pulang aja ya, aku capek juga laper." Ujar zee sedikit merengek.
Reynard memejamkan matanya sejenak kemudian mengangguk.lalu memasangkan helm dikepala zee.
"Bro kita duluan ya, sorry banget karena teman gue udah bikin keributan dan ganggu kalian. "Ucap dj merasa tak enak pada lima laki-laki yang dulu menjadi sahabatnya.
"Nggak apa-apa bro, kayak kita bukan teman lo aja. "Sahut saka sedikit canggung. Mereka merasa sedikit aneh saat dj mengatakan maxim teman nya sementara mereka sendiri adalah sahabatnya dulu tapi sekarang entah kenapa laki-laki itu seperti membangun tembok tinggi diantara mereka.
" Nanti gue bakal mampir di markas, gue harap masih di izinkan buat masuk kesana. "Ujar pria itu lagi sebelum pergi.
Setelah dj pergi reynard dan zee naik keatas moyor dan meninggalkan parkiran kampus. Empat laki-laki lain berkumpul kembali keatas motor mereka masing-masing. Mereka tertawa ketika teringat bangaimana tampang maxim tadi saat dipukuli reynard.
*****
__ADS_1