
Dua lelaki itu benar-benar merasa bersalah, abi lebih sadar lagi akan kesalahannya. Abi yang memang berteman sejak lama dengan rey sangat tau kalau reynard begitu takut dengan sicantik annabelle.
Alasan reynard takut karena dulu sewaktu rey masih kecil, dia bermain petak umpet bersama saudara sepupunya. Karena rey adalah satu-satunya anak laki-laki dikeluarga jordhan otomatis sepupunya semua perempuan.
Waktu main petak umpet itu, rey terpilih sebagai penjaganya, jadi ketika dia asik mencari sepupunya hingga sampai dilorong gelap dekat gudang mansion kakeknya dia dikejutkan dengan suara terkikik yang menyeram kan kemudian muncul lah boneka cantik itu dengan seringgai mengodanya. Sontak saja reynard terkejut sampai tidak bisa bicara, wajah anna terekam jelas di otaknya. Hal itu berlangsung selama beberapa hari, barulah rey mau bicara lagi dan kembali normal seperti biasa.
Soal siapa pemilik annabelle, tentu saja salah satu sepupunya. Dia juga tidak menyangka kalau reynrmard akan takut karena menurutnya rey adalah anak laki-laki jadi tidak mungkin takut hanya dwngan sebuah boneka.
Zee kemudian tersenyum dan terkekeh. Ditatapnya kedua laki-laki itu kemudian berkata dengan lirih. "Sepertinya aku terlalu bahagia akhir-akhir ini. Kalian tidak suka melihat aku senang ya. "
Daniel dan abi langsung mendongak mendengar suara terluka adiknya.
Degh. . .
Jantung kedua laki-laki itu berdetak kencang melihat mata zee yang penuh kekecewaan terhadap mereka.
Daniel berdiri dari duduknya berniat akan menyentuh tangan zee. Namun sebelum tangan daniel sampai zee sudah mundur sebanyak dua langkah.
"Dek. . . Kakak minta maaf, please jangan kayak gini, kakak mohon. " Bujuk daniel saat tidak melihat setetes pun air mata zee.
Daniel tau zee pasti sangat kecewa sekali padanya saat ini.
"Kakak akan minta maaf pada bocah, tidak maksud kakak pada reynar, iya, kakak akan minta maaf padanya. Kamu jangan gini, kakak jadi takut. " Ucap daniel memohon pada zee.
Diam dan tidak menangis saat dikecewakan. Itu adalah rasa sakit di level tertinggi, karena dia mulai merasa tidak ada gunanya menangis toh, rasa sakit ini tidak akan hilang. Juga rasa kecewa ini siapa yang akan peduli. Membiasakan diri menerima rasa sakit sehingga menjadi kebal kemudian menganggap itu bukan apa-apa.
"Aku memang kecewa, but, it's oke, iam fine. Aku sudah terbiasa. " Ucap zee dengan suara tegar.
"Dek, abang minta maaf, abang benar-benar salah, nggak bermaksud sampai seperti ini. " Ujar abi dengan lirih.
"Lalu? Hal seperti apa yang kalian ingin kan dari kejadian ini, hm? " Tanya zee datar. "Yang kalian harapkan apa? Rey masuk rumah sakit, terus aku dilabrak orang tuanya kemudian putus dengan rey begitu? Itu yang kalian mau? " Tanya zee lagi.
Daniel dan abi serentak menggeleng.
Zee menghela nafas berat kemudian berbalik pergi meninggalkan dua orang itu.
Daniel ingin menahannya namun tidak jadi karena suara zee menghentikannya.
"Jangan mencariku. "ucap zee kemudian berlalu pergi.
__ADS_1
***
"Lo kenapa sih? Kayak habis ngeliat hantu aja. Lo sakit? " Tanya seno yang mendudukan diri disofa kamar hotel.
Reynard tidak menjawab, matanya terpejam. Teringat lagi kenangan menakutkan semasa kecilnya dulu. Dengan segala kekuatan dan tekad nya reynard mencoba menenangkan diri dan menghilangkan rasa yang siaalan membuat nya takut itu.
Tok. . . tok. . . tok. . .
pintu kamar yang ditempati seno dan reynard diketuk dari luar. Reynard masih diam ditemoat tidur jadilah seno yang membukakan pintu.
Saat pintu terbuka, tampak zee berdiri dengan sebuah troli penuh makanan didepannya.
"Rey nya ada didalam? "Tanya zee. Namun bukannya menjawab seno malah menyuruh zee masuk kedalam. Tentu saja zee menolak dan menyuruh seno membawa troli makanan kedalam dan memakan nya bersama yang lain
" Ya sudah gue pergi dulu, pastikan rey memakan sarapannya ya. "Setelah mengata kan itu zee segera pergi meninggalkan seno dengan banyak tanda tanya.
" Kak, apa yang harus kita lakukan? Dia benar-benar marah kali ini, dan memang kita sudah sangat keterlaluan. "Ujar abi. Wajah rasa bersalah jelas terpancar darinya.
Daniel menghela nafas berat, dilain sisi, berat sekali baginya meminta maaf pada bocah tengik itu, namun disisi lain dia tidak ingin adiknya merasa kecewa padanya.
"Ah, siaalan, apa kita harus minta maaf pada bocah tengik itu? "Daniel bertanya dengan suara tinggi.
"Ya sudah, tapi nanti kau yang bicara ya, sebagai seorang adik kau tidak mungkin membiarkan kakak mu meminta maaf pada anak itu kan. "
'Dasar bilang aja gengsi pakai alasan adik kakak segala, susah banget sih ngaku salah dan minta maaf. 'Abi bermonolog dalam hatinya. Dia tidak akan mau meminta maaf sendiri nanti.
"Emm, baiklah. "Abi berpura-pura patuh saja dulu. Enak aja bikin salah berdua masa minta maaf nya sendiri.
Abi tersenyum miring melihat wajah lega daniel. Mereka berjalan menuju kamar reynard.
" Dimana rey? "Tanya abi setelah seno membuka kan pintu.
" Tuh, lagi tiduran dikasur nggak tau deh tu anak kesambet apaan pas dateng langsung tidur aja. "Sahut seno mempersilahkan mereka masuk.
Didalam kamar tidak hanya ada seno dan reynard, ternyatajuga ada saka dan denis yang sedang menikmati sarapan yang diantar zee tadi, karena memang sengaja dibawa lebih untuk mereka.
Daniel dan abi melihat reynard tidur membelakangi mereka. Sekarang mereka pun bingung harus minta maaf seperti apa. Adik perempuan mereka adalah satu-satunya orang yang pernah dimintai maaf. Tidak mungkin kan mereka memakai cara yang sama pada bocah tengik ini.
__ADS_1
Paham kalau ada sesuatu yang akan mereka bicarakan, tiga curut yang tiba-tiba pintar itu langsung pamit keluar dengan alasan mencari cewek bule untuk digombalin.
Saat ini zee berada di kamar siska dan karen. Dia baru saja menceritakan apa yang terjadi semalam dan pagi ini. Sehingga membuat reynard terlihat begitu sangat marah.
"Gue rasa dia bukannya marah sama Lo sih. " Ucap siska kemudian. "Mungkin aja dia kesal karena rasa takutnya itu malah hampir mukul lo kan. "
Karen mengangguk setuju. "Bener ,kalau pun emang marah udah jelas siapa orangnya. " Tambah karen.
"Eh tapi bagus juga sih, lo jangan lurusin dulu tuh salah pahamnya biarin dulu aja, suapay kita bisa pakai ini nanti, gimana? " Seru siska senang seraya memperlihat kan bikini seksi yang mereka beli waktu itu.
Seketika wajah suram zee berubah cerah, siska yang masih memegang bikini itu menaik turun kan alisnya mengoda zee. Akhirnya mereka bertiga tertawa dan senyum-senyum membayangkan memakai bikini itu nanti.
"Ya udah kita mandi dulu dan siap-siap. " Seru siska dengan penuh semangat. Diantara mereka siska lah yang paling antusias, dia sudah tidak sabar memakai nya dan memeperlihatkan tubuh seksinya itu.
"Rey sumpah gue minta maaf, gue nggak bermaksud bikin lo sampai. . "
"Sampai apa? Maksud mau bikin gue sampai gimana? " Potong reynard cepat. Matanya menatap abi dengan datar.
Daniel hanya diam menyaksikan tanpa berniat ikut dalam pembicaraan yang belum ada ujungnya itu.
"Tadi nya kita cuma iseng, karena kak daniel nanya sama aku kamu takut apa ya udah aku langsung saja sicantik anna, mana aku tau dia bakal bawa tu orang kesini buat temen tidur kamu. " Ujar abi panjang lebar. Daniel yang namanya disebut langsung saja mendelik kan mata kesal pada abi.
"Kalian tuh nggak niat sama sekali ya minta maafnya? "Tanya reynard.
" Ya elah bocah, gue ini daniel briano aksara, gue udah nurunin sedikit harga diri gue buat minta maaf sama lo, masih aja banyak tingkah lo yah. "Sahut daniel yang kesabarannya mulai menipis.
" Tuh, mana ada orang minta maf pakai teriak segala. Ini juga oasti terpaksa kan, zee pasti yang suruh kalian kan? "Tebak reynard. Namun kali ini tebakan itu salah. Minta maaf adalah inisiatif mereka berdua, yah walaupun alasannya juga supaya zee tidak marah lagi dengan mereka.
" Ya udah tapi ada syaratnya! "Ujar reynard.
" Apa? Cepatan gue bukan pengangguran kayak lo, jadi banyak kerjaan yang menunggu. "Ujar daniel dengan sindiran halus nan nyelekit.
Reynard tersenyum miring, tidak tau saja dia, kalau usaha showroom motor nya mulai diminati, dan kafe nya juga sudah ramai pengunjung. Enak saja bilang pengangguran malah sekarang reynard juga mulai merambah ke dunia fhasion dengan membuat toko khusus pakaian anak remaja dan kuliah tentu saja hanya pakaian cowok yang mereka jual.
Siska sangat antusias setelah memakai bikini yang dikuarnya dilapisi cardigan oanjang sampai paha menutupi tubuh mereka. Nanti setelah sampai di pantai baru lah mereka melepas kardigan itu dan memperlihatkan keseksian bikini itu.
"Buruan dong, kalian lelet banget, itu jalannya nggak usah sok anggun bisa nggak? " Ujar siska yang sudah tidak sabar.
"Apa sih, lo udah kayak pengantin yang mau malam pertama aja, nggak sabaran banget. " Sahut karen kesal melihat tingkah siska.
__ADS_1
"Hah, siapa yang mau malam pertama? "Teriak seorang laki-laki yang berjalan tepat dibelakang mereka bertiga.
***