
Bohong, semua yang di omongin zee adalah alibinya saja, mana ada dia nggak suka reynard dikamar nya, dia gomong gitu hanya karena takut daniel mendengar suara lucknat nya tadi.
"Udah kamu balik kekamar sana, rey beneran deh aku mau istirahat, emang kamu nggak capek ya. "Mohon zee dengan wajah memelas.
" Kenapa sih bee, aku kan nggak pernah melewati batas? Anggap aja kita lagi simulasi buat bulan madu nanti. "Ujar reynard dengan enteng. Zee sampai terbelalak mendengarnya, menikah saja belum dia udah mikirin bulan madu, emang udah nggak beres otak lelaki ini.
Memang zee akui, meski mereka tidur bersama, reynard tidak pernah melewati batas terlalu jauh, ya walaupun kadang-kadang cowok itu hampir lepas kendali, itu pun juga tidak sepenuhnya salah reynard sendiri, karena zee juga ikut berperan dalam kegiatan itu.
"Udah ah, terserah kamu aja, kalau kak daniel sampai nyusul kesini dan menghajar kamu, aku nggak bakal bantuin ya. Salah kamu sendiri yang nggak mau dengerin omongan aku."ujar zee seraya membuka handuk yang membungkus rambut nya.
Zee sengaja berlama-lama dengan pengering rambut, lalu memakai skincare dengan pelan kemudian memakai baju tidur, di lihatnya reynard dari kaca rias, laki-laki itu menatapnya dari belakang dengan mata yang mulai mengantuk. Karena zee emang berniat menunggu reynard tidur dulu baru dia ikut tidur di atas ranjang.
Zee segera naik keatas ranjang setelah memastikan reynard benar-benar sudah tertidur. Ia masuk kedalam selimut dan menutup mata, tidak lama zee pun ikut menyusul rey kealam mimpi.
Ponsel zee yang sudah mati itu sepertinya sudah terlupakan, sehingga benda itu masih tergeletak di lantai, zee juga lupa mungkin saja daniel masih terus menghubunginya dengan perasaan jengkel.
Rasanya mata zee baru saja terpejam, tapi suara ketukan pintu memaksanya harus membuka mata.
Tok. . . tok. . . tok. . .
Langsung saja zee bangun dan duduk sejenak, kemudian melangkah kedepan pintu dengan mata yang belum terbuka sempurna. Begitu pintu dibuka seorang lelaki tampan berdiri dengan tangan berlipat didada. Zee meneguk ludanya, mata nya tentu sudah terbuka dengan sangat lebar, begitu juga kesadaran nya yang sudah kembali dengan sangat bagus bahkan sudah tidak ada lagi rasa kantuk. "Hai, selamat sore abang! "Seru zee menyapa abi yang melotot kearahnya.
Demi alam sejagat raya, wajah abi saat ini sangat lah menyeramkan. Zee bahkan tidak berani mengangkat kepalanya.
Tanpa bertanya abi menggeser tubuh zee kesamping agar dia bisa masuk dan melihat apakah ada makhluk halus begentayangan dikamar adiknya.
Dan benar saja, rahang abi langsung mengeras begitu melihat reynard tertidur pulas diranjang zee, ditambah laki-laki itu tidak memakai baju yang memang kebiasaan nya saat tidur. Abi berbalik dan menatap zee, hampir saja zee pingsan melihat mata abi yang seperti mau keluar saking melototnya.
__ADS_1
Tubuh zee berkeringat, tidak pernah sebelumnya dia melihat abi semarah ini, karena biasanya meski tahu zee bersama reynard yang mungkin saja mereka juga bermesraan tapi abi tidak pernah ikut campur apalagi marah, tapi sekarang entah apa yang terjadi laki-laki ini terlihat sangat posesif padanya. Atau mungkin saja tadi daniel menghubungi abi dan mengatakan sesuatu.
Lamunan zee seketika buyar saat mendengar suara berat abi. "Ngapain masih berdiri disitu? Pindah kekamar abang sana! "abi mengusir zee, kemudian ia berjalan ke arah ranjang.
Buru-buru zee menutup pintu dan pergi ke kamar abi. " Dasar manusia kulkas, kenapa marah-marah gitu sih, padahal tinggal suruh pindah aja kenapa harus dipelototin kayak gitu, mentang-mentang jadi abang malah seenaknya menindas adiknya. " Zee mengomel sepanjang jalan menuju kamar abi yang berjarak tiga kamar dari kamarnya. Masih ada waktu sekitar tiga jam lagi untuk mereka berkumpul dipantai untuk menyaksikan sunset. Jadi zee memutuskan kembali tidur.
***
Sore hari hampir pukul enam, zee bangun dari tidurnya. Zee bergegas membersihkan diri. Namun dia lupa kalau sekarang sedang berada dikamar abi, dan dia tidak membawa kopernya.
Akhirnya zee memakai kembali piyamanya dan berjalan keluar hendak kembali kekamarnya untuk berganti baju. Begitu pintu dibuka leo sang pengawal berani mati itu sudah berdiri didepan pintu.
"Ekhem. . . " Deheman zee mengambil perhatian leo yang sedang sibuk melihat ponselnya.
Leo langsung menyimpan benda pipih itu dibalik jaketnya kemudian menunduk kepala hormat. "Nona sudah bangun. "
" Sudah nona muda, tuan muda sedang bersiap untuk pergi kepantai. "Ucap leo. "Ini titipan dari tuan muda untuk nona. " Lanjutnya menyodorkan paperbag yang menarik perhatian zee dari tadi.
Zee menerima bungkusan itu dan mengintip isinya yang ternyata adalah pakaian nya lengkap dengan pakaian dalam.
"Ini siapa yang menyiapkan? " Tanya zee. Ia merasa sedikit malu melihat ****** ******** disana.
"Itu, tuan muda yang memberikan pada saya nona. "Jawab leo dengan kepala menunduk.
" Emm, ya sudah aku ganti baju dulu. "Ujar zee kemudian berganti pakaian yang diberikan leo.
Setelah selesai, zee dan leo bergegas menuju pantai karena yang lain sudah berada disana. Suasana disekitar pantai penuh dengan pengunjung. Kebanyakan sih para turis dari luar negri, siska dan karen sangat antusias seperti serigala lapar saat melihat para bule tampan dengan perut abs dan tubuh tingginya.
__ADS_1
Ketakjuban tiga gadis itu langsung buyar, saat mulut tak berharga saka mengeluarkan cairan bisa-nya. "Lap dulu ilernya, sampai menetes gitu, kalian ini terlihat seperti wanita jablay aja, bikin malu. " Sarkas saka. Kemudian berjalan santai dengan kedua tangan yang dimasuk kan kedalam saku celana.
Zee dan kedua temannya menutup wajah mereka dengan telapak tangan, ini sungguh memalukan.
"Dasar cowok gila. " Umpat siska. Sekarang mereka sudah duduk dikursi pinggiran pantai.
"Kalau gue gila terus Lo apa? Matanya sampai mau keluar gitu ngeliat cowok-cowok bule, kayak mereka demen aja sama lo. "Saka sekarang berdiri berkacak pinggang didepan siska.
" Urusan nya sama lo apa deh, lo bikin mood gue berantakan aja sumpah ya, liburan gue hancur gara-gara mulut lemes lo itu. "Ucap siska frustasi. Seperti akan menangis.
" Harusnya lo berterimakasih sama gue, karena gue udah menyelamatkan harga diri kalian, coba itu bule ngeliat ekspresi kalian yang seperti akan 'menyerang' gitu, pasti kalian akan dianggap cewek mesum, akhirnya siapa yang malu coba? "Ucap saka. Sekali lagi dia mengeluarkan kata-kata berbisa-nya untuk membela diri.
"Sama aja bangkee, omongan lo yang justru bikin kita malu. Lo aja yang iri karena nggak setampan si bule itu. "Ucap siska mendelik, membuat saka tertawa terbahak.
Pertengkaran rumah tangga itu terus berlanjut, dan mulai berhenti ketika abi memelototi mereka berdua, setelah itu keadaan kembali kondusif dan mereka mulai menikmati suasana senja yang romantis dipinggir pantai bali.
Mereka mengambil beberapa foto berlatar matahari yang mulai terbenam, warna ke emasan itu menambah keindahan suasana senja. Tak lupa siska curi-curi spot foto dengan leo. Ia sama sekali tidak takut jika sampai ketahuan oleh lelaki tampan itu, justru dia akan semakin berani dan tak tau diri. Karena siska ingin menunjuk kan keseriusannya mendekati leo.
Leo yang sejak tadi terus mengawasi keadaan sekitar, sontak saja tertegun saat melihat siska mengenakan celana pendek sepaha dan tangtop putih dengan cardigan tipis bercorak bunga. Rambutnya yang panjang diterpa angin, senyum siska tampak cantik dan manis dibawah sinar keemasan yang menerpa wajahnya.
Cantik. ! Puji leo tanpa sadar, namun wajah pria itu tetap dingin dan datar tanpa ekspresi. Kemudian dia kembali memfokuskan diri pada nona mudanya seolah pujian yang keluar dari otaknya itu bukan lah apa-apa.
"Mau foto nggak? " Tanya zee pada reynard yang dari tadi berwajah masam sejak tiba dipantai.
"Kamu kenapa? Dari tadi cemberut terus. "Zee yang mulai tidak sabar memasuk kan kembali ponselnya kedalam saku. Ia memandang kearah laut yang memperlihatkan keindahannya dibawah warna senja yang berkilauan.
Zee menghirup udara pantai yang berbau amis. Semilir angin yang berhembus membuat mata zee terpejam. Ada rasa lega dihatinya saat ini, walaupun ingatan tentang kejadian yang menimpanya belakangan ini masih sangat jelas di ingatannya. Namun liburan bersama temannya kali ini bisa membuat perasaanya jauh lebih baik.
__ADS_1
***