Azeeyra

Azeeyra
bertemu


__ADS_3

Satu bulan sudah terhitung sejak zee pingsan waktu itu, sejak saat itu pula dia tidak datang ke kampus. Dan hari ini zee memaksa untuk kuliah sebab dia sudah merasa bosan.


"Hati-hati pokonya kalau ada apa-apa langsung telfon aku. " Reynard terus mengingatkan pada istrinya untuk kesekian kali setelah mereka tiba dikampus. Reynard langsung mengantar zee ke kelasnya.


"Hai zee, udah lama banget nggak dateng kekampus, lo ada masalah? " Sapa viona yang sudah berada dalam kelas.


Zee berdehem. "Nggak ada masalah kok. " Jawab zee singkat. "


"Eh, lo ambil matkul lagi nggak? "


Zee mengangguk, agar tidak memperpanjang obrolannya dengan viona, dia masih tidak merasa nyaman bersama gadis itu. Sebenarnya dia bukan orang jahat, hanya saja anak nya kurang sopan dan nggak tau diri aja. Zee duduk dengan tenang dia memainkan ponselnya sambil menunggu dosen datang.


Tidak lama dosen datang dan mulai pelajaran nya. Dia msih ditanya-tanya perihal tak kuliah selam. Sebulan tapi zee sama sekali tak berniat untuk menjawabnya. Dia membiarkan saja mereka menerka-nerka sendiri.


Selesai kelas pertama zee berjalan kekantin hendak makan siang, tadi reynard mengabari kalau suaminya itu masih ada kelas jadi tidak bisa menemani zee makan siang. Ditengah perjalanan dia bertemu dengan pak bara. Dosen itu terlihat sedang membawa satu kantong plastik hitam ditangan nya.


"Kamu apa kabar azeeyra. "


Hati zee terasa rumit memdengar sapaan pak bara, dia masih merasa kesal dengn kejadian terakhir kali, tapi dia juga tidak bisa terus-terusan mengabaikan dosen itu. Zee menghentikan langkahnya dan menoleh kearah pak bara.


"Seperti yang bapak lihat, berkat bapak saya jadi lebih baik. " Jawab zee jujur karena dia sudah dengar kalau baralah yang membawanya ke uks waktu itu, namun bara mengartikan lain ucapan zee, ia menganggap zee tengah menyindirnya, seolah mengatakan kalau gara-gara dia lah zee sampai seperti ini. Ya walaupun kenyataannya memang gara-gara dia juga.


Setelah mengatakan itu zee kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


"Azeeyra."


Langkah zee terhenti lagi. Bara menyodorkan kantong ditangannya pada zee. "Ini, buah yang aku beli dalam perjalanan. Sebagai permintaan maaf tolong diterima. " Suara bara terdengar sedikit memelas.


Zee mengerinyit. "Tidak perlu, saya sudah maafkan bapak. Saya juga tidak terlalu suka buah. "


Setelah itu zee melanjutkan langkahnya lagi. Zee bernafas lega karena bara tidak menghentikan nya lagi. Zee masuk kedalam kantin dan duduk meja belakang.


"Ah, capek banget, baru jalan bentar aja udah kayak marathon jarak jauh. " Keluh zee sambil mengusap keringatnya.


Zee mengecek ponselnya dan menelpon suaminya, namun sudah beberapa kali dia menelpon reynard tidak juga mengangkatnya.


Suara deheman seseorang mengalihkan perhatian zee, zee mendongak sedikit terkejut melijat siapa yang ada didepannya namun secepat mungkin zee menguasai diri dan kembali tenang.


"Boleh duduk disini. "Tanya seorang pria dideoan zee.


"Duduk saja, kebetulan kursi itu milik kampus. Jadi tidak masalah. "Jawab zee acuh dia kemabali melihat ponselnya.

__ADS_1


Laki-laki yang tak lain adalah dj si pecinta lubang tahik itu tertawa terbahak. " Jadi karena milik kampus lo tidak mempermasalahkan. Kalau kursi itu milik lo gimana? "Tanya dj menatap zee dengan senyum yang penuh arti.


Zee terkekeh lalu menjawab" Jangan kan duduk, menyentuhnya aja nggak akan gue biarkan. "Jawab zee tegas dan penuh penekanan.


Tawa dj semakin meledak. Mereka berdua sangat sadar topik pembicaraan mereka. Pembahasan mereka terdengar sepele, tapi ini bukan tentang kursi.


"Tidak boleh menyentuh ya." Dj pura-pura seperti orang berfikir. "sepertinya lo tau kalau gue menyukai kursi itu!!! "Lanjut dj menyeringai.


Sudut bibir zee berkedut dia menyeringai melihat wajah tampan dj yang zee rasa sia-sia sekali. Tidak seharusnya manusia jenis dj berwajah tampan. Entah kenapa zee merasa sakit hati melihatnya.


"Tidak peduli lo suka atau tidak, karena dari awal, kursi itu milik gue, dan gue nggak akan membiarkan siapapun mengambilnya. "Ucap zee tenang. Dia tidak terpengaruh sedikitpun dengan tatapan dj yang mulai berubah dingin.


" Kita lihat saja nanti, lo atau gue yang bakal duduk dikursi itu akhirnya. Tapi yang pasti, gue nggak akan biarkan cewek sampaah macam lo berada terlalu lama disampingnya. "Ucap dj. Kemudian berlalu meninggalkan kantin.


Zee mengeraskan rahangnya, ingin sekali dia merobek mulut busuk laki-laki itu, tapi dia tidak bisa melakukan itu sekarang karena kondisinya yang sedang berbadan dua. Atau dia minta leo buat menghajarnya saja nanti!


***


Zee saat ini sedang berada diruang keluarga. Berkumpul bersama keluarganya juga daddy erik juga sesil. Tak lupa tiga curut serta siska dan karen. Mereka tengah menonton film kartun gadis kecil yang nakalnya bikin kuping berasap, gadis kecil itu tinggal dihutan bersama seekor beruang besar. Dan film itu menjadi favorite zee akhir-akhir ini.


"Kurang-kurangin dek, jangan sampai ponakan kakak kayak gitu nanti. " Ucap daniel. Laki-laki itu merasa gemas melihat kenakalan gadis kecil difilm itu. Dia takut jika keponakan yang belum lahir itu mirip dengan karekter kartun itu yang disukai zee itu.


Bagi zee bagaimana karekter seorang anak tergantung bagaimana cara orang tua mendidiknya. Lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Zee tidak khawatir karena disekeliling rumah mereka yang tinggal bukan orang-orang kepo apalagi yang suka bicara kotor. Zee merasa optimis, apalagi ada risa dan sesil yang akan membantunya nanti.


Daniel mendelikan mata mendengar ucapan zee. Dia mengelus perut zee yang mulai membuncit. Lalu berbisik pelan disana. "Jadi anak baik ya, jangan nakal kayak mommy, tapi boleh tampan kayak om daniel. " Ujarnya terkekeh. Tidak tau apa yang membuat dia merasa lucu.


Reynard menepis tangan daniel yang masih mengusap perut zee. "Nikahin kak aira sana. " Ketus reynard yang disambut gelak tawa semua orang disana.


"Sebentar lagi lo juga bakal kesingkir, saingan lo anak sendiri. Mampus lo. " Umpat daniel kesal. Mereka berdua selalu tidak akur kalu bertemu.


Reynard melihat zee yang berbaring dipahanya.


"Apa? "Tanya zee ketika merasakan tatapan suaminya.


" Kamu nggak boleh pilih kasih nanti ya, pokonya harus adil. "Ucap reynrd yang kembali membuat orang-orang tertawa. Laki-laki ini memang agak lain, anak yang belum lahir saja dicemburui. Reynard memang terlalu posesif dan berlebihan, kadang-kadang zee merasa geram dengan sifatnya itu.


"Kamu jangan keterlaluan deh rey, lebay amat. Masa sama anak sendiri minta keadilan. Justru sebaliknya anak lo yang minta keadilan karena dimusuhi bokaonya sendiri bahkan sebelum dia keluar. " Tegur saka yang mulai mode julidnya.


Zee setuju, kali ini saka benar. Tapi bukan reynard namanya yang akan mendengar ucapan orang lain.


Abi memijat telapak kaki zee, beberapa hari ini dia selalu merasa lelah dan telapak kakinya juga kadang sakit. Mungkin karena berat badan zee yang mulai naik sehingga beban pada kakinya bertambah.

__ADS_1


Ketika asik menonton tiba-tiba zee mulai terisak, dia menangis sampai hidungnya memerah.


Semua orang terkejut, karena tidak mungkin zee menangis gara-gara film yang mereka tonton.


"Kenapa sayang? Apa yang sakit? " Tanya reynard cemas.


Zee semakin menangis, bibirnya mengerucut. Ia menatap papanya dengan mata yang teramat sedih. "Papa." Panggil zee dengan suara serak. Saat ini posisinya sudah duduk.


Daren yang duduk diatas sofa langsung mengahampiri putrinya dan duduk dilantai. "Ada apa sayang? Kenapa nangis? " Tanya daren lembut.


"Aku mau ketemu kakek. " Ucap zee semakin terisak. Kakek yang zee maksud adalah haris ayah mamanya, terakhir mereka bertemu di pesta pernikahan zee waktu itu. Entah kenapa dia merasa dadanya sakit. Dia ingin bertemu pria tua itu. Lalu disuapi makan olehnya.


"Kamu yakin sayang? " Daren ingin memastikan lagi ucapan zee. Karena dia sendiri tau zee masih belum memaafkan mantan mertuanya itu. Tapi sekarang putrinya malah menangsi tersedu-sedu karena ingin bertemu dengannya. Apa ini karena hormon kehamilannya?


Zee mengangguk. Air matanya meleleh begitu saja. Rasanya dia rindu sekali dengan kakek haris. Perasaan seperti ini baru pertama kali dia rasakan pada pria tua itu. Ada sesuatu yang menganjal dihatinya, dan hal itu membuatnya merasa sedih sekaligus sesak.


Daren mengusap kepala zee dengan penuh kasih sayang. "Kita jemput kakek ya. "


Zee mengangguk lagi, dia menyandarkan kepalanya dibahu daren dengan air mata terus mengalir. Daniel dan abi langsung berangkat menjemput kakek haris tidak lupa dengan pesanan telur gulung pinggir jalan yang diminta zee.


Tadinya reynard melarang dengan alasan kebersihan dan meminta bi jum yang membuatnya. Tapi yang zee mau yang dipinggir jalan, harus dibungkus pakai plastik dan banyak saos.


Permintaan zee selalu dituruti karena takut anak nya ileran. Bahkan si julid saka saja langsung menurut ketika zee minta membuatkannya mie rebus instan, tapi bukan dia yang makan, melain kan denis. Makannya harus didepan zee. Dia hanya ingin melihat denis makan dan mencium aroma nya saja.


"Ampun deh gue. Ada-ada aja sih ngidam lo zee. Kenapa nggak minta suami lo aja sih, malahnyuruh gue. " Protes denisnya, pasalnya mie yang dibuat saka luar biasa pedasnya sampai denis sakit perut dan bolak-balik toilet.


"Kok lo ngomongnya gitu sih, ponakan lo mau nya om denis yang makan. " Jawab zee cemberut.


Denis yang mendengar kata ponakan dan om lanhsung meleyot saja. Mie yang masih tertinggal sedikit itu langsung dihabuskan tanpa mengeluh. Bibirnyasudjh bengkak saking pedasnya. Nggak tanggung-tanggung saka memasuk kan setengah botol bon cabe kedalam semangkok mie.


Selepas drama yang dibuat zee yang berujung denis dilarikan kerumah sakit karena diare. Kakek haris telah datang bersama daniel dan abi.


Pria tua itu berjalan menuju taman belakanh saat ini dia hanya berdua saja dengan reynard karena teman yang lain nya menemani denis kerumah sakit. Sementara siska dan karen sudah kembali pulang.


"Cucu ku. " Panggil haris dengan suara serak.


Zee menoleh kebelakang mendapati haris berdiri menatapnya dengan sebuah tongkat kayu ditangan haris. Mata zee berkaca-kaca bibirnya mengerucut. Airmata nya langsung meleleh melihat haris yang tersenyum padanya.


"Kakek."


***

__ADS_1


__ADS_2