Azeeyra

Azeeyra
Promnight


__ADS_3

Kehebohan digedung sekolah sudah mulai tampak tenang. Beberapa orang tua yang datang langsung mendampingi anak mereka.


Zee dan reynard yang sudah bosan menunggu hanya bisa celingak celinguk menyaksikan keramaian.


"Ini kapan mulai nya sih, gue udah nggak sabar pengen dansa sam cewek cantik. " Celetukan saka sukses membuat yang lain semakin bosan.


"Kayak ada aja yang mau dansa sama lo. "Sahut denis.


" Ada lah anjiir, gila aja lo, lihat noh, pada ngantri kan. "Tunjuk saka pada segerombolan anak cewek.


Denis mengikuti arah telunjuk saka detik kemudian denis mengumpati saka dengan jengkel. " Itu antri buat duduk ogeb, bukan ngantri buat di ajak dansa ama lo. "Ucap denis geram.


" Emang nya tadi gue bilang kalau mereka ngantri buat di ajak dansa? Otak lo makin lama kok makin bodoh sih, heran gue. "Sahut saka membela diri.


" Kalian bisa diam nggak? Lama-lama enek juga gue denger suara kalian. Nggak tau tempat kalau mau ribut. "Ujar sisk mengomel.


Saka cengegesan. " Iya sayang, iya, aku diam lo nggak berisik lagi. "


Siska mendelik kan matanya, rasanya mau menjabak rambut saka saja, namun siska tahan, sekarang adalah acara sakral mereka jadi tidak boleh rusak karena hal remeh seperti ini.


Acara dimulai dengan kata sambutan dan beberapa pesan dari kepala sekolah. Lalu dilanjutkan acara penampilan bakat dari anak kelas 12.


Mereka bernyanyi dan menari, lalu ada juga beberapa adik kelas yang membacakan puisi untuk perpisahan. Hal itu sontak merubah suasana yang tadi heboh menjadi hening. Puisi yang dibacakan adik kelas itu membuat anak-anak kelas tiga menangis haru mengenang masa sekolah mereka yang telah usai.


Acara itu berlangsung cukup lama. Hingga tiba lah saat pengumuman siswa yang lulus dengan nilai terbaik.


"Reynard jordhan. " Panggil pembawa acara. Rey menjadi siswa dengan nilai terbaik tahun ini.


Lalu disusul dengan zee, keyla, abi dan beberapa nama murid yang lainnya. Setelah selesai acara perpisahan itu. Para orang tua sudah bubar, diujung acara suara melodi berputar dengan lampu yang temaram suasana romantis itu segera dimanfaatkan beberapa orang untuk turun kelantai dansa.


"Mau kah putri cantik ini berdansa satu lagu dengan saya? " Ucap reynard yang berlagak seperti seorang pangeran.


Zee tertawa kecil melihat aksi reynard yang mengundang perhatian orang-orang disana. Gadis iti dengan malu-malu menyambut uluran tangan reynard.


"Aku nggak bisa dansa! " Bisik zee ditelinga reynard.


Reynard menarik pinggang zee agar menempel padanya. Tangan zee dikalungkan keeher reynard. Beberpa detik mereka saling tatap dengan perasaan berdebar. Alunan musik yang romantis menambah panas suasana dilantai dansa.


Terkhususnya untuk pasangan couple goals itu, hampir seluruh pasang mata menyaksikan interaksi keduanya. Banyak dari mereka yang ingin berada diposisi zee dan reynard. Adegan yang membuat jantung berdebar itu sukses membuat iri para jomblo termasuk para reader.

__ADS_1


Selesai satu lagu zee dan reynard kembali duduk. "Mau berdansa dengan ku. "


Tiba-tiba suara bariton seseorang mengalihkan atensi zee yang tadi sedang memegang posel. Zee mendongak ingin melihat siapa pria yang begitu berani mengajaknya berdansa didepan reynard.


"Eh. . . Lo?? " Zee terkejut melihat laki-laki tampan didepannya. Lalu menoleh kearah samping. Terlihat reynard menatap tajam kearah laki-laki itu.


"Ngapain lo disni? " Tanya reynard dingin.


Benar juga, kok dia bisa masuk sini padahal acara ini hanya untuk anak Sma dan alumni nya saja lalu bagaimana bisa Dj datang dan masuk kesini, apa mungkin dia alumni di sini juga pikir zee.


Dj terkekeh melihat wajah kesal reynard. "Gue cuma mau kenalan sama adik ipar gue, kenapa lo marah gitu. "


Mata reynard semakin tajam. Ia berdiri dari duduknya. "Gue nggak izinin lo nyentuh tunangan gue. Jangan melewati batas ian. "


Wajah Dj berubah sendu. Zee tampak bingung, sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka berdua. "Kita pulang baby. " Reynard menarik oelan tangan zee namun gadis itu tidak bergerak. Reynard menoleh kebelakang dan mendapati tangan zee yang satu lagi ditahan oleh Dj.


"Satu lagu, izinin gue dansa sama cewek lo. " Kata Dj dengan senyum miring. Zee merasa risih dan ingin melepaskan cengkraman tangan dj dari pergelangan tangan nya, namun semakin zee ingin lepas semakin erat pula gengaman dj.


Rahang reynard mengeras, wajahnya menggelap. "Lepas." Reynard menatap tajam kearah dj. "Gue bilang lepas bajingan. "


Bugh. . .


"Kenapa rey? " Tanya seno. Mata mereka jatuh kearah tangan dj yang memegang erat pergelangan tangan zee.


"Leoas jangan sampai kesabaran gue habis. " Ucap reynard. Namun tanggapan dj membuat mereka terdiam. Laki-laki itu bukan nya melepas justru ia semakin menarik zee hingga mendekat kearahnya. Leo yang akan memukul dj kalah cepat dari kaki panjang reynard yang kini sudah mendarat diwajah tampan dj.


Satu tendangan lagi dioerut dj hingga laki-laki itu memuntahkan seteguk darah. Disaat itu tangan zee terlepas dan langsung ditarik reynard dalam dekapannya.


"Uhuuk. . . uhuk. . " Dj terbatuk. Dia meringis memegang perutnya. Kepalanya terangkat dan menatap reynard dengan tatapan sedih.


"Sekali lagi lo bersikap kurang ajar, gue habisi lo saat itu juga. " Ucap reynard kemudian membawa zee pergi dari kerumunan.


Abi dan tiga curut mendekati dj. "Apa yang mau lo lakuin, gue nggak peduli, tapi kalau sampai lo nyakitin adik gue, bukan cuma rey, tapi gue juga bakal menghabisi lo secara langsung. " Kata abi.


Wajah bingung dj membuat tiga chrut menghela nafas. "Zee adik abi, jadi jangan berfikir macam-macam bro! " Ujar seno.


"Gue cuma mau ngajak dia dansa, kenapa respon kalian berlebihan gini, seolah gue minta nyawanya dia aja. " Ungkap dj dengan wajah tenang.


Tiga curut menatap rumit kearah dj, mereka juga sebenarnya bingung ada masalah apa antara dia dan reynard. Padahal dulu mereka sangat akrab seperti saudara kembar.

__ADS_1


****


"Baby. "


Reynard memanggil zee saat gadis itu menyelonong masuk tanpa melihat kearahnya. Sepertinya zee lupa dengan janji nya tadi saat di acara promnight.


Zee berhenti dan menoleh kebelakang. "Kenapa rey? " Tanya zee dengan wajah polos.


Reynard tersenyum dan berkata dengan pelan. "Kamu meninggalkan sesuatu? "


Zee mengerinyit dia tidak merasa meninggalkan apapun, ponsel dan dompet ada ditangan nya. "Apa? "


Reynard mendekata dan berbisik ditelinga zee. "Aku."


Seketika wajah zee bersemu merah karena malu. Namun aksi salah tingkah itu tidak berlangsung lama. Suara deheman dari pintu mengalihkan atensi sepasang sejoli itu.


Pria paruh baya berdiri gagah didepan itu matanya menatap dingin kearah reynard. "Masuk dek, besok mau daftar kuliah kan? "


Zee mengangguk kemudian berlalu melewati reynard tanpa menoleh sedikitpun.


Sekarang tinggal reynard dan daren. Kedua pria itu saling tatap beberapa detik. Reynard ingin mencari celah untuk masuk kedalam namun tubuh besar daren berdiri tepat di depan pintu.


"Kamu mau jadi satpam disini? " Tanya daren dengan nada mengejek.


Reynard mendengus kesal melihat tingkah kekanakan calon mertuanya itu. "Om nggak mau ngopi dulu? "


"Tidak."


Reynard masih tidak menyerah. Dia ingin disayang dulu sama zee sebelum pulang. "Om, mungkin ada yang mau. . . . "


"Tidak ada. " Sela daren cepat.


Teynard menghela nafas pelan. "Aku permisi dulu om. "


Daren hanya berdehem kemudian berbalik masuk dan mengunci pintu. Dalam hati nya reynard berjanji ketika dia sudah menikahi zee nanti maka dia juga akan mempersulit mereka jika inhin bertemu istrinya. Lihat saja nanti.


𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗶𝗸𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗱𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿𝘂𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗶𝗻𝗶.


𝘁𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗺𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿🥰🥰🥰

__ADS_1


****


__ADS_2