Azeeyra

Azeeyra
AKHIRNYA KEMBALI


__ADS_3

Gelap, jauh tak tergapai, seperti dalam lubang hitam tak berujung, zee menggapai-gapai untuk meraih sesuatu yang bisa dipegangnya, nihil, tidak ada apa pun disini, tidak ada cahaya semuanya gelap, seakan buta zee tidak melihat apapun meski matanya terbuka. Sekuat tenaga zee berlari mencari cahaya, mencari jalan keluar.


Kepala zee terasa sakit, kakinya berdenyut, namun langkah nya tidak berhenti. Zee menangis karena ketakutan, dia tidak suka gelap, dadanya terasa sesak.


"papa... Kakak, hiks... Hikss.... Abang, rey. Tolong aku. Papa tolong adek pa... Adek takuuut... Huhuhu.. "


Sayup-sayup terdengar suara memanggil, suaranya sangat kecil hampir tidak terdengar. Zee berputar menajamkan indera pendengarannya, mencari sumber suara itu.


"siapa pun itu tolong, disini ada orang, tolong aku.. " zee berteriak dengan suara putus asa. Namun tidak ada suara lagi yang terdengar. Zee menangis dengan keras, kegelapan ini benar-benar hal yang sangat menakutkan bagi nya, sunyi tidak ada suara apapun selain tangis putus asanya.


Dari kejauhan zee melihat setitik cahaya kecil, sangat kecil, namun tampak terang di antara kegelapan. Zee berlari menahan sakit dikakinya, dia mengejar cahaya itu yang terasa sangat jauh.


Zee kembali mendengar suara tangis seseorang, tidak ini bukan hanya satu orang, ada banyak suara orang menangis yang memanggil namanya. Zee bisa merasakan kesedihan orang itu.


"kembali lah nak, kasihan orang-orang yang menunggumu. "


Suara seorang wanita, terdengar lirih namun mengema di telinga zee, seperti dalam sebuah gedung kosong.


"pulang lah, kasihan papa dan kakak mu. jangan biarkan mereka menunggu mu terlalu lama. "


Sedetik kemudian suara itu menghilang, suasana kembali sunyi senyap.


"siapa kamu, jangan bicara saja, tunjukkan jalannya. aku mau pulang, papa.... Kakak.... Tolong adek pa.. " zee kembali berteriak histeris.


Hingga tiba-tiba sebuah cahaya seperti petir yang mengerikan muncul ditengah kegelapan, tubuh zee melayang, kemudian terhempas jatuh kebawah yang sangat jauh, zee merasa tulang-tulangnya copot, perutnya terasa mual ingin muntah.


Dadanya terasa sesak dan teramat sakit. Di kejauhan zee melihat dua orang laki-laki melambaikan tangan padanya, zee menggapai tangan orang itu, ketika sudah dekat zee dapat melihat dua sosok yang melambai padanya, laki-laki itu adalah papa dan kakaknya, mereka tersenyum dengan merentangkan kedua tangan, zee langsung memeluk keduanya dengan isak tangis. Hingga beberapa detik kemudian zee kehilangan kesadarannya.


.


.


.


.


tubuh zee kejang dan detak jantungnya menurun, alat-alat penunjang kehidupan masih terpasang ditubuhnya. Wajahnya semakin pucat, tubuhnya juga dingin.


"hiks... Hiks..., tidak.....tolong, putriku, bangun nak, bagunlah sayang. "daren histeris seperti orang gila, terbayang saat dia kehilangan istrinya, dia tidak sanggup jika harus kehilangan putrinya juga.


Isak tangis semua orang menggema dalam ruang rawat zee.


"dek maafkan kakak, kakak mohon, ayo bangun, hiks... Hiks...kakak mau kamu pergi, ayo bangun. "


Brak...


Pintu dibuka dengan kasar, reynard masuk dengan tubuh sempoyongan, mommy dan daddy nya baru saja datang menjenguk zee, melihat keadaan zee yang kritis, sesil membangun kan putranya yang masih tidur diruang sebelah. Dengan tergesa-gesa reynard berlari bahkan laki-laki itu sempat terjatuh tadi, mungkin efek terkejut karena bangun tidur.


"kenapa bisa seperti ini, bukan kah tadi baik-baik saja. " teriak reynard, dokter tampak masih berusaha dengan alat kejut jantung ditangannya.


Daren dan daniel dua pria itu sudah tidak sadarkan diri, risa dan abi membawanya keluar ruangan.


"rey, sayang tenang lah nak, biarkan dokter memeriksa zee. " ucap sesil dengan tangan gemetar. Dia sangat terpukul melihat kondisi putra semata wayangnya seperti ini. Namun reynard tidak mengubris ucapan wanita itu.


"bee... Kembali sayang, kamu udah janji sama aku, kamu janji tidak akan meninggalkan aku. " ucap reynard frustasi. Keadaannya saat ini sangat lah kacau. reynard memukul lantai ruangan itu beberapa kali hingga darah mengalir di kepalan tangannya. Sesil terpekik melihat tangan reynard berdarah, wanita itu terduduk dilantai tidak sanggup melihat putranya.


"bee plis, aku mohon, aku akan menyusul mu jika kamu pergi, aku ngak main-main baby.. . " ucap reynard lirih namun masih terdengar oleh orang diruangan itu.

__ADS_1


Sesil semakin terisak mendengar ucapan reynard, erik memeluk tubuh istrinya dengan erat, matanya memerah,rahangnya mengeras, erik tidak menyangka, sedalam itu perasaan putranya terhadap gadis bernama azeeyra itu. Dalam hati erik bertekad, jika gadis itu selamat, bahkan jika dia harus kehilangan nama Jordan, dia akan memperjuangkan kebahagian putranya.


Tiit.. Tiiit.. Tiiiit


"dokter, detak jantung pasien sudah kembali normal dok. " teriak perawat yang menjaga layar monitor jantung.


dokter mengecek secara keseluruhan alat-alat ditubuh zee, benar saja semua kembali normal seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


Semua orang merasa lega dan bersyukur. Sesil bahkan tertawa kecil sambil memeluk erat suaminya. Reynard merangkak mendekati brangkar tidur zee, dia merasa senang karena jantung zee kembali normal.


Sebuah keajaiban...


Reynard berdiri disamping tempat tidur zee, diraihnya tangan pucat kekasihnya, mengecup nya berulang kali.


"jangan coba-coba kamu meninggalkan aku bee... " ucap reynard, satu persatu air matanya kembali lolos.


Reynard mengelus pipi pucat gadis itu, mengecup keningnya lembut dengan teramat sayang.


setitik air mata jatuh dikelopak mata zee, reynard menghapusnya dengan ibu jarinya.


"kamu dengar aku sayang, bangun lah, aku sangat menderita sekali. Aku sangat sakit bee.. Hiks... Hiks.. " reynard menangis terisak, mata laki-laki itu sudah bengkak karena banyak menangis.


Abi yang baru masuk kembali keruangan itu bernafas lega saat mendengar jantung zee kembali normal, abi mendekati reynard, dilihatnya tangan sahabatnya itu berdarah.


"obati luka ditangan lo, zee akan marah saat melihat lo terluka. " abi menepuk bahu reynard yang masih memegang tangan zee.


"gue ngak akan pergi kemana pun. Lo lihat sendiri, baru sebentar gue tinggal, dia sudah seperti ini. " reynard merasa takut, jika dia pergi lagi, pikiran buruk selalu menghantuinya, dia tidak ingin melewatkan apapun terkait kondisi zee saat ini.


Abi mengangguk mengerti dia paham ketakutan reynard. Kemudian abi meninggalkan reynard dan zee, tak lama sesil masuk membawa kotak obat.


"mommy bersihkan dulu lukanya ya sayang. " ucap sesil pelan dengan air mata berlinang.


Reynard menarik kursi lebih dekat ke ranjang zee, dia duduk dengan satu tangan bertumpu di kasur menopang kepalanya, sebelah tangan kanannya menggenggam tangan zee. Reynard memejamkan mata sejenak, mencoba menghilangkan rasa sakit di kepalanya.


.


.


.


.


Dua mata yang sudah lama tertidur itu kini kembali terbuka, cahaya lampu yang menyilaukan membuat mata zee mengerjap beberapa kali. Ia menoleh kiri kanan. tidak ada siapa pun, hanya bunyi suara pendeteksi jantung yang terdengar, tenggorokannya terasa kering.


Tubuhnya terasa kaku, dia tidak bisa bergerak. Zee ingin memanggil papanya namun dia merasa tidak bertenaga.


Zee menoleh ke arah tangan kirinya yang terasa berat, zee terkejut melihat reynard. Bukan karena keberadaan laki-laki itu, tapi zee terkejut karena penampilan reynard yang jauh dari kata baik-baik saja.


Zee menggerakkan tangannya, perlahan dia menggenggam tangan reynard.


"re-rey." panggil zee lirih karena tenaganya masih sangat lemah.


Reynard yang baru tertidur dapat merasakan ada pergerakan dalam genggaman tangannya. Dia juga mendengar suara memanggil namanya. Namun dia pikir dirinya sedang berhalusinasi akibat terlalu lelah.


"re,-reey." zee kembali memanggil reynard sedikit merenggek kesal. Dia merasa sangat haus sekali, namun pria ini sangat sulit di bangunkan.


Reynard membuka matanya, tatapannya beradu dengan mata zee yang sudah terbuka. Beberapa detik reynard tertegun, namun setetes air mata jatuh di pipinya.

__ADS_1


Reynard tersenyum lembut. "kamu sudah bangun baby. " saat ini jantung reynard berdebar dengan cepat. Dia langsung menekan tombol di kepala brangkar.


"haus.. " ucap zee lirih.


"sabar ya sayang, kita tunggu dokter dulu, aku takut nanti kamu kenapa-kenapa. "


Tidak lama dokter dengan beberapa perawat datang bersaman dengan abi dan teman-teman yang lain. Melihat zee sudah sadar senyum lebar tersungging dibibir mereka.


Setelah diperiksa dokter kondisi zee sudah sangat baik , dokter melepaskan alat-alat yang menempel di tubuh zee. Reynard membantu nya minum air menggunakan sedotan.


"pelan-pelan sayang, nanti kamu tersedak. " reynard menghapus bibir basah zee dengan ibu jarinya.


"dek... " daren dan daniel datang dengan penampilan tak jauh beda dengan reynard. Zee meneguk ludahnya. Matanya memanas melihat cinta pertamanya itu.


"pah... Kakak.. " zee menangis, teringat dua sosok ini lah yang membawanya kembali dalam kegelapan. reynard berdiri dari duduknya menekan keegoisannya, membiarkan keluarga itu melepaskan rindu.


Daren dan daniel memeluk zee, mereka sama-sama terisak. Tangis sedih bercampur bahagia.


"terimakasih sudah kembali putriku. " bisik daren lirih di telinga zee.


"terimakasih sudah bertahan dari rasa sakit ini dek. "daniel mengecup pipi zee dengan sayang.


Reynard mengumpat dalam hati, melihat daniel mencium gadis kesayangannya.


Abi dan risa datang mereka bergantian memeluk zee. Rasa khawatir mereka terganti dengan perasaan lega saat melihat zee tersenyum.


****************


sudah tiga hari zee sadar dari tidur panjangnya, dia sudah bisa duduk dan makan dengan normal, hanya saja kaki zee belum bisa berjalan. Zee harus mengikuti terapi rutin agar bisa kembali berjalan normal.


Gadis itu benar-benar kuat, dia tidak menangis atau pun merenggek saat tau kondisi kakinya. Bahkan bagian kepalanya yang dijahit, sedikit botak agar tidak menggangu lukanya.


Zee dan reynard sedang tidur sambil berpelukan di kamar rumah sakit, saat ini hanya ada mereka berdua. Daren dan daniel sudah kembali bekerja, reynard akan datang menjaganya sehabis sekolah, dipagi hari risa lah yang berjaga.


"bee... "


"hem."


"kangen banget sama kamu. "


"ketemu setiap hari kan, ini juga udah di peluk. " zee membenamkan kepalanya di dada bidang reynard.


Reynard mengelus punggung zee pelan. Kemudian menundukan wajahnya menganggkat dagu zee agar menatap kearahnya.


"kamu kena... Mphhhh.. " baru saja zee akan protes karena reynard tiba-tiba menarik dagunya. Namun bibirnya langsung di bungkam bibir reynard.


Reynard menye*** bibir yang masih tampak pucat itu. Melum** nya pelan, menghilang kan rasa rindunya pada kekasihnya itu.


Tanpa sadar zee meremas pinggang reynard ketika lid** laki-laki itu menyapa lid**nya dengan ramah. Bibir manis zee sangat memabukan, membuat reynard tidak ingin berhenti. Ingin lagi dan ingin lebih.


Reynard menjauhkan wajahnya. kemudian mengecup puncak kepala zee.


"bee, ayo menikah.! " tutur reynard tiba-tiba, dengan tangan memeluk erat pinggang zee.


"ha... Kenapa? " ucap zee tampak kaget, mengira dia salah dengar.


"kenapa?? Pertanyaan macam apa itu sayang. Tentu saja karena aku mencintai kamu, dan aku ingin menikahimu." protes reynard.

__ADS_1


"aku pikir karena otak mesum mu itu. " ujar zee terkekeh geli. Reynard mencubit pipi zee gemas, gadis ini selalu saja mengerti pikiran kotornya. Tapi soal menikah karena mencintai tentu saja reynard serius.


Zee mengecup bibir reynard singkat sebelum mereka tidur saling berpelukan.


__ADS_2