
Hari demi hari dilalui, bulan berganti bulan, kehidupan terus berlanjut begitu juga dengan kehamilan zee yang sudah memasuki usia delapan bulan. Dikarenakan perut yang semakin besar serta ruang gerak nya semakin sulit, sejak usia kandungan enam bulan zee sudah mengambil cuti dikampusnya, reynard dan abi semakin sibuk mengurus perusahaan keluarga. Begitu juha dengan sahabat-sahabat mereka yang sudah dipercayakan orang tua nya untuk mengambil alih perusahaan keluarga mereka.
Reynard mendekati ranjang disana istri nya masih tertidur lelap, akhir-akhir ini bumil itu memang sedikit kesulitan tidur. Banyak keluhan-keluhan yang dia proteskan dan juga lebih gampang capek. Kecupan selamat pagi reynard berikan untuk zee dan bayi dalam perutnya.
Setelah itu seperti biasa reynard akan kekampus dulu sebelum dia pergi kekantor. Waktu yang dia miliki hanya malam hari, jikasiang dia pasti dikampus lalu dikantor, terkadang zee akan merajuk pada suaminya karena terlalu sibuj sehingga tak ada waktu untuk nya.
*
Setelah selesai membersihkan diri, zee menuju meja makan didapur ada risa dan bi jum sedang memasak sarapan untuknya.
Zee duduk dengan wajah ditekuk, hampir dua bulan dia hanya mendekam dalam mansion, rasa bosan nya sudah mencapai ubun-ubun.
"Bun, ngga usah masak lagi, aku Nggak mau makan. "Ucap zee sambil memainkan ponselnya.
Risa menoleh melihat putrinya itu dengan tatapan heran. " Kenapa? Biasanya kamu paling semangat. "
Zee memasang wajah cemberut. Ia tak menjawab, malah meminta leo untuk datang menemuinya.
"Ada apa nona? " Tanya leo setelah pria itu berdiri tegap disamping zee.
"Aku mau makan fruits sandwich yang ada dikantin kampus. " Ucap zee.
Leo mengangguk dan bersiap hendak pergi namun zee kembali memanggilnya. "Aku ikut leo. "
"Tapi. . . "Leo ragu-ragu menjawab. Jujur saja melihat perut zee yang bulat dan besar leo agak takut membawa wanita itu. Yang akan dia jaga bukan hanya zee namun juga bayi yang ada dalam perut wanita itu. Leo sudah sangat hafal dengan sifat keras kepala nona mudanya itu. Tapi jika terjadi sesuatu diperjalanan bagaimana?
Ditengah pertimbangan nya, leo baru terfikir untuk menanyakan pada reynard.
"Tuan muda. . . . "
"Tidak apa-apa, yang penting pelan-pelan bawa mobil nya, nanti kamu minta abi menemani zee selagi pergi kekantin. "
"Baik tuan . "
Leo mematikan ponselnya lalu menatap kearah zee. "Nona bisa ikut saya, tapi harus memakai pakaian yang hangat, agar tak msuk angin. "
Zee tersenyum cerah. "Oke, baiklah, tunggu sebenatar aku ganti baju dulu. "
**
__ADS_1
Leo membawa mobil dengan sangat pelan dan hati-hati agar mobil tidak berguncang. Beberapa kali zee mengeluh pinggang nya sakit, lalu haus karena tenggorokan nya kering akibat Ac. Namun ketika leo menurunkan suhu Ac nya zee mengeluh panas, selama perjalanan kekampus wanita itu tidak ada hentinya mengeluh, apapun yang dilakukan leo selalu saja dimatanya, leo hanya bisa diam dan menerima kesalahan itu dengan hati yang teramat luas.
"Kita sudah sampai nona mau ikut masuk atau menunggu disini. Suara datat leo membuat zee yang tengah memejam kan mata sedikit terkejut.
" Oh, sudah sampai! Aku nggak kuat jalan kesana. "Zee meringis merasakan perutnya sedikit kram. Memang dia sering mengalami kram kalau duduk terlalu lama.
Dengan kepala menunduk leo menjawab. " Kalau begitu saya akan meminta tuan muda abi menemani anda. "
Zee mengangguk lalu menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Setelah itu leo menghubungi abi dan kebetulan laki-laki itu baru keluar dari kelasnya.
Zee mengambil dompetnya mengeluarkan kartu kantin dan menyerahkan pada leo, tiba-tiba zee tidak terlalu ingin memakan fruit sandwich lagi, tapi. . . kasihan juga leo, biarlah nanti dia suruh saja bodyguard nya itu yang memakan.
"Saya pergi dulu nona, itu tuan abi sudah mendekat kesini. "Leo yang sejak tadj menunggu diluar mobil memberitahu zee.
Zee mengangguk. " Iya, pergilah jangan terlalu lama. "
Leo mengangguk kemudian beranjak pergi begitu abi sudah sampai dekat mobil.
"Adek." Seru abi dengan senyum lebar. Ia masuk kedalam mobil dan duduk disamping zee. Abi sebenarnya ada janji dengan karen, tapi karena adik kesayangan nya ini datang tiba-tiba terpaksa abi mengundurkan waktu pertemuannya.
"Kenapa wajah abang kayak gitu? Ada berita bahagia apa, kok senang banget kayaknya. "Tanya zee melihat abi yang tak berhenti tersenyum.
Abi berhenti tersenyum dan kembali berwajah datar. "Kamu belum bicara dengan karen? Dia tidak mengatakan sesuatu? "
Abi keluar dari mobil, belum sempat membuka suara dua orang berbaju hitam langsung menyerang nya. Abi sedikit kewalahan karena jumlah mereka semakin bertambah banyak, orang-orang yang berlalu lalang tidak berani mendekat mereka hanya melihat dari jarak jauh karena tidak ingin terkena imbas.
Abi mendapat dua pukulan keras sehingga darah segar mengalir dari mulutnya.
Baru saja zee hendak berteriak, tiba-tiba tangannya dicekal seseorang. Pria yang memengangi tangan nya itu tersenyum lebar ia menatap zee dengan tatapan haus darah dan penuh niat membunuh.
Zee membukatkan matanya saat menyadari siapa laki-laki yang ada didepan nya. Wanita itu melirik abi, suaranya tercekat tidak bisa berteriak, rasa takut dan cemas membuatnya tak bisa berfikir.
"Jika tidak ingin cara kasar maka keuarlah dalam mobil ini dengan patuh. "Ucap dj terdengar memaksa. "Kau akan tau akibatnya jika melawan. "
Dj menarik paksa zee keluar dari mobil, zee menjerit ketakutan. Abi yang bersiap kembali bertarung terlonjak kaget mendengar teriakan adiknya.
"Dek. . . " Seru abi yang hendak mendekati zee namun lima pria berbaju hitam menghalanginya.
Dj semakin mengeratkan cekalan nya ditangan zee, dia bahkan dengan sengaja meremasnya.
__ADS_1
"Jika lo berani menyakitinya akan gue habisi lo. " Teriak abi sambil terus menangkis pukulan pria berbaju hitam itu.
Dj menatap tajam abi. "Lakukan jika lo mampu. "
Leo datang ia berlari begitu melihat nona mudanya bersama dj bahkan fruit sandwich di tanganya ia lempar tanpa sadar. Ia mendekati dj namun langsung dihalangi dua orang berbaju hitam.
Zee berhasil berpindah kemobil dj, abi semakin tak terkendali ia memukul tiga pria lain dengan membabi buta, ketika tiga orang itu terjatuh abi mengambil kesempatan itu untuk mengejar mobil dj sebelum pria berbaju hitam itu kembali berdiri.
"Gue bunuh lo dj. " Ucap abi dingin.
Abi mengetik kan sesuatu diponselnya setelah telponnya tak dianggkat reynard, dia juga memberitahu daniel tentang insiden penculikan zee.
Abi terus mengejar mobil dj, kecepatan mobil mereka sudah selerti seorang pembalap. Lalu lintas menjadi kacau karena aksi kejar-kejaran ini.
Zee hang berada dalam mobil dj rasanya mau muntah, perutnya terasa diaduk-aduk akibat kecepatan mobil yang kendarai pria itu.
Aksi kejar-kejaran masih terjadi hingga mobil dj berhenti disebuah bagunan tua. Disana banyak anak buah dj yang sudah menunggu.
Laki-laki itu kembali menyeret zee keluar mobil.
Zee meringis kesakitan ketika dj menjambak rambutnya. Air matanya luruh, rasa sakit itu membuat kulit kepalanya serasa lepas.
"Lepaskan adik ku brengsek. "Teriak abi mendekati mereka, kondisi abi saat ini sudah babak belur akibat pertempuran sebelumnya. Dj menyeringai, ia dengan sengaja menarik rambut zee didepan abi, laki-laki itu semakin geram melihatnya.
" Apa yang kau ingin kan bajingn, lepaskan adik ku. "Teriak abi murka.
Dj tersenyum menyeringai. " Adik? Dia bukanya cuma saudara tirimu? Kenapa berlebihan begini? Atau kau juga menyukainya? Jangan-jangan anak dalam perut jalaang ini anakmu. Benarkan? "
Cuih. . .
Zee meludahi wajah dj karena merasa kesal demgan ucapan pria itu. Dj melotot menatap zee pandangannya menunjuk kan keterkejutan dan rasa marah. Zee sampai takut dibuatnya, tetapi dia tidak menyesali sudah meludahi pria itu.
Dj menampar zee dengan keras sehingga kepala wanita itu miring kekiri. Lalu dengan kasar ia menjambak dan mendorong zee hingga gadis itu terjatuh.
Teriakan zee mengalihkan perhatian abi, dia hendak menghampiri adiknya namun langkahnya langsung dihadang anak buah dj.
Abi menatap adiknya dengan mata berkaca-kaca.
"Abaang. . . " Zee meringis memengangi perutnya. Gadis itu bersandar kedinding gedung. Wajah zee tampak pucat dengan keringat membanjiri tubuhnya.
__ADS_1
Nekat, abi menerobos sekumpulan orang-orang itu dan berlari menghampiri zee. Dia langsung memeluk adiknya. Keadaan abi tidak bisa dibilang baik-baik saja, banyak luka di sekujur tubuhnya. Namun saat ini fokusnya melindungi adik dan keponakannya. Ia yerus memeluk tubuh zee yang gemetar, dj dan anak buahnya berusaha menariknya namun abi tak menyerah ia sesekali membalas pukulan musuh.
𝗕𝗮𝗴𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗯 𝗶𝗻𝗶 𝗯𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗱𝗶 𝘀𝗸𝗶𝗽 𝘆𝗮, 𝗮𝘂𝘁𝗵𝗼𝗿 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴, 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗸𝗲𝗰𝗲𝘄𝗮 𝗺𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗺𝗮𝗮𝗳 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶. 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻 𝗸𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗮𝘂𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗯𝗮𝗽𝗲𝗿. 🥲