Azeeyra

Azeeyra
Stimulasi


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, kedua kakak beradik itu masih betah tertidur dialam sadarnya. Reynard dan daniel bergantian berjaga. Sesekali teman-teman mereka juga datang. Risa dan sesil juga tiap hari datang menjenguk baby kecil, anak itu belum diberi nama, reynard ingin menunggu istrinya bangun dulu baru memutuskan nama apa yang cocok untuk putra mereka.


Seperti pagi ini reynard baru saja selesai membersihkan tubuh zee dengan air hangat, ia juga memotong kuku istrinya yang mulai panjang. Menyisir rambut , membersihkan wajah, sampai memakai kan pelembab. Semua ia lakoni agar ketika istrinya bangun nanti kulitnya tetap bagus dan sehat.


Sedangkan diranjang sebelah yang diberi sekat gorden berwarna hijau disana karen juga sedang menemani abi, gadis itu setiap hari bolak-balik kampus rumah sakit. Meskipun risa sudah melarangnya agar tidak tiap hari datang sebab dua hari lalu gadis itu sempat pingsan akibat kelelahan. Namun karen tetap bersikeras untuk menjaga abi, risa pun pasrah tidak bisa memaksakan kehendak dia pun paham bila ada diposisi karen.


"Kamu pembohong, katanya mau ajak aku kencan, tapi kamu malah tidur terus, kirain sayang benaran, nyatanya php doang. " Ucap karen setengah berbisik, air matanya menetes. Ia menggengam tangan abi dengan lembut takut menyakiti laki-laki itu.


"Baru juga jadian, lo udah nyiksa gue kayak gini. " Karen mulai terisak mata gadis itu memerah lingkar hitam dibawah matanya pertanda ia kurang tidur.


*


"Emang nya nggak apa-apa kalau dibawa keluar dok, bukanya dia prematur ya? " Tanya sesil yang saat ini ada diruangan zee bersama dokter dan baby boy.


"Jika hanya sebentar tidak apa-apa, kita coba stimulasi sebentar ya nyonya, siapa tau nanti bundanya bisa sadar kalau ada bayinya. " Ucap dokter wanita itu.


Bayi mungil itu ditelungkup kan diatas tubuh zee, reynard membuka kancing baju zee dan mengeluarkan sebelah asi agar sikecil langsung menyusui dari ibunya. Suara tangis bayi itu melengking memenuhi ruangan yang luas itu. Ia menangis semakin keras saat yang dia cari tak ditemukannya, mulut kecilnya terus mangap-mangap seperti ikan, antara sedih atau ketawa reynard melihat putra kecilnya itu mencari keberadaan ****** mommy nya.


Dokter membiarkan bayi itu berusaha sendiri, ia juga mengajak zee berbicara setiap kali sikecil itu menangis.


"Aduuh mommy, mommy nggak kasihan ya sama bayinya, kok momy jahat sih, anaknya udah nangis gini mommy masih diam aja. Mommy nggak sayang anaknya? Kalau nggak sayang kenapa dilahirkan mommy? " Ucap dokter itu dengan suara terdengar marah.


Reynard yang mendengar nya melotot tajam, namun sesil mencoba menenangkan memberikan pengertian pada putranya bahwa itu cuma cara dokter merangsang kerja otak zee.

__ADS_1


"Ayo mom buka matanya, mommy nggak boleh kalah sama dedek nya , masa mommy tega ngebiarin daddynya mengurus dedek sendiri, gimana kalau nanti dedek nya jatuh, dimandiin tapi nggak bersih, makanya mommy harus bangun, jadi orang tua harus bertanggung jawab. "


Tangis baby boy kembali mereda ketika ia sudah mendapatkan yang ia cari, ia menghisap seperti bayi kelaparan sangat kuat dan rakus, dokter wanita itu sampai terkekeh melihatnya. Andai dia bisa bercanda dengan reynard mungkin dia akan mengatakan. "Apa daddy mu juga serakus ini? Lihatlah cara mu menghisap seperti orang terlatih. "


Namun sayang candaan itu hanya ada dalam benaknya, melihat wajah dingin reynard saja membuat dokter wanita itu tidak berani mengangkat kepala.


"Lihat lah, bayimu sangat pintar dan tampan, jika kamu tidak sanggup mengurusnya aku akan memberikan nya pada orang lain yang tidak memiliki anak, banyak para mama diluar sana yang siap menyayanginya. "" Ucap dokter lagi.


Tes. . .


setetes cairan bening mengalir disudut mata zee. Respon kecil itu membuat dokter tersenyum. Reynard menghapus air mata istrinya.


"Kenapa dia menangis? Apa dia mendengar suara kita? "Tanya reynard tidak sabar.


" Besok kita coba lagi ya pak, sebentar lagi dokter akan datang memeriksa kondisi pasien. Kalau begitu saya bawa baby nya lagi, permisi. "Ucap dokter wanita itu.


" Iya, terima kasih dok, titip cucu saya ya dokter. "Ucap sesil .


**


Ditempat lain yang jauh dari rumah sakit. Sekumpulan orang tengah berdiri disebuah makam yang masih basah, tanah yang merah itu bukti bahwa yang didalam sana baru saja terkubur.


Tiga orang lelaki berdiri memakai pakaian dan kaca mata hitam. Hari ini mereka menghadiri pemakaman mantan sahabat mereka, meskipun ada dendam dihati semua nya telah lenyap, begitu kata maaf meluncur dari mulutnya saat itu juga jiwanya meninggalkan raga. Sebuah nisan batu yang terukir nama david julian itu telah berpulang kepada bapanya.

__ADS_1


Tiga lelaki yang tak lain saka, denis dan seno itu menghela nafas berat. Ia juga tak menyangka dj akan meninggal, luka yang dia dapat tidak main-main, jika pun hidup dia akan jadi orang cacat, jari tangan dan kakinya patah, giginya rontok dan batang hidung pun juga bengkok, rahangnya bergeser akibat kerasnya pukulan reynard. Sebelum meninggal dj sempat membuat pengakuan pada polisi walaupun agak sulit berbicara karena kondisinya yang sangat parah namun polisi dapat mengerti ia juga meminta polisi agar tidak menuntut reynard, kematiannya itu murni akibat kesalahannya sendiri, polisi juga tidak bisa apa-apa, karena dua korban lain juga masih tak sadarkan diri, menangkap dj juga tidak berguna lelaki itu sudah sekarat, polisi akhirnya menutup kasus itu dan menganggapnya tidak pernah ada.


Sebelum menghembuskan nafas terakhir dj ingin bertemu dengan reynard namun laki-laki keras kepala itu tidak mau memenuhinya, meskipun sudah dibujuk bahkan sesil dan erik juga ikut berbicara hati keras reynard tetap tidak luluh.


"Aku nggak peduli, jika dia bisa membangun kan istriku mungkin bisa aku pertimbangkan. " Ucap reynard masih keras kepala.


"Rey, mungkin ini terakhir kali kamu melihat dia, bagaimana pun dulu kalian pernah berteman, jangan terlalu keras kepala. " Bujuk sesil, dia baru saja menjenguk dj keadaan laki-laki itu sangat mengerikan. Bisa bertahan beberapa jam ini sudah merupakan keajaiban baginya.


"Mommy aja yang pergi. " Ucap reynard.


Tidak mau berdebat lagi dengan mommy nya reynard memilih masuk kamar mandi dan mengunci diri disana sampai sesil keluar dari ruangan itu. Wanita itu tidak bisa berkata-kata lagi, dia tau betul sifat putranya, anak itu memang tidak bisa dipaksa.


Dj hanya tersenyum ini hukuman untuknya, seharusnya dia tidak pernah memiliki perasaan seperti itu. Dia sangat tau reynard adalah orang yang setia kawan. Dia bahkan lebih beruntung karena dianggap adik, namun dia malah menyalah artikan kebaikan reynard sebagai perasaan antara pasangan.


Perasaan salah itu tidak ia sesali. Memiliki kenangan indah bersama reynard membuat dj merasa bersyukur. Meskipun ia mati dia tidak menyesal karena orang yang dia cintai sudah bahagia meskipun tidak bersamanya. Dj seorang yatim piatu diruangan yang luas dan sepi itu ia terbaring sendiri, air matanya jatuh mengalir sampai telinga.


"Maaf, ma-ma maafkan aku. " Ucap dj terbata-bata, detik kemudian tubuh dj menegang dan gemetar matanya melotot nafas nya tercekat, tubuh itu tidak bergerak lagi aliran darahnya berhenti, semua saraf berhenti bekerja tugasnya telah selesai, takdir dj sudah berakhir.


Selamat jalan david julian, kau sudah tenang dipangkuannya. Kau tidak perlu lagi menderita akibat penyakit menjijikan itu, kau sudah kembali suci sekarang.


Semua teman-teman mu sudah ikhlas dan memaafkan mu, berbahagialah disisinya.


**

__ADS_1


__ADS_2