
"Tapi bee, baju kamu terlalu terbuka, aku nggak suka ya orang lain lihat kamu kayak gini. " Ucap reynard. Memperhatikan baju zee, bahkan kardigan yang katanya untuk menutupi itu terlihat tidak berguna sama sekali saking tipisnya.
"Kamu mau ikut joged sama aku, atau aku joged sama abang aja! " Tawar zee saat melihat abi mendekati mereka.
Reynard menyipitkan matanya menatap zee tak suka. Maksudnya Bukan orangnya, tapi perkataan nya.
"Uhuuk. . . Uhuk. . .kalian." Abi terbatuk melihat tiga gadis seksi didepannya. Reynard melotot kan mata ketika abi melihat kearah zee, seolah berkata. 'Dia miliku dan hati-hati dengan mata mu. '
Karen yang melihat abi berdiri kaku langsung mendekatinya. "Mau menari bersama? "
"Hah! Aku-. . . " Abi terlihat gagap dan salah tingkah, wajahnya memerah melihat penampilan karen.
Tidak jauh berbeda dengan leo, abi pun juga sama membiarkan karen menari dan dia hanya berdiri diam tanpa bergerak, mungkin abi takut, begitu dia bergerak mungkin langsung menerkam gadis yang terlihat menggoda itu.
Saka dan denis juga seno, ikut bergabung bersama mereka, pada akhirnya mereka berjoged dan bergembira bersama sambil menikmati barbeque yang tadi di panggang leo.
***
"Maaf ai, aku bukannya lupa sama kamu, tapi tadi tuh ada masalah sedikit. "Ujar daniel jujur. Saat ini daniel berada dikamar aira dihotel miliknya.
" Ada masalah apa? "Tanya aira.
" Umm, itu zee dan rey sepupu kamu berantem. "Ucap daniel, berbohong, ya walaupun tak sepenuhnya sih, karena penyebab dari pertengkaran itu dia sendiri. Namun daniel tidak berani mengatakan bahwa dia baru saja mengerjai bocah tengik itu, bisa-bisa aira marah besar nanti.
Aira tersenyum miring. " Apa kamu bikin masalah? "
"Enggak, enggak ai, bukan aku kok. "Daniel menggeleng kepala cepat. " Aku juga nggak sengaja, cuma iseng aja, dan. . . "Daniel yang sadar sudah keceplosan langsung menutup mulutnya.
Aira menyeringai sepertinya dia sudah tau apa yang terjadi. " Cemburu lagi? Kalau kamu seperti itu terus laki-laki mana yang berani menikahi zee? "
Daniel tersenyum sendu. "Kamu mungkin tidak tau, kami sudah memiliki ikatan selama hampir 18 tahun, tapi belum sampai setahun ini kami bersaudara! " Ucap daniel dengan suara serak.
Aira terdiam kemudian dia memiringkan kepala seperti sedang berfikir dan masih tidak paham apa yang dimaksud daniel.
Daniel terkekeh melihat wajah bingung aira yang tampak menggemaskan. "Kamu pikir kenapa kakek kamu bisa tidak mengenali nona muda keluarga aksara? " Tanya daniel menatap aira.
__ADS_1
"Karena kalian menyembunyikan identitas nya kan? " Jawab aira.
"Betul, dan kamu tau apa alasan nya? " Lagi-lagi daniel bertanya.
"Untuk menjaga dan melindungi nya dari musuh kalian yang bisa jadi ada dimana saja. " Jawab aira dengan percaya diri, karena begitu lah dari berita yang dia dengar dan yang terpikir olehnya, lagi pula alasan apalagi orang kaya menyembunyikan identitas putrinya kalau bukan demi keselamatan nya sendiri.
Daniel tertawa keras namun sarat akan kesedihan. "Kamu salah, salah besar, bukan untuk melindunginya, apa lagi menjaga keselamatan nya tidak, sama sekali tidak. " Daniel menggeleng beberapa kali, matanya mulai berkabut. Entah kenapa sakit sekali rasanya saat dia mengingat masa lalu yang pahit itu.
Aira diam, dan memandangi wajah daniel yang begitu kecewa. Tapi entah kecewa karena apa, aira ingin bertanya tapi tidak sanggup melihat wajah sedih daniel, ingin menghentikan daniel agar tidak perlu bercerita namun aira juga penasaran. Akhirnya aira memilih diam sambil mengusap punggung daniel berharap pria itu bisa lebih tenang.
"Kamu mau dengar cerita dua lelaki bodoh? " Tanya daniel terkekeh.
Aira mengangguk dengan senyum tipis.
"18 tahun tahun yang lalu, sebuah keluarga yang terdiri dari tiga orang, dua dewasa satu anak-anak. Dua orang dewasa itu adalah sepasang suami istri, pada saat itu istrinya sedang mengandung dan beberapa hari lagi akan melahirkan. " Daniel berhenti sebentar dan menatap aira yang juga melihat ke arahnya.
"Sebuah insiden tak terduga terjadi dan istri orang itu mengalami pendarahan kemudian harus melakukan sc untuk menyelamatkan bayinya, tapi sayang hanya bayi itu yang selamat sementara ibunya meninggal. "Air mata daniel sudah menetes dipipinya.
Kemudian daniel melanjutkan ceritanya dengan berurai air mata, ekspresi wajah aira berubah-ubah saat mendengar cerita daniel. Namun dia tetap mendengar tanpa berniat menyela sama sekali meskipun dia merasa sedikit geram dan kesal.
Aira mengangguk setuju. "Memang bodoh, tapi itu semua karena perasaan cinta pada ibu dan istri nya yang terlalu dalam sehingga membuat dua pria itu mengabaikan cintanya yang lain. "Jawab aira mantap. Ia menyadari siapa tokoh dari cerita yang daniel katakan. Meskipun daniel salah, aira juga tidak mau menghakimi daniel, karena dia sendiri tidak berada dalam posisi daniel saat itu.
"Hahaha. . . kamu benar ai, mereka mengabaikan cinta itu selama hampir 18 tahun dan sekarang malah dengan egoisnya menuntut meminta dan memberikan cinta dengan paksa. "
Aira menepuk bahu daniel. "Tidak seperti itu, kamu tau sebagai seorang gadis aku juga ingin punya kakak laki-laki, dan jika itu aku, aku juga menginginkan cinta mereka, hanya saja, kamu menggunakan cara yang salah. "
"Lalu bagaimana? Tanya daniel penuh harap.
" Dukung dan berikan semangat atas apa yang dia inginkan, berikan cinta dan kasih sayang juga perhatian dalam porsi yang cukup. Jangan terlalu berlebihan, kamu hanya perlu melindungi dia diam-diam dan mencintai dia dengan nyata tanpa harus memaksa. "Jelas aira panjang lebar. Jemari nya mengelus rambut daniel yang halus. Daniel memejamkan mata menyesapi setiap kalimat yang diucapakan aira.
" Terimakasih ai. "Ucap daniel kemudian memeluk pinggang aira yang berdiri didepannya. Aira mengangguk dan membalas pelukan daniel.
****
"Udahan ya baby, lihat kulit kamu udah memerah, matahari juga udah panas banget. " Bujuk reynard seraya menyeka keringat zee. Sementara zee masih saja bergoyang tanpa lelah, seolah energi tiga gadis itu sedang terisi penuh.
__ADS_1
"Oke, duduk dulu, aku haus. " Zee mengangguk setuju, reynard menuntun zee kedekat tenda.
Leo yang masih terjebak oleh siska hendak kembali ke tenda saat melihat nona mudanya sudah pergi. Namun siska lagi-lagi menahannya.
"Ngapain buru-buru sih om, disana zee nggak sendirian, ada pacarnya, dia jago berantem kok, jadi nggak usah khawatir. " Ucap siska. Leo memejamkan mata sejenak. Dari tadi dia tidak berani menatap bocah di depannya ini karena siska dan karen sudah melepaskan kardigannya, jadilah tubuh seksi siska terpampang nyata didepannya.
Saka yang pernah mengejek tubuh siska pun sampai melongok dibuatnya, meski masih sma tubuh siska terbilang bagus karena gadis itu memang rajin pergi ke gym, jadi tubuhnya tampak langsing dan berisi.
"Saya kesini bukan untuk senang-senang sama kamu, tapi untuk menjaga nona muda saya, kalau masih mau bergoyang, cari saja laki-laki lain, tapi jelas itu bukan saya. " Ucap leo penuh penekan. Wajah nya tampak dingin dan datar.
Setelah mengatakan itu leo langsung pergi meninggalkan siska yang terpaku.
Siska tertawa kecil mendengar ucapan leo barusan. "Apa gue baru saja ditolak sebelum mengungkapkan perasaan. " Gumam siska seraya tertawa geli.
Senyum iblis siska muncul sambil melihat leo yang sudah berdiri dibelakang zee.
"Kamu kenapa? " Tanya karen. Yang melihat siska tersenyum menyeramkan.
Senyum iblis itu masih bertahan dibibir cantik siska. "Nggak apa-apa, kita balik kehotel yuk, capek. "Ujar siska masih dengan senyum lebar.
" Lo kenapa sih, jangan bikin takut deh, lo nggak mungkin kesurupan kan? "
Dengan kecepatan maksimal siska menarik tangan karen dan meninggalkan pantai. "Nggak usah bacoot deh, ikut aja kenapa sih. "
Zee yang melihat siska menarik tangan karen mengerinyit. "Mau kemana kalian? Pakai baju yang bener siska, karen. " Teriak zee.
Siska menoleh kebelakang dan menatap zee. Dengan suara yang cukup keras siska berkata. "Gue cari laki-laki lain yang bisa di ajak goyang. "Ucap siska, sengaja sekali dia menyindir leo.
Namun ekspresi wajah leo yang datar seolah tidak mendengar apapun, apalagi rasa bersalah jangan harap. Malah membuat siska semakin kesal.
Alis zee terangkat dengan heran. " Mereka kenapa?. "Tanya nya pada diri sendiri.
" Ya udah kita juga balik yuk. " Ajak reynard, zee mengangguk setuju.
***
__ADS_1