
Suasana kampus saat ini sangat ramai, apalagi seluruh maba sudah masuk kuliah. Tidak terkecuali jurusan fhasion desain tahun ini ternyata cukup banyak murid yang mengambil jurusan ini.
Dikelas ini zee belum memiliki teman tidak ada yang dia kenal selain viona, tapi zee sudah memblack list gadis itu. Jadi tidak mungkin mereka akan berteman.
"Selamat pagi. "Ucap seorang dosen laki-laki yang baru masuk.
Pak bara adalah satu-satunya dosen laki-laki di jurusan ini. Beliau merupakan dosen undangan lulusan luar negri. Kemampuan nya dalam promosi dan pemasaran tidak diragukan lagi. Makanya pihak kampus berupaya agar pak bara mau menjadi dosen dikampus blossom.
Kelas yang tadinya berisik menjadi hening seketika. Wajah tampan dan tubuh tegap pak bara seperti menghipnotis, mereka jadi diam dan duduk tenang.
"Pagi pak. "Jawab semua murid serempak.
"Oke, sebelum nya perkenalkan nama saya bara erfandi. Kalian bisa panggil saya pak bara. Hari ini pertemuan pertama kita, saya bukan orang yang suka basa-basi, jadi tidak ada yang namanya sesi perkenalan dulu, jadi hari ini kita akan langsung memulai pelajaran. "Kata pak bara tegas, membuat para mahasiswa berdecak dalam hati.
Pak bara mengeluarkan laptop nya. Dan mulai menjelaskan pelajaran. Selama itu semua mahasiswa mendengarkan dengan seksama. Karena pelajaran yang diberikan pak bara betul-betul penting untuk masa depan mereka nanti.
Zee yang sedang fokus memperhatikan pak bara tiba-tiba meringis dan memeganggi perutnya. Rasanya sakit seperti diremas-remas. Padahal dia sudah sarapan tadi dan juga jadwal datang bulan dua minggu lagi. Lalu kenapa perutnya bisa sakit begini? Zee duduk dengan gelisah sambil terus memeganggi perutnya.
"Mbak yang memakai topi pink. Silahkan keluar dari kelas saya. "Tiba-tiba suara bariton pak bara menggema dikelas.
Mahasiswa yang tadi fokus kedepan mulai mengedarkan pandangan dan menatap zee dengan bingung, sebab dikelas itu hanya zee saja yang memakai topi. Dikelas ini penampilan zee lah yang paing mencolok. Karena zee sangat pintar dalam memadu padan kan outfit sehingga selalu terlihat trendy.
Zee menghela nafas keningnya dibahasi keringat . "Maaf pak, salah saya apa?"
Pak bara melihat buku absensi dan melirik zee. "Azeeyra, saya ulangi, keluar dari kelas saya sekarang juga, setelah pelajaran saya selesai datang ke ruangan saya. "Ucap pak bara lagi kali ini suara nya lebih tinggi.
Zee mengepalkan tangan nya, andai perutnya tidak sakit pasti dia akan berdebat dengan dosen killer itu.
" Rasain lo, mentang-mentang cantik, malah se enaknya saja. " Cibir seseorang yang duduk dibelakang zee.
"Lihat aja penampilan nya lo mau fhasion show? "Cibiran semakin terdengar dari sudut lain.
__ADS_1
" Kalian apaan sih, kita ini jurusan fhasion, udah pasti penampilan kita harus sesuai dengan jurusan kita dong. "Viona yang duduk tak jauh dari zee mencoba membelanya.
"Kamu yang keluar atau saya yang keluar. " Teriak pak bara yang mulai kasal karena zee belum juga beranjak dari kursinya.
Seluruh mahasiswa yang ada dikelas itu langsung memberikan tatapan tajam. Zee langsung berdiri dari duduknya dengan langkah pelan dia berjalan keluar tangan nya masih memegangi perutnya yang semakin sakit.
Setelah zee keluar kelas pak bara melanjutkan lagi materi pelajaran nya.
Zee berjalan menuju kantin. Dia meminta air hangat. Zee duduk dibangku kosong, kantin tidak terlalu ramai, karena banyak mahasiswa yang berada dikelas.
"Kenapa sejak gue masuk kampus nggak ada satu pun hari baik yang gue lewati. Apa gue nggak usah kuliah aja ya? "Zee bergumam dalam hatinya.
Sebenarnya reynard dan papanya tidak memaksa zee harus kuliah, apalagi dia sudah menikah. Namun zee tidak mau menjadi beban untuk suaminya. Keluarganya dan keluarga reynard adalah orang terpandang, rasanya tidak etis sekali sebagai satu-satunya anak perempuan dikeluarga aksara dia malah hanya lulusan Sma.
Apalagi zee juga memiliki impian memiliki butik dengan pakaian hasil desain nya sendiri. Zee tidak ingin impian itu terkubur hanya karena msalah sepele seperti ini.
Tapi berat sekali rasanya. Zee merasa Sma lebih enak dari pada kuliah. Entahlah hati zee terasa rumit. Perasaannya campur aduk rasanya dia ingin menangis.
"Eh. . . " Zee terlonjak kaget dia sedang melamun dengan kepala di atas meja. Ia mengangkat kepalanya. "Iya ada apa? "
"Pak bara memanggil lo keruangannya. "Jawab gadis itu.
Zee mengangguk dan mengucapkan terimakasih.
Zee saat ini sudah berada di depan ruangan bara. Dia mengetuk pintu beberapa kali.
" Masuk. "Tanpa basa-basi terdengar suara bara dalam ruangan.
Zee langsung masuk dan duduk dikursi depan meja bara. Dosen killer itu sedang duduk dengan kedua tangan bertumpu diatas meja. Matanya menatap zee dengan tajam.
"Kamu tidak suka dengan pelajaran saya? "Tanya bara saat zee baru saja duduk didepannya.
__ADS_1
Zee yang ditanya begitu merasa bingung, dia bukannya nggak suka, justru sebaliknya materi yang diberikan bara sangat berguna untuk rencana masa depan butik ya nanti. Tapi dia juga tidak tau kenapa pak bara bertanya seperti itu, dia bahkan tidak tau alasan dia disuruh keluar kelas tadi.
"Sebelumnya saya mau tanya dulu sama bapak, salah saya apa ya kenapa bapak mengusir saya dari kelas? "Tanya zee, setidaknya dia harus tau dulu alasan dia diusir sebelum menjawab pertanyaan bara.
"Kamu tau kan saya paling tidak suka jika sedang menjelaskan materi ada mahasiswa yang tidak fokus. "Ujar bara. Meski yang ada didepannya ini seorang mahasiswi cantik dia akan tetap bersikap tegas.
Zee mengerutkan keningnya. "Maaf pak, sepertinya kita tidak terlalu dekat, bahkan ini pertemuan pertama kita jadi mana mungkin saya tau kalau bapak tidak suka ada murid yang kurang fokus. " Jawab zee dengan wajah polos.
Bara terperangah. Perkataan zee adalah jawaban yang sangat tidak dia sangka. Padahal harusnya zee tau kalau setiap dosen pasti tidak suka jika ada murid yang tidak fokus saat dia menyampaikan materi, tapi zee malah mengartikan lain soal ucapannya.
Bara menghela nafas. "Katakan kenapa kamu terus gelisah saat dikelas tadi? "
Zee memegangi perutnya yang masih terasa sakit. "Bukan kah seharusnya bapak bertanya soal ini saat saya masih dikelas tadi? Tapi bukan nya bertanya bapak malah langsung mengusir saya. Apa semua dosen bisa berlaku se enaknya seperti ini tanpa mendengar penjelasan murid nya dulu? "Tanya zee yang mulai emosi. Perutnya semakin sakit tangan nya menekan kuat perutnya. Wajah zee semakin pucat dengan keringat bercucuran dikening dan pelipisnya.
Bara terkesiap, baru kali ini ada mahasiswi yang berani melontarkan pertanyaan menohok seperti ini. Bara memperhatikan gerak gerik zee yang terlihat aneh. "Kenapa? Ada apa dengan mu? " Tanya bara melihat wajah zee yang pucat.
Zee menyeringai. "Saya sakit perut, alih-alih menyuruh saya ke uks bapak malah langsung mengusir saya lalu menyuruh saya menemui bapak keruangan ini kemudian mengintrogasi saya seolah saya ini penjahat. " Ucap zee dengan nafas mulai tak beraturan. "Bagaimana bapak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan saya. " Tambah zee lagi. Matanya mulai berkunang-kunang.
Bara tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tidak menduga akan hal ini. Biasanya jika ada murid yang bermasalah dengannya, murid itu akan langsung minta maaf dan menerima saja jika diberi hukuman. Namun mahasiswi didepan nya ini berbeda bagaimana jika memang terjadi sesuatu dengannya apalagi wajahnya sudah sangat pucat begitu, apa yang harus dia lakukan sekarang?
Melihat bara yang terdiam zee langsung berdiri dari duduknya. "Seperti nya saya tidak ada urusan dengan bapak lagi. Kalau begitu saya permisi dulu. " Ucap zee.
Sebelum zee mencapai pintu. Rasa sakit perutnya semakin mencengkram. Zee meneguk ludahnya. Ia mencoba melangkah lagi namun pandangannya menggelap lalu. . . .
Bruk. . .
Tiba-tiba tubuh zee ambruk perempuan itu tak sadarkan diri dan jatuh ke lantai. Bara terkejut dan langsung bangun dari kursinya ia berlari dan menghampiri zee.
Melihat wajah pucat gadis itu bara langsung mengendongnya dan membawa ke ruang uks. Dia merasa bertanggung jawab atas apa yang menimpa gadis itu. Tidak tau kenapa hatinya merasa gelisah dan juga dia menyesal telah mengusir nya tadi.
***
__ADS_1