Azeeyra

Azeeyra
Membeli bikini


__ADS_3

Siska bergandengan dengan zee dengan wajah ditekuk. Zee hanya diam dan membiarkannya sambil melirik kiri kanan. Siska yang melihat lima remaja laki-laki dibelakang mereka merasa kesal. Dalam hatinya dia mengumpat, sebab rencana buat beli bikini harus gagal karena para lelaki ini terus saja mengikuti mereka.


"Kalian nggak ada yang mau dibeli? "Tanya zee pada akhirnya dia buka suara karena dari tadi mereka berlima hanya mengikuti kemana dia pergi.


" Nggak ada, baju renang kami sudah punya. "Sahut denis, sementara saka memilih diam karena takut salah ngomong lagi, ditambah siska terus menatap tajam kearahnya.


"Rey, aku mau beli pakaian dalam loh, masa kalian mau ikut juga? " Keluh zee yang mulai merasa kesal, dalam hati zee dia juga ingin membeli bikini. Tapi kalau mereka terus ikut begini gimana mau belinya.


Siska yang mendengar itu pun langsung senang, dia yakin kalau zee juga pasti mau membeli bikini seperti dirinya.


"Kita tunggu diluar, kalian masuk aja, kami mggak bakal ganggu kok. "Ujar reynard acuh. Matanya tetap fokus pada zee, dia tidak peduli dengan tatapn tajam siska padanya.


"Ya udah, tapi jangan protes dengan apa pun yang kami beli. "Ucap zee. Kemudian menarik tangan siska dan karen. Meski merasa dongkol dengan keberadaan lima remaja itu namun siska cukup senang karena zee sudah pasti bisa membuat mereka membeli barang yang di mau.


"Kemana dulu? "Karen bertanya dengan penuh semangat.


" Beli bikini dulu. Gimana? "Tanya siska dengan full senyum.


" Aku sih ayo aja. "Balas zee dengan sumrigah, dia juga tidak sabar ingin memakai bikini.


"Oke, lets go. "Siska langsung menyahut dengan semangat berapi-api. Akhirnya dia bisa beli juga itu bikini.


Tempat pertama yang mereka datangi adalah sebuah toko pakaian renang wanita.


Siska dengan antusias menarik tangan dua sahabatnya itu.


" Mau beli yang model apa? "Tanya zee bingung. Banyak model bikini seksi terpajang di toko itu.


"Kamu pilih yang yang two-piece atau yang tankini. " Siska memperlihat kan dua model bikini yang super seksi. Zee dan karen terbelalak melihat dua bikini itu, dan membayangkan bagaimana mereka memakai baju renang kurang bahan itu.


Zee meneguk ludahnya saat tangannya menyentuh bikini two-piece yang benar-benar hanya seperti pakaian dalam saja. Dua segitiga menutupi bagian atas dan bawahan hanya menutupi bagian intim saja.

__ADS_1


Zee terkekeh membayangkan dia memakai pakaian itu. "Rey pasti membunuh gue kalau memakai ini. "


Siska dan karen pun mencoba membayangkan sedetik kemudian mereka bertiga tertawa bersama. "Ya udah deh biar aman lo beli yang ini aja. " Siska menyerah kan baju renang jenis swimdress. Tanpa lengan, tidak terlalu seksi karena dia menyerupai dress yang flowly bagian bawahnya.


"Ya udah ini aja. " Meskipun masih nggak yakin, tapi zee tetap membeli, buat jaga-jaga mana tau ada kesempatan buat dipakai.


Siska memilih bikini model monokini berwarna hitam. Hampir mirip seperti jenis one-piece tapi jenis monokini, terdapat beberapa potongan baju yang mengekspos bagian tubuh yang akan membuat penampilan terlihat seksi.


"Wow, so beautiful, cocok banget buat lo. "Teriak zee dan karen pelan. Mata zee berbinar melihat model bikini yang di pilih siska.


Karen pun tak mau kalah ia memilih jenis two-piece, berwarna berwarna merah, cocok sekali dengan kulit putihnya.


"Lo kenapa. " Tanya siska melihat zee cemberut.


"Cuma gue yang pilih model gini, baju apaan ini. " Ujar zee kesal. Ia melempar baju itu kearah siska.


"Ya mau gimana lagi, pawang Lo terlalu posesif, kita mah bebas, masih dialam liar, belum ketemu pawangnya. " Celetuk siska seraya membawa pakaian nya dan zee ke kasir.


"Nggak usah cemberut, yang penting udah pakai bikini. "Ucap siska menenangkan. Padahal dalam hati siska bersorak, untung saja dia belum punya pacar, kalau nggak sudah oasti dia bernasib sama dengan zee.


Zee mengikuti langkah siska dan karen, meski dengan hati dongkol. Kedua sahabatnya itu seolah mengejeknya karena tidak sebebas mereka. Namun apa daya, dia juga tidak mau kena amuk kekasihnya.


Setelah selesai membayar ketiga gadis itu keluar dari toko. Tampak lima remaja laki-laki berdiri bak para model. Zee berdecak kesal saat melihat banyaknya gadis remaja memperhatikan mereka.


"Udah? Beli apa tadi? " Tanya reynard lembut dengan senyum manis. Bukannya senang zee malah makin jengkel, sebab senyum manis reynard itu membuat gadis remaja yang ada disana berteriak heboh.


"Beli apa aja yang aku mau!, enak ya jadi pusat perhatian. "Ucap zee dengan nada ketus.


"Kenapa jadi badmood gitu?Pusat perhatian apa sih baby? Aku nggak ngerti. "Tanya reynard bingung. Seolah ucapan zee tadi tengah menyindirnya, namun rey tidak menyadari kesalahan nya.


"Nggak usah senyum-senyum, sok kegantengan banget sih. " Cibir zee lagi, reynard tertawa pelan. Akhirnya dia menyadari kalau kekasihnya itu sedang cemburu.

__ADS_1


Reynard menarik wajah zee dengan pelan agar menatap kearahnya. "Emang nya aku nggak ganteng? "


"Ish, apaan sih, leoas deh. " Ucap zee salah tingkah, wajahnya memerah ditatap begitu lekat oleh reynard. Zee melirik siska dan karen seolah meminta kedua temannya itu menyelamatkan dirinya dari situasi memalukan itu.


"Ekhem, makan dulu yuk laper nih! "Karen mendadak cepat tanggap. Biasanya dia cuek aja. Mungkin karena dia juga sudah lapar. Jadi otaknya lebih cepat memahami situasi.


Karen dengan sigap menarik tangan zee dan siska. Agar segera pergi dari situasi yang tidak menguntungkan bagi mereka yang jomblo. Kalau tidak, tidak menutupi kemungkinan akan terjadi adehan sensor diantara zee dan reynard. Jadi sebisa mungkin ia harus mencegah hal itu terjadi didepan matanya.


Reynard tersenyum simpul seraya mencium tangannya yang tadi memegang dagu zee, ada aroma parfume zee tertinggal di tangannya. Aroma yang dia sukai dan yang selalu dirinduinya.


"Aduh, kulkas bucin parah. "Celetuk saka saat melihat reynard terus mencium tangan nya. Mereka akbirnya mengikuti langkah zee dan siska juga karen yang mulai menjauh.


Zee dan kedua sahabatnya kini sudah duduk direstoran yang menyajikan makanan prancis. Kecantikan mmdan outfit mereka yang tak biasa menjadi pusat perhatian sejak mereka memasuki restoran. Bukan tidak menyadarinya, namun mereka hanya bersikap cuek seolah terbiasa.


"Gimana sih rasanya ciuman, gue penasaran deh. "Ucap siska tiba-tiba. Teman zee yang satu ini emang kadang bikin zee harus siap mental, karena sikapnya yang suka tiba- tiba itu.


" Bener tuh, spill dong zee. "Karen mulai menggida dengan senyum jahil.


Menghadapi teman yang sifatnya bar-bar seperti siska dan karen, zee akan menjadi orang yang lebih bar-bar lagi.


"Kalian yakin mau tau. " Zee tersenyum jahil. "Kalian harus cobain dulu, karen rasanya bikin nagih, gue jamin kalian bakal suka. " Sambung zee lagi. Dilihatnya wajah kedua teman nya itu sudah memerah seperti udang rebus.


"Huwa. . . Jantung gue deg, deg-an anjiiir. "Teriak karen sambil menyentuh dadanya. Ketiga orang itu kemudian tertawa sambil menutup mulut, takut menggangu pengunjung lain.


Siska dan karen membayangkan se enak apasih ciuman sampai zee bilang bikin ketagihan.


"Udah, nggak usah dipikirin, cari pacar dulu, baru dibayangin, takutnya kalau kalian menghayal sekarang malah ngenes sendiri, kan jadi seneng gue liatnya. "Ucap zee yang bisa nebak pikiran dua besty nya itu. Dia tertawa melihat wajah kesal siska dan karen.


"Sialaan Lo, bikin gue makin penasaran aja. "Ujar siska seraya menyeruput jus jeruk pesanannya.


" wah, nggak asik nih, kalian makan sendiri, nggaknungguin kita dulu. "saka mengambil alih jus jeruk ditangan siska dan meminumnya hingga habis.

__ADS_1


" bangkee, nih anak, saka siaaalan. "teriak siska kesal, emosinya sudah naik sampai ubun-ubun.


****


__ADS_2